Tampilkan postingan dengan label Perkebunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkebunan. Tampilkan semua postingan

Memanfaatkan Pekarangan Kosong Untuk Bisnis 5 Jenis Tanaman Ini

Memanfaatkan Pekarangan Kosong Untuk Bisnis
Ketika Anda mencari halaman ini, Anda pasti ingin tahu bagaimana menjalankan bisnis dengan memanfaatkan halaman pekarangan kosong di rumah Anda. Pada dasarnya, ada cukup banyak potensi yang bisa dihasilkan, namun jika Anda tidak ingin terlalu report, Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah Anda untuk menanam beberapa jenis tanaman yang mudah perawatannya dan bernilai jual tinggi. Selain itu, tanaman-tanaman ini pun bisa Anda manfaatkan sendiri untuk kebutuhan rumah pribadi dan keluarga. Langsung saja kita simak apa saja tanaman hasil pekarangan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan bisnis berikut ini.

5 Jenis tanaman pekarangan yang bisa Anda jual sebagai lahan bisnis:

5. Tanaman Hias / Bunga

Tanaman hias dan bungan bisa menjadi lahan bisnis yang bagus, selain bisa mempercantik pekarangan rumah Anda sendiri harga tanaman hias bisa menjadi bernilai sangat tinggi pada waktu-waktu tertentu. Namun di lain sisi harga tanaman bunga bisa menjadi fluktuatif ketika ada pemain besar yang mendominasi pasar memainkan harga. Namun jika Anda bisa menikmatinya sebagai hobi, sepertinya harga bukan suatu masalah yang serius. Sedang untuk penjualannya pun menyasar pada kalangan khusus pecinta tanaman hias. Beberapa tanaman hias yang cukup bernilai tinggi antara lain: Kaktus, Bonsai, Anthurium, Aglaonema, Philodendron, Sansevieria, Puring, Kantung Semar, Anggrek, Adenum, dsb.

4. Buah-buahan

Berikutnya yang menjadi favorit adalah buah-buahan. Selain nikmat untuk dikonsumsi sendiri, jika hasil kebun Anda berlimpah bisa menjadi lahan bisnis yang baik. Buah-buahan memiliki target pasar yang tak terbatas karena hampir semua orang menyukai buah-buahan apapun. Oleh sebab itu buah-buahan memiliki potensi yang baik sebagai hasil pekarangan untuk berbisnis. Anda bisa menyesuaikan jenis tanaman dengan luas pekarangan Anda. Jika pekarangan Anda cukup kecil, Anda bisa menanam tanamanan buah dalam pot (tabulampot) seperti strawberry, nanas, jeruk nipis, dsb. Namun jika Anda memiliki pekarangan cukup luas, Anda bisa menanam tanaman teduh penghasil buah seperti mangga, Pisang, Nangka, dsb.

3. Bumbu Dapur

Bumbu dapur bisa menjadi sangat berharga karena menjadi salah satu kebutuhan hampir di setiap rumah tangga. Dengan menanam bumbu dapur ini juga bisa menghemat pengeluaran Anda dalam keperluan memasak atau bahkan jika Anda kehabisan bumbu di tukang sayur, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke pasar untuk mencarinya. Beberapa bumbu dapur yang sering mengalami fluktuasi harga cukup tinggi biasanya adalah cabai, dan tomat. Selain itu Anda bisa menanam Jahe, Kunyit, Kunir, pohon salam, pandan, dsb.

2. Tanaman Obat

Urutan berikutnya adalah TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Obat herbal masih menjadi buruan masyarakat karena dipercaya lebih sehat dan minim efek samping dibandingkan dengan obat generik yang ada. Oleh sebab itu tanaman obat segar maupun olahan herbal siap pakai bisa menjadi sangat bernilai di masyarakat. Keunikan bentuk tanaman toga juga cukup menarik sebagai penghias rumah. Selain memiliki harga jual tinggi, secara tidak langsung Anda juga telah membantu menyelamatkan seseorang. Beberapa tanaman obat yang cukup banyak dicari orang antara lain: Rosela, Mengkudu, Bawang Dayak, Sambiloto, Sirih, dsb.

1. Hidroponik

Terakhir, tanaman yang bernilai tinggi adalah tanaman hidroponik. Tanaman hidroponik memiliki nilai tinggi karena dianggap lebih higienis dan lebih segar dibanding tanaman yang ditanam dengan media tanah. Hidroponik pilihan yang tepat bagi Anda yang hanya memiliki lahan terbatas dan biaya yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar. Anda bisa membaca penjelasan lebih rinci mengenai persiapan, biaya dan keuntungan bisnis tanaman hidroponik pada artikel peluang bisnis hidroponik rumahan


Cara menjual hasil tanaman pekarangan

Anda kini telah memiliki gambaran mengenai jenis tanaman apa yang tepat untuk pekarangan Anda. Kini permasalahan berikutnya adalah bagaimana menjual hasil pekarangan tersebut pada konsumen. Berikut ini empat cara yang bisa Anda gunakan untuk menjual hasil dari tanaman pekarangan Anda:

1. Jual hasil dalam kemasan atau hasil olahan siap pakai

Cara ini sangat efektif jika hasil pekarangan Anda cukup melimpah sehingga Anda bisa menjualnya secara per kemasan dengan berat atau jumlah minimum yang Anda tentukan. Cara ini akan membantu Anda dalam proses penjualan yang lebih praktis dan mengurangi adanya sisa produk. Selain itu dengan pengemasan yang baik bisa meminimalisir pembusukan pada hasil panen yang mengakibatkan produk rusak dan tidak layak konsumsi.

2. Menjual produk segar pada masyarakat sekitar

Bisa jadi tanaman yang ada di pekarangan rumah Anda saat ini sedang dibutuhkan kerabat, tetangga, teman, atau orang lain. Anda bisa membicarakan tanaman / hasil panen yang ingin Anda jual saat berkumpul dengan masyarakat sehingga informasi tersebut bisa meluas dan siapa pun yang kebetulan membutuhkannya akan menghubungi Anda. Cara ini cukup baik jika Anda ingin menjual santai hasil pekarangan Anda.

3. Jual bibit dan tanaman siap panen pada event tertentu

Anda bisa memanfaatkan momen atau event yang ada di wilayah Anda untuk menjajakan hasil pekarangan Anda. Anda bisa menjualnya pada event free car day, atau saat perayaan hari kemerdekaan, atau saat-saat tertentu dimana banyak orang berkumpul ditempat itu. Manfaatkan event-event tersebut untuk memperoleh pembeli dan mendapatkan keuntungan lebih.

4. Menjual pada pedagang untuk dijual kembali

Ketika musim mangga, penulis sering mendapattawaran dari beberapa pedagang yang ingi memborong buah mangga dari pohon yang penulis tanam dipekarangan rumah. Karena hasilnya cukup melimpah dan sudah cukup dinikmati sendiri maka tawaran tersebut diterima dengan harga yang sesuai dan tentu saja hanya mangga-mangga yang sudah cukup masak saja yang diijinkan untuk diunduh. Keuntungan yang didapat cukup lumayan daripada buah-buahan tersebut membusuk di pohon. Jika kebetulan tidak ada pedagang yang menawar, Anda bisa menawarkannya sendiri pada pedagang disekitar wilayah Anda, atau Anda bisa tawarkan pada tukang sayur keliling tentu dengan pembagian keuntungan yang adil.

Untuk model pemasaran bisa dilakukan secara langsung dengan menawarkannya pada masyarakat maupun media online seperti grup Whatsapp dan Facebook. Kini Anda sudah memiliki gambaran bisnisnya dan siap untuk memulai. Jika bisa memanfaatkan pekarangan untuk keuntungan mengapa tidak?

Cara Budidaya Pohon Kurma Dari Biji di Indonesia

Menanam Pohon Kurma di Indonesia
Mungkinkah menanam pohon kurma di Indonesia? Adakah bisnis budidaya kurma di Indonesia? Sebagai salah satu negara penganut agama Islam terbesar di dunia, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan buah Kurma. Sebagai negara tropis dengan curah hujan cukup tinggi, banyak masyarakat yang mengatakan mustahil menanam pohon kurma di Indonesia. Setelah membaca ini, Anda bisa menyangkal pernyataan tersebut dengan bangga. Ya, cara budidaya pohon kurma di Indonesia bukan hal yang mustahil, dan buah yang dihasilkan pun bisa menyamai kualitas buah yang ditanam di daerah Timur Tengah.

Pohon kurma (Phoenix Dactylifera) merupakan jenis tanaman palma dalam genus phoenix. Pohon kurma memiliki banyak sekali varian pohon kurma, beberapa jenis yang menjadi unggulan antara lain Deglet Noor, Medjool, Barhee, Halawy, Hayany, Khadrawy dan Zahidi. Buah kurma memiliki nilai gizi luar biasa dengan kandungan energi 280 kcal per daging buah. Dari segi medis, buah kurma memiliki kandungan Tannin yang tinggi yang bermanfaat untuk membersihkan usus yang bermasalah. Meski begitu, kurma pun dapat menghasilkan kandungan alkohol dengan proses tertentu.

Macam-macam jenis kurma


Cara Budidaya Tanaman Kurma di Indonesia Mulai Bibit Hingga Panen

1. Memilih jenis kurma

Dalam budidaya pohon Kurma, ada 2 metode yang dapat Anda lakukan, yaitu dengan tunas, atau memunculkan tunas dari biji kurma. Setiap jenis kurma memiliki karakter buah yang berbeda-beda tetapi dalam segi perawatan dan budidaya memiliki perlakuan yang sama. Karena mendapatkan bibit pohon kurma cukup sulit, maka kita coba memanfaatkan biji buah kurma yang bisa Anda dapatkan dengan membeli buah kurma.

2. Merendam biji kurma

Dalam proses ini Anda hanya membutuhkan biji kurma, jadi daging buahnya dapat Anda nikmati. Biji kurma yang telah terlepas dari dagingnya perlu Anda rendam selama 24 Jam, lalu bersihkan kembali biji tersebut hingga bersih dari sisa daging buah dan rendam lagi selama 24 – 72 jam hingga biji benar-benar bersih dan siap untuk disemai.

3. Memunculkan tunas

Tunas Biji Kurma
Untuk memunculkan tunas, Anda perlu mempersiapkan sebuah wadah berisi tisu / kapas yang telah dibasahi. Letakan biji kurma yang telah Anda rendam kedalam wadah tersebut dan jaga agar kondisi tisu / kapas tetap lembab. Tunggu hingga biji kurma memunculkan akar seperti kecambah dengan panjang antara 1 – 2 cm.

4. Memindahkan tunas dalam pot

Langkah berikutnya hanyalah memindahkan media tanam ke media tanah dalam pot atau polybag. Rawat hingga tunas memunculkan daun sepanjang setengah meter (500 cm) lalu bibit pun siap Anda pindahkan dalam pekarangan Anda.

5. Memindahkan bibit

Dalam memindahkan bibit sebaiknya Anda memikirkan mengenai ukuran perkembangan bibit hingga dewasa agar pohon nantinya tidak terlalu rapat. Lebar daun pohon kurma dewasa dapat tumbuh seluas 6-7 meter. Untuk jarak tanam yang disarankan sesuai dengan luas pertumbuhan daunnya agar setiap pohon mendapat sinar matahari sama rata.

6. Perawatan dan pembuahan

Seperti pada habitat aslinya, pohon kurma merupakan pohon yang tangguh terhadap berbagai kondisi bahkan dalam kondisi cukup ekstrim. Namun secara ideal, pohon kurma tumbuh dengan baik pada suhu lingkungan antara 21 – 27 derajat celsius. Pohon kurma diketahui memiliki jenis kelamin jantan dan betina. Sebelum memunculkan bunga, pohon kurma cukup sulit diidentifikasi jenis kelaminnya. Saat masih muda, Anda dapat melihat dari warna pelepah daun, untuk kurma jantan memiliki pangkal pelepah berwarna agak kekuningan sedangkan pada kurma betina berwarna keabu-abuan. Ketika pohon kurma berbunga, akan terlihat secara pasti perbedaan jenis kelaminnya. Bunga kurma jantan berwarna lebih putih dan memiliki banyak serbuk sari, sedangkan bunga kurma betina memiliki putik dan berwarna kekuningan.

Proses Pertumbuhan Buah Kurma

7. Proses panen buah kurma

Pohon kurma mulai berbuah pada usia 4-5 Tahun dan usia paling produktif diantara 15 – 40 tahun meski pohon kurma tetap dapat menghasilkan hingga usia 150 tahun. Untuk masa panen sendiri tidak dapat diprediksi karena hampir seluruhnya bergantung pada iklim yang ada. Metode dalam memanen buah kurma tidak ada yang spesial, biasanya petani akan memanjat menggunakan tangga dan memotong ujung tandan dengan pisau atau gunting tanaman.

Pembibitan dengan biji kurma memang terlihat sederhana, namun kelemahan pembibitan dengan sistem ini adalah perbandingan Antara jantan dan betina dimana kemungkinan 50% biji kurma akan memiliki jenis kelamin jantan 40% lainnya Hermaprodit, dan hanya 10% yang betina. Sedangkan perbandingan ideal antara pohon kurma jantan dan betina adalah 1 : 40 dimana seharusnya satu pohon kurma jantan dapat mampu menghasilkan serbuk sari untuk membuahi 40 pohon kurma betina. Selain itu, mulai dari masa memunculkan tunas hingga dapat berbuah akan memakan waktu hingga kurang lebih selama 6 tahun. Itulah sebabnya bibit pohon kurma siap tanam memiliki harga cukup mahal. Bahkan bibit impor dengan sistem kultur jaringan dapat berharga hingga 1 juta per bibit.





Salah satu pilihan lainnya adalah dengan tunas dimana tunas dari pohon kurma jantan akan seluruhnya jantan, dan tunas dari kurma betina akan memiliki kesempatan 70% betina dan sisanya jantan atau hermaprodit. Untuk pohon kurma hermaprodit sebaiknya Anda buang saja karena hampir keseluruhan pohon kurma hermaprodit tidak menghasilkan buah.

Potensi Bisnis Hasil Budidaya Perkebunan Kurma di Indonesia

1. Jual buah kurma

Buah kurma menjadi buruan terutama saat-saat bulan Ramadhan. Permintaan buah kurma semakin lama semakin meningkat dari tahun ke tahun. Harga jual buah kurma pun cukup bervariasi tergantung pada jenisnya mulai dari harga Rp. 20.000,- hingga Rp. 350.000,- per kilogram.

2. Jual bibit pohon kurma

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa saat ini untuk bibit kurma masih bergantung pada impor. Jika Anda dapat menghasilkan bibit kurma berkualitas, Anda memiliki kesempatan besar sebagai suplayer bibit kurma nasional.

3. Membuat olahan kurma

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa pohon kurma memiliki banyak sekali manfaat. Buah kurma dapat dimakan langsung atau diolah menjadi campuran bahan kue, maupun diolah menjadi selai. Biji kurma pun banyak dimanfaatkan sebagai campuran kopi atau pun sebagai alternatif arang. Sedangkan daun pohon dapat dijadikan kerajinan anyaman dalam berbagai bentuk.

4. Agro wisata kebun kurma

Jika Anda memiliki kebun kurma yang cukup luas, Anda dapat membuka area wisata agro kebun kurma. Saat ini kebun kurma di Indonesia yang terbesar ada di wilayah Bangka Belitung.

Jika Anda bandingkan dengan bisnis perkebunan kelapa sawit, bisnis perkebunan pohon kurma sebenarnya dapat memberi penghasilan lebih besar dan pohonnya memiliki masa produksi lebih lama, hanya saja pengembangbiakan pohon kurma cukup sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.

Bagikan artikel ini untuk membuka wawasan masyarakat mengenai perkebunan pohon kurma. Klik subscribe untuk mendapatkan artikel terbaru kami langsung ke email Anda.


Masa depan adalah milik mereka yang percaya akan keindahan mimpinya.” – Eleanor Roosevelt

Pengelolaan Budidaya Perkebunan Kopi di Indonesia

Panduan Lengkap Bisnis Perkebunan Kopi di Indonesia
Setelah sebelumnya kita membahas jauh mengenai pengelolaan kebun kelapa sawit, mari kita coba mengenal Bisnis Perkebunan Kopi di Indonesia. Kopi adalah salah satu bahan minuman pembawa energi dan rasa menyegarkan bagi penikmatnya, sangat populer diseluruh dunia. Ada banyak sekali varian dari jenis kopi, namun jenis Kopi paling banyak dikembangkan adalah Kopi Robusta dan Kopi Arabika yang nanti akan kita bahas lebih spesifik mengenai kedua jenis kopi tersebut.

Kopi pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang gembala kambing dari Abyssinia bernama Khalid saat menemukan kambing-kambingnya tetap terjaga hingga malam setelah memakan sebuah jenis beri. Kemudian ia mencoba memasak dan memakanya hingga kebiasaan ini terus berlanjut dan tersebar hingga wilayah Afrika dengan bentuk penyajian konvensional. Perlu rekan i-Bisnis pahami juga bahwa di Indonesia sendiri bisnis perkebunan kopi diawali pada masa penjajahan Belanda dengan membawa bibit pohon kopi yang didatangkan dari Eropa. Meski telah banyak kebun kopi dari masa jajahan Belanda telah rusak, namun di beberapa wilayah Indonesia masih dapat ditemukan kebun-kebun kopi hasil kelola masyarakat sekitar. Pada dasarnya, kopi adalah tanaman wilayah di iklim tropis atau sub-tropis.

Inilah perbedaan antara jenis Kopi Arabika dan Kopi Robusta:

1. Kopi Arabika

Kopi Arabika merupakan jenis kopi terbaik saat ini sehingga sudah banyak dikembangkan di berbagai negara. Kopi Arabika tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 1.000 s.d. 1.500 mdpl dengan suhu lingkungan antara 18 - 26 °C. Ciri-ciri biji kopi Arabika dapat dilihat dari bentuknya agak memanjang dan tidak terlalu cembung, dibagian ujung biji terlihat mengkilap namun jika dikeringkan berlebihan akan timbul retakan, pada celah tengah bijih kopi terlihat agak berlekuk dan setelah diolah biasanya akan terdapat sisa kulit ari menempel di celah tengah kopi. Nilai kafein kopi Arabika dalam satu satuan takar saji sekitar 1,10%.

2. Kopi Robusta

Kopi Robusta bisa dikatakan sebagai bijih kopi kelas kedua karena rasanya lebih pahit dan terdapat sedikit rasa asam. Kopi jenis ini umumnya ditanam pada ketinggian 400 - 1.200 mdpl dengan suhu lingkungan 20 - 28 °C. Berbeda dengan kopi Arabika, biji kopi berbentuk agak bulat, garis potongan tengah pada bijih kopi Robusta cukup rata dan tidak menyisakan kulit ari setelah pengolahan. Untuk nilai kafein kopi Robusta dalam satu satuan takar saji sekitar 1,48%.
Perbedaan Kopi Arabika vs Kopi Robusta

Setelah memahami jenis-jenisnya dan spesifikasi umumnya. Selanjutnya adalah bagaimana cara mengelola bisnis perkebunan kopi?


Beberapa tahapan yang diperlukan ketika Anda memulai bisnis perkebunan dengan menanam kopi di Indonesia:

1. Mempersiapkan Lahan Tanam Kopi

Perhatikan lokasi penanaman kopi seperti ketinggian dari permukaan laut (mdpl) maupun suhu lingkungan agar Anda dapat mengetahui jenis kopi mana yang kondusif dalam lingkungan lahan. Sekitar 2 bulan sebelum penanaman agar lahan dibersihkan dari berbagai kontaminan dan tanaman liar. Siapkan lubang tanam dengan ukuran sekitar 60 x 60 x 60cm dengan jarak antar lubang sekitar 2,5m. Sekitar 3 - 4 Minggu sebelum penanaman juga disarankan untuk memberi pupuk kompos kedalam lubang tanam untuk menambah unsur hara tanah. Dalam 1 Ha lahan akan mampu menampung hingga 1.600 pohon.

2. Mempersiapkan Bibit Kopi Siap Tanam

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa setiap jenis kopi memiliki wilayah idealnya masing-masing, sebaiknya Anda mengikuti aturan tersebut agar hasilnya lebih maksimal. Pastikan juga bahwa asal bibit untuk ditanam dari pohon kopi yang telah berbuah selama 2 - 3 tahun dan usahakan mendapat bibit dari badan usaha bersertifikasi.

3. Cara Menanam Bibit Kopi

Bibit siap tanam berusia antara 5 - 6 bulan dan memiliki tinggi sekitar 20 - 40 cm. Perhatikan dalam menyobek polibag agar tanah didalamnya tidak terbuang. Letakan bibit tepat di tengah-tengah lubang yang telah dipersiapkan sebelumnya dan padatkan tanah agar bibit berdiri kokoh. Kurangi 2/3 daun bibit, hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan berlebih.

4. Perawatan Kebun Kopi

Jika Anda menemukan bibit rusak atau mati sebelum usia 2 tahun, harap segera menggantinya dengan bibit baru agar nantinya hasil yang Anda dapat lebih maksimal. Awasi pepohonan dari gulma, hama atau penyakit dan segera atasi. Gemburkan kembali tanah dalam radius 30 - 50 cm setiap 6 bulan. Disarankan untuk memangkas pucuk tanaman jika tingginya melebihi 120 - 140 cm. Hal ini berguna agar tanaman kopi tumbuh meluas dan mempermudah proses panen. Selain itu pemangkasan juga bermanfaat agar tidak muncul tunas tidak diinginkan.

Untuk proses pemupukan dilakukan setiap 6 bulan dengan komposisi sbb:
-   Pohon dibawah usia 2 Tahun
    80 gr pupuk urea + 80 gr SP-36 + 40 gr KCl + 250 gr pupuk kompos
-   Pohon diatas usia 2 Tahun
    200 gr pupuk urea + 200 gr SP-36 + 200 gr KCl + 500 gr pupuk kompos

5. Panen Biji Kopi dan Pengolahan

Biasanya kopi akan mulai berbuah pada umur 3 - 4 tahun. Petik buah secara manual dengan hanya memilih biji kopi yang telah masak. Dalam 1 Ha kebun Kopi bisa menghasilkan 800 - 1.600 Kg biji kopi per tahun. Sedangkan usia produktif pohon kopi mulai usia 4 s.d 17 tahun. Setelah usia 17 tahun disarankan untuk mengganti pohon kopi dengan bibit baru.


Perkiraan untung - rugi bisnis kebun kopi di Indonesia

Tentunya jika kita ingin memulai bisnis yang perlu diperhitungkan adalah segi untung-ruginya. Perkebunan kopi terbilang jenis usaha padat karya karena sebagian besar proses usahanya masih dilakukan secara manual. Karena itu usaha perkebunan kopi pun memerlukan modal cukup besar. Untuk investasi peralatan tanam dan perawatan menghabiskan sekitar 15 Jt dengan masa pembaruan setiap 5 tahun. Sedangkan biaya variabel seperti bibit, pupuk, pertisida dan tenaga kerja dari penanaman hingga akhir masa panen di usia 17 tahun akan menghabiskan 220 Jt, atau sekitar 55 Jt setiap 5 Tahun. Maka total biaya per 5 tahunan akan mencapai 70 Jt.

Mari kita bandingkan dengan hasil petik Kopi dengan rata-rata terendah per tahun sekitar 1.300 kg. Maka setiap masa produktif 5 tahunan di dapat 6.500 kg kopi. Harga biji kopi mentah Arabika diangka Rp 40.000 /kg dan kopi Robusta sekitar Rp. 30.000,- /kg. Maka setiap 5 tahun Akan menghasilkan pendapatan sebesar 260 Jt untuk kopi Arabika atau 195 Jt untuk kopi Robusta. Jika kurangi dengan biaya per 5 tahunan sebelumnya yaitu sebesar 70 Jt, maka bisa didapat laba bersih sebesar Rp. 190 Jt / 5 th dari kopi Arabika atau Rp. 125 Jt / 5 th jika kita menanam kopi Robusta.

Tentunya jika rekan i-bisnis mengelola biji kopi mentah tersebut hingga menjadi kopi siap seduh akan memiliki nilai tambah yang cukup signifikan dibandingkan menjual biji kopi tersebut sebagai biji mentah. Dalam mengelola Bisnis Kebun Kopi di Indonesia memang cukup spesial, setiap bentuk perlakuan akan menghasilkan kualitas dan rasa kopi yang berbeda.



NET12 - Perkebunan kopi robusta berkelas dunia di Semarang


Mempelajari sesuatu tidak pernah melelahkan pikiran.” – Leonardo Da Vinci

Ketahui Cara dan Keuntungan Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit

Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit
Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit merupakan bisnis yang banyak diminati namun juga perlu kehati-hatian dalam memulainya. Kelapa sawit atau dalam bahasa latinnya disebut sebagai Elaeis merupakan tanaman dalam kelompok Palma. Pohon kelapa sawit merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh hingga ketinggian 24 Meter dengan habitat idealnya pada ketinggian 0-500 Meter dari permukaan laut dan kelembaban 80-90%. Tamanan yang populer untuk dikembangkan dalam bisnis minyak kelapa sawit untuk rumah tangga, industri maupun biodiesel ini banyak ditemukan di daerah Aceh, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Minyak kelapa sawit yang dihasilkan dari olahan kelapa sawit memiliki keunggulan yang lebih tinggi dibanding minyak bumi. Minyak kelapa sawit yang dihasilkan dinilai memiliki ketahanan oksidasi dengan tekanan tinggi, serta mampu melarutkan berbagai bahan kimia yang tidak dapat dilarutkan oleh bahan pelarut lainnya, juga memiliki daya lapis yang tinggi dan tidak mengakibatkan iritasi pada kulit manusia sehingga banyak dibutuhkan oleh berbagai jenis industri.

Bisnis Hidroponik Dan Metode Yang Digunakan Ini Dapat Menjadi Peluang Bisnis Menjanjikan

Peluang Bisnis : Usaha Hydroponic Menjanjikan
Hidroponik berasal dari bahasa Yunani terdiri atas kata hydro berarti air dan ponos berarti daya, atau dapat dijabarkan sebagai metode tanam dengan memanfaatkan sumber daya air sebagai media utamanya. Awalnya, budidaya tanaman daratan tanpa tanah ditulis dalam buku Sylva Sylvarum oleh Francis Bacon (th. 1672). Kemudian menjadikan teknik tersebut populer serta banyak ilmuan lain tertarik untuk mencobanya. John Woodard, pada tahun 1699 menerbitkan budidaya spearmint (pohon daun mint) dan ia menyimpulkan bahwa tanaman dalam sumber-sumber air kurang murni, tumbuh lebih baik dari tumbuhan dengan menggunakan air murni. Budidaya tanamaan tanpa tanah lebih mengedepankan pada nutrisi mineral bagi tanaman. Nutrisi tersebut dibagi menjadi 2 yaitu Macro (Nitrogen, Phospat, Kalium, Kalsium, Magnesium, Sulfur) dan Micro (Zat Besi, Mangan, Zing, Tembaga, Boron, Molibdenum) yang keseluruhan nutrisi tersebut telah tersedia secara alami melalui air, sinar matahari dan udara.