Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk
Sebelum kita mencari strategi dan cara yang tepat untuk menentukan harga jual produk, mari kita ketahui dahulu pengertian harga jual produk. Secara definisi pengertian harga jual produk adalah nilai intrinsik produk yang kita tawarkan kepada calon pembeli. Harga yang rendah tidak selalu lebih menarik pembeli dan harga yang tinggi pun tidak serta merta menunjukan gengsi produk yang kita jual. Meski begitu, harga jual produk juga dapat mempengaruhi psikologi calon pembeli. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk yang sama jauh dibawah harga pasaran, maka pembeli akan merasa curiga dan akan menganggap sebagai penipuan, sedangkan harga terlampau tinggi juga dapat mengecewakan pembeli jika tidak diiringi dengan kualitas dan manfaat yang sesuai. Jadi menentukan harga jual produk bukan perkara yang sepele, dan tidak dapat dilakukan asal-asalan.

Jika Anda pernah menonton film “Jobs”, ada sebuah adegan dimana para manajemen Apple ingin menurunkan harga jual iPhone sedangkan Steve Jobs sebagai CEO menolaknya. Pada cerita tersebut akhirnya Steve diberhentikan sebagai CEO dan Apple Inc. membuat keputusan mengikuti pilihan manajemen dengan menurunkan harga jual iPhone, lalu apa yang terjadi? Justru saat itulah Apple Inc. terancam jatuh pada kebangkrutan. Apa yang salah dari strategi tersebut?

Secara umum, strategi penentuan target keuntungan penjualan produk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan margin (keuntungan bersih) atau dengan meningkatkan jumlah penjualan. Bahkan dengan pemilihan harga yang tepat Anda bisa mendapatkan margin yang tinggi disertai jumlah penjualan secara maksimal.



Strategi dan cara menentukan harga jual produk.

Sebelum menentukan harga jual produk, Anda perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga jual produk berikut ini:

1. Ketahui biaya produksi

Keuntungan bisa Anda dapat jika HARGA JUAL lebih besar daripada BIAYA yang dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Sebagian besar biaya terjadi ketika dalam masa produksi. Pertama Anda harus memahami bagaimana operasional usaha Anda bekerja. Apakah Anda memproduksi produk sendiri, mengolah ulang produk, atau hanya sebagai reseller? Biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menghasilkan produk dihitung dari:
  • Bahan baku dan bahan penunjang produk
  • Proses pengolahan produk
  • Gaji dan fasilitas karyawan
  • Administrasi (Biaya sewa, biaya ATK, pajak, listrik, dsb.)
  • Biaya penelitian pengembangan produk


2. Jangan lupa biaya distribusi

Sebagian besar pengusaha melupakan faktor distribusi yang akhirnya mengurangi keuntungan atau bahkan dapat mengakibatkan kerugian. Biaya distribusi perlu Anda perhitungkan berdasarkan biaya IN atau biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan produksi dan juga biaya OUT yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan produk ke pelanggan atau distributor. Biasanya untuk mengurangi biaya distribusi ini yaitu dengan melakukan pengiriman skala besar. Tapi bagaimana dengan penjual retail (eceran)? Karena biaya distribusi ke pelanggan secara langsung tidak dapat diprediksi secara pasti, biasanya penjual akan membebankan biaya pengiriman kepada pembeli seperti yang sering Anda temukan pada toko-toko online atau dapat juga dengan menentukan skala geografis target pasar.

Sebagai contoh: Anda akan memberi ongkos kirim secara gratis bagi pembeli dalam kota dan menetapkan ongkos kirim bagi pembeli dari luar kota dalam satu pulau, dan menambahkan ongkos kirim lebih besar lagi untuk pembeli dari luar pulau, dst.

3. Ketahui target pasar

Disinilah pentingnya kita dapat menentukan harga produk dan margin. Anda harus tahu siapa pembeli yang Anda bidik, dimana Anda ingin menjual produk, kapan Anda perlu meningkatkan harga atau memberi diskon. Tidak mungkin kita menjual segelas kopi seharga ratusan ribu dikantin sekolahan, tapi Anda bisa menjual segelas kopi seharga ratusan ribu jika Anda menjualnya di Mall atau Cafe.

Dilain sisi, dengan mengetahui target distribusi bisa menjadi keuntungan tersendiri. Sebagai contoh, jika Anda satu-satunya pemilik usaha 3D Printing dikota Anda. Sedangkan pesaing terdekat Anda berada dilular kota yang kira-kira membutuhkan biaya pengiriman per kilogram sebesar Rp. 60.000,- dengan biaya 3D printing Rp. 300.000,-/kg. Maka dengan memanfaatkan kelemahan biaya distribusi yang besar tersebut, Anda bisa menjual jasa 3D Printing dengan target pasar dalam kota pada harga Rp. 330.000,-/kg. Sebagai pembeli tentu akan lebih memilih jasa Anda meski harga per kilogram lebih mahal, namun lebih hemat secara biaya pengiriman atau bahkan tanpa biaya kirim.



4. Kenali posisi merek Anda

Nama suatu merek cukup memegang peranan penting dalam menentukan harga. Jangan sekali-kali Anda mencoba menawarkan produk dengan harga terlampau tinggi sementara merek Anda belum dikenali masyarakat apalagi dengan tingkat persaingan produk yang cukup tinggi. Jika tetap Anda lakukan maka bisa jadi produk Anda tidak akan dilirik oleh calon pembeli atau pembeli produk Anda akan merasa kecewa karena tidak merasakan kelebihan pada produk Anda yang terlampau mahal dan pada akhirnya hanya akan merusak citra dari merek yang sedang Anda bangun.

Anda pasti mengenal merek NIKE dan ADIDAS yang harga jual produknya kini cukup fantastis. Pada mulanya merek tersebut juga menjual produknya dengan harga standar hingga akhirnya merek mereka diakui kualitasnya dan memperoleh gengsi tinggi pada merek tersebut. Kini orang bahkan rela mengeluarkan uang berjuta-juta untuk membeli produk mereka hanya karena gengsi merek yang diikuti kualitas.

5. Persaingan produk

Seperti pada contoh item nomor tiga, jumlah persaingan dapat mempengaruhi strategi dalam cara menentukan harga jual produk. Jika Anda ingin menarik minat pembeli, Anda bisa sedikit menurunkan harga jual produk, namun jangan berlebihan agar tidak merusak kepercayaan calon pembeli. Di lain sisi, Anda juga dapat sedikit menaikan harga jual produk untuk memperoleh kepercayaan calon pembeli terkait kualitas produk. Untuk hal ini Anda perlu mengamati perilaku pembeli dan perlu sedikit melakukan eksperimen harga jual produk.

6. Menentukan margin

Strategi dan dan cara menentukan harga jual produk berikutnya adalah dengan mentukan margin. Margin merupakan persentase keuntungan bersih yang ingin Anda dapatkan dari setiap penjualan. Penentuan margin ini bersifat bebas namun Anda perlu meninjau kembali ke-lima faktor diatas apakah margin yang ditetapkan akan dapat memenuhi kebutuhan produksi dan menyisakan keuntungan bersih, atau malah terlampau mahal sehingga produk Anda tidak laku dijual. Pada umumnya para pengusaha menggunakan margin penjualan produk antara 10-20% dari biaya yang dikeluarkan. Namun jika Anda memiliki kelebihan pada produk yang Anda miliki, Anda bisa menjual produk dengan margin tak terbatas.



Tips cara meningkatkan harga jual produk

Setelah Anda memahami apa saja yang mempengaruhi harga jual produk, mari kita coba memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan harga jual produk dengan cara berikut ini:

1. Tingkatkan kualitas

Sebagai calon pembeli, tentu kita ingin bisa mendapatkan produk dengan kualitas terbaik pada rentang harga yang ditentukan. Untuk memaksimalkan ini, alangkah baiknya jika kita dapat meningkatkan dan menjaga kulitas produk yang akan dijual. Meningkatkan kualitas dapat dicapai dengan memodifikasi produk, mengamankan produk, atau dengan meningkatkan pelayanan. Percayalah bahwa dengan memberikan kualitas terbaik, maka lebih berkemungkinan untuk menarik pembeli agar kembali membeli produk yang Anda jual. Saat kita telah memperoleh kepercayaan dan loyalitas pembeli, maka mereka tidak akan mengeluhkan harga produk meski telah kita naikan.

2. Perhatikan kemasan produk

Kemasan cukup banyak mempengaruhi jumlah penjualan dan harga jual produk, hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan ketertarikan calon pembeli pada kesan pertama saat melihat produk yang kita jual. Pengaruh kemasan sering kita temukan ketika kita berada pada sebuah swalayan dimana mereka menempatkan berbagai merek dengan produk yang sama dalam satu rak. Perhatikan bagaimana jenis produk yang sama bisa memiliki harga jual yang berbeda-beda. Bahkan banyak orang tak segan memilih sebuah produk yang lebih mahal karena mereka tertarik dengan kemasan produk tersebut. Pahami bagaimana sifat-sifat kemasan dapat mempengaruhi sebuah produk.

Ilustrasi persaingan produk
Ilustrasi persaingan produk

3. Memiliki ciri khas

Ciri khas merupakan hal yang cukup penting agar produk kita memiliki kesan, mudah dideskripsikan sehingga dapat diingat dengan mudah oleh pelanggan. Pengaruh ciri khas dalam strategi dan cara menentukan harga jual produk lebih pada faktor pengenalan merek. Jika merek Anda sudah cukup terkenal tentunya jumlah permintaan produk dan harga jual produk juga dapat Anda tingkatkan. Ciri khas produk bisa Anda ciptakan melalui Logo, bentuk kemasan / produk, cita rasa, slogan, dsb. Sebagai contoh, produk apa yang Anda ingat ketika melihat buah apel? Tentu Anda akan mengingat iPhone, iPad, produk-produk oleh Apple Inc. Apa yang Anda ingat ketika melihat tanda centang? Tentu produk dari merek NIKE. Sekarang coba Anda cari apa yang paling mudah diingat mengenai produk Anda? Tidak ada? Lalu ciptakan ciri khas produk Anda.



4. Menambahkan bonus

Benarkah bonus yang kita dapat dari sebuah produk benar-benar gratis? Tidak. Bonus merupakan sebuah strategi marketing untuk meningkatkan penjualan. Biaya bonus biasanya telah dimasukan pada perhitungan biaya produksi sehingga ketika kita membeli sebuah produk yang memiliki bonus, secara tidak langsung, kita juga membeli bonus tersebut. Bentuk bonus tidak harus dengan berupa produk, tapi dapat juga menggunakan voucher, lotre, atau bahkan sebuah buku panduan juga dapat dikatakan sebagai bonus.

Untuk menetapkan bentuk bonus yang tepat, usahakan agar bersifat relevan terhadap produk yang dijual. Sebagai contoh, bonus piring pada produk sabun colek, ketika pelanggan memiliki lebih banyak piring maka mereka juga akan membutuhkan lebih banyak sabun untuk mencucinya. Bagaimana dengan bonus gantungan kunci pada produk tas? Bonus tersebut sesungguhnya dimaksudkan untuk memperkenalkan merek pada masyarakat.

5. Meningkatkan pelayanan

Tidak jarang orang memilih membeli barang yang lebih mahal hanya karena pelayanan yang lebih baik. Sebagai contoh produk kopi, sebagian orang memilih menikmati kopi di Cafe, mall atau tempat yang strategis karena pelayanan yang lebih terjamin dibanding kopi menikmati kopi di tempat pinggir jalan meskipun harga kopi tersebut lebih mahal. Contoh lainnya, ketika orang-orang lebih memilih membeli handphone Samsung dibanding merek lain yang lebih murah karena Samsung menawarkan pelayanan purna jual yang lebih baik. Jadi dengan meningkatkan pelayanan juga dapat membantu dalam meningkatkan harga jual produk.

6. Gunakan keterangan lengkap

Di era global seperti ini, 80% calon pembeli akan melakukan survei terhadap beberapa produk sebelum mereka memutuskan untuk membeli salah satu produk tersebut dan sebagian besar merasa ragu ketika mereka tidak dapat menemukan deskripsi produk secara lengkap. Deskripsikan keunggulan dan spesifikasi produk Anda secara lengkap agar calon pembeli memahami manfaat-manfaat yang bisa mereka dapatkan sehingga calon pembeli merasa puas dengan produk yang telah Anda tawarkan.


Kini Anda sudah memiliki bekal tentang bagaimana strategi dan cara yang tepat untuk menentukan dan meningkatkan harga jual produk. Gunakan faktor-faktor diatas agar produk Anda dapat bersaing dengan baik meskipun terjadi perang harga pada jenis produk yang sama. Selamat berbisnis!

Banyak orang gagal dalam kehidupan, bukan karena kurangnya kemampuan, pengetahuan, atau keberanian, namun hanya karena mereka tidak pernah mengatur energinya pada sasaran.” – Elbert Hubbard

Cara Menilai Saham Dari Laporan Keuangan

analisa laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan
Saham merupakan salah satu bentuk investasi yang berpotensi memberikan return tinggi sehingga cukup banyak menarik para investor untuk terjun dalam bursa saham. Meski begitu, berinvestasi saham juga memiliki resiko yang juga tinggi karena fluktuasi nilainya yang cukup drastis dan berubah-ubah dengan sangat cepat bahkan dalam hitungan detik (liquiditas saham). Sehingga banyak orang awam yang hanya ikut-ikutan terjun ke dunia saham pada akhirnya mengalami kerugian. Namun di lain sisi resiko berinvestasi saham dapat dikurangi dengan mengetahui fundamental saham sebelum Anda membeli saham. Salah satu indikator tersebut adalah dengan menilai rasio pada laporan keuangan perusahaan di masa lalu. Dengan memahami nilai rasio ini, Anda telah melewati salah satu resiko besar dalam berinvestasi saham. Untuk mendapatkan laporan keuangan perusahaan dapat Anda download dari website perusahaan, atau mendatangi langsung perusahaan tersebut.

Nilai rasio ini tidak hanya bermanfaat bagi investor, namun juga bagi manajemen perusahaan untuk mengetahui performa perusahaan dalam menentukan target di masa mendatang dan hal-hal apa yang perlu diperbaiki agar perusahaan tetap memperoleh keuntungan. Bagaimana cara mengetahui apakah kinerja perusahaan tersebut menguntungkan atau tidak?

Inilah 16 rasio penting dalam menilai saham dari laporan keuangan yang sering digunakan:

1. Current Ratio (Rasio Lancar) = Aktiva Lancar / Hutang Lancar.

Rasio keuangan ini menunjukan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban lancar. Semakin besar hasil perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek.

2. Quick Ratio (Rasio Lancar Jangka Pendek) = (Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang Lancar. 

Mengukur apakah perusahaan memiliki aset lancar (tanpa harus menjual persediaan) untuk menutup kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi quick ratio perusahaan, semakn baik kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancarnya.

3. Debt to Equity Ratio (Rasio Utang atas Modal) = Total Hutang / Ekuitas.

Rasio keuangan ini sering disebut dengan istilah Rasio Laverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat struktur resiko tidak tertagihnya hutang. Semakin kecil angka rasio ini semakin baik.

4. Total Debt to Total Asset = Total Hutang / Total Aktiva. 

Menggambarkan aktiva yang dipergunakan oleh perusahaan untuk menutup hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin kecil nilainya semakin baik.

5. Operating Profit Margin = Laba Operasi / Penjualan.

Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba operasi. Rasio ini semakin besar semakin baik.

6. Net Profit Margin = Laba Bersih / Ekuitas.

Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba bersih perusahaan. Rasio ini semakin besar semakin baik.

7. Return on Equity (ROE) = Laba Bersih / Ekuitas.

Menggambarkan seberapa besar sumbangan keuntungan terhadap pemegang saham. Semakin besar semakin banyak keuntungan yang didapat.

8. Return on Asset (ROA) = Laba Bersih / Total Aset.

Mencerminkan seberapa besar laba yang bisa dicetak perusahaan dengan menggunakan seluruh asetnya. Semakin besar semakin baik.

9. Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva.

Menunjukan kemampuan manajemen mengelola seluruh investasi (aset) untuk menghasilkan penjualan. Semakin besar nilainya semakin baik.

10. Receivable Turnover = Penjualan Kredit / Piutang Dagang.

Menunjukan berapa kali piutang dagang perusahaan berputar dalam satu tahun. Semakin besar semakin banyak penjualan yang dihasilkan dibanding hutang yang dikelola.

11. Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan.

Menunjukan berapa kali persediaan barang dagangan perusahaan berputar dalam suatu periode tertentu. Semakin besar semakin baik.

12. Account Payable Turnover = Harga Pokok Penjualan / Hutang Dagang.

Menunjukan perputaran utang dagang dalam suatu periode tertentu. Kemampuan perusahaan dalam memenuhi hutangnya dapat digambarkan dalam rasio ini. Semakin besar semakin baik.

13. Earning Per Share (EPS) = Laba Bersih / Jumlah Saham.

Rasio keuangan ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan perusahaan untuk tiap saham yang diterbitkan. Semakin besar nilainya, semakin besar nilai dividen yang dapat dibagikan.

14. Price Earning Ratio (PER) = Harga Saham / Eearning Per Share.

Menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi investor, semakin kecil PER-nya semakin bagus karena berarti saham tersebut relatif murah.

15. Book Value (Nilai Buku Saham) = Total Ekuitas / Jumlah Saham.

Menggambarkan perbandingan total dana yang diterima dari pemegang saham terhadap jumlah saham. Hal ini untuk mentukan nilai saham saat itu.

16. Price to Book Value (PBV) = Harga Saham / Nilai Buku Saham.

Rasio keuangan ini menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini, berarti pasar percaya akan prospek perusahaan.


Tidak semua nilai rasio tersebut dapat Anda temukan dalam setiap laporan keuangan yang dikeluarkan masing-masing perusahaan. Nilai-nilai rasio tersebut hanya salah satu alat untuk mengetahui performa perusahaan berdasarkan laporan keuangan. Selain dengan mengetahui rasio tersebut, Anda juga perlu memperhatikan bentuk fundamental lainnya dari perusahaan yang ingin Anda beli. Membeli saham tanpa mengetahui fundamental perusahaan sama dengan membeli kucing dalam karung. Jangan mudah terpancing dengan isu yang ada tanpa Anda memahami sendiri apa yang ingin Anda investasikan karena resiko berinvestasi saham akan Anda tanggung sendiri. Kenali 7 hal ini sebelum Anda memulai investasi.


Saya tidak bisa mengubah arah angin, namun saya bisa menyesuaikan 
pelayaran saya untuk selalu menggapai tujuan saya.” – Jimmy Dean

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Cara Menghadapi Revolusi Industri ke Empat
Pengertian dari istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19. Revolusi Industri adalah masa peralihan proses industri dengan pesat secara besar-besaran hingga memberikan dampak perubahan pada perekonomian dan kehidupan sosial. Perkembangan industri dari masa ke masa terus berubah, semakin banyak inovasi-inovasi baru bermunculan untuk mempermudah segala aspek dalam kehidupan. Beberapa perubahan diantaranya yaitu adanya perubahan standar hidup masyarakat. Saat ini kita akan segera menghadapi bentuk Revolusi Industri ke empat. Apa yang akan terjadi dalam Revolusi Industri ke empat? Bagaimana dampaknya pada kehidupan?  Apa saja yang bisa menjadi peluang bisnis baru pada masa Revolusi Industri ke-4 nantinya? Sebelum itu mari kita melihat bagaimana Revolusi Industri terjadi dari masa ke masa.

Revolusi Industri 1 : Mesin menggantikan tenaga manusia

Revolusi Industri pertama kali terjadi sekitar tahun 1760 atau beberapa menyatakan terjadi pada tahun 1820 – 1840. Pada saat itu industri textil merupakan industri yang paling besar peminatnya yang ditandai dari semakin meningkatnya permintaan kain yang memaksa industri untuk berinovasi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Dimulai dari ditemukannya mesin pintal pertama oleh John Kay pada tahun 1733 hingga penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 membuat perubahan pada sektor ketenagakerjaan dimana mesin-mesin mulai mengalihkan peran manusia dalam mencapai target industri dan mempertahankan standar produk. Tentunya hal ini memacu konflik akibat kesenjangan sosial yang terlihat dimana para pemilik industri semakin diuntungkan dengan penggunaan mesin-mesin, sedangkan para pekerja mulai ditinggalkan secara perlahan.

Mesin Pintal pada Revolusi Industri 1

Revolusi Industri 2 : Penggunaan bahan kimia, listrik dan teknologi informasi.

Inovasi pun berkelanjutan hingga hampir tidak dapat dipastikan kapan Revolusi Industri ke dua terjadi. Namun para ahli memperkirakan terjadinya revolusi industri ke dua sekitar tahun 1850 ketika ditemukannya mesin pembakaran dalam, pembangkit tenaga listrik, serta perkembangan bentuk pengolahan bahan mentah sehingga muncul mesin-mesin baru yang lebih canggih. Ditemukannya kapal uap dan penggunaan rel kereta api merupakan inovasi terbaik saat itu. Dengan perkembangan transportasi membuat penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat sehingga terlahir banyak penemu-penemu baru seperti Samuel Morse (penemu telegraf tahun 1832), Alexander Graham Bell (penemu pesawat telepon tahun 1872) dan Wright bersaudara (penemu pesawat terbang tahun 1903).

Revolusi Industri 3 : Merambah ke dunia digital

Personal komputer dan internet merupakan kunci pembuka untuk memasuki Revolusi Industri ke tiga. Generasi yang melalui milenium ke dua (tahun 2000) merupakan saksi terjadinya Revolusi Industri ke tiga. Seperti yang saat ini kita saksikan bagaimana perangkat-perangkat terbaru dibuat semakin ringan dengan dibantu akses informasi melalui internet yang semakin cepat dan global memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sistem pengukuran yang semakin akurat dengan bantuan komputer hingga skala nano, perkembangan kecerdasan komputer yang semakin membaik, serta penjelajahan manusia hingga keluar angkasa akan menjadi bekal untuk mencapai revolusi industri berikutnya.

Revolusi Industri 4 : Otomatisasi dan Rekayasa Genetika

Klaus Schwab, seorang eksekutif dan penemu dari World Economic Forum menyebutkan dalam bukunya berjudul The Fourth Industrial Revolution bahwa Revolusi Industri ke empat akan segera terjadi dengan ditandai kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Seperti yang banyak kita baca dalam berita-berita teknologi bahwa saat ini telah banyak industri teknologi dan informatika seperti Google dan Tesla yang berlomba menciptakan Artificial Inteligen (kecerdasan buatan) untuk membuat mesin agar dapat berfikir dan membuat keputusan sendiri seperti robot-robot dan mobil swakemudi. Tak kalah, di dunia kedokteran pun ingin memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi genetik makhluk hidup untuk meningkatkan imunitas, kecerdasan dan kesempurnaan anggota tubuh. Kekhawatiran terhadap lingkungan hidup akibat dari berbagai perubahan selama Revolusi Industri yang terjadi sebelumnya pun menjadi sorotan dan menginspirasi ilmuwan untuk membuat sumber energi baru dan menghentikan penggunaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Manfaatkan perubahan ini untuk memperoleh peluang bisnis yang baru.




Hal-hal yang perlu di-antisipasi dalam Revolusi Industri ke empat.

1. Pengurangan tenaga kerja manusia

Dengan ditemukannya perangkat-perangkat Artificial Intelegent, akan sangat mempengaruhi sektor jasa, yang sebelumnya dibutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikan dan mengendalikan mesin, pada Revolusi Industri ke-4 hampir semua mesin akan bergerak secara otomatis. Sebagai contoh, pengoperasian mesin-mesin industri, jika kenaikan upah pekerja terus meningkat, di lain sisi perkembangan kecerdasan mesin yang dapat beroperasi sendiri akan dinilai lebih ekonomis dan perlahan perusahaan akan menggeser peran operator yang semakin mahal dengan mesin-mesin otomatis. Meskipun tidak seluruh sektor akan dapat tergantikan seperti kebutuhan perawatan dan perbaikan mesin, namun cukup memberi dampak pada pengurangan lapangan kerja.

2. Munculnya industri baru berbasis IoT (Internet of Things)

Seperti yang kita rasakan saat ini, industri berbasis internet seperti toko online dengan segala kemudahannya akan semakin menggeser keberadaan toko-toko konvensional. Seperti halnya saat ini yang cukup perbankan merasa waspada adalah munculnya Teknologi Financial (Fintech) yang memanfaatkan akses internet untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih cepat dari pada bank. Selain dua hal itu, pada Revolusi Industri ke-4 nanti akan semakin banyak lagi inovasi industri baru berbasis internet.

3. Persaingan semakin ketat

Semakin maraknya bisnis-bisnis baru yang lebih inovatif bisa menjadi ancaman bagi industri yang telah ada saat ini. Bentuk ekspansi bisnis yang dilakukan pun tidak terbendung lagi. Sebagai contoh perusahaan ojek online buatan anak bangsa yaitu Go-Jek yang kini telah meningkatkan produknya dalam berbagai layanan seperti Go-Clean, Go-Life, Go-Send, dsb. Hal ini akan semakin memperkuat perusahaan tersebut, bahkan hingga Google pun tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan buatan anak bangsa ini. Sempat menuai kontra dengan ojek konvensional namun kembali pada kepuasan pelanggan sebagai penentu persaingan ini. Bukan hanya pada level industri, dalam masyarakat pun akan terlihat perbedaan bagi mereka yang mau berkembang dengan mempelajari teknologi dan pemanfaatannya, akan meninggalkan mereka yang gagap teknologi.

4. Kesenjangan dalam masyarakat

Mereka yang sukses di masa Revolusi Industri ke-4 adalah mereka yang terus mengasah pengetahuannya. Perkembangan jaman akan lebih cepat, mereka yang bergerak lebih cepat untuk mengambil kesempatan-kesempatan baru dengan memanfaatkan perkembangan kondisi yang ada akan melaju jauh meninggalkan mereka yang tidak mau berkembang. Tingkat persaingan bukan lagi secara domestik, namun akan terjadi secara global.




Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Revolusi Industri Ke-4

Seperti halnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bentuk-bentuk Revolusi Industri sebelumnya, Anda harus mengembangkan potensi diri dan mengikuti perkembangan jaman yang terjadi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Memperluas ilmu pengetahuan 

Ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang yang dipadukan dengan teknologi akan memegang peranan yang sangat penting dalam setiap Revolusi Industri ke-4. Oleh sebab itu, selain mendalami apa yang sedang Anda pelajari saat ini, sebaiknya Anda juga mempelajari mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membantu bidang yang Anda kerjakan agar didapat hasil yang lebih maksimal.

2. Mengembangkan keahlian

Mendalami satu bidang akan membuat Anda lebih fokus dan semakin ahli, namun dimasa mendatang, perpaduan ilmu dari berbagai bidang akan membuka pikiran Anda akan pemanfaatan yang lebih luas. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Steve Jobs dalam produknya, ia tidak hanya menampilkan teknologi tapi juga mempertimbangkan estetika dan nilai seni sehingga membuat produk-produk Apple begitu berkelas. Penggabungan berbagai jenis ilmu dapat menciptakan produk baru atau memberikan nilai tambah suatu produk agar semakin unggul dalam persaingan.

3. Mengasah kreatifitas dan berani mencoba hal-hal baru

Kreatifitas dapat ditingkatkan dengan mencoba pengalaman-pengalaman baru. Jangan takut untuk terjun langsung pada suatu ilmu yang belum pernah Anda pelajari, karena hal itu bisa membuka pikiran Anda untuk melihat berbagai kemungkinan secara luas. Kreatifitas memegang peranan penting bagi Revolusi Industri, dengan kreatifitas akan tercipta produk-produk baru yang inovatif.

4. Meningkatkan daya saing

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa persaingan dalam Revolusi Industri ke-4 akan semakin ketat. Cara untuk meningkatkan daya saing adalah dengan 3 poin diatas, terutama pelajari terkait cara kerja suatu teknologi dan bahasa asing. Dengan mempelajari bahasa asing dapat membuka wawasan Anda lebih jauh mengingat bahwa saat ini buku-buku pengetahuan dalam bahasa nasional masih cukup terbatas, sedangkan penguasaan teknologi akan membantu Anda untuk meningkatkan produktifitas dengan penerapan yang tepat.

5. Memanfaatkan teknologi yang telah ada

Menciptakan suatu produk inovasi baru memang bisa membawa ketertarikan pasar lebih besar, namun juga membutuhkan waktu dan biaya observasi yang besar. Alih-alih menciptakan bentuk teknologi baru dimana saat ini hampir semuanya telah tersedia dan mudah didapatkan, sebaiknya Anda memanfaatkan teknologi yang telah ada dan mengembangkannnya menjadi produk yang lebih efisien dan lebih unggul. Hal ini akan mengurangi waktu Anda untuk melakukan observasi ulang dan menyusul ketertinggalan.

Pada akhirnya, Revolusi Industri ke-4 tidak dapat kita hindari. Dampak positif akan kita terima dengan baik, dan dampak-dampak negatif harus kita tanggulangi sebelum terlambat.


“Hidup ini terlalu singkat untuk terpaku pada satu hal, terus belajar dan carilah pengalaman-pengalaman baru.” i-Bisnis.com