Tampilkan postingan dengan label Cara Memulai Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Memulai Bisnis. Tampilkan semua postingan

Cara Membangun Relasi Bisnis Yang Baik dan Saling Menguntungkan

Menjalin Relasi Bisnis Yang Baik
Sebagai makhluk sosial, menjalin relasi merupakan hal penting begitu juga dalam keperluan bisnis. Manusia yang hidup di zaman modern seperti saat ini, menjalankan bisnis menjadi pilihan terbaik agar dapat bersaing di jaman global yang penuh persaingan. Bagaikan kompetisi yang tak berujung, persaingan dalam dunia bisnis ini kian ketat dan semakin mempersempit gerak bagi para pemula bisnis. Yang paling diuntungkan adalah mereka yang lebih dulu terjun dalam dunia bisnis ini, seakan tidak menyisakan celah bagi mereka yang baru pertama kali terjun mencoba menjalankan bisnisnya.

Bagi pemula bisnis seharusnya dapat mengambil contoh dari para senior yang lebih dulu mendalami bisnis, salah satu strategi yang dilakukan pebisnis jaman dulu dan terbukti sangat ampuh untuk tetap mempertahankan bisnisnya hingga saat ini dan semakin membuat kondisi bisnisnya meningkat adalah dengan menjalin relasi bisnis yang baik. Strategi ini merupakan sebuah hal yang wajar di lakukan oleh para pebisnis namun tidak semua pebisnis mampu dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan rekan-rekan bisnis mereka. Tentunya dengan menjalin sebuah hubungan yang baik dengan relasi bisnis akan membawa nilai positif dalam kemajuan bisnis yang Anda jalankan.

Dengan memiliki relasi bisnis yang kuat, bisnis yang Anda jalankan pastinya akan memiliki jaringan lebih luas. Sangat di sayangkan jika Anda menjalankan bisnis namun tidak memiliki relasi bisnis yang kuat, umumnya hal yang demikian lazim terjadi pada pemula bisnis. Beruntungnya Anda jika menemukan artikel ini yang mengulas tentang menjalin relasi bisnis yang menguntungkan bagi pemula. Karena akan ada beberapa hal yang bisa dikatakan penting untuk memiliki relasi bisnis yang kuat dan sama-sama menguntungkan bagi pihak pihak yang bersangkutan di dalamnya. 

5 poin berikut dapat membantu Anda membangun relasi bisnis yang baik dan saling menguntungkan:

1. Membuat Kesan Pertama

Kesan pertama merupakan hal yang sangat penting untuk menarik perhatian lawan bicara Anda. Membuat kesan pertama dengan menunjukan hal-hal positif merupakan kewajiban, tetapi jangan ubah jati diri Anda hanya untuk menarik perhatian lawan. Sebaiknya Anda menunjukan jati diri Anda sejak semula untuk melihat kecocokan antara Anda dan calon relasi Anda. Berusaha menjadi orang lain hanya akan mempersulit Anda dan dapat menghilangkan kepercayaan relasi Anda di kemudian hari.

2. Ramah dan Terbuka

Semua orang menyukai sikap ramah, cobalah untuk terlihat selalu tenang meski kesan pertama yang Anda dapatkan kurang menyenangkan. Berikan tanggapan pada setiap pertanyaan atau pernyataan dari lawan Anda. Cobalah untuk terbuka, dengan menceritakan hal-hal yang sekiranya perlu diketahui oleh rekan Anda. Anda tidak harus menceritakan segalanya secara detail, tetapi dengan memberikan gambaran luas tentang prospek Anda dimasa depan, tentu dapat menarik minat rekan Anda untuk mau terlibat lebih dalam.

3. Menjaga Kepercayaan

Hal ke tiga yang patut Anda pertahankan dalam menjalin relasi bisnis adalah dengan menjaga kepercayaan rekan Anda. Kepercayaan tidak mudah didapatkan kembali ketika Anda pernah mengingkarinya. Untuk menjaga kepercayaan, Anda hanya perlu bersifat apa adanya. Memberikan gambaran mimpi Anda mengenai perkembangan bisnis dimasa mendatang merupakan hal yang bagus, namun jangan pernah menjanjikan hal yang tidak mungkin Anda tepati. Ketika Anda merasa tidak dapat menepati janji Anda, coba untuk segera memperbaikinya, tunjukan bahwa Anda benar-benar orang yang bertanggung jawab.

4. Bersedia Mendengar

Semua orang suka berbicara, semua orang suka didengarkan. Kata-kata bisa menjadi pedang bermata dua, dengan kata-kata Anda dapat mengarahkan pandangan lawan, namun bagi sebagian orang terutama mereka yang sudah banyak berpengalaman, kata-kata yang dikeluarkan bisa menjadi alat yang tepat untuk menyerang pembicara kembali. Perbanyak mendengar dengan seksama dan meneliti setiap kata yang diucapkan rekan Anda, Anda dapat belajar lebih banyak dengan mendengar bukan dengan berbicara.

5. Jangan Membawa Urusan Pribadi

Bersifat simpatik memang patut dilakukan untuk menjalin relasi dalam bisnis maupun kehidupan sosial. Tapi, tidak semua orang memiliki kehidupan pribadi yang manis, sekalipun bagi orang-orang yang Anda anggap telah sukses dan bahagia. Menyinggung masalah pribadi bisa menjadi bencana yang tidak Anda duga. Seseorang dapat berubah sikap seketika saat Anda ikut campur dalam urusan pribadinya. Namun ketika suatu saat relasi Anda mau menceritakan urusan pribadinya seperti tentang keluarga atau hubungan asmara maka dapat dipastikan bahwa ia telah benar-benar mempercayai Anda. Pastikan agar Anda tidak merusak kepercayaan itu.

Itulah lima cara dalam membangun relasi bisnis yang baik dan saling menguntungkan kedua pihak. Tunjukan nilai positif yang Anda miliki, namun tetap dengan saling menghargai pendapat masing-masing. Jika ada perbedaan dalam mengemukakan pendapat, sebaiknya untuk berdiskusi dan mencari jalan tengah.

10+ Cara Memulai Usaha Sampingan Bagi Karyawan

Cara memulai bisnis sampingan bagi karyawan
Memulai sebuah bisnis sampingan adalah sebuah mimpi bagi sebagian besar karyawan. Namun cara memulai bisnis sampingan masih menjadi suatu permasalahan rumit bagi sebagian orang. Sulitnya menemukan model bisnis yang tepat, keterbatasan waktu luang, kebutuhan modal, dan berbagai permasalahan lainnya membuat seseorang tidak kunjung memulai bisnis yang ingin ia jalankan.

Hal terberat dalam berbisnis adalah memulainya. Seperti halnya seorang bayi, Anda perlu memberi perhatian dan dorongan agar ia mau belajar dan berjalan. Oleh sebab itu, i-Bisnis akan mencoba berbagi sedikit kiat yang mungkin dapat Anda pelajari dalam memulai / menjalankan bisnis sambil tetap bekerja.

10 Tips Cara Memulai Usaha Sampingan Bagi Seorang Karyawan

1. Mempersiapkan model bisnis

Sebelum memulai bisnis, Anda perlu membuat perencanaan produk agar tepat sasaran dan mudah menentukan arah bisnis. Model bisnis dapat digambarkan melalui sebuah skema. Saat ini sudah tersedia berbagai bentuk skema Model bisnis namun untuk model bisnis yang paling populer saat ini adalah model bisnis kanvas yang telah diperbarui dan disebut sebagai ‘Lean Canvas’.

Contoh Model Bisnis Lean Canvas
Contoh Model Bisnis "Lean Canvas"

Lean Canvas terdiri atas 9 kolom antara lain:

  • Problem (Permasalahan): Merupakan pokok masalah yang ingin Anda selesaikan melalui produk yang Anda buat
  • Solution (Solusi): Berupa kumpulan solusi atas permasalahan yang terjadi
  • Key Metrics (Kunci Utama): Target yang perlu Anda capai untuk memenuhi solusi
  • Cost Structure (Struktur Biaya): Besarnya biaya yang Anda perlukan untuk mendapatkan kunci utama
  • Unfair Advantage (Keuntungan Tidak Adil): Merupakan alat yang mungkin tidak dimiliki oleh kompetitor Anda seperti mesin khusus atau sumber lain.
  • Channel (Media): Bagaimana produk Anda nantinya akan dipasarkan
  • Customer Segment (Target Pembeli): Calon pelanggan yang Anda targetkan
  • Revenue Streams (Aliran Pendapatan): Seberapa besar perkiraan pendapatan yang bisa Anda peroleh setelah memenuhi seluruh target
  • Unique Value Proposition (Nilai Keunikan): Merupakan kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan kompetitor 

2. Pastikan kontrak kerja Anda dan daftarkan usaha Anda

Ketika Memulai bisnis sampingan bagi karyawan, Anda perlu meninjau kembali kontrak kerja Anda terhadap perusahaan. Dalam kontrak kerja terdapat beberapa poin yang mungkin membatasi bisnis yang Anda jalankan seperti Peraturan Perusahaan yang menyatakan bahwa karyawan dilarang mendirikan bisnis yang sejalan dengan bisnis perusahaan, atau Peraturan mengenai hak kekayaan intelektual perusahaan. Sebagai akibat dari pelanggaran peraturan tersebut bisa berdampak pada pemutusan hubungan kerja bagi Anda. Selain itu, untuk menguatkan badan usaha Anda dari adanya sengketa dengan perusahaan tempat Anda bernaung, sebaiknya Anda mendaftarkan usaha Anda secara hukum.

3. Mencari rekan bisnis

Mencari orang lain untuk mengelola bisnis Anda memeng bukan perkara mudah. Namun sebaiknya hal ini tidak menjadi penghambat bagi Anda. Ada baiknya Anda mencoba mendelegasikan bisnis Anda pada seseorang dan meninjau kinerjanya. Seperti halnya mencari seorang pasangan hidup, Anda perlu mencari dan mencoba menjalin hubungan untuk mengetahui kecocokan Anda dengan calon tersebut.

4. Dapatkan pengalaman pelanggan

Suara dari pelanggan merupakan kesempatan emas Anda untuk memperbaiki kualitas produk dan layanan Anda. Beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan pengalaman pelanggan antara lain dengan membuat survei, memberikan produk percobaan, atau mendekati pelanggan untuk mencari informasi dan menjalin ikatan personal.

5. Tentukan inovasi dan target

Dalam memulai bisnis, Anda dituntut untuk terus berkembang dan mempertanggungjawabkan produk Anda pada orang lain. Anda harus terus menentukan target dalam rentang waktu tertentu agar pergerakan bisnis Anda pasti dan mampu bersaing dengan kompetitor.

6. Jangan terlalu perhitungan

Korbankan sedikit penghasilan Anda untuk memenuhi kebutuhan usaha. Memulai bisnis membutuhkan totalitas dan cukup banyak pengorbanan. Membuat perhitungan matang itu perlu, namun pasti akan selalu ada kebutuhan tak terduga dan Anda harus siap menghadapinya.

7. Menjalin hubungan sebanyak mungkin

Sementara Anda masih berada dalam lingkup pekerjaan, Anda masih banyak bertemu orang-orang dalam pekerjaan Anda saat ini. Manfaatkan peluang tersebut untuk memperluas hubungan Anda sambil mempromosikan bisnis Anda. Anda tidak akan pernah tahu bahwa sebuah hubungan kecil yang Anda buat dengan orang lain akan memberi dampak besar terhadap bisnis Anda.

8. Percayalah, Anda tidak menginginkan investor

Keterbatasan modal memang menjadi salah satu kendala yang sering dikeluhkan banyak orang. Namun usahakan untuk memulai bisnis Anda dengan modal sedikit mungkin, hal ini untuk mendidik Anda dalam menghadapi masalah finansial suatu saat nanti. Jika Anda dapat mengelola bisnis Anda dengan modal kecil, maka jika suatu saat usaha Anda mendapat guncangan tidak akan mengejutkan Anda.

9. Bekerja saat malam dan akhir pekan

“Waktu” merupakan sumberdaya Anda yang paling berharga. Saat Anda sibuk sepanjang hari dengan pekerjaan Anda, usahakan untuk meninjau bagaimana bisnis Anda berjalan hari ini. Gunakan waktu akhir pekan Anda untuk terjun dalam bisnis Anda sehingga Anda benar-benar memahami perjalanan bisnis Anda dan apa saja yang perlu Anda berikan dukungan. Anda juga dapat memahami kearah mana bisnis Anda seharusnya berkembang dan membatasi beberapa hal yang tidak perlu.

10. Bertingkah seperti perusahaan besar

Meskipun perusahaan Anda hanya terdiri dari 1-2 orang, namun pelanggan Anda tidak mengetahui itu, mereka hanya menginginkan hanyalah produk Anda. Maka berikan pelayanan terbaik untuk mereka. Ciptakan kesan profesional dengan membentuk website bisnis, menampilkan lokasi bisnis Anda melalui Google Bisnisku, mengatur jadwal pertemuan, dsb.

Hal terakhir untuk Anda lakukan adalah ‘Resign’, keluar dari pekerjaan Anda dan mulai terjun sepenuhnya pada bisnis yang Anda geluti. Setelah Anda melalui 10 tahapan cara memulai bisnis sampingan bagi karyawan, satu-satunya yang perlu Anda lakukan adalah fokus penuh pada pengembangan bisnis Anda. Untuk beberapa waktu mungkin pendapatan Anda dalam bisnis belum sebanding dengan upah yang Anda dapat dari perusahaan. Tetapi Anda telah memiliki gambaran bagaimana usaha Anda berjalan dan berkembang dikemudian hari.



5 Cara Memulai Bisnis Kecil Agar Sukses

Tips Wirausaha Bagi Pemula
Memulai wirausaha memang bukan perkara mudah bagi seorang pemula. i-Bisnis akan mencoba membagi beberapa tips bagaimana cara memulai usaha skala kecil Anda dan mengelolanya hingga dapat tumbuh menjadi usaha mandiri. Bagi masyarakat Indonesia saat ini wirausaha masih menjadi sebuah alternatif kedua selain menjadi seorang karyawan untuk mencari pendapatan. Beberapa mitos tentang wirausaha menjadi momok tersendiri, selain itu jaminan pendapatan tetap menjadi alasan pertama masyarakat kita berebut mencari lowongan kerja. Padahal jika kita telaah jauh, hanya sekitar 20% karyawan yang bisa berkembang dalam sebuah perusahaan. Di sini lah banyak karyawan yang kemudian menyesali langkah yang mereka ambil. Karena alasan tersebut pula banyak wirausahawan baru dengan latar belakang eks-karyawan perusahaan setelah mereka menyadari bahwa bisnis itu memang tidak pasti tetapi jauh lebih menguntungkan.