Tampilkan postingan dengan label Kasus Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus Bisnis. Tampilkan semua postingan

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Cara Menghadapi Revolusi Industri ke Empat
Pengertian dari istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19. Revolusi Industri adalah masa peralihan proses industri dengan pesat secara besar-besaran hingga memberikan dampak perubahan pada perekonomian dan kehidupan sosial. Perkembangan industri dari masa ke masa terus berubah, semakin banyak inovasi-inovasi baru bermunculan untuk mempermudah segala aspek dalam kehidupan. Beberapa perubahan diantaranya yaitu adanya perubahan standar hidup masyarakat. Saat ini kita akan segera menghadapi bentuk Revolusi Industri ke empat. Apa yang akan terjadi dalam Revolusi Industri ke empat? Bagaimana dampaknya pada kehidupan?  Apa saja yang bisa menjadi peluang bisnis baru pada masa Revolusi Industri ke-4 nantinya? Sebelum itu mari kita melihat bagaimana Revolusi Industri terjadi dari masa ke masa.

Revolusi Industri 1 : Mesin menggantikan tenaga manusia

Revolusi Industri pertama kali terjadi sekitar tahun 1760 atau beberapa menyatakan terjadi pada tahun 1820 – 1840. Pada saat itu industri textil merupakan industri yang paling besar peminatnya yang ditandai dari semakin meningkatnya permintaan kain yang memaksa industri untuk berinovasi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Dimulai dari ditemukannya mesin pintal pertama oleh John Kay pada tahun 1733 hingga penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 membuat perubahan pada sektor ketenagakerjaan dimana mesin-mesin mulai mengalihkan peran manusia dalam mencapai target industri dan mempertahankan standar produk. Tentunya hal ini memacu konflik akibat kesenjangan sosial yang terlihat dimana para pemilik industri semakin diuntungkan dengan penggunaan mesin-mesin, sedangkan para pekerja mulai ditinggalkan secara perlahan.

Mesin Pintal pada Revolusi Industri 1

Revolusi Industri 2 : Penggunaan bahan kimia, listrik dan teknologi informasi.

Inovasi pun berkelanjutan hingga hampir tidak dapat dipastikan kapan Revolusi Industri ke dua terjadi. Namun para ahli memperkirakan terjadinya revolusi industri ke dua sekitar tahun 1850 ketika ditemukannya mesin pembakaran dalam, pembangkit tenaga listrik, serta perkembangan bentuk pengolahan bahan mentah sehingga muncul mesin-mesin baru yang lebih canggih. Ditemukannya kapal uap dan penggunaan rel kereta api merupakan inovasi terbaik saat itu. Dengan perkembangan transportasi membuat penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat sehingga terlahir banyak penemu-penemu baru seperti Samuel Morse (penemu telegraf tahun 1832), Alexander Graham Bell (penemu pesawat telepon tahun 1872) dan Wright bersaudara (penemu pesawat terbang tahun 1903).

Revolusi Industri 3 : Merambah ke dunia digital

Personal komputer dan internet merupakan kunci pembuka untuk memasuki Revolusi Industri ke tiga. Generasi yang melalui milenium ke dua (tahun 2000) merupakan saksi terjadinya Revolusi Industri ke tiga. Seperti yang saat ini kita saksikan bagaimana perangkat-perangkat terbaru dibuat semakin ringan dengan dibantu akses informasi melalui internet yang semakin cepat dan global memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sistem pengukuran yang semakin akurat dengan bantuan komputer hingga skala nano, perkembangan kecerdasan komputer yang semakin membaik, serta penjelajahan manusia hingga keluar angkasa akan menjadi bekal untuk mencapai revolusi industri berikutnya.

Revolusi Industri 4 : Otomatisasi dan Rekayasa Genetika

Klaus Schwab, seorang eksekutif dan penemu dari World Economic Forum menyebutkan dalam bukunya berjudul The Fourth Industrial Revolution bahwa Revolusi Industri ke empat akan segera terjadi dengan ditandai kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Seperti yang banyak kita baca dalam berita-berita teknologi bahwa saat ini telah banyak industri teknologi dan informatika seperti Google dan Tesla yang berlomba menciptakan Artificial Inteligen (kecerdasan buatan) untuk membuat mesin agar dapat berfikir dan membuat keputusan sendiri seperti robot-robot dan mobil swakemudi. Tak kalah, di dunia kedokteran pun ingin memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi genetik makhluk hidup untuk meningkatkan imunitas, kecerdasan dan kesempurnaan anggota tubuh. Kekhawatiran terhadap lingkungan hidup akibat dari berbagai perubahan selama Revolusi Industri yang terjadi sebelumnya pun menjadi sorotan dan menginspirasi ilmuwan untuk membuat sumber energi baru dan menghentikan penggunaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Manfaatkan perubahan ini untuk memperoleh peluang bisnis yang baru.




Hal-hal yang perlu di-antisipasi dalam Revolusi Industri ke empat.

1. Pengurangan tenaga kerja manusia

Dengan ditemukannya perangkat-perangkat Artificial Intelegent, akan sangat mempengaruhi sektor jasa, yang sebelumnya dibutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikan dan mengendalikan mesin, pada Revolusi Industri ke-4 hampir semua mesin akan bergerak secara otomatis. Sebagai contoh, pengoperasian mesin-mesin industri, jika kenaikan upah pekerja terus meningkat, di lain sisi perkembangan kecerdasan mesin yang dapat beroperasi sendiri akan dinilai lebih ekonomis dan perlahan perusahaan akan menggeser peran operator yang semakin mahal dengan mesin-mesin otomatis. Meskipun tidak seluruh sektor akan dapat tergantikan seperti kebutuhan perawatan dan perbaikan mesin, namun cukup memberi dampak pada pengurangan lapangan kerja.

2. Munculnya industri baru berbasis IoT (Internet of Things)

Seperti yang kita rasakan saat ini, industri berbasis internet seperti toko online dengan segala kemudahannya akan semakin menggeser keberadaan toko-toko konvensional. Seperti halnya saat ini yang cukup perbankan merasa waspada adalah munculnya Teknologi Financial (Fintech) yang memanfaatkan akses internet untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih cepat dari pada bank. Selain dua hal itu, pada Revolusi Industri ke-4 nanti akan semakin banyak lagi inovasi industri baru berbasis internet.

3. Persaingan semakin ketat

Semakin maraknya bisnis-bisnis baru yang lebih inovatif bisa menjadi ancaman bagi industri yang telah ada saat ini. Bentuk ekspansi bisnis yang dilakukan pun tidak terbendung lagi. Sebagai contoh perusahaan ojek online buatan anak bangsa yaitu Go-Jek yang kini telah meningkatkan produknya dalam berbagai layanan seperti Go-Clean, Go-Life, Go-Send, dsb. Hal ini akan semakin memperkuat perusahaan tersebut, bahkan hingga Google pun tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan buatan anak bangsa ini. Sempat menuai kontra dengan ojek konvensional namun kembali pada kepuasan pelanggan sebagai penentu persaingan ini. Bukan hanya pada level industri, dalam masyarakat pun akan terlihat perbedaan bagi mereka yang mau berkembang dengan mempelajari teknologi dan pemanfaatannya, akan meninggalkan mereka yang gagap teknologi.

4. Kesenjangan dalam masyarakat

Mereka yang sukses di masa Revolusi Industri ke-4 adalah mereka yang terus mengasah pengetahuannya. Perkembangan jaman akan lebih cepat, mereka yang bergerak lebih cepat untuk mengambil kesempatan-kesempatan baru dengan memanfaatkan perkembangan kondisi yang ada akan melaju jauh meninggalkan mereka yang tidak mau berkembang. Tingkat persaingan bukan lagi secara domestik, namun akan terjadi secara global.




Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Revolusi Industri Ke-4

Seperti halnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bentuk-bentuk Revolusi Industri sebelumnya, Anda harus mengembangkan potensi diri dan mengikuti perkembangan jaman yang terjadi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Memperluas ilmu pengetahuan 

Ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang yang dipadukan dengan teknologi akan memegang peranan yang sangat penting dalam setiap Revolusi Industri ke-4. Oleh sebab itu, selain mendalami apa yang sedang Anda pelajari saat ini, sebaiknya Anda juga mempelajari mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membantu bidang yang Anda kerjakan agar didapat hasil yang lebih maksimal.

2. Mengembangkan keahlian

Mendalami satu bidang akan membuat Anda lebih fokus dan semakin ahli, namun dimasa mendatang, perpaduan ilmu dari berbagai bidang akan membuka pikiran Anda akan pemanfaatan yang lebih luas. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Steve Jobs dalam produknya, ia tidak hanya menampilkan teknologi tapi juga mempertimbangkan estetika dan nilai seni sehingga membuat produk-produk Apple begitu berkelas. Penggabungan berbagai jenis ilmu dapat menciptakan produk baru atau memberikan nilai tambah suatu produk agar semakin unggul dalam persaingan.

3. Mengasah kreatifitas dan berani mencoba hal-hal baru

Kreatifitas dapat ditingkatkan dengan mencoba pengalaman-pengalaman baru. Jangan takut untuk terjun langsung pada suatu ilmu yang belum pernah Anda pelajari, karena hal itu bisa membuka pikiran Anda untuk melihat berbagai kemungkinan secara luas. Kreatifitas memegang peranan penting bagi Revolusi Industri, dengan kreatifitas akan tercipta produk-produk baru yang inovatif.

4. Meningkatkan daya saing

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa persaingan dalam Revolusi Industri ke-4 akan semakin ketat. Cara untuk meningkatkan daya saing adalah dengan 3 poin diatas, terutama pelajari terkait cara kerja suatu teknologi dan bahasa asing. Dengan mempelajari bahasa asing dapat membuka wawasan Anda lebih jauh mengingat bahwa saat ini buku-buku pengetahuan dalam bahasa nasional masih cukup terbatas, sedangkan penguasaan teknologi akan membantu Anda untuk meningkatkan produktifitas dengan penerapan yang tepat.

5. Memanfaatkan teknologi yang telah ada

Menciptakan suatu produk inovasi baru memang bisa membawa ketertarikan pasar lebih besar, namun juga membutuhkan waktu dan biaya observasi yang besar. Alih-alih menciptakan bentuk teknologi baru dimana saat ini hampir semuanya telah tersedia dan mudah didapatkan, sebaiknya Anda memanfaatkan teknologi yang telah ada dan mengembangkannnya menjadi produk yang lebih efisien dan lebih unggul. Hal ini akan mengurangi waktu Anda untuk melakukan observasi ulang dan menyusul ketertinggalan.

Pada akhirnya, Revolusi Industri ke-4 tidak dapat kita hindari. Dampak positif akan kita terima dengan baik, dan dampak-dampak negatif harus kita tanggulangi sebelum terlambat.


“Hidup ini terlalu singkat untuk terpaku pada satu hal, terus belajar dan carilah pengalaman-pengalaman baru.” i-Bisnis.com


Transformasi Bisnis Digital, Bagaimana Menyikapinya?

Transformasi Tren Bisnis Konvensional vs Digital
Digitalisasi membawa banyak dampak perubahan dalam kehidupan kita. Hampir segala sesuatu bisa kita dapatkan melalui handphone dan jaringan internet. Hal ini pun memberi dampak pada perubahan trend bisnis yang semula dilakukan secara konvensional berubah menjadi transaksi digital. Mulai dari maraknya online shop dimana penjual cukup menampilkan barang dagangannya dalam website atau pun forum jual-beli di media sosial dan pembeli pun dapat dengan mudah menemukannya serta melakukan transaksi jual-beli saat itu juga.

Keunggulan Bisnis Online

Tidak disangkal lagi bahwa perkembangan teknologi sangat membantu dan mempermudah dalam memperoleh serangkaian kebutuhan setiap orang. Berbelanja secara online dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan. Anda tidak perlu bepergian untuk mendapatkan sebuah produk baik itu produk lokal, maupun produk impor. Bisnis online dapat menjangkau seluruh wilayah global yang menjadikannya sebagai penghancur batasan pasar. Dalam bisnis era global, semua orang dapat berbelanja produk apapun, dari mana pun bahkan telah didukung dengan metode pembayaran global oleh berbagai Bank di seluruh dunia melalui rekening digital yang disebut e-wallet. Selain itu, Anda tidak perlu membuka toko fisik yang mana akan menekan biaya operasional cukup besar. Dalam bisnis Online pun Anda tidak perlu terus-terusan menunggui toko Anda. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh para karyawan untuk mencari nafkah sampingan.

Tips dalam menjalankan bisnis online

1. Mencari suplier produk

Dengan adanya akses internet juga dapat mempermudah Anda dalam mencari suplier untuk produk yang ingin Anda jual. Anda bisa mencari dengan mudah dan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualitas, ketahanan, keamanan, lama dan biaya pengiriman. Harga produk murah mungkin sangat menarik, namun Anda juga perlu mempertimbangkan biaya pengirimannya, maupun pajak barang (impor) agar produk yang Anda jual benar-benar memiliki nilai ekonomis tinggi.

2. Mengobservasi pasar

Anda juga bisa mencari tahu seberapa berat persaingan, mencari ruang-ruang yang dapat Anda manfaatkan sebagai peluang. Sebagai contoh ketika Anda ingin membuka bisnis 3D Printing, Anda bisa mencari tahu seberapa tarif rata-rata yang diminta pesaing Anda di kota dan memperkirakan apa kelebihan yang bisa Anda berikan dibanding mereka. Baca tips memulai usaha sampingan.

3. Mengutamakan pelayanan dan kemudahan

Globalisasi juga menyebabkan persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Jika sebelumnya pelanggan hanya mengetahui toko Anda saja, bisa saja kini mereka menemukan toko lain yang serupa dengan toko Anda dengan beberapa keunggulan lain dan menyebabkan pelanggan Anda perlahan-lahan semakin banyak yang meninggalkan Anda. Oleh sebab itu, pelayanan dan kemudahan yang lebih unggul akan menjadi senjata ampuh bagi Anda untuk memenangkan persaingan dalam bisnis online.

4. Menonjolkan keunikan

Selain pelayanan dan kemudahan, sebaiknya bisnis Anda memiliki ciri khas yang tidak dimiliki saingan Anda. Keunikan tersebut bisa dalam bentuk design toko online, kegiatan amal, komunitas, logo dengan makna tertentu, atau pun keunikan lain yang bisa meningkatkan kekuatan merek Anda. Karena dengan kekuatan merek bisa meningkatkan peringkat Anda dimata masyarakat dan dapat melonjakan pengunjung dan jumlah pelanggan.

Macam-macam bisnis online dan pendukungnya yang masih berpotensi baik.

1. Reseller

Meski globalisasi menyingkirkan batasan pasar, namun menjajakan ulang suatu produk bisa membawa keuntungan besar untuk Anda. Kembali pada poin kemudahan transaksi dan pelayanan, hal sederhana ini ternyata bernilai besar. Sebagai contoh jika Anda menjadi seorang reseller barang impor. Ada beberapa hal yang bisa menjadi keuntungan bagi Anda dalam menjalankan bisnis ini antara lain: kurangnya pengetahuan warga lokal terkait sistematika impor, takut mengenai pajak impor, dan kesulitan dalam melakukan pembayaran. Anda bisa mempelajari peluang bisnis reseller barang impor dalam artikel menjadi reseller barang impor ternyata mudah.

2. Produsen Kerajinan Tangan

Jika Anda memiliki keahlian membuat kerajinan tangan, kini hal itu menjadi buruan berharga bagi pengguna online shop. Berkat layanan online, kini banyak produsen kerajinan tangan lokal yang bisa go international. Ketertarikan pasar internasional terhadap produk buatan tangan asli Indonesia cukup tinggi karena kekuatan budaya Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Atau bahkan Anda sudah memiliki bisnis kerajinan tangan? Kini saatnya Anda membuat website dan menawarkan produk Anda pada dunia.

Contoh Kerajinan Tangan

3. Layanan Design Grafis dan Website

Dua hal ini sangatlah penting dalam bisnis online. Tanpa tampilan website yang menarik dan user friendly akan membuat pengunjung ingin segera keluar dari sana. Inilah mengapa tarif layanan Design Grafis dan Website saat ini menjadi cukup mahal. Ini merupakan bisnis yang sangat menguntungkan dan akan terus berkembang mengingat penggunaan internet saat ini pun semakin meningkat. Tiap harinya ada hampir jutaan website baru bermunculan di seluruh dunia. Sedikit tips mengenai bisnis ini sebaiknya Anda menjalankannya dalam sebuah tim.

4. Publisher Iklan dan Online Marketing

Selain ke tiga bisnis tersebut, salah satu bisnis yang cukup banyak diminati adalah publisher iklan dan online marketing karena bisnis ini bisa menghasilkan pendapatan pasif bagi Anda. Layanan Google AdSense menjadi pilihan utama para publisher iklan karena perhitungan pendapatan yang cukup besar dibanding layanan lain yang serupa. Jika Anda berminat, silahkan baca artikel mengenai cara menjadi publisher AdSense. Selain menjadi publisher iklan, Anda juga bisa mencoba Affiliate Marketing yang kurang lebih memiliki sistem sama, hanya saja dalam hal ini Anda memberikan referensi secara langsung tanpa melalui program PPC (Paid Per Click) seperti google AdSense dan biasanya fee untuk affiliate marketing jauh lebih besar.

5. Kurir

Salah satu kelemahan bisnis online adalah ketergantungannya pada jasa pengiriman. Ini merupakan peluang yang sangat baik, meski saat ini telah ada layanan GO, namun layanan tersebut masih belum menjangkau seluruh daerah dan kalangan. Di beberapa daerah, layanan GO hanya beroperasi di kota pusat dan belum mencapai wilayah kecamatan dan layanan tersebut harus menggunakan aplikasi mobile yang mana memiliki keterbatasan antara lain pengguna harus mengetahui cara penggunaan aplikasinya. Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan pasar diluar layanan GO.


Perubahan tren bisnis konvensional menjadi bisnis digital memang membawa pengaruh besar dalam merubah pola jual-beli di masyarakat. Dengan adanya perubahan tersebut diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya menjadi peluang bisnis baru untuk mendukung perekonomian dalam negri. Berubah memang bukan hal yang mudah, namun diharapkan perubahan bisa membawa peluang baru dan kemajuan dalam kehidupan.




Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Pembagian Hasil Usaha Kerjasama
Dalam memulai atau mengembangkan suatu usaha bukan hal yang mudah untuk dilakukan sendiri. Dengan mengajak kerjasama beberapa rekan bisa meningkatkan kesuksesan bisnis Anda sekaligus mengurangi potensi kerugian total. Bagi sebuah perusahaan besar berbadan PT mungkin bisa mendapatkan modal dengan mengeluarkan lembaran saham untuk dijual ke masyarakat dengan pembagian keuntungan / dividen sesuai persentase kepemilikan saham setelah dikurangi biaya operasional dan pengembangan usaha. Namun bagaimana cara bagi hasil usaha kerjasama untuk perusahaan startup, CV, atau usaha yang baru berjalan?

Pada dasarnya, untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha diperlukan tiga bentuk modal awal yaitu:

1. Materi

Modal materi merupakan modal yang dapat terukur dalam nominal mata uang. Sebagai contoh menyediakan tempat usaha, membeli stok barang atau peralatan, atau bisa dengan bentuk uang untuk dikelola.

2. Pengelola

Merupakan usaha yang mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengelola perusahaan. Dalam hal ini pengelola perusahaan bisa saja digantikan oleh karyawan dengan gaji tetap.

3. Marketing

Menjual merupakan bagian yang paling penting dalam suatu perusahaan. Banyak orang yang mampu membuat produk luar biasa tetapi kurang baik dalam hal marketing sehingga produk yang dijualnya tidak laku atau terjual dibawah harga normal. Meski biasanya posisi seorang marketing juga dirangkap oleh pengelola atau pemilik modal namun posisi ini juga perlu diperhitungkan dalam pembagian keuntungan.





Dalam pembagian keuntungan usaha tidak ada undang-undang yang menentukan perhitungannya. Namun setiap badan usaha dilindungi oleh pasal 1633 hingga pasal 1635 KUHP yang menyatakan cara pembagian keuntungan disesuaikan oleh perjanjian sekutu (semua pihak terkait) dengan batasan keuntungan tidak boleh diberikan hanya pada salah satu pihak namun dalam perjanjian dibolehkan kerugian menjadi beban salah satu pihak saja dan tidak boleh ada penetapan keuntungan pada pihak ketiga (pihak yang tidak terkait dalam bisnis). Sehingga diharapkan setiap pihak yang ikut serta didalamnya tidak ada yang merasa dirugikan atau mengambil keuntungan sepihak.

Untuk bentuk bagi hasil keuntungan usaha kerjasama dibedakan dalam dua tipe:

1. Keuntungan tetap

Keuntungan tetap merupakan keuntungan yang nominalnya ditentukan secara tetap berapapun hasil usaha yang didapatkan. Sebagai contoh A mengeluarkan modal 10 Juta, dengan pendapatan perbulan diperoleh 500 ribu per bulan selama jangka waktu tertentu atau selama perusahaan tersebut masih menghasilkan laba. Biasanya bentuk keuntungan ini digunakan oleh perusahaan startup atau UMKM untuk mendapatkan modal awal usaha dan memperkirakan besaran pengeluaran untuk membayar hutang modal.

2. Keuntungan dinamis

Keuntungan dinamis dihitung berdasarkan persentase perolehan dari sisa hasil usaha sesuai jumlah perbandingan modal. Ketika hasil usaha yang diperoleh meningkat, maka masing-masing pihak akan menerima hasil lebih, begitu pula sebaliknya.

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa tidak ada ketetapan perhitungan dalam pembagian hasil usaha namun perhitungan pembagian hasil usaha perlu ditetapkan oleh sekutu dalam sebuah perjanjian kerjasama sebelum usaha dijalankan. Dengan mempertimbangkan 3 bentuk modal dan tipe pembagiannya seperti yang disebutkan diatas dapat diperkirakan perolehan masing-masing pihak.





Contoh ilustrasi menghitung pembagian hasil usaha kerjasama:
Anto memiliki ide untuk mendirikan usaha persewaan panggung dengan perkiraan modal 100 Jt, namun modal yang dimilikinya hanya 40 Jt, oleh sebab itu ia mengajak rekannya Budi untuk bekerjasama mendirikan usaha. Budi setuju untuk memberi modal kepada Anto sebesar 60 Jt, namun Budi cukup sibuk dengan rutinitasnya sehingga ia tidak dapat terlibat langsung dengan bisnis tersebut. Maka Anto lah yang menjalankan usaha tersebut, dengan modal bersama ia membeli beberapa peralatan panggung dan untuk mendirikan panggung ia harus menyewa 5 orang crew. Dalam satu bulan, Anto berhasil menyewakan panggungnya sebanyak 10 kali dan mendapat penghasilan total 200 Jt. Dipotong biaya operasional, menyewa crew dan untuk pengembangan aset, didapatlah keuntungan bersih sebesar 90 Jt. Dalam perjanjian awal, karena Anto bertindak sebagai pengelola dan juga marketing, maka Anto berhak mendapat fee sebesar 1 Jt setiap kali ia berhasil menyewakan panggung. Dengan total 10 kali persewaan, maka Anto mendapat fee sebesar 10 Jt dari total keuntungan bersih sehingga tersisa 80 Jt. Dengan perbandingan modal awal, masing-masing mendapat bagian untuk Anto sebesar 40% dan Budi sebesar 60%. Maka pada bulan tersebut Budi mendapat keuntungan sebesar 80 Jt x 60% = 48 Jt dan Anto sebesar 80 Jt x 40% = 30 Jt + Fee sebesar 10 Jt.

Mungkin dalam benak sebagian orang akan mengatakan, enak sekali Budi tidak perlu bersusah payah mengurus bisnisnya namun mendapat keuntungan lebih besar. Sekilas memang terlihat seperti tidak adil, namun pernahkah Anda berfikir bahwa Budi pun telah bekerja keras untuk menabung modal sebesar 60 Jt tersebut dan ia memiliki resiko kehilangan modal lebih besar dibandingkan Anto. Sebagai catatan bahwa cerita diatas hanya sebuah ilustrasi yang dalam praktek sebenarnya bisa berbeda karena semua keputusan pembagian hasil usaha didasarkan oleh kesepakatan dan perjanjian sekutu.

Tips dalam melakukan kerjasama bisnis:

1. Buat perjanjian tertulis secara detail dilengkapi materai.
2. Pastikan hasil penjualan Anda potong terlebih dahulu sebagai kas pengembangan usaha dan untuk modal operasional sebelum dibagian kepada seluruh pihak.
3. Catat setiap bentuk transaksi secara detail agar tidak ada pihak yang merasa ditipu akibat pencatatan dan perhitungan administrasi yang tidak tepat.
4. Dalam setiap bentuk kerjasama, kepercayaan merupakan modal terpenting oleh sebab itu jagalah selalu kepercayaan Anda terhadap rekan bisnis Anda.

Jangan lupa untuk terus belajar mengenai manajemen bisnis dan antisipasi kemungkinan terburuk tentang bagaimana mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis maupun tips pengembangan bisnis.


Saya percaya materi dapat membuat hidup seseorang menyenangkan. Namun, pada dasarnya jika Anda tidak mempunyai teman yang sangat baik, relatif yang mempedulikan Anda, hidup akan terasa kosong, sedih, dan materi tidak lagi menjadi penting.” – David Rockefeller

5+ Tips Mempertahankan Bisnis Dalam Masa Sulit

5+ Tips Mempertahankan Bisnis Ketika Kesulitan Menghadapi Krisis
Layaknya roda yang berputar ada kalanya bisnis yang dijalankan berkembang begitu pesat namun suatu saat akan ada bahaya krisis yang menguji Anda. Bagaimana mempertahankan bisnis ketika menghadapi masa krisis? Perjalanan dalam berbisnis tidak akan selamanya mulus sesuai dengan harapan Anda. Setiap permasalahan bisnis merupakan suatu proses pendewasaan bisnis. Ketika Anda berhasil menghadapi setiap permasalahan, maka saat itu pula bisnis yang Anda jalankan menjadi semakin kuat. Tentu saja, menghadapi sebuah krisis dalam bisnis bukan perkara yang mudah. Setiap keputusan yang Anda buat dapat menjadi penentu keberlangsungan bisnis Anda.

Inilah 5 Tips untuk mempertahankan Bisnis ketika masa sulit dalam menghadapi krisis:

1. Jangan takut membuat perubahan

Masa krisis dapat terjadi akibat adanya perubahan kondisi dalam lingkungan eksternal maupun perubahan dalam internal perusahaan. Kondisi-kondisi eksternal dapat dipacu oleh kebijakan pemerintah, kondisi pasar global, persaingan atau pun bencana. Sedangkan perubahan internal yang membahayakan perusahaan dapat terjadi karena perubahan arah budaya karyawan, kriminalitas, atau kebijakan perusahaan yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi lingkungan.
Untuk menghadapi perubahan tersebut, maka perusahaan harus bisa beradaptasi dengan melakukan inovasi-inovasi baru. Inovasi tidak harus dari level menejerial namun juga perlu eksplorasi dari karyawan yang lebih sering bersinggungan langsung terhadap operasional.

2. Menjaga kas minimum untuk 3 bulan kedepan

Krisis dalam bisnis dapat terjadi kapan saja. Untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis, sebuah perusahaan sebaiknya memiliki kas operasional untuk bertahan selama minimum 3 kedepan meski tanpa adanya pemasukan apapun. Waktu selama 3 bulan ini merupakan batas minimum ideal untuk memberi kesempatan bagi perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

3. Mengoptimalkan segala sumber daya

Mengoptimalkan sumber daya masih menjadi alternatif terbaik untuk mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari potensi-potensi yang dapat mengurangi pemborosan tanpa harus mengorbankan beberapa kebijakan. Beberapa diantaranya adalah penggunaan peralatan / fasilitas kantor secara lebih efisien, memanfaatkan kertas bekas untuk digunakan kembali, memanfaatkan kinerja SDM dengan lebih maksimal dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang dirasa kurang produktif, dsb.

4. Ambil setiap peluang meski terlihat kecil

Mungkin dalam perjalanan bisnis Anda selama ini ada beberapa kesempatan yang dengan sengaja Anda tolak untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Ketika kondisi bisnis Anda stabil, itu bukan masalah yang besar dan bisa menjadi keputusan yang tepat untuk meningkatkan fokus dan kualitas layanan Anda. Namun ketika bisnis Anda mengalami krisis, hal-hal kecil tersebut akan menjadi sangat berarti dan bahkan dari kesempatan kecil tersebut Anda bisa membantu menumbuhkannya menjadi kesempatan yang lebih besar. Buka lebar-lebar pintu Anda untuk segala kesempatan.

5. Hindari melakukan pengurangan karyawan

Banyak perusahaan yang mengambil tindakan pengurangan karyawan / PHK sebagai pemecah masalah ketika menghadapi krisis. Padahal itu malah akan menimbulkan permasalahan baru karena secara tidak langsung Anda telah kehilangan karyawan berpengalaman, selain itu, pemutusan hubungan kerja dapat memicu kontra bagi karyawan lain sehingga performa SDM akan menurun. Pastikan Anda telah melakukan empat langkah diatas sebelum memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan.

Jika Anda telah melakukan kelima tips tersebut, maka tips terakhir yang dapat i-Bisnis berikan adalah bersabar dan terus berdoa agar keadaan kembali kondusif bagi bisnis Anda. Setelah krisis berakhir bukan seketika Anda dapat kembali tenang. Setelah masa krisis berakhir hal yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah melakukan recovery, atau mengembalikan kondisi perusahaan agar lebih teratur dan terarah. Itulah lima tips mempertahankan bisnis Anda ketika menghadapi kesulitan selama masa krisis.

Memilih Produk Bisnis, Berdasar Tren Atau Produk Tetap?

Pilihan Produk Bisnis Berdasar Trend Atau Manfaat Tetap
Jika kita menelisik trend bisnis beberapa tahun lalu gempar sekali dengan jenis tanaman hias tertentu yang harganya tiba-tiba meroket. Lalu antara tahun 2015/2016 pun kita digemparkan dengan trend batu akik hingga dimana-mana orang berburu batu, mencari di sungai, pekarangan, pantai, dimanapun orang-orang sibuk mengorek tanah berharap menemukan batu spesial. Lalu awal tahun ini tiba-tiba muncul sebuah inovasi mainan unik yang disebut “Fidget Spinner”, sebuah mainan yang dapat diputar diantara jari-jari Anda seperti gasing dan dipercaya memiliki manfaat sebagai pengurang stress dan menambah fokus. Awalnya penulis merasa bahwa mainan yang terlihat kurang bermanfaat itu tidak mungkin dapat menguasai pasar. Tapi ternyata saat ini menjadi mainan yang banyak diburu orang entah untuk manfaatnya, atau sekedar untuk mengikuti gaya hidup. 

Sebagai seorang pelaku bisnis memang dituntut untuk selalu berfikir luas dan mengikuti perkembangan zaman. Itu berarti kadang Anda harus memilih antara meneruskan penjualan produk yang Anda yakini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, atau beralih mengikuti arus deras bisnis yang sedang melejit saat itu? Tentukan pilihan Anda setelah menganalisa kedua pilihan tersebut.

Antara Trend atau Manfaat, manakah pilihan bisnis yang sesuai untuk Anda?

A. Bisnis dengan mengikuti Trend

Menjalankan bisnis berdasarkan Trend memang dinilai menjanjikan keuntungan lebih besar dibanding produk tetap. Namun setiap kelebihan pasti memiliki kekurangan pula. Bisnis ini dinilai memiliki resiko sama besar dengan potensi keuntungan yang bisa didapat. Dalam menjalankan Trending Business, Anda dituntut untuk mampu memprediksi potensi pasar di masa mendatang. Prinsip utama menjalankan bisnis ini adalah “siapa cepat, dia dapat”, Jika Anda melihat sebuah potensi besar sebelum tren tersebut terjadi di lingkungan Anda dan Anda segera mengumpulkan produk sebelum harga produk menanjak tajam, maka Anda akan mendapatkan keuntungan maksimal. Tetapi jika Anda cukup lambat dalam menghadapi trend ini, keuntungan Anda tidak akan maksimal dan bahkan berpotensi untuk rugi. Jika Anda ingin menekuni bisnis seperti ini maka Anda mencoba kiat berikut:
  • Usahakan untuk selalu membaca berita-berita terbaru dari media online
  • Memperhatikan adanya Trend di media sosial (Instagram, Facebook, Google+, dsb.)
  • Mencari kenalan warga asing dari negara yang lebih maju dan berpotensi sebagai Role Model
  • Mengikuti berita Infotainment, sebagian besar trend dimulai oleh orang-orang terkenal secara sengaja atau pun tidak.

B. Bisnis dengan produk bermanfaat tetap

Hampir bertolak belakang dengan produk-produk trend sesaat. Perkembangan bisnis dengan produk  tetap dinilai cukup lambat. Menjual produk tetap memerlukan strategi pemasaran yang lebih rumit, berbeda dengan produk trend yang memang sudah banyak dikenal masyarakat secara viral di berbagai media. Untuk memasarkan produk tetap, Anda harus berusaha sendiri atau Anda harus membayar jasa pemasaran, memasang iklan, dsb. Namun bukan berarti menjual produk tetap tidak menghasilkan keuntungan. Produk yang memiliki manfaat tetap biasanya dapat bertahan di pasar lebih lama bahkan berpotensi meningkat dari waktu ke waktu. Sedangkan dari segi keuntungan, harga jual produk tetap pun relatif stabil. Untuk dapat memaksimalkan hasil dari menjual produk tetap, sebaiknya Anda mencoba beberapa tips berikut:
  • Berikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan loyalitas pelanggan
  • Lakukan inovasi produk untuk menghindari kejenuhan pelanggan namun dengan tetap menjaga ciri khas produk Anda
  • Kedepankan unsur manfaat produk untuk menarik calon pelanggan baru
  • Jangan memulai persaingan harga, karena justru akan menghancurkan bisnis Anda sendiri di masa depan
  • Lakukan pemasaran secara efektif sesuai target pasar yang Anda harapkan

Bisnis manapun yang menjadi pilihan Anda, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda mengharapkan keuntungan sesaat, Anda bisa mencoba bisnis mengikuti tren, namun Anda harus jeli melihat potensi pasar. Sedangkan untuk menjual produk tetap yang perlu Anda perhatikan hanya fokus pada produk Anda, dan mencari cara agar menarik pelanggan semakin banyak.

Belajar dari kasus situs Telkomsel kena Hack

Belajar dari kasus peretasan situs Telkomsel
Pagi ini (28/04/17) Indonesia digemparkan dengan berita peretasan pada salah satu situs milik penyedia layanan telekomunikasi selular terbesar di negeri ini yaitu Telkomsel. Dalam aksinya, hacker menyampaikan kritiknya pada halaman muka milik provider tersebut. Meski terkesan pedas namun teguran keras itu malah mendapat banyak dukungan dari netizen. Tarif dianggap terlalu mahal dan beberapa fitur yang juga dianggap kurang bermanfaat menjadi pesan utama. Terlepas dari tindakan pro dan kontra, kita mencoba mengambil beberapa pelajaran dalam kasus peretasan situs Telkomsel tersebut.