Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Bisnis. Tampilkan semua postingan

5 Tahap Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan

Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan
Selama masa operasional bisnis tentunya akan ada perubahan struktural baik dari tingkat atas maupun tingkat bawah. Akan selalu ada karyawan baru baik yang belum berpengalaman maupun karyawan pindahan yang sudah berpengalaman dari cabang atau perusahaan lainnya. Dengan adanya karyawan baru diharapkan bisa menjadi support untuk menutupi kekurangan maupun membawa hal-hal baru yang selama ini belum ada. Adanya karyawan baru juga bisa menjadi penghubung untuk menambah relasi dalam mengembangkan bisnis Anda.

Namun banyak juga kendala yang dihadapi ketika masuknya karyawan baru dalam perusahaan. Seperti ketidaktahuan terhadap jenis pekerjaan, perlunya adaptasi lingkungan, dan yang terpenting adalah pemahaman terhadap faktor keselamatan dalam kegiatan operasional usaha. Ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan untuk mempersiapkan dan mengelola karyawan baru antara lain dijelaskan sebagai berikut:

5 tahapan dalam menyikapi karyawan baru atau karyawan pindahan.

1. Induksi Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan (SHE)

Keamanan dan keselamatan merupakan faktor yang paling utama yang perlu Anda perhatikan untuk disampaikan kepada karyawan baru Anda. Menurut survey, sebagian besar kecelakaan kerja dilakukan oleh karyawan baru yang belum berpengalaman dalam mengidentifikasi potensi bahaya. Anda perlu menjelaskan secara mendetail mengenai peraturan dalam perusahaan terkait peralatan keselamatan, daerah yang tidak boleh diakses sembarangan, tempat-tempat pembuangan limbah, maupun SOP pekerjaan untuk memenuhi standart Safety, Health and Enviromment (SHE).

2. Orientasi Tempat Kerja

Sebagai karyawan baru yang belum memahami lingkungan sekitar perlu dilakukan orientasi tempat kerja agar dapat menjalankan fungsi tugasnya dengan baik dan menjaga keselamatannya dari potensi bahaya pada tempat-tempat terbatas dengan ijin khusus. Karyawan baru juga perlu mengenal rekanan dan struktur organisasi dalam usaha tersebut agar pekerjaan yang dilakukan semakin efektif dan tempat sasaran.

3. Deskripsi Pekerjaan dan SOP

Tujuan utama seorang karyawan baru adalah untuk mengisi kekurangan dalam operasional, oleh sebab itu mereka perlu memahami deskripsi pekerjaannya dan standar prosedur operasional agar pekerjaan yang dilakukan terarah dan sesuai dengan target semula. Mendidik karyawan baru memang sangat diperlukan, memberi pengetahuan dan pemahan baru sesuai target dimana ia dibutuhkan. Namun jangan jadikan karyawan baru sebagai tempat melimpahkan pekerjaan. Tidak jarang karyawan baru pada akhirnya mengerjakan hal-hal yang diluar batasannya karena ia belum memahami tujuan pekerjaannya yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh rekan-rekannya untuk melakukan pekerjaan diluar otoritasnya.

4. Bebaskan Dalam Berkreasi

Dengan adanya karyawan baru diharapkan menjadi penyegar dalam operasional untuk memunculkan gagasan baru dan mengembangkan inovasi agar operasional berjalan lebih baik dan lebih efisien lagi. Maka tugas Anda adalah mengarahkannya dan jangan pernah membatasi ide-ide dari karyawan Anda agar ia terus termotivasi untuk berinovasi tanpa menyalahi prosedur. Dalam beberapa kasus karyawan baru sulit untuk menyesuaikan diri dengan SOP yang sudah ada dan ia mencoba melakukannya dengan cara yang diyakininya lebih mudah, dalam hal ini sebaiknya Anda lakukan evaluasi dan jika tidak berpotensi membahayakan sebaiknya Anda berikan ia waktu untuk mengasah idenya dan mengerjakan deskripsi pekerjaannya dengan nyaman dan lebih baik.

5. Pengertian dan Peringatan

Karyawan baru biasanya sering membuat kesalahan, oleh sebab itu Anda coba koreksi kembali keempat tahapan sebelumnya apakah telah berjalan sesuai yang diharapkan. Kesalahan-kesalahan yang terjadi biasanya karena ketidaktahuan atau inisiatif perkerja itu sendiri. Lakukan evaluasi dan berikan sedikit pengertian agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Namun jika kesalahan yang dilakukan cukup membahayakan, Anda dapat memberi peringatan langsung agar karyawan merasa jera dan selalu teringat kesalahannya.

Itulah 5 tahapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi karyawan baru maupun karyawan pindahan agar dengan adanya mereka dapat mengisi kekurangan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.

Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Pembagian Hasil Usaha Kerjasama
Dalam memulai atau mengembangkan suatu usaha bukan hal yang mudah untuk dilakukan sendiri. Dengan mengajak kerjasama beberapa rekan bisa meningkatkan kesuksesan bisnis Anda sekaligus mengurangi potensi kerugian total. Bagi sebuah perusahaan besar berbadan PT mungkin bisa mendapatkan modal dengan mengeluarkan lembaran saham untuk dijual ke masyarakat dengan pembagian keuntungan / dividen sesuai persentase kepemilikan saham setelah dikurangi biaya operasional dan pengembangan usaha. Namun bagaimana cara bagi hasil usaha kerjasama untuk perusahaan startup, CV, atau usaha yang baru berjalan?

Pada dasarnya, untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha diperlukan tiga bentuk modal awal yaitu:

1. Materi

Modal materi merupakan modal yang dapat terukur dalam nominal mata uang. Sebagai contoh menyediakan tempat usaha, membeli stok barang atau peralatan, atau bisa dengan bentuk uang untuk dikelola.

2. Pengelola

Merupakan usaha yang mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengelola perusahaan. Dalam hal ini pengelola perusahaan bisa saja digantikan oleh karyawan dengan gaji tetap.

3. Marketing

Menjual merupakan bagian yang paling penting dalam suatu perusahaan. Banyak orang yang mampu membuat produk luar biasa tetapi kurang baik dalam hal marketing sehingga produk yang dijualnya tidak laku atau terjual dibawah harga normal. Meski biasanya posisi seorang marketing juga dirangkap oleh pengelola atau pemilik modal namun posisi ini juga perlu diperhitungkan dalam pembagian keuntungan.





Dalam pembagian keuntungan usaha tidak ada undang-undang yang menentukan perhitungannya. Namun setiap badan usaha dilindungi oleh pasal 1633 hingga pasal 1635 KUHP yang menyatakan cara pembagian keuntungan disesuaikan oleh perjanjian sekutu (semua pihak terkait) dengan batasan keuntungan tidak boleh diberikan hanya pada salah satu pihak namun dalam perjanjian dibolehkan kerugian menjadi beban salah satu pihak saja dan tidak boleh ada penetapan keuntungan pada pihak ketiga (pihak yang tidak terkait dalam bisnis). Sehingga diharapkan setiap pihak yang ikut serta didalamnya tidak ada yang merasa dirugikan atau mengambil keuntungan sepihak.

Untuk bentuk bagi hasil keuntungan usaha kerjasama dibedakan dalam dua tipe:

1. Keuntungan tetap

Keuntungan tetap merupakan keuntungan yang nominalnya ditentukan secara tetap berapapun hasil usaha yang didapatkan. Sebagai contoh A mengeluarkan modal 10 Juta, dengan pendapatan perbulan diperoleh 500 ribu per bulan selama jangka waktu tertentu atau selama perusahaan tersebut masih menghasilkan laba. Biasanya bentuk keuntungan ini digunakan oleh perusahaan startup atau UMKM untuk mendapatkan modal awal usaha dan memperkirakan besaran pengeluaran untuk membayar hutang modal.

2. Keuntungan dinamis

Keuntungan dinamis dihitung berdasarkan persentase perolehan dari sisa hasil usaha sesuai jumlah perbandingan modal. Ketika hasil usaha yang diperoleh meningkat, maka masing-masing pihak akan menerima hasil lebih, begitu pula sebaliknya.

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa tidak ada ketetapan perhitungan dalam pembagian hasil usaha namun perhitungan pembagian hasil usaha perlu ditetapkan oleh sekutu dalam sebuah perjanjian kerjasama sebelum usaha dijalankan. Dengan mempertimbangkan 3 bentuk modal dan tipe pembagiannya seperti yang disebutkan diatas dapat diperkirakan perolehan masing-masing pihak.





Contoh ilustrasi menghitung pembagian hasil usaha kerjasama:
Anto memiliki ide untuk mendirikan usaha persewaan panggung dengan perkiraan modal 100 Jt, namun modal yang dimilikinya hanya 40 Jt, oleh sebab itu ia mengajak rekannya Budi untuk bekerjasama mendirikan usaha. Budi setuju untuk memberi modal kepada Anto sebesar 60 Jt, namun Budi cukup sibuk dengan rutinitasnya sehingga ia tidak dapat terlibat langsung dengan bisnis tersebut. Maka Anto lah yang menjalankan usaha tersebut, dengan modal bersama ia membeli beberapa peralatan panggung dan untuk mendirikan panggung ia harus menyewa 5 orang crew. Dalam satu bulan, Anto berhasil menyewakan panggungnya sebanyak 10 kali dan mendapat penghasilan total 200 Jt. Dipotong biaya operasional, menyewa crew dan untuk pengembangan aset, didapatlah keuntungan bersih sebesar 90 Jt. Dalam perjanjian awal, karena Anto bertindak sebagai pengelola dan juga marketing, maka Anto berhak mendapat fee sebesar 1 Jt setiap kali ia berhasil menyewakan panggung. Dengan total 10 kali persewaan, maka Anto mendapat fee sebesar 10 Jt dari total keuntungan bersih sehingga tersisa 80 Jt. Dengan perbandingan modal awal, masing-masing mendapat bagian untuk Anto sebesar 40% dan Budi sebesar 60%. Maka pada bulan tersebut Budi mendapat keuntungan sebesar 80 Jt x 60% = 48 Jt dan Anto sebesar 80 Jt x 40% = 30 Jt + Fee sebesar 10 Jt.

Mungkin dalam benak sebagian orang akan mengatakan, enak sekali Budi tidak perlu bersusah payah mengurus bisnisnya namun mendapat keuntungan lebih besar. Sekilas memang terlihat seperti tidak adil, namun pernahkah Anda berfikir bahwa Budi pun telah bekerja keras untuk menabung modal sebesar 60 Jt tersebut dan ia memiliki resiko kehilangan modal lebih besar dibandingkan Anto. Sebagai catatan bahwa cerita diatas hanya sebuah ilustrasi yang dalam praktek sebenarnya bisa berbeda karena semua keputusan pembagian hasil usaha didasarkan oleh kesepakatan dan perjanjian sekutu.

Tips dalam melakukan kerjasama bisnis:

1. Buat perjanjian tertulis secara detail dilengkapi materai.
2. Pastikan hasil penjualan Anda potong terlebih dahulu sebagai kas pengembangan usaha dan untuk modal operasional sebelum dibagian kepada seluruh pihak.
3. Catat setiap bentuk transaksi secara detail agar tidak ada pihak yang merasa ditipu akibat pencatatan dan perhitungan administrasi yang tidak tepat.
4. Dalam setiap bentuk kerjasama, kepercayaan merupakan modal terpenting oleh sebab itu jagalah selalu kepercayaan Anda terhadap rekan bisnis Anda.

Jangan lupa untuk terus belajar mengenai manajemen bisnis dan antisipasi kemungkinan terburuk tentang bagaimana mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis maupun tips pengembangan bisnis.


Saya percaya materi dapat membuat hidup seseorang menyenangkan. Namun, pada dasarnya jika Anda tidak mempunyai teman yang sangat baik, relatif yang mempedulikan Anda, hidup akan terasa kosong, sedih, dan materi tidak lagi menjadi penting.” – David Rockefeller

Media Online Berita Bisnis Indonesia

Media Online Berita Bisnis Indonesia
Seperti yang kita semua ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya raya baik dari sumber daya alam maupun dari manusianya. Kekayaan negeri ini tentunya akan sangat menguntungkan jika dapat dikelola sendiri oleh warganya dengan sangat baik. Sayangnya, kesadaran dan pengetahuan warga untuk berwirausaha masih tergolong minim sehingga pengusaha asing masih menjadi investor terbesar bagi sebagian besar perusahaan di Indonesia. Oleh sebab itu, kini sebaiknya Anda mulai belajar dan mendalami pengetahuan bisnis melalui portal-portal media berita dan pengetahuan bisnis Indonesia secara online.


5 Alasan mengapa Anda perlu berlangganan berita bisnis dari media online Indonesia adalah:

1. Up to date

Dengan adanya Internet saat ini, segala informasi bisa kita dapatkan dengan sangat cepat. Begitu pula dengan portal-portal berita saat ini yang sebagian besar sudah menyediakan layanan Subscribe sehingga mereka dapat segera memberitahu Anda mengenai berita-berita pilihan terbaru langsung ke alamat email Anda.

2. Mudah

Akses internet juga mempermudah Anda untuk membaca berita terbaru lewat genggangman tangan Anda dari layar ponsel. Saat ini perlahan penggunaan kertas koran sudah semakin ditinggalkan karena dianggap kurang praktis, tidak berwarna dan berdampak buruk pada lingkungan. Tetapi dibalik kemudahan internet, sebaiknya Anda juga berhati-hati karena saat ini mulai banyak situs tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita tidak benar hanya asal menarik pengunjung saja. Jadi kembali telusuri setiap berita yang Anda baca agar didapat kebenarannya.

3. Murah

Dari segi ekonomis, media berita online dianggap lebih murah karena tidak memerlukan banyak media seperti kertas dan mesin pencetak. Dengan membaca berita secara online Anda telah sedikit lebih berhemat dan ikut serta dalam menjaga kelestarian alam dalam upaya mengurangi penggunaan kertas.

4. Berwawasan

Tentu saja dalam kegiatan membaca, apapun sumber bacaannya, akan memberi Anda wawasan yang lebih luas. Terutama terkait kabar-kabar terbaru dan mungkin dalam berita-berita Bisnis, Anda akan menemukan istilah asing, yang dapat segera Anda telusuri saat itu juga ketika Anda menggunanakaan layanan situs berita online.

5. Memiliki Pandangan Kedepan

Dengan berbagai pengetahuan yang telah Anda dapatkan dari berita, Anda bisa mengambil beberapa kesimpulan dan prediksi masa depan dengan lebih percaya diri. Kebanyakan pola bisnis sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah daerah , nasional maupun dunia. Dalam berita Anda juga dapat menemukan potensi bisnis yang lebih baik misalnya saat ini di seluruh dunia sedang gempar terkait harga Bitcoin yang sebelumnya tidak begitu dianggap keberadaannya di awal diluncurkan sekitar tahun 2009, tetapi saat ini bisa berharga hingga puluhan juta rupiah per koin. Seperti yang kami angkat dalam artikel Bitcoin dan cara mendapatkannya.


Di jagad internet cukup banyak situs berita yang dapat Anda pantau, namun hanya beberapa saja yang benar-benar mengangkat berita khusus terkait dunia bisnis. Dan sekali lagi i-Bisnis menyarankan agar Anda menerima berita dari situs yang benar-benar terpercaya. Berikut ini lima situs penyedia berita bisnis terbaik yang dapat Anda pantau langsung:


Tentu saja, selain kelima media online penyedia berita bisnis Indonesia tersebut, Anda wajib subscribe situs i-Bisnis.com karena hanya disini Anda bisa belajar mengenai dunia bisnis dengan ulasan tuntas.


Kemasan Merupakan Pintu Awal Mengenalkan Produk

Kemasan Produk, pengertian, tujuan, fungsi
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kemasan merupakan hal yang penting bagi setiap produk. Pengertian kemasan menurut Marianne Rosner Klimchuk, & Sandra A. Krasovec (2007), adalah desain kreatif yang mengaitkan struktur, bentuk, warna, material, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, menyimpan, mengeluarkan, membedakan dan mengidentifikasi sebuah produk di pasar.

Kemasan merupakan kesan pertama yang dilihat oleh calon pembeli. Suatu kemasan sebaiknya bersifat unik, menarik, aman, informatif, dan jujur. Dengan ke lima sifat tersebut diharapkan pembeli tidak hanya tertarik, namun juga merasa puas dengan isi produk di dalamnya. Di era modern seperti ini, persaingan produk menjadi sangat ketat, banyak plagiat yang menjual produk yang sama. Yang menjadi pembeda tentu saja merek dan kemasan produk. Oleh sebab itu fungsi kemasan menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan pembeli.

Jenis-Jenis Kemasan Produk

Secara struktural, kemasan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Kemasan Primer

Merupakan kemasan yang bersinggungan / berhubungan langsung dengan produk seperti botol minuman, kaleng sarden, plastik makanan, dan lainnya.

2. Kemasan Sekunder

Ini merupakan lapisan kedua setelah kemasan primer yang digunakan untuk mengelompokan produk. Sebagai contohnya adalah bungkus plastik pada kemasan Yakult atau kardus kemasan Aqua gelas, dsb.

3. Kemasan Tersier dan Kuarter

Kemasan ini hampir seperti kemasan sekunder, hanya saja lebih diperuntukan untuk mengamankan produk selama masa pengiriman. Contohnya adalah packing kayu, krat pada minuman botol, dsb.


Tujuan Kemasan dan Label Produk

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
  • Physical Production : Melindungi kualitas produk dari dalam sejak masa produksi.
  • Barrier Protection : Melindungi produk dari pencemaran dari luar seperti debu, udara, air, dsb.
  • Containment or Agglomeration : Pengelompokan produk agar mudah dibawa atau melindungi agar produk kecil tidak tercecer.
  • Information Transmission : Menyampaikan informasi terkait produk dan kemasan kepada pelanggan agar tidak terjadi penyalahgunaan dan demi keamanan pengguna maupun lingkungan.
  • Reducing Theft : Kemasan dapat digunakan sebagai jaminan keamanan produk seperti kemasan yang rusak setelah dibuka sehingga tidak dapat digunakan atau diperjualbelikan kembali.
  • Convenience : Menambahkan nilai kenyamanan dalam penggunaan produk seperti mudah dibawa, anti tumpah, mudah diambil dan dapat ditutup kembali.
  • Marketing : Dari segi marketing, kemasan dapat menjadi pemikat produk yang membuat pembeli tertarik dan membeli produk tersebut.


Begitu pentingnya kemasan dalam mempengaruhi penjualan sebuah produk sehingga Anda perlu mencari ide kemasan bagi produk Anda. 12 Ide Kemasan produk dari situs Hipwee ini sangat unik dan mungkin dapat Anda tiru dan modifikasi agar sesuai dengan produk Anda. Hati-hati pula dalam mengatur kemasan Anda agar tidak mengecewakan pembeli. Saat ini banyak sekali pembeli yang merasa tertipu dengan kemasan besar namun tidak sesuai dengan jumlah isinya, atau informasi kemasan yang menjanjikan banyak hal berbeda dengan kenyataan. Ingat bahwa kepercayaan dan pengalaman pengguna merupakan kunci kesuksesan suatu produk.


Mendapatkan Loyalitas Pelanggan Hanya Dengan 3 Hal Ini

3 Hal yang membuat pelanggan loyal
Beberapa hari lalu i-Bisnis mengunjungi salah satu warung yang menjual menu utama Bakso di daerah Singosari, Kab. Malang. Nama warung tersebut Bakso Cak Kar. Ada beberapa hal unik yang i-Bisnis temukan dalam usaha tersebut. Keunikan yang membuat i-Bisnis belajar mengenai loyalitas pelanggan. Hal tersebut karena secara lokasi, warung Bakso ini terletak cukup tersembunyi dan cukup jauh dari jalur utama kota. Tetapi warung ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, bahkan banyak sekali pengunjung dengan kendaraan luar kota yang menikmati hidangan warung ini. Perjuangan Bapak Karsono sebagai pendiri warung Bakso ini memang tidak mudah dan butuh waktu bertahun-tahun dari berjualan dengan dipikul, menggunakan gerobak, hingga membuka warung seramai ini. Dari berjualan keliling tersebut, Pak Karsono telah membuat sebuah hubungan dengan pembeli secara baik. Meski sudah tidak berkeliling lagi, namun bisnis Bakso Cak Kar justru semakin berkembang pesat.

Inilah 3 hal yang membuat pelanggan menjadi loyal terhadap bisnis Bakso Cak Kar tersebut:

1. Kualitas Produk

Bakso yang dihasilkan warung ini memang sangat nikmat karena terbuat dari bahan-bahan berkualitas sehingga siapa pun yang mencobanya pasti ingin kembali lagi kesana untuk merasakan nikmatnya Bakso dengan cita rasa khas tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas merupakan unsur utama yang dicari oleh pelanggan ketika mencari suatu produk atau layanan. Pelanggan hanya akan benar-benar puas jika produk yang dicarinya memiliki kualitas yang baik. Terlebih jika Anda dapat menyajikan pengalaman yang lebih baik lagi maka pelanggan tidak akan pernah berpaling lagi dari bisnis Anda.

2. Kreatifitas

Hal kedua yang membuat pelanggan menjadi loyal adalah kreatifitas. Ketika Anda mengunjungi warung Bakso ini, Anda akan disuguhi berbagai macam jenis bakso. Bakso Cak Kar terkenal dengan Bakso Mercon-nya (mercon = petasan) yang begitu pedas hingga terasa seperti meledak didalam mulut ketika dinikmati pembeli. Tidak hanya bakso mercon, Anda juga bisa menemukan bakso isi keju, jamur, otak sapi, bakso urat, dan berbagai macam menu lainnya yang sangat bervariasi. Moto utama warung Bakso ini adalah ‘Kami akan selalu berinovasi demi kepuasan pembeli’. Dengan kreatifitas akan muncul berbagai inovasi yang membuat pelanggan tidak pernah merasa jenuh dengan produk yang ditawarkan. Inovasi merupakan nafas sebuah usaha. Ketika sebuah usaha berhenti berinovasi, lambat laun ia akan mati tertinggal oleh perkembangan lingkungan.

3. Pelayanan

Pertama kali i-Bisnis mengunjungi warung tersebut sekitar tahun 2014, warung ini masih cukup terbilang sederhana namun tertata dengan sangat baik. Tidak ada sedikitpun kesan kotor atau berantakan meski pengunjung warung cukup banyak. Saat beberapa hari lalu i-Bisnis kembali berkunjung, warung ini sudah berkembang dengan lokasi yang diperluas, dengan penataan yang telah berubah namun masih terjaga kerapihannya. Kini warung ini pun sudah memiliki lebih banyak pelayan dibanding beberapa tahun lalu. Namun kesan keramahan dan pelayanannya tidak pernah berkurang sedikit pun.

Untuk memancing pelanggan agar menjadi loyal terhadap bisnis yang Anda jalankan adalah dengan menempatkan diri Anda sendiri sebagai seorang pelanggan. Pelanggan Anda akan merasa puas jika Anda menyuguhkan 3 hal diatas secara terus menerus kepada pelanggan. Pelanggan yang loyal adalah pelanggan yang merasa puas. Ketika pelanggan terpuaskan, maka mereka akan kembali kepada Anda tanpa Anda mencari mereka, bahkan tanpa diminta pun mereka akan menyarankan produk Anda pada kenalan-kenalan mereka.


5 Strategi Bisnis Pengusaha Indonesia Untuk Memikat Pelanggan

Strategi Bisnis Di Indonesia Untuk Menarik Pelanggan
Meski dinilai memiliki pasar yang masih sangat menjanjikan sebagai negara berkembang, namun persaingan bisnis di Indonesia dinilai cukup ketat. Hal ini memicu pengusaha Indonesia untuk lebih kreatif dalam mencari strategi bisnis yang tepat. Jika kita terjun ke lapangan untuk menilai pola beli masyarakat, tentu ini bisa menjadi langkah paling awal yang tepat untuk menyusun strategi bisnis. Dengan mengetahui strategi bisnis yang tepat diharapkan dapat memikat pelanggan untuk membeli produk Anda. Secara umum pola beli masyarakat dapat kita nilai dan atasi dengan strategi lima strategi dibawah ini.

5 Strategi bisnis di Indonesia untuk memikat pelanggan

1. Inovatif dalam pengembangan produk

Orang-orang Indonesia menyukai hal-hal unik, kreatif dan benar-benar baru. Inilah yang menjadi perhatian utama untuk memikat pasar Indonesia. Semakin kreatif produk atau layanan yang Anda sajikan pada pelanggan, akan terasa semakin menarik bagi masyarakat untuk mengunjungi dan mencoba produk Anda. Cobalah untuk inovatif dalam mengembangkan produk. Dapat keunikan yang membuat produk Anda berbeda dan dapat bersaing secara lebih unggul dibanding pesaing.

2. Kompetitif menghadapi pesaing

Pesaing bisa menjadi salah satu tempat Anda belajar dalam mengkoreksi dan mengembangkan bisnis Anda. Selalu awasi perkembangan dan strategi pesaing Anda. Belajarlah untuk mengetahui keunggulan pesaing Anda sehingga Anda dapat membuat strategi dalam mencegahnya dan kembali unggul dalam persaingan. Ingatlah untuk tidak terlena dengan kekuatan pasar yang Anda miliki saat ini. Belajarlah dari perusahaan-perusahaan besar seperti Nokia dan Kodak yang terlanjur hanyut dalam kejayaan dan berakhir dengan kekalahan karena tidak memperhatikan perubahan lingkungan dan pesaing.

3. Positif dalam menilai lingkungan

Bagi seorang pengusaha besar, problem is occasion, dimana ada masalah maka disitu ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Ingatlah prinsip dasar manusia yang selalu mengharapkan kemudahan dalam berbagai aspek. Maka ketika ada suatu permasalahan, jika Anda dapat menjual kemudahan maka orang akan berdatangan pada Anda. Begitu pula ketika Anda menghadapi permasalahan internal, jika Anda dapat mengatasi permasalahan tersebut maka Anda sudah selangkah lebih maju dari pesaing Anda.

4. Selektif memilih bahan baku produk

Saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam memilih produk unggulan. Bukan lagi mengenai harga, namun masyarakat kini lebih mengedepankan kualitas. Dalam pemahaman masyarakat, dengan kualitas yang baik maka produk dapat digunakan lebih lama dan harga jual kembali pun lebih stabil. Tapi tidak menuntut kemungkinan pula jika harga yang kompetitif dan lebih masuk akal akan menjadi pilihan terbaik menurut masyarakat.

5. Reaktif melihat trend yang ada

Dengan semakin mudahnya akses informasi dan penyebaran berita melalui media sosial, masyarakat Indonesia pun tidak ketinggalan dalam meramaikan trend yang ada, bahkan dalam beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi sorotan bagi trend dunia melalui “om telolet om” maupun berbagai aksi kreatif warga. Dengan memanfaatkan trend yang ada baik melalui iklan maupun pengembangan produk, Anda dapat memikat pelanggan lebih banyak.

Itulah 5 strategi bisnis yang dapat Anda praktikan untuk memikat pelanggan di Indonesia. Untuk membuat keputusan bisnis dari strategi tersebut yang tepat Anda dapat mencoba menggunakan Swot Analysis yang telah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Strategi bisnis yang tepat akan sangat mempengaruhi pergerakan bisnis Anda dan menentukan posisi bisnis Anda dalam peringkat pasar untuk menarik pelanggan. Jangan mudah berpuas diri karena pergerakan bisnis di Indonesia begitu dinamis dan dapat berubah setiap saat.

Memilih Produk Bisnis, Berdasar Tren Atau Produk Tetap?

Pilihan Produk Bisnis Berdasar Trend Atau Manfaat Tetap
Jika kita menelisik trend bisnis beberapa tahun lalu gempar sekali dengan jenis tanaman hias tertentu yang harganya tiba-tiba meroket. Lalu antara tahun 2015/2016 pun kita digemparkan dengan trend batu akik hingga dimana-mana orang berburu batu, mencari di sungai, pekarangan, pantai, dimanapun orang-orang sibuk mengorek tanah berharap menemukan batu spesial. Lalu awal tahun ini tiba-tiba muncul sebuah inovasi mainan unik yang disebut “Fidget Spinner”, sebuah mainan yang dapat diputar diantara jari-jari Anda seperti gasing dan dipercaya memiliki manfaat sebagai pengurang stress dan menambah fokus. Awalnya penulis merasa bahwa mainan yang terlihat kurang bermanfaat itu tidak mungkin dapat menguasai pasar. Tapi ternyata saat ini menjadi mainan yang banyak diburu orang entah untuk manfaatnya, atau sekedar untuk mengikuti gaya hidup. 

Sebagai seorang pelaku bisnis memang dituntut untuk selalu berfikir luas dan mengikuti perkembangan zaman. Itu berarti kadang Anda harus memilih antara meneruskan penjualan produk yang Anda yakini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, atau beralih mengikuti arus deras bisnis yang sedang melejit saat itu? Tentukan pilihan Anda setelah menganalisa kedua pilihan tersebut.

Antara Trend atau Manfaat, manakah pilihan bisnis yang sesuai untuk Anda?

A. Bisnis dengan mengikuti Trend

Menjalankan bisnis berdasarkan Trend memang dinilai menjanjikan keuntungan lebih besar dibanding produk tetap. Namun setiap kelebihan pasti memiliki kekurangan pula. Bisnis ini dinilai memiliki resiko sama besar dengan potensi keuntungan yang bisa didapat. Dalam menjalankan Trending Business, Anda dituntut untuk mampu memprediksi potensi pasar di masa mendatang. Prinsip utama menjalankan bisnis ini adalah “siapa cepat, dia dapat”, Jika Anda melihat sebuah potensi besar sebelum tren tersebut terjadi di lingkungan Anda dan Anda segera mengumpulkan produk sebelum harga produk menanjak tajam, maka Anda akan mendapatkan keuntungan maksimal. Tetapi jika Anda cukup lambat dalam menghadapi trend ini, keuntungan Anda tidak akan maksimal dan bahkan berpotensi untuk rugi. Jika Anda ingin menekuni bisnis seperti ini maka Anda mencoba kiat berikut:
  • Usahakan untuk selalu membaca berita-berita terbaru dari media online
  • Memperhatikan adanya Trend di media sosial (Instagram, Facebook, Google+, dsb.)
  • Mencari kenalan warga asing dari negara yang lebih maju dan berpotensi sebagai Role Model
  • Mengikuti berita Infotainment, sebagian besar trend dimulai oleh orang-orang terkenal secara sengaja atau pun tidak.

B. Bisnis dengan produk bermanfaat tetap

Hampir bertolak belakang dengan produk-produk trend sesaat. Perkembangan bisnis dengan produk  tetap dinilai cukup lambat. Menjual produk tetap memerlukan strategi pemasaran yang lebih rumit, berbeda dengan produk trend yang memang sudah banyak dikenal masyarakat secara viral di berbagai media. Untuk memasarkan produk tetap, Anda harus berusaha sendiri atau Anda harus membayar jasa pemasaran, memasang iklan, dsb. Namun bukan berarti menjual produk tetap tidak menghasilkan keuntungan. Produk yang memiliki manfaat tetap biasanya dapat bertahan di pasar lebih lama bahkan berpotensi meningkat dari waktu ke waktu. Sedangkan dari segi keuntungan, harga jual produk tetap pun relatif stabil. Untuk dapat memaksimalkan hasil dari menjual produk tetap, sebaiknya Anda mencoba beberapa tips berikut:
  • Berikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan loyalitas pelanggan
  • Lakukan inovasi produk untuk menghindari kejenuhan pelanggan namun dengan tetap menjaga ciri khas produk Anda
  • Kedepankan unsur manfaat produk untuk menarik calon pelanggan baru
  • Jangan memulai persaingan harga, karena justru akan menghancurkan bisnis Anda sendiri di masa depan
  • Lakukan pemasaran secara efektif sesuai target pasar yang Anda harapkan

Bisnis manapun yang menjadi pilihan Anda, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda mengharapkan keuntungan sesaat, Anda bisa mencoba bisnis mengikuti tren, namun Anda harus jeli melihat potensi pasar. Sedangkan untuk menjual produk tetap yang perlu Anda perhatikan hanya fokus pada produk Anda, dan mencari cara agar menarik pelanggan semakin banyak.