Tampilkan postingan dengan label Persaingan bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persaingan bisnis. Tampilkan semua postingan

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk
Sebelum kita mencari strategi dan cara yang tepat untuk menentukan harga jual produk, mari kita ketahui dahulu pengertian harga jual produk. Secara definisi pengertian harga jual produk adalah nilai intrinsik produk yang kita tawarkan kepada calon pembeli. Harga yang rendah tidak selalu lebih menarik pembeli dan harga yang tinggi pun tidak serta merta menunjukan gengsi produk yang kita jual. Meski begitu, harga jual produk juga dapat mempengaruhi psikologi calon pembeli. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk yang sama jauh dibawah harga pasaran, maka pembeli akan merasa curiga dan akan menganggap sebagai penipuan, sedangkan harga terlampau tinggi juga dapat mengecewakan pembeli jika tidak diiringi dengan kualitas dan manfaat yang sesuai. Jadi menentukan harga jual produk bukan perkara yang sepele, dan tidak dapat dilakukan asal-asalan.

Jika Anda pernah menonton film “Jobs”, ada sebuah adegan dimana para manajemen Apple ingin menurunkan harga jual iPhone sedangkan Steve Jobs sebagai CEO menolaknya. Pada cerita tersebut akhirnya Steve diberhentikan sebagai CEO dan Apple Inc. membuat keputusan mengikuti pilihan manajemen dengan menurunkan harga jual iPhone, lalu apa yang terjadi? Justru saat itulah Apple Inc. terancam jatuh pada kebangkrutan. Apa yang salah dari strategi tersebut?

Secara umum, strategi penentuan target keuntungan penjualan produk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan margin (keuntungan bersih) atau dengan meningkatkan jumlah penjualan. Bahkan dengan pemilihan harga yang tepat Anda bisa mendapatkan margin yang tinggi disertai jumlah penjualan secara maksimal.



Strategi dan cara menentukan harga jual produk.

Sebelum menentukan harga jual produk, Anda perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga jual produk berikut ini:

1. Ketahui biaya produksi

Keuntungan bisa Anda dapat jika HARGA JUAL lebih besar daripada BIAYA yang dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Sebagian besar biaya terjadi ketika dalam masa produksi. Pertama Anda harus memahami bagaimana operasional usaha Anda bekerja. Apakah Anda memproduksi produk sendiri, mengolah ulang produk, atau hanya sebagai reseller? Biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menghasilkan produk dihitung dari:
  • Bahan baku dan bahan penunjang produk
  • Proses pengolahan produk
  • Gaji dan fasilitas karyawan
  • Administrasi (Biaya sewa, biaya ATK, pajak, listrik, dsb.)
  • Biaya penelitian pengembangan produk


2. Jangan lupa biaya distribusi

Sebagian besar pengusaha melupakan faktor distribusi yang akhirnya mengurangi keuntungan atau bahkan dapat mengakibatkan kerugian. Biaya distribusi perlu Anda perhitungkan berdasarkan biaya IN atau biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan produksi dan juga biaya OUT yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan produk ke pelanggan atau distributor. Biasanya untuk mengurangi biaya distribusi ini yaitu dengan melakukan pengiriman skala besar. Tapi bagaimana dengan penjual retail (eceran)? Karena biaya distribusi ke pelanggan secara langsung tidak dapat diprediksi secara pasti, biasanya penjual akan membebankan biaya pengiriman kepada pembeli seperti yang sering Anda temukan pada toko-toko online atau dapat juga dengan menentukan skala geografis target pasar.

Sebagai contoh: Anda akan memberi ongkos kirim secara gratis bagi pembeli dalam kota dan menetapkan ongkos kirim bagi pembeli dari luar kota dalam satu pulau, dan menambahkan ongkos kirim lebih besar lagi untuk pembeli dari luar pulau, dst.

3. Ketahui target pasar

Disinilah pentingnya kita dapat menentukan harga produk dan margin. Anda harus tahu siapa pembeli yang Anda bidik, dimana Anda ingin menjual produk, kapan Anda perlu meningkatkan harga atau memberi diskon. Tidak mungkin kita menjual segelas kopi seharga ratusan ribu dikantin sekolahan, tapi Anda bisa menjual segelas kopi seharga ratusan ribu jika Anda menjualnya di Mall atau Cafe.

Dilain sisi, dengan mengetahui target distribusi bisa menjadi keuntungan tersendiri. Sebagai contoh, jika Anda satu-satunya pemilik usaha 3D Printing dikota Anda. Sedangkan pesaing terdekat Anda berada dilular kota yang kira-kira membutuhkan biaya pengiriman per kilogram sebesar Rp. 60.000,- dengan biaya 3D printing Rp. 300.000,-/kg. Maka dengan memanfaatkan kelemahan biaya distribusi yang besar tersebut, Anda bisa menjual jasa 3D Printing dengan target pasar dalam kota pada harga Rp. 330.000,-/kg. Sebagai pembeli tentu akan lebih memilih jasa Anda meski harga per kilogram lebih mahal, namun lebih hemat secara biaya pengiriman atau bahkan tanpa biaya kirim.



4. Kenali posisi merek Anda

Nama suatu merek cukup memegang peranan penting dalam menentukan harga. Jangan sekali-kali Anda mencoba menawarkan produk dengan harga terlampau tinggi sementara merek Anda belum dikenali masyarakat apalagi dengan tingkat persaingan produk yang cukup tinggi. Jika tetap Anda lakukan maka bisa jadi produk Anda tidak akan dilirik oleh calon pembeli atau pembeli produk Anda akan merasa kecewa karena tidak merasakan kelebihan pada produk Anda yang terlampau mahal dan pada akhirnya hanya akan merusak citra dari merek yang sedang Anda bangun.

Anda pasti mengenal merek NIKE dan ADIDAS yang harga jual produknya kini cukup fantastis. Pada mulanya merek tersebut juga menjual produknya dengan harga standar hingga akhirnya merek mereka diakui kualitasnya dan memperoleh gengsi tinggi pada merek tersebut. Kini orang bahkan rela mengeluarkan uang berjuta-juta untuk membeli produk mereka hanya karena gengsi merek yang diikuti kualitas.

5. Persaingan produk

Seperti pada contoh item nomor tiga, jumlah persaingan dapat mempengaruhi strategi dalam cara menentukan harga jual produk. Jika Anda ingin menarik minat pembeli, Anda bisa sedikit menurunkan harga jual produk, namun jangan berlebihan agar tidak merusak kepercayaan calon pembeli. Di lain sisi, Anda juga dapat sedikit menaikan harga jual produk untuk memperoleh kepercayaan calon pembeli terkait kualitas produk. Untuk hal ini Anda perlu mengamati perilaku pembeli dan perlu sedikit melakukan eksperimen harga jual produk.

6. Menentukan margin

Strategi dan dan cara menentukan harga jual produk berikutnya adalah dengan mentukan margin. Margin merupakan persentase keuntungan bersih yang ingin Anda dapatkan dari setiap penjualan. Penentuan margin ini bersifat bebas namun Anda perlu meninjau kembali ke-lima faktor diatas apakah margin yang ditetapkan akan dapat memenuhi kebutuhan produksi dan menyisakan keuntungan bersih, atau malah terlampau mahal sehingga produk Anda tidak laku dijual. Pada umumnya para pengusaha menggunakan margin penjualan produk antara 10-20% dari biaya yang dikeluarkan. Namun jika Anda memiliki kelebihan pada produk yang Anda miliki, Anda bisa menjual produk dengan margin tak terbatas.



Tips cara meningkatkan harga jual produk

Setelah Anda memahami apa saja yang mempengaruhi harga jual produk, mari kita coba memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan harga jual produk dengan cara berikut ini:

1. Tingkatkan kualitas

Sebagai calon pembeli, tentu kita ingin bisa mendapatkan produk dengan kualitas terbaik pada rentang harga yang ditentukan. Untuk memaksimalkan ini, alangkah baiknya jika kita dapat meningkatkan dan menjaga kulitas produk yang akan dijual. Meningkatkan kualitas dapat dicapai dengan memodifikasi produk, mengamankan produk, atau dengan meningkatkan pelayanan. Percayalah bahwa dengan memberikan kualitas terbaik, maka lebih berkemungkinan untuk menarik pembeli agar kembali membeli produk yang Anda jual. Saat kita telah memperoleh kepercayaan dan loyalitas pembeli, maka mereka tidak akan mengeluhkan harga produk meski telah kita naikan.

2. Perhatikan kemasan produk

Kemasan cukup banyak mempengaruhi jumlah penjualan dan harga jual produk, hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan ketertarikan calon pembeli pada kesan pertama saat melihat produk yang kita jual. Pengaruh kemasan sering kita temukan ketika kita berada pada sebuah swalayan dimana mereka menempatkan berbagai merek dengan produk yang sama dalam satu rak. Perhatikan bagaimana jenis produk yang sama bisa memiliki harga jual yang berbeda-beda. Bahkan banyak orang tak segan memilih sebuah produk yang lebih mahal karena mereka tertarik dengan kemasan produk tersebut. Pahami bagaimana sifat-sifat kemasan dapat mempengaruhi sebuah produk.

Ilustrasi persaingan produk
Ilustrasi persaingan produk

3. Memiliki ciri khas

Ciri khas merupakan hal yang cukup penting agar produk kita memiliki kesan, mudah dideskripsikan sehingga dapat diingat dengan mudah oleh pelanggan. Pengaruh ciri khas dalam strategi dan cara menentukan harga jual produk lebih pada faktor pengenalan merek. Jika merek Anda sudah cukup terkenal tentunya jumlah permintaan produk dan harga jual produk juga dapat Anda tingkatkan. Ciri khas produk bisa Anda ciptakan melalui Logo, bentuk kemasan / produk, cita rasa, slogan, dsb. Sebagai contoh, produk apa yang Anda ingat ketika melihat buah apel? Tentu Anda akan mengingat iPhone, iPad, produk-produk oleh Apple Inc. Apa yang Anda ingat ketika melihat tanda centang? Tentu produk dari merek NIKE. Sekarang coba Anda cari apa yang paling mudah diingat mengenai produk Anda? Tidak ada? Lalu ciptakan ciri khas produk Anda.



4. Menambahkan bonus

Benarkah bonus yang kita dapat dari sebuah produk benar-benar gratis? Tidak. Bonus merupakan sebuah strategi marketing untuk meningkatkan penjualan. Biaya bonus biasanya telah dimasukan pada perhitungan biaya produksi sehingga ketika kita membeli sebuah produk yang memiliki bonus, secara tidak langsung, kita juga membeli bonus tersebut. Bentuk bonus tidak harus dengan berupa produk, tapi dapat juga menggunakan voucher, lotre, atau bahkan sebuah buku panduan juga dapat dikatakan sebagai bonus.

Untuk menetapkan bentuk bonus yang tepat, usahakan agar bersifat relevan terhadap produk yang dijual. Sebagai contoh, bonus piring pada produk sabun colek, ketika pelanggan memiliki lebih banyak piring maka mereka juga akan membutuhkan lebih banyak sabun untuk mencucinya. Bagaimana dengan bonus gantungan kunci pada produk tas? Bonus tersebut sesungguhnya dimaksudkan untuk memperkenalkan merek pada masyarakat.

5. Meningkatkan pelayanan

Tidak jarang orang memilih membeli barang yang lebih mahal hanya karena pelayanan yang lebih baik. Sebagai contoh produk kopi, sebagian orang memilih menikmati kopi di Cafe, mall atau tempat yang strategis karena pelayanan yang lebih terjamin dibanding kopi menikmati kopi di tempat pinggir jalan meskipun harga kopi tersebut lebih mahal. Contoh lainnya, ketika orang-orang lebih memilih membeli handphone Samsung dibanding merek lain yang lebih murah karena Samsung menawarkan pelayanan purna jual yang lebih baik. Jadi dengan meningkatkan pelayanan juga dapat membantu dalam meningkatkan harga jual produk.

6. Gunakan keterangan lengkap

Di era global seperti ini, 80% calon pembeli akan melakukan survei terhadap beberapa produk sebelum mereka memutuskan untuk membeli salah satu produk tersebut dan sebagian besar merasa ragu ketika mereka tidak dapat menemukan deskripsi produk secara lengkap. Deskripsikan keunggulan dan spesifikasi produk Anda secara lengkap agar calon pembeli memahami manfaat-manfaat yang bisa mereka dapatkan sehingga calon pembeli merasa puas dengan produk yang telah Anda tawarkan.


Kini Anda sudah memiliki bekal tentang bagaimana strategi dan cara yang tepat untuk menentukan dan meningkatkan harga jual produk. Gunakan faktor-faktor diatas agar produk Anda dapat bersaing dengan baik meskipun terjadi perang harga pada jenis produk yang sama. Selamat berbisnis!

Banyak orang gagal dalam kehidupan, bukan karena kurangnya kemampuan, pengetahuan, atau keberanian, namun hanya karena mereka tidak pernah mengatur energinya pada sasaran.” – Elbert Hubbard

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Cara Menghadapi Revolusi Industri ke Empat
Pengertian dari istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19. Revolusi Industri adalah masa peralihan proses industri dengan pesat secara besar-besaran hingga memberikan dampak perubahan pada perekonomian dan kehidupan sosial. Perkembangan industri dari masa ke masa terus berubah, semakin banyak inovasi-inovasi baru bermunculan untuk mempermudah segala aspek dalam kehidupan. Beberapa perubahan diantaranya yaitu adanya perubahan standar hidup masyarakat. Saat ini kita akan segera menghadapi bentuk Revolusi Industri ke empat. Apa yang akan terjadi dalam Revolusi Industri ke empat? Bagaimana dampaknya pada kehidupan?  Apa saja yang bisa menjadi peluang bisnis baru pada masa Revolusi Industri ke-4 nantinya? Sebelum itu mari kita melihat bagaimana Revolusi Industri terjadi dari masa ke masa.

Revolusi Industri 1 : Mesin menggantikan tenaga manusia

Revolusi Industri pertama kali terjadi sekitar tahun 1760 atau beberapa menyatakan terjadi pada tahun 1820 – 1840. Pada saat itu industri textil merupakan industri yang paling besar peminatnya yang ditandai dari semakin meningkatnya permintaan kain yang memaksa industri untuk berinovasi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Dimulai dari ditemukannya mesin pintal pertama oleh John Kay pada tahun 1733 hingga penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 membuat perubahan pada sektor ketenagakerjaan dimana mesin-mesin mulai mengalihkan peran manusia dalam mencapai target industri dan mempertahankan standar produk. Tentunya hal ini memacu konflik akibat kesenjangan sosial yang terlihat dimana para pemilik industri semakin diuntungkan dengan penggunaan mesin-mesin, sedangkan para pekerja mulai ditinggalkan secara perlahan.

Mesin Pintal pada Revolusi Industri 1

Revolusi Industri 2 : Penggunaan bahan kimia, listrik dan teknologi informasi.

Inovasi pun berkelanjutan hingga hampir tidak dapat dipastikan kapan Revolusi Industri ke dua terjadi. Namun para ahli memperkirakan terjadinya revolusi industri ke dua sekitar tahun 1850 ketika ditemukannya mesin pembakaran dalam, pembangkit tenaga listrik, serta perkembangan bentuk pengolahan bahan mentah sehingga muncul mesin-mesin baru yang lebih canggih. Ditemukannya kapal uap dan penggunaan rel kereta api merupakan inovasi terbaik saat itu. Dengan perkembangan transportasi membuat penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat sehingga terlahir banyak penemu-penemu baru seperti Samuel Morse (penemu telegraf tahun 1832), Alexander Graham Bell (penemu pesawat telepon tahun 1872) dan Wright bersaudara (penemu pesawat terbang tahun 1903).

Revolusi Industri 3 : Merambah ke dunia digital

Personal komputer dan internet merupakan kunci pembuka untuk memasuki Revolusi Industri ke tiga. Generasi yang melalui milenium ke dua (tahun 2000) merupakan saksi terjadinya Revolusi Industri ke tiga. Seperti yang saat ini kita saksikan bagaimana perangkat-perangkat terbaru dibuat semakin ringan dengan dibantu akses informasi melalui internet yang semakin cepat dan global memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sistem pengukuran yang semakin akurat dengan bantuan komputer hingga skala nano, perkembangan kecerdasan komputer yang semakin membaik, serta penjelajahan manusia hingga keluar angkasa akan menjadi bekal untuk mencapai revolusi industri berikutnya.

Revolusi Industri 4 : Otomatisasi dan Rekayasa Genetika

Klaus Schwab, seorang eksekutif dan penemu dari World Economic Forum menyebutkan dalam bukunya berjudul The Fourth Industrial Revolution bahwa Revolusi Industri ke empat akan segera terjadi dengan ditandai kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Seperti yang banyak kita baca dalam berita-berita teknologi bahwa saat ini telah banyak industri teknologi dan informatika seperti Google dan Tesla yang berlomba menciptakan Artificial Inteligen (kecerdasan buatan) untuk membuat mesin agar dapat berfikir dan membuat keputusan sendiri seperti robot-robot dan mobil swakemudi. Tak kalah, di dunia kedokteran pun ingin memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi genetik makhluk hidup untuk meningkatkan imunitas, kecerdasan dan kesempurnaan anggota tubuh. Kekhawatiran terhadap lingkungan hidup akibat dari berbagai perubahan selama Revolusi Industri yang terjadi sebelumnya pun menjadi sorotan dan menginspirasi ilmuwan untuk membuat sumber energi baru dan menghentikan penggunaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Manfaatkan perubahan ini untuk memperoleh peluang bisnis yang baru.




Hal-hal yang perlu di-antisipasi dalam Revolusi Industri ke empat.

1. Pengurangan tenaga kerja manusia

Dengan ditemukannya perangkat-perangkat Artificial Intelegent, akan sangat mempengaruhi sektor jasa, yang sebelumnya dibutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikan dan mengendalikan mesin, pada Revolusi Industri ke-4 hampir semua mesin akan bergerak secara otomatis. Sebagai contoh, pengoperasian mesin-mesin industri, jika kenaikan upah pekerja terus meningkat, di lain sisi perkembangan kecerdasan mesin yang dapat beroperasi sendiri akan dinilai lebih ekonomis dan perlahan perusahaan akan menggeser peran operator yang semakin mahal dengan mesin-mesin otomatis. Meskipun tidak seluruh sektor akan dapat tergantikan seperti kebutuhan perawatan dan perbaikan mesin, namun cukup memberi dampak pada pengurangan lapangan kerja.

2. Munculnya industri baru berbasis IoT (Internet of Things)

Seperti yang kita rasakan saat ini, industri berbasis internet seperti toko online dengan segala kemudahannya akan semakin menggeser keberadaan toko-toko konvensional. Seperti halnya saat ini yang cukup perbankan merasa waspada adalah munculnya Teknologi Financial (Fintech) yang memanfaatkan akses internet untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih cepat dari pada bank. Selain dua hal itu, pada Revolusi Industri ke-4 nanti akan semakin banyak lagi inovasi industri baru berbasis internet.

3. Persaingan semakin ketat

Semakin maraknya bisnis-bisnis baru yang lebih inovatif bisa menjadi ancaman bagi industri yang telah ada saat ini. Bentuk ekspansi bisnis yang dilakukan pun tidak terbendung lagi. Sebagai contoh perusahaan ojek online buatan anak bangsa yaitu Go-Jek yang kini telah meningkatkan produknya dalam berbagai layanan seperti Go-Clean, Go-Life, Go-Send, dsb. Hal ini akan semakin memperkuat perusahaan tersebut, bahkan hingga Google pun tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan buatan anak bangsa ini. Sempat menuai kontra dengan ojek konvensional namun kembali pada kepuasan pelanggan sebagai penentu persaingan ini. Bukan hanya pada level industri, dalam masyarakat pun akan terlihat perbedaan bagi mereka yang mau berkembang dengan mempelajari teknologi dan pemanfaatannya, akan meninggalkan mereka yang gagap teknologi.

4. Kesenjangan dalam masyarakat

Mereka yang sukses di masa Revolusi Industri ke-4 adalah mereka yang terus mengasah pengetahuannya. Perkembangan jaman akan lebih cepat, mereka yang bergerak lebih cepat untuk mengambil kesempatan-kesempatan baru dengan memanfaatkan perkembangan kondisi yang ada akan melaju jauh meninggalkan mereka yang tidak mau berkembang. Tingkat persaingan bukan lagi secara domestik, namun akan terjadi secara global.




Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Revolusi Industri Ke-4

Seperti halnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bentuk-bentuk Revolusi Industri sebelumnya, Anda harus mengembangkan potensi diri dan mengikuti perkembangan jaman yang terjadi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Memperluas ilmu pengetahuan 

Ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang yang dipadukan dengan teknologi akan memegang peranan yang sangat penting dalam setiap Revolusi Industri ke-4. Oleh sebab itu, selain mendalami apa yang sedang Anda pelajari saat ini, sebaiknya Anda juga mempelajari mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membantu bidang yang Anda kerjakan agar didapat hasil yang lebih maksimal.

2. Mengembangkan keahlian

Mendalami satu bidang akan membuat Anda lebih fokus dan semakin ahli, namun dimasa mendatang, perpaduan ilmu dari berbagai bidang akan membuka pikiran Anda akan pemanfaatan yang lebih luas. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Steve Jobs dalam produknya, ia tidak hanya menampilkan teknologi tapi juga mempertimbangkan estetika dan nilai seni sehingga membuat produk-produk Apple begitu berkelas. Penggabungan berbagai jenis ilmu dapat menciptakan produk baru atau memberikan nilai tambah suatu produk agar semakin unggul dalam persaingan.

3. Mengasah kreatifitas dan berani mencoba hal-hal baru

Kreatifitas dapat ditingkatkan dengan mencoba pengalaman-pengalaman baru. Jangan takut untuk terjun langsung pada suatu ilmu yang belum pernah Anda pelajari, karena hal itu bisa membuka pikiran Anda untuk melihat berbagai kemungkinan secara luas. Kreatifitas memegang peranan penting bagi Revolusi Industri, dengan kreatifitas akan tercipta produk-produk baru yang inovatif.

4. Meningkatkan daya saing

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa persaingan dalam Revolusi Industri ke-4 akan semakin ketat. Cara untuk meningkatkan daya saing adalah dengan 3 poin diatas, terutama pelajari terkait cara kerja suatu teknologi dan bahasa asing. Dengan mempelajari bahasa asing dapat membuka wawasan Anda lebih jauh mengingat bahwa saat ini buku-buku pengetahuan dalam bahasa nasional masih cukup terbatas, sedangkan penguasaan teknologi akan membantu Anda untuk meningkatkan produktifitas dengan penerapan yang tepat.

5. Memanfaatkan teknologi yang telah ada

Menciptakan suatu produk inovasi baru memang bisa membawa ketertarikan pasar lebih besar, namun juga membutuhkan waktu dan biaya observasi yang besar. Alih-alih menciptakan bentuk teknologi baru dimana saat ini hampir semuanya telah tersedia dan mudah didapatkan, sebaiknya Anda memanfaatkan teknologi yang telah ada dan mengembangkannnya menjadi produk yang lebih efisien dan lebih unggul. Hal ini akan mengurangi waktu Anda untuk melakukan observasi ulang dan menyusul ketertinggalan.

Pada akhirnya, Revolusi Industri ke-4 tidak dapat kita hindari. Dampak positif akan kita terima dengan baik, dan dampak-dampak negatif harus kita tanggulangi sebelum terlambat.


“Hidup ini terlalu singkat untuk terpaku pada satu hal, terus belajar dan carilah pengalaman-pengalaman baru.” i-Bisnis.com


Media Online Berita Bisnis Indonesia

Media Online Berita Bisnis Indonesia
Seperti yang kita semua ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya raya baik dari sumber daya alam maupun dari manusianya. Kekayaan negeri ini tentunya akan sangat menguntungkan jika dapat dikelola sendiri oleh warganya dengan sangat baik. Sayangnya, kesadaran dan pengetahuan warga untuk berwirausaha masih tergolong minim sehingga pengusaha asing masih menjadi investor terbesar bagi sebagian besar perusahaan di Indonesia. Oleh sebab itu, kini sebaiknya Anda mulai belajar dan mendalami pengetahuan bisnis melalui portal-portal media berita dan pengetahuan bisnis Indonesia secara online.


5 Alasan mengapa Anda perlu berlangganan berita bisnis dari media online Indonesia adalah:

1. Up to date

Dengan adanya Internet saat ini, segala informasi bisa kita dapatkan dengan sangat cepat. Begitu pula dengan portal-portal berita saat ini yang sebagian besar sudah menyediakan layanan Subscribe sehingga mereka dapat segera memberitahu Anda mengenai berita-berita pilihan terbaru langsung ke alamat email Anda.

2. Mudah

Akses internet juga mempermudah Anda untuk membaca berita terbaru lewat genggangman tangan Anda dari layar ponsel. Saat ini perlahan penggunaan kertas koran sudah semakin ditinggalkan karena dianggap kurang praktis, tidak berwarna dan berdampak buruk pada lingkungan. Tetapi dibalik kemudahan internet, sebaiknya Anda juga berhati-hati karena saat ini mulai banyak situs tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita tidak benar hanya asal menarik pengunjung saja. Jadi kembali telusuri setiap berita yang Anda baca agar didapat kebenarannya.

3. Murah

Dari segi ekonomis, media berita online dianggap lebih murah karena tidak memerlukan banyak media seperti kertas dan mesin pencetak. Dengan membaca berita secara online Anda telah sedikit lebih berhemat dan ikut serta dalam menjaga kelestarian alam dalam upaya mengurangi penggunaan kertas.

4. Berwawasan

Tentu saja dalam kegiatan membaca, apapun sumber bacaannya, akan memberi Anda wawasan yang lebih luas. Terutama terkait kabar-kabar terbaru dan mungkin dalam berita-berita Bisnis, Anda akan menemukan istilah asing, yang dapat segera Anda telusuri saat itu juga ketika Anda menggunanakaan layanan situs berita online.

5. Memiliki Pandangan Kedepan

Dengan berbagai pengetahuan yang telah Anda dapatkan dari berita, Anda bisa mengambil beberapa kesimpulan dan prediksi masa depan dengan lebih percaya diri. Kebanyakan pola bisnis sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah daerah , nasional maupun dunia. Dalam berita Anda juga dapat menemukan potensi bisnis yang lebih baik misalnya saat ini di seluruh dunia sedang gempar terkait harga Bitcoin yang sebelumnya tidak begitu dianggap keberadaannya di awal diluncurkan sekitar tahun 2009, tetapi saat ini bisa berharga hingga puluhan juta rupiah per koin. Seperti yang kami angkat dalam artikel Bitcoin dan cara mendapatkannya.


Di jagad internet cukup banyak situs berita yang dapat Anda pantau, namun hanya beberapa saja yang benar-benar mengangkat berita khusus terkait dunia bisnis. Dan sekali lagi i-Bisnis menyarankan agar Anda menerima berita dari situs yang benar-benar terpercaya. Berikut ini lima situs penyedia berita bisnis terbaik yang dapat Anda pantau langsung:


Tentu saja, selain kelima media online penyedia berita bisnis Indonesia tersebut, Anda wajib subscribe situs i-Bisnis.com karena hanya disini Anda bisa belajar mengenai dunia bisnis dengan ulasan tuntas.


5 Strategi Bisnis Pengusaha Indonesia Untuk Memikat Pelanggan

Strategi Bisnis Di Indonesia Untuk Menarik Pelanggan
Meski dinilai memiliki pasar yang masih sangat menjanjikan sebagai negara berkembang, namun persaingan bisnis di Indonesia dinilai cukup ketat. Hal ini memicu pengusaha Indonesia untuk lebih kreatif dalam mencari strategi bisnis yang tepat. Jika kita terjun ke lapangan untuk menilai pola beli masyarakat, tentu ini bisa menjadi langkah paling awal yang tepat untuk menyusun strategi bisnis. Dengan mengetahui strategi bisnis yang tepat diharapkan dapat memikat pelanggan untuk membeli produk Anda. Secara umum pola beli masyarakat dapat kita nilai dan atasi dengan strategi lima strategi dibawah ini.

5 Strategi bisnis di Indonesia untuk memikat pelanggan

1. Inovatif dalam pengembangan produk

Orang-orang Indonesia menyukai hal-hal unik, kreatif dan benar-benar baru. Inilah yang menjadi perhatian utama untuk memikat pasar Indonesia. Semakin kreatif produk atau layanan yang Anda sajikan pada pelanggan, akan terasa semakin menarik bagi masyarakat untuk mengunjungi dan mencoba produk Anda. Cobalah untuk inovatif dalam mengembangkan produk. Dapat keunikan yang membuat produk Anda berbeda dan dapat bersaing secara lebih unggul dibanding pesaing.

2. Kompetitif menghadapi pesaing

Pesaing bisa menjadi salah satu tempat Anda belajar dalam mengkoreksi dan mengembangkan bisnis Anda. Selalu awasi perkembangan dan strategi pesaing Anda. Belajarlah untuk mengetahui keunggulan pesaing Anda sehingga Anda dapat membuat strategi dalam mencegahnya dan kembali unggul dalam persaingan. Ingatlah untuk tidak terlena dengan kekuatan pasar yang Anda miliki saat ini. Belajarlah dari perusahaan-perusahaan besar seperti Nokia dan Kodak yang terlanjur hanyut dalam kejayaan dan berakhir dengan kekalahan karena tidak memperhatikan perubahan lingkungan dan pesaing.

3. Positif dalam menilai lingkungan

Bagi seorang pengusaha besar, problem is occasion, dimana ada masalah maka disitu ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Ingatlah prinsip dasar manusia yang selalu mengharapkan kemudahan dalam berbagai aspek. Maka ketika ada suatu permasalahan, jika Anda dapat menjual kemudahan maka orang akan berdatangan pada Anda. Begitu pula ketika Anda menghadapi permasalahan internal, jika Anda dapat mengatasi permasalahan tersebut maka Anda sudah selangkah lebih maju dari pesaing Anda.

4. Selektif memilih bahan baku produk

Saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam memilih produk unggulan. Bukan lagi mengenai harga, namun masyarakat kini lebih mengedepankan kualitas. Dalam pemahaman masyarakat, dengan kualitas yang baik maka produk dapat digunakan lebih lama dan harga jual kembali pun lebih stabil. Tapi tidak menuntut kemungkinan pula jika harga yang kompetitif dan lebih masuk akal akan menjadi pilihan terbaik menurut masyarakat.

5. Reaktif melihat trend yang ada

Dengan semakin mudahnya akses informasi dan penyebaran berita melalui media sosial, masyarakat Indonesia pun tidak ketinggalan dalam meramaikan trend yang ada, bahkan dalam beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi sorotan bagi trend dunia melalui “om telolet om” maupun berbagai aksi kreatif warga. Dengan memanfaatkan trend yang ada baik melalui iklan maupun pengembangan produk, Anda dapat memikat pelanggan lebih banyak.

Itulah 5 strategi bisnis yang dapat Anda praktikan untuk memikat pelanggan di Indonesia. Untuk membuat keputusan bisnis dari strategi tersebut yang tepat Anda dapat mencoba menggunakan Swot Analysis yang telah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Strategi bisnis yang tepat akan sangat mempengaruhi pergerakan bisnis Anda dan menentukan posisi bisnis Anda dalam peringkat pasar untuk menarik pelanggan. Jangan mudah berpuas diri karena pergerakan bisnis di Indonesia begitu dinamis dan dapat berubah setiap saat.

Memilih Produk Bisnis, Berdasar Tren Atau Produk Tetap?

Pilihan Produk Bisnis Berdasar Trend Atau Manfaat Tetap
Jika kita menelisik trend bisnis beberapa tahun lalu gempar sekali dengan jenis tanaman hias tertentu yang harganya tiba-tiba meroket. Lalu antara tahun 2015/2016 pun kita digemparkan dengan trend batu akik hingga dimana-mana orang berburu batu, mencari di sungai, pekarangan, pantai, dimanapun orang-orang sibuk mengorek tanah berharap menemukan batu spesial. Lalu awal tahun ini tiba-tiba muncul sebuah inovasi mainan unik yang disebut “Fidget Spinner”, sebuah mainan yang dapat diputar diantara jari-jari Anda seperti gasing dan dipercaya memiliki manfaat sebagai pengurang stress dan menambah fokus. Awalnya penulis merasa bahwa mainan yang terlihat kurang bermanfaat itu tidak mungkin dapat menguasai pasar. Tapi ternyata saat ini menjadi mainan yang banyak diburu orang entah untuk manfaatnya, atau sekedar untuk mengikuti gaya hidup. 

Sebagai seorang pelaku bisnis memang dituntut untuk selalu berfikir luas dan mengikuti perkembangan zaman. Itu berarti kadang Anda harus memilih antara meneruskan penjualan produk yang Anda yakini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, atau beralih mengikuti arus deras bisnis yang sedang melejit saat itu? Tentukan pilihan Anda setelah menganalisa kedua pilihan tersebut.

Antara Trend atau Manfaat, manakah pilihan bisnis yang sesuai untuk Anda?

A. Bisnis dengan mengikuti Trend

Menjalankan bisnis berdasarkan Trend memang dinilai menjanjikan keuntungan lebih besar dibanding produk tetap. Namun setiap kelebihan pasti memiliki kekurangan pula. Bisnis ini dinilai memiliki resiko sama besar dengan potensi keuntungan yang bisa didapat. Dalam menjalankan Trending Business, Anda dituntut untuk mampu memprediksi potensi pasar di masa mendatang. Prinsip utama menjalankan bisnis ini adalah “siapa cepat, dia dapat”, Jika Anda melihat sebuah potensi besar sebelum tren tersebut terjadi di lingkungan Anda dan Anda segera mengumpulkan produk sebelum harga produk menanjak tajam, maka Anda akan mendapatkan keuntungan maksimal. Tetapi jika Anda cukup lambat dalam menghadapi trend ini, keuntungan Anda tidak akan maksimal dan bahkan berpotensi untuk rugi. Jika Anda ingin menekuni bisnis seperti ini maka Anda mencoba kiat berikut:
  • Usahakan untuk selalu membaca berita-berita terbaru dari media online
  • Memperhatikan adanya Trend di media sosial (Instagram, Facebook, Google+, dsb.)
  • Mencari kenalan warga asing dari negara yang lebih maju dan berpotensi sebagai Role Model
  • Mengikuti berita Infotainment, sebagian besar trend dimulai oleh orang-orang terkenal secara sengaja atau pun tidak.

B. Bisnis dengan produk bermanfaat tetap

Hampir bertolak belakang dengan produk-produk trend sesaat. Perkembangan bisnis dengan produk  tetap dinilai cukup lambat. Menjual produk tetap memerlukan strategi pemasaran yang lebih rumit, berbeda dengan produk trend yang memang sudah banyak dikenal masyarakat secara viral di berbagai media. Untuk memasarkan produk tetap, Anda harus berusaha sendiri atau Anda harus membayar jasa pemasaran, memasang iklan, dsb. Namun bukan berarti menjual produk tetap tidak menghasilkan keuntungan. Produk yang memiliki manfaat tetap biasanya dapat bertahan di pasar lebih lama bahkan berpotensi meningkat dari waktu ke waktu. Sedangkan dari segi keuntungan, harga jual produk tetap pun relatif stabil. Untuk dapat memaksimalkan hasil dari menjual produk tetap, sebaiknya Anda mencoba beberapa tips berikut:
  • Berikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan loyalitas pelanggan
  • Lakukan inovasi produk untuk menghindari kejenuhan pelanggan namun dengan tetap menjaga ciri khas produk Anda
  • Kedepankan unsur manfaat produk untuk menarik calon pelanggan baru
  • Jangan memulai persaingan harga, karena justru akan menghancurkan bisnis Anda sendiri di masa depan
  • Lakukan pemasaran secara efektif sesuai target pasar yang Anda harapkan

Bisnis manapun yang menjadi pilihan Anda, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda mengharapkan keuntungan sesaat, Anda bisa mencoba bisnis mengikuti tren, namun Anda harus jeli melihat potensi pasar. Sedangkan untuk menjual produk tetap yang perlu Anda perhatikan hanya fokus pada produk Anda, dan mencari cara agar menarik pelanggan semakin banyak.

Cara Membuat Keputusan Bisnis Menggunakan Analisis SWOT

Cara Menggunakan Analisis SWOT Untuk Membuat Keputusan Bisnis
Salah satu alat penting bagi seorang pengusaha dalam menilai bisnisnya dan membuat keputusan adalah menggunakan teknik SWOT Analysis. SWOT adalah akronim dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan) dan Threats (Ancaman). Analisis SWOT sangat bermanfaat sebagai alat pembuat keputusan dalam rencana langkah berikutnya. Sebagai seorang pembuat keputusan harus memahami sasaran mana yang dapat diambil menurut hasil analisis SWOT. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa analisa ini pertama kali diperkenalkan oleh Albert Humphrey antara tahun 1960 – 1970 di Institut Penelitian Sanford (SRI). Meski begitu, Humphrey tidak pernah menyatakan bahwa ia pencipta model Analisis SWOT.

Cara membaca tabel Analisis SWOT

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa SWOT merupakan akronim dari Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats. Berikut ini penjelasan lengkap atas masing-masing bagian:
Analisis SWOT
  • Strength (kekuatan): Merupakan karakter bisnis yang memiliki nilai tambah dibanding lainnya.
  • Weaknesses (kelemahan): Karakter yang melemahkan bisnis dibanding pesaing.
  • Opportunities (kesempatan): Elemen dalam lingkungan dimana bisnis Anda bisa mendapatkan nilai lebih.
  • Threats (ancaman): Elemen dalam lingkungan yang dapat menyebabkan bisnis Anda terancam.

Untuk mempermudah Anda bisa menambahkan faktor internal dan eksternal dimana faktor internal merupakan penilaian yang dapat terjadi dalam lingkup bisnis dan faktor eksternal merupakan kemungkinan dari luar yang dapat mempengaruhi bisnis Anda.

Identifikasi masalah menggunakan Analisis SWOT

Untuk dapat menggunakan Analisis SWOT Anda hanya perlu mencatat poin-poin yang sesuai pada masing-masing kolom, atau gunakan pertanyaan berikut ini untuk membantu Anda mendapatkan poin-poin tersebut:

A. Strengths

  1. Apa kelebihan yang dimiliki bisnis Anda?
  2. Kelebihan apa yang Anda lakukan dibanding pesaing Anda?
  3. Bahan baku unik atau murah apa yang bisa Anda dapatkan dibanding pesaing?
  4. Kekuatan apa yang dilihat pelanggan Anda dari produk Anda?
  5. Faktor apa yang Anda harapkan untuk mendapatkan penjualan?
  6. Nilai keunikan (unique value proposition) apa dalam bisnis Anda?

B. Weaknesses

  1. Apa yang dapat Anda perbaiki?
  2. Apa yang harus Anda hindari?
  3. Kelemahan apa yang dilihat pasar dari produk Anda?
  4. Faktor apa yang menyebabkan Anda kehilangan penjualan?

C. Opportunities

  1. Kesempatan baik apa yang dapat Anda lihat?
  2. Tren menarik apa yang sedang Anda perhatikan?
  3. Perhatikan adanya perubahan dalam teknologi dan pasar dalam beberapa waktu ini
  4. Apakah ada perubahan peraturan pemerintah yang mempengaruhi bisnis Anda?
  5. Perubahan apa yang terjadi dalam masyarakat terkait gaya hidup, pergaulan, dsb.
  6. Apakah ada acara publik dilingkungan Anda?

D. Threats

  1. Halangan apa yang Anda hadapi?
  2. Apa yang dilakukan pesaing Anda?
  3. Apakah ada perubahan standart atau spesifikasi terkait pekerjaan, produk atau layanan?
  4. Apakah perubahan teknologi dapat mengancam bisnis Anda?
  5. Apakah Anda memiliki masalah hutang atau tanggungan?
  6. Apakah ancaman yang ada benar-benar membahayakan bisnis Anda?

Cara menggunakan Analisis SWOT untuk mengambil keputusan bisnis

Untuk mendapatkan ide-ide lebih banyak, sebaiknya Analisis SWOT dilakukan dalam suatu pertemuan dimana moderator menjelaskan terlebih dahulu mengenai sistem SWOT kemudian membagi kelompok dalam beberapa bagian kelompok kecil setelah itu menggabungkan seluruh kelompok untuk mempersatukan ide. Setelah poin-poin dalam SWOT terkumpul, saatnya memanfaatkan poin-poin tersebut untuk mendapatkan membuat analisa dan kesimpulan seperti dalam tabel berikut:
Analisa SWOT

  • Opportunity – Strength : Gunakan kekuatan untuk meningkatkan kesempatan
  • Opportunity – Weakness : Tutupi kelemahan dengan mengambil kesempatan
  • Threat – Strength : Gunakan kekuatan untuk menghindari ancaman
  • Threat – Weakness : Minimalkan kelemahan dan hindari ancaman

Dari tabel tersebut Anda dapat menyimpulkan apa yang sudah bisnis Anda lakukan untuk dipertahankan, serta kesempatan apa yang dapat Anda manfaatkan untuk pengembangan bisnis dan mengurangi ancaman.


Tanpa sasaran dan rencana meraihnya, Anda seperti kapal 
yang berlayar tanpa tujuan.” – Fitzhugh Dodson

5 Strategi Memenangkan Persaingan Bisnis Indonesia Secara Sportif

5 Strategi Memenangkan Persaingan Bisnis
Persaingan bisnis akan selalu ada, maka dibutuhkan Strategi jitu untuk menghadapi persaingan bisnis secara sportif. Dengan semakin bertambahnya populasi manusia, permintaan akan kebutuhan hidup akan terus meningkat diiringi oleh pengusaha-pengusaha baru dari generasi muda hingga pensiunan yang ingin terus berkarya untuk masyarakat. Tentu saja dengan hal itu akan membuat persaingan bisnis semakin ketat. Bahkan saat ini di berita banyak kita lihat perilaku anarkis, aksi boikot, maupun cara-cara kotor lainnya hanya untuk memenangkan sebuah persaingan bisnis.

Waktu akan terus berputar dan perubahan itu pasti terjadi. Inilah pemicu adanya tindakan negatif tersebut karena mereka terlena dengan apa yang mereka lakukan dari waktu ke waktu hingga mereka lupa bahwa suatu saat akan ada sebuah generasi yang akan memperbarui produk mereka. Sikap anarkis dan kesan negatif yang ditimbulkan hanya akan memperkuat pesaing dan menjatuhkan nilai moral usaha yang dibangun sehingga bisnis pelaku anarkis tersebut akan semakin jatuh.

Lalu bagaimana sebaiknya menyikapi persaingan bisnis? Untuk menghadapi persaingan bisnis sebaiknya mengambil langkah-langkah tepat dan bijaksana.

5 Strategi untuk memenangkan persaingan bisnis di Indonesia.

1. Jangan panik dan lihat peluang

Hal yang paling utama adalah berusaha untuk tetap tenang agar keputusan kita nantinya benar-benar sebuah langkah tepat, bukan dengan emosi bahkan melakukan tindakan melanggar hukum. Saatnya Anda membuka semua indera yang Anda miliki dan mencari sebuah celah untuk dapat Anda penuhi. Percayalah bahwa setiap pergerakan pasti akan menimbulkan sebuah celah dan itulah yang Anda cari. Anda dapat memanfaat beberapa fitur yang kini telah tersedia seperti Google My Business atau dengan membuat website agar orang-orang dapat menemukan bisnis Anda, dengan begitu Anda sudah satu tingkat di atas pesaing.

2. Berinovasi tidak mengenal batas

Setelah Anda menenemukan celah, saatnya Anda untuk berubah dengan membuat sebuah gebrakan baru. Anda dapat mengubah kebiasaan Anda saat ini atau menciptakan peluang baru untuk mendukung bisnis yang telah Anda jalankan. Sebuah inovasi tidak harus sesuatu yang belum pernah ada, tetapi Anda juga dapat berinovasi dengan meningkatkan pelayanan atau memberikan suatu suasana baru pada pelanggan tanpa menghilangkan ciri khas Anda. Ingat untuk selalui memperbarui produk yang Anda sajikan, karena perubahan akan selalu ada dan harus diiringi dengan inovasi.

3. Miliki nilai lebih dibanding pesaing

Satu-satunya yang dapat menjaga keberlangsungan bisnis Anda adalah kelebihan yang produk Anda miliki. Temukan target pasar yang tepat bagi bisnis Anda, perhatikan tingkat persaingan, tunjukan keunggulan produk Anda pada publik. Berikan kemudahan bagi pelanggan, setiap orang menyukai kemudahan dan keramahan. Pastikan pelanggan Anda merasa sangat puas dengan produk dan pelayanan Anda. Dengan begitu dapat dipastikan bahwa pelanggan Anda tidak akan pernah meninggalkan rekan-rekan i-Bisnis.

4. Berani mengambil keputusan

Memang berubah adalah sesuatu yang sulit, karena hal itu berarti Anda harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, aturan baru, kebiasaan baru. Namun perlu Anda ingat, untuk dapat bertahan hidup Anda dihadapkan pada dua pilihan, berubah atau tenggelam termakan waktu. Berani mengambil keputusan bukan berarti asal maju, tetapi Anda harus memikirkannya juga secara matang. Anda mungkin akan sedikit kerepotan dalam memulainya, akan selalu ada trial and error (mencoba dan gagal), namun dari keberanian Anda mencoba pengalaman baru akan semakin membuat Anda memahami kelemahan produk dan mengerti bagaimana mengatasinya.

5. Ambil kritik dan saran dari pelanggan

Pelanggan Adalah segala-galanya, jangan pernah kecewakan pelanggan Anda walau hanya sekali. Ketika Anda melakuan kesalahan, segera perbaiki dan tunjukan pada pelanggan Anda bahwa Anda bersedia berubah demi mereka. Tetaplah dekat dengan pelanggan Anda, selalu catat, dengarkan dan segera perbaiki apa yang menjadi keluhan pelanggan. Beberapa pelanggan mungkin akan mengatakannya langsung pada Anda, namun ada beberapa yang tidak dapat mengatakannya karena berusaha menjaga perasaan Anda, oleh sebab itu, coba sediakan sebuah kertas kecil dan kotak saran pada meja pelanggan agar mereka dapat menyampaikan keluhan mereka secara tidak langsung.

Mungkin Anda pernah mendengar istilah pertanyaan dalam bahasa inggris yang disebut “5 WH?” yaitu What (apa), Who (siapa), Where (dimana), When (kapan), Why (mengapa). Kelima pertanyaan tersebut akan membantu Anda mendapatkan gambaran tentang apa yang akan dicari pelanggan Anda. Namun i-Bisnis tambahkan sebuah pertanyaan yang tidak kalah penting yaitu “How (bagaimana)”. Selalu ikuti setiap pertanyaan tersebut dengan How untuk menemukan solusi yang tepat dari setiap pertanyaan.