Tampilkan postingan dengan label Karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyawan. Tampilkan semua postingan

5 Tahap Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan

Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan
Selama masa operasional bisnis tentunya akan ada perubahan struktural baik dari tingkat atas maupun tingkat bawah. Akan selalu ada karyawan baru baik yang belum berpengalaman maupun karyawan pindahan yang sudah berpengalaman dari cabang atau perusahaan lainnya. Dengan adanya karyawan baru diharapkan bisa menjadi support untuk menutupi kekurangan maupun membawa hal-hal baru yang selama ini belum ada. Adanya karyawan baru juga bisa menjadi penghubung untuk menambah relasi dalam mengembangkan bisnis Anda.

Namun banyak juga kendala yang dihadapi ketika masuknya karyawan baru dalam perusahaan. Seperti ketidaktahuan terhadap jenis pekerjaan, perlunya adaptasi lingkungan, dan yang terpenting adalah pemahaman terhadap faktor keselamatan dalam kegiatan operasional usaha. Ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan untuk mempersiapkan dan mengelola karyawan baru antara lain dijelaskan sebagai berikut:

5 tahapan dalam menyikapi karyawan baru atau karyawan pindahan.

1. Induksi Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan (SHE)

Keamanan dan keselamatan merupakan faktor yang paling utama yang perlu Anda perhatikan untuk disampaikan kepada karyawan baru Anda. Menurut survey, sebagian besar kecelakaan kerja dilakukan oleh karyawan baru yang belum berpengalaman dalam mengidentifikasi potensi bahaya. Anda perlu menjelaskan secara mendetail mengenai peraturan dalam perusahaan terkait peralatan keselamatan, daerah yang tidak boleh diakses sembarangan, tempat-tempat pembuangan limbah, maupun SOP pekerjaan untuk memenuhi standart Safety, Health and Enviromment (SHE).

2. Orientasi Tempat Kerja

Sebagai karyawan baru yang belum memahami lingkungan sekitar perlu dilakukan orientasi tempat kerja agar dapat menjalankan fungsi tugasnya dengan baik dan menjaga keselamatannya dari potensi bahaya pada tempat-tempat terbatas dengan ijin khusus. Karyawan baru juga perlu mengenal rekanan dan struktur organisasi dalam usaha tersebut agar pekerjaan yang dilakukan semakin efektif dan tempat sasaran.

3. Deskripsi Pekerjaan dan SOP

Tujuan utama seorang karyawan baru adalah untuk mengisi kekurangan dalam operasional, oleh sebab itu mereka perlu memahami deskripsi pekerjaannya dan standar prosedur operasional agar pekerjaan yang dilakukan terarah dan sesuai dengan target semula. Mendidik karyawan baru memang sangat diperlukan, memberi pengetahuan dan pemahan baru sesuai target dimana ia dibutuhkan. Namun jangan jadikan karyawan baru sebagai tempat melimpahkan pekerjaan. Tidak jarang karyawan baru pada akhirnya mengerjakan hal-hal yang diluar batasannya karena ia belum memahami tujuan pekerjaannya yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh rekan-rekannya untuk melakukan pekerjaan diluar otoritasnya.

4. Bebaskan Dalam Berkreasi

Dengan adanya karyawan baru diharapkan menjadi penyegar dalam operasional untuk memunculkan gagasan baru dan mengembangkan inovasi agar operasional berjalan lebih baik dan lebih efisien lagi. Maka tugas Anda adalah mengarahkannya dan jangan pernah membatasi ide-ide dari karyawan Anda agar ia terus termotivasi untuk berinovasi tanpa menyalahi prosedur. Dalam beberapa kasus karyawan baru sulit untuk menyesuaikan diri dengan SOP yang sudah ada dan ia mencoba melakukannya dengan cara yang diyakininya lebih mudah, dalam hal ini sebaiknya Anda lakukan evaluasi dan jika tidak berpotensi membahayakan sebaiknya Anda berikan ia waktu untuk mengasah idenya dan mengerjakan deskripsi pekerjaannya dengan nyaman dan lebih baik.

5. Pengertian dan Peringatan

Karyawan baru biasanya sering membuat kesalahan, oleh sebab itu Anda coba koreksi kembali keempat tahapan sebelumnya apakah telah berjalan sesuai yang diharapkan. Kesalahan-kesalahan yang terjadi biasanya karena ketidaktahuan atau inisiatif perkerja itu sendiri. Lakukan evaluasi dan berikan sedikit pengertian agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Namun jika kesalahan yang dilakukan cukup membahayakan, Anda dapat memberi peringatan langsung agar karyawan merasa jera dan selalu teringat kesalahannya.

Itulah 5 tahapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi karyawan baru maupun karyawan pindahan agar dengan adanya mereka dapat mengisi kekurangan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.

10+ Cara Memulai Usaha Sampingan Bagi Karyawan

Cara memulai bisnis sampingan bagi karyawan
Memulai sebuah bisnis sampingan adalah sebuah mimpi bagi sebagian besar karyawan. Namun cara memulai bisnis sampingan masih menjadi suatu permasalahan rumit bagi sebagian orang. Sulitnya menemukan model bisnis yang tepat, keterbatasan waktu luang, kebutuhan modal, dan berbagai permasalahan lainnya membuat seseorang tidak kunjung memulai bisnis yang ingin ia jalankan.

Hal terberat dalam berbisnis adalah memulainya. Seperti halnya seorang bayi, Anda perlu memberi perhatian dan dorongan agar ia mau belajar dan berjalan. Oleh sebab itu, i-Bisnis akan mencoba berbagi sedikit kiat yang mungkin dapat Anda pelajari dalam memulai / menjalankan bisnis sambil tetap bekerja.

10 Tips Cara Memulai Usaha Sampingan Bagi Seorang Karyawan

1. Mempersiapkan model bisnis

Sebelum memulai bisnis, Anda perlu membuat perencanaan produk agar tepat sasaran dan mudah menentukan arah bisnis. Model bisnis dapat digambarkan melalui sebuah skema. Saat ini sudah tersedia berbagai bentuk skema Model bisnis namun untuk model bisnis yang paling populer saat ini adalah model bisnis kanvas yang telah diperbarui dan disebut sebagai ‘Lean Canvas’.

Contoh Model Bisnis Lean Canvas
Contoh Model Bisnis "Lean Canvas"

Lean Canvas terdiri atas 9 kolom antara lain:

  • Problem (Permasalahan): Merupakan pokok masalah yang ingin Anda selesaikan melalui produk yang Anda buat
  • Solution (Solusi): Berupa kumpulan solusi atas permasalahan yang terjadi
  • Key Metrics (Kunci Utama): Target yang perlu Anda capai untuk memenuhi solusi
  • Cost Structure (Struktur Biaya): Besarnya biaya yang Anda perlukan untuk mendapatkan kunci utama
  • Unfair Advantage (Keuntungan Tidak Adil): Merupakan alat yang mungkin tidak dimiliki oleh kompetitor Anda seperti mesin khusus atau sumber lain.
  • Channel (Media): Bagaimana produk Anda nantinya akan dipasarkan
  • Customer Segment (Target Pembeli): Calon pelanggan yang Anda targetkan
  • Revenue Streams (Aliran Pendapatan): Seberapa besar perkiraan pendapatan yang bisa Anda peroleh setelah memenuhi seluruh target
  • Unique Value Proposition (Nilai Keunikan): Merupakan kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan kompetitor 

2. Pastikan kontrak kerja Anda dan daftarkan usaha Anda

Ketika Memulai bisnis sampingan bagi karyawan, Anda perlu meninjau kembali kontrak kerja Anda terhadap perusahaan. Dalam kontrak kerja terdapat beberapa poin yang mungkin membatasi bisnis yang Anda jalankan seperti Peraturan Perusahaan yang menyatakan bahwa karyawan dilarang mendirikan bisnis yang sejalan dengan bisnis perusahaan, atau Peraturan mengenai hak kekayaan intelektual perusahaan. Sebagai akibat dari pelanggaran peraturan tersebut bisa berdampak pada pemutusan hubungan kerja bagi Anda. Selain itu, untuk menguatkan badan usaha Anda dari adanya sengketa dengan perusahaan tempat Anda bernaung, sebaiknya Anda mendaftarkan usaha Anda secara hukum.

3. Mencari rekan bisnis

Mencari orang lain untuk mengelola bisnis Anda memeng bukan perkara mudah. Namun sebaiknya hal ini tidak menjadi penghambat bagi Anda. Ada baiknya Anda mencoba mendelegasikan bisnis Anda pada seseorang dan meninjau kinerjanya. Seperti halnya mencari seorang pasangan hidup, Anda perlu mencari dan mencoba menjalin hubungan untuk mengetahui kecocokan Anda dengan calon tersebut.

4. Dapatkan pengalaman pelanggan

Suara dari pelanggan merupakan kesempatan emas Anda untuk memperbaiki kualitas produk dan layanan Anda. Beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan pengalaman pelanggan antara lain dengan membuat survei, memberikan produk percobaan, atau mendekati pelanggan untuk mencari informasi dan menjalin ikatan personal.

5. Tentukan inovasi dan target

Dalam memulai bisnis, Anda dituntut untuk terus berkembang dan mempertanggungjawabkan produk Anda pada orang lain. Anda harus terus menentukan target dalam rentang waktu tertentu agar pergerakan bisnis Anda pasti dan mampu bersaing dengan kompetitor.

6. Jangan terlalu perhitungan

Korbankan sedikit penghasilan Anda untuk memenuhi kebutuhan usaha. Memulai bisnis membutuhkan totalitas dan cukup banyak pengorbanan. Membuat perhitungan matang itu perlu, namun pasti akan selalu ada kebutuhan tak terduga dan Anda harus siap menghadapinya.

7. Menjalin hubungan sebanyak mungkin

Sementara Anda masih berada dalam lingkup pekerjaan, Anda masih banyak bertemu orang-orang dalam pekerjaan Anda saat ini. Manfaatkan peluang tersebut untuk memperluas hubungan Anda sambil mempromosikan bisnis Anda. Anda tidak akan pernah tahu bahwa sebuah hubungan kecil yang Anda buat dengan orang lain akan memberi dampak besar terhadap bisnis Anda.

8. Percayalah, Anda tidak menginginkan investor

Keterbatasan modal memang menjadi salah satu kendala yang sering dikeluhkan banyak orang. Namun usahakan untuk memulai bisnis Anda dengan modal sedikit mungkin, hal ini untuk mendidik Anda dalam menghadapi masalah finansial suatu saat nanti. Jika Anda dapat mengelola bisnis Anda dengan modal kecil, maka jika suatu saat usaha Anda mendapat guncangan tidak akan mengejutkan Anda.

9. Bekerja saat malam dan akhir pekan

“Waktu” merupakan sumberdaya Anda yang paling berharga. Saat Anda sibuk sepanjang hari dengan pekerjaan Anda, usahakan untuk meninjau bagaimana bisnis Anda berjalan hari ini. Gunakan waktu akhir pekan Anda untuk terjun dalam bisnis Anda sehingga Anda benar-benar memahami perjalanan bisnis Anda dan apa saja yang perlu Anda berikan dukungan. Anda juga dapat memahami kearah mana bisnis Anda seharusnya berkembang dan membatasi beberapa hal yang tidak perlu.

10. Bertingkah seperti perusahaan besar

Meskipun perusahaan Anda hanya terdiri dari 1-2 orang, namun pelanggan Anda tidak mengetahui itu, mereka hanya menginginkan hanyalah produk Anda. Maka berikan pelayanan terbaik untuk mereka. Ciptakan kesan profesional dengan membentuk website bisnis, menampilkan lokasi bisnis Anda melalui Google Bisnisku, mengatur jadwal pertemuan, dsb.

Hal terakhir untuk Anda lakukan adalah ‘Resign’, keluar dari pekerjaan Anda dan mulai terjun sepenuhnya pada bisnis yang Anda geluti. Setelah Anda melalui 10 tahapan cara memulai bisnis sampingan bagi karyawan, satu-satunya yang perlu Anda lakukan adalah fokus penuh pada pengembangan bisnis Anda. Untuk beberapa waktu mungkin pendapatan Anda dalam bisnis belum sebanding dengan upah yang Anda dapat dari perusahaan. Tetapi Anda telah memiliki gambaran bagaimana usaha Anda berjalan dan berkembang dikemudian hari.



5 Cara Memulai Bisnis Kecil Agar Sukses

Tips Wirausaha Bagi Pemula
Memulai wirausaha memang bukan perkara mudah bagi seorang pemula. i-Bisnis akan mencoba membagi beberapa tips bagaimana cara memulai usaha skala kecil Anda dan mengelolanya hingga dapat tumbuh menjadi usaha mandiri. Bagi masyarakat Indonesia saat ini wirausaha masih menjadi sebuah alternatif kedua selain menjadi seorang karyawan untuk mencari pendapatan. Beberapa mitos tentang wirausaha menjadi momok tersendiri, selain itu jaminan pendapatan tetap menjadi alasan pertama masyarakat kita berebut mencari lowongan kerja. Padahal jika kita telaah jauh, hanya sekitar 20% karyawan yang bisa berkembang dalam sebuah perusahaan. Di sini lah banyak karyawan yang kemudian menyesali langkah yang mereka ambil. Karena alasan tersebut pula banyak wirausahawan baru dengan latar belakang eks-karyawan perusahaan setelah mereka menyadari bahwa bisnis itu memang tidak pasti tetapi jauh lebih menguntungkan.

Inilah 15 Alasan Umum Karyawan Mengundurkan Diri Dari Tempat Kerja!

Pernahkah Anda merasa jenuh dengan aktifitas Anda yang tidak akan pernah ada akhirnya? Atau atasan Anda bersikap semena-mena terhadap Anda? Atau barangkali apa yang telah Anda lakukan selama ini tidak tampak hasilnya? Tentu permasalahan-permasalahan ditempat kerja tersebut sangat membuat Anda merasa tidak nyaman. Bukan hanya Anda, tetapi ada ratusan atau ribuan karyawan diluar sana yang juga merasakan hal yang sama.

Ironis memang mengingat bahwa selama ini kita semua diarahkan untuk menjadi seorang karyawan. Dengan harapan mendapat jaminan hidup yang layak, tetapi pada kenyataannya sebagian besar karyawan di Indonesia hanya mendapatkan upah sejumlah ketetapan UMR. Padahal, nilai UMR adalah nilai minimum bagi seseorang untuk menghidupi diri sendiri dalam periode bulanan. Lalu apakah itu semua cukup untuk menghidupi keluarga Anda? Menyekolahkan anak-anak Anda dengan biaya yang tiap tahunnya semakin menanjak tajam?