Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

6/23/18

Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Biofloc

Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Biofloc

Budidaya ikan lele dengan sistem biofloc
Apa menariknya budidaya ikan lele dengan sistem biofloc? Ikan lele sudah sangat popular dikalangan masyarakat karena rasa dagingnya yang lembut dan gurih. Pengolahan ikan lele yang paling popular adalah dengan digoreng sebagai menu pecel lele. Dikenal sebagai salah satu ikan yang cukup tangguh pada berbagai kondisi membuat budidaya ikan lele cukup mudah dan minim resiko. Harga ikan lele pun cukup terjangkau dipasaran sehingga menarik untuk dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Tentunya hal ini memberi dampak positif bagi para peternak budidaya ikan lele. Dengan luasnya target pasar dan jumlah populasi manusia, maka permintaan produksi ikan lele pun semakin meningkat. Oleh sebab itu budidaya ikan lele akan tetap menggiurkan.

Tahun
Jumlah produksi ikan lele (/Ton)
2004
51.271
2005
69.386
2006
77.272
2007
91.735
2008
108.200

Sebelum beranjak pada teknik budidaya ikan lele dengan sistem biofloc, mari kita mengenal terlebih dahulu jenis-jenis ikan lele yang sering dibudidayakan dengan ekosistem habitatnya di alam. Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar dan seringnya ditemukan pada arus perairan tenang-sedang seperti sungai, sawah, waduk, rawa dan telaga. Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap.

Jenis ikan lele yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis lele dumbo dan lele sangkuriang:

  • Lele Dumbo

Ikan lele dumbo bisa dibedakan dengan lele lokal dari warnanya yang hitam kehijauan. Lele dumbo juga akan bereaksi ketika terkejut atau stres, kulitnya berubah menjadi bercak-bercak hitam atau putih dan kemudian akan berangsur-angsur kembali ke warna awal. Lele dumbo memiliki patil seperti lele lokal, namun patilnya tidak mengeluarkan racun. Lele dumbo juga cocok dipelihara di kolam tanah karena tidak mempunyai kebiasaan membuat lubang. Secara umum, lele dumbo bisa tumbuh lebih cepat, lebih besar dan lebih tahan terhadap penyakit dibanding lele lokal. Namun dari sisi rasa, daging lele dumbo lebih lebih lembek. Sebagian orang menganggap daging ikan lele lokal lebih enak rasanya dibanding lele dumbo.

  • Lele Sangkuriang

Ikan lele sangkuriang dihasilkan dari indukan betina lele dumbo generasi ke-2 atau F2 dan lele dumbo jantan F6. Induk betina merupakan koleksi BBPAT, keturunan F2 dari lele dumbo yang pertama kali didatangkan pada tahun 1985. Sedangkan indukan jantan merupakan keturunan F6 dari keturunan induk betina F2 itu. Penamaan Sangkuriang diambil dari cerita rakyat Jawa Barat tentang seorang anak yang bernama Sangkuriang yang mengawini ibunya sendiri. Sama seperti yang dilakukan BBPAT yang mengawinkan lele jantan F6 dengan induknya sendiri lele betina F2.

Dari hasil perkawinan ini ternyata didapatkan sifat-sifat unggul seperti kemampuan bertelur hingga 40.000-60.000 butir per sekali pemijahan. Jauh berbeda dengan kemampuan bertelur lele lokal yang berkisar 1.000-4.000 butir. Lele Sangkuriang juga lebih tahan terhadap penyakit, dapat dipelihara di air minim, dan kualitas daging yang lebih baik.

Hanya saja kelemahannya, peternak tidak bisa membenihkan lele Sangkuriang dari induk lele Sangkuriang. Apabila ikan lele Sangkuriang dibenihkan lagi, kualitasnya akan turun. Jadi pembenihan lele Sangkuriang harus dilakukan dengan persilangan balik.
(Sumber: https://alamtani.com/ikan-lele/)




Sistem BIOFLOC untuk budidaya ikan Lele

Biofloc merupakan gabungan dari kata “bios” (kehidupan) dan “flock” (gumpalan) adalah kumpulan dari berbagai organisme seperti bakteri, mikroalga, protozoa, ragi dan sebagainya, yang tergabung dalam gumpalan. Sehingga, sistem biofloc menggunakan pakan khusus atau sering disebut sebagai pakan herbal yang tidak hanya sebagai pakan tambahan, tetapi juga dapat membantu menciptakan bentuk ekosistem dalam kolam untuk menjaga kualitas air.

Keuntungan menggunakan sistem biofloc antara lain:

1. Kualitas air kolam terjaga

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa sistem biofloc akan membuat ekosistem dalam kolam lebih baik. Sistem ini sangat cocok digunakan untuk budidaya ikan lele karena secara biologis ikan lele memiliki usus yang lebih pendek sehingga lele mencerna makanan lebih cepat membuat lele cepat lapar dan membuang kotoran lebih sering dan berdampak pada air kolam yang cepat keruh dan membahayakan ikan lele. Dengan sistem bioflok Anda tidak perlu lagi membuat air bersirkulasi terus-menerus. Bahkan sistem biofloc melarang penggantian air yang terlalu sering agar kotoran ikan lele dapat diubah menjadi makanan tambahan.

2. Hemat pakan

Kandungan yang ada pada pakan sistem biofloc dapat membantu mengubah kotoran lele menjadi relik-relik yang dapat dimanfaatkan ikan lele sebagai makanan tambahan. Dengan adanya relik-relik yang dihasilkan oleh sistem bioflok pada kolam lele dapat membantu peternak untuk mengurangi jumlah pakan dan tentunya berdampak pada berkurangnya biaya pakan ikan lele yang tergolong rakus. Jumlah penghematan pakan ikan lele yang dihasilkan sistem biofloc bisa mencapai 25% dari jumlah pakan tanpa sistem biofloc.

3. Padat tebar tinggi

Meski secara penelitian kolam dengan sistem bioflok dapat menjaga sejumlah 3000 ekor ikan lele per m3 (tanpa sistem biofloc hanya mampu 700 ekor/ m3), namun sebagian peternak menjaga agar jumlah tersebut dikurangi. Hal itu dimaksudkan agar jumlah populasi ikan lele terjaga karena ikan lele termasuk hewan karnivora yang juga sering bertindak sebagai kanibal ketika merasa lapar.

4. Meningkatkan jumlah produksi

Dengan terjaganya ekosistem dalam kolam, maka ikan lele yang dapat dihasilkan juga lebih banyak, lebih sehat dan cepat tumbuh besar. Hal ini sangat menguntungkan bagi peternak karena biaya pakan yang sering dikeluhkan peternak  juga jauh berkurang.




Cara memulai budidaya ikan lele dengan sistem biofloc.

A. Membuat kolam lele

Secara umum, kolam lele dapat dibuat dalam 3 jenis yaitu kolam permanen dari beton, kolam tanah, dan kolam terpal. Kolam tanah kini lebih jarang digunakan karena perawatannya yang lebih rumit serta potensi penyakit yang ditimbulkan lebih besar. Bagi Anda yang baru ingin mencoba budidaya ikan lele dapat menggunakan kolam terpal atau kolam dari drum plastik bekas karena lebih murah biaya pembuatannya. Sedangkan jika Anda ingin lebih serius dapat menggunakan kolam permanen yang lebih awet untuk mengurangi biaya perawatan kolam jangka panjang.

Untuk menciptakan sistem biofloc dalam kolam lele dapat Anda lakukan sebagai berikut:

  1. Usahakan agar kolam lele dibuat pada lokasi yang terkena sinar matahari langsung.
  2. Pasangkan aerator
  3. Isi kolam dengan ketinggian air antara 80-100 cm
  4. Pada hari kedua masukan Probiotik sebanyak 5 ml/m3
  5. Hari ketiga tambahkan Molase sebanyak 250 ml/m3 lalu tambahkan Dolomite sebanyak 150-200 g/m3 di malam hari.
  6. Pastikan semuanya telah tercampur, Aerator akan membantu percampuran bahan-bahan tersebut.
  7. Sebelum mulai menebarkan benih, diamkan kolam selama 7 – 10 hari, pada hari berikutnya benih baru bisa ditebar.

B. Memilih dan menyebarkan benih

Sebelumnya kita telah mengenal jenis-jenis ikan lele yang cukup populer untuk di budidayakan. Masing-masing jenis memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Pastikan benih yang Anda peroleh sesuai dengan tujuan dan kondisi kolam Anda. Usahakan agar benih yang didapat berasal dari peternak yang memang khusus mengembangbiakan benih lele, karena perbedaan indukan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan lele tersebut. 

Ikan lele yang sehat untuk budidaya pembesaran dapat dilihat dari gerakannya yang lincah, warna yang seragam dan tidak ada luka. Setelah benih ditebar, jangan lupa untuk menambahkan prebiotik sebanyak 5 ml/m3 di hari berikutnya.

C. Pemberian pakan dan perawatan

Pemberian pakan merupakan hal yang sangat penting, pilih pakan yang berkualitas dengan ukuran sebesar mulut ikan lele. Pakan dapat diberikan setiap pagi hari sebanyak 80% dari daya kenyang ikan dengan dicampur probiotik. Setiap seminggu sekali, puasakan ikan lele atau jangan diberi pakan. Ketika pada kolam telah terbentuk floc, Anda dapat mengurangi jumlah pakan.

Perlakuan perawatan ikan lele berukuran kurang dari 12 cm dengan lele berukuran lebih besar dari ukuran tersebut perlu dibedakan sebagai berikut:
1. Untuk ikan lele ukuran kurang dar 12 cm. Tambahkan probiotik (5 ml/m3) + ragi tempe (1 sdm/m3) + ragi tape (2 butir/m3). Pada malam harinya tambahkan Dolomite (200-300 g/m3). Lakukan setiap 10 hari sekali.
2. Untuk ikan lele ukuran lebih dari 12 cm. Tambahkan probiotik (5 ml/m3) + ragi tempe (3 sdm/m3) + ragi tape (6-8 butir/m3). Pada malam harinya tambahkan Dolomite (200-300 g/m3). Lakukan setiap 10 hari sekali.

*Catatan: Hindari pemberian pakan berupa organisme / daging (daging ayam, jeroan, dsb.) karena hal tersebut dapat memicu lele untuk memiliki insting kanibal.

D. Cara panen

Pada dasarnya tidak ada cara khusus dalam melakukan panen budidaya ikan lele. Hanya saja sering ditemukan dalam pertumbuhan ikan lele ada yang tumbuh lebih cepat atau cukup lambat dibanding kawnannya. Oleh sebab itu i-bisnis menyarankan agar dibuatkan kolam cadangan untuk menampung lele yang tumbuh lebih besar agar tidak memangsa lele-lele yang lebih kecil. Masa panen ikan lele cukup beragam tergantung pada perawatan, ukuran benih dan jenis ikan lele tersebut. Namun umumnya ikan lele dapat dipanen dalam waktu 3-4 bulan.

Tertarik untuk mencoba bisnis budidaya ikan lele dengan sistem biofloc ini?

4/21/17

Cara Ternak Kambing Etawa Dan Jenis Lainnya Secara Modern

Cara Ternak Kambing Etawa Dan Jenis Lainnya Secara Modern

Cara Usaha Ternak Kambing Modern Tanpa Ngarit
Cara ternak kambing Etawa atau Jenis kambing lainnya dengan metode modern merupakan salah satu pilihan bisnis yang masih menjadi favorit masyarakat Indonesia. Setelah beberapa artikel lalu kita membahan tentang bisnis budidaya media air seperti Lobster dan ikan Bawal, Saat ini i-Bisnis Akan mengajak Anda mempelajari mengenai cara usaha ternak kambing Etawa dan Kacang. Perawatan yang cukup mudah, jarang terkena penyakit, cepat tumbuh besar, dan daging kambing dengan banyak peminat membuat harga kambing cukup stabil, bahkan berpotensi meningkat drastis saat ada momen adat dan keagamaan seperti Qurban dan banyak masyarakat Jawa mencari jenis kambing Aqiqah. Dibandingkan dengan beternak sapi, usaha ternak kambing dinilai lebih ekonomis dan memiliki resiko lebih kecil.

4/02/17

Langkah Mudah Bisnis Budidaya Ikan Bawal Cepat Panen

Langkah Mudah Bisnis Budidaya Ikan Bawal Cepat Panen

Bisnis Budidaya Ikan Bawal Cepat Panen
Jika kita perhatikan, cukup banyak sekali rumah makan mulai dari warung hingga restoran penyedia menu hidangan olahan ikan Bawal. Memang untuk ikan ini cukup banyak peminatnya karena rasa dagingnya memiliki tekstur lembut dan gurih. Ikan bawal atau dalam nama latin disebut Pomfred ini memiliki banyak jenis dan salah satu jenisnya yang disebut Brama bahkan dapat tumbuh hingga ukuran 1 m.

Dalam bisnis budidaya ikan Bawal di Indonesia memiliki potensi pasar sangat luas dengan permintaan yang juga cukup tinggi. Selain itu, usia panen ikan Bawal pun cukup singkat dibanding jenis ikan lainnya, serta pemeliharaannya cukup mudah karena ikan bawal termasuk jenis ikan yang mudah beradaptasi pada lingkungannya. Hal ini juga mempermudah peternak ikan bawal dalam menyediakan lahan budidaya.

Dalam beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ikan bawal yang dikembangbiakan dalam kolam mengalir akan lebih cepat tumbuh, namun bukan berarti ikan bawal tidak dapat berkembang pada kolam diam. Hanya saja jika Anda menggunakan kolam statis, cukup perhatikan jumlah ikan dalam luas per meter persegi.

Jika untuk kolam yang mengalir, memiliki perbandingan 10:1, yaitu 10 populasi ikan bawal dalam satu meter persegi. Sedang untuk kolam statis secara ideal hanya dapat menampung 8 ekor ikan bawal per meter kubik dengan tujuan, agar ikan bawal mendapat suply udara yang cukup. Untuk mengoptimalkan penggunaan kolam statis, kami sarankan agar menambahkan pompa udara.

Persiapan dalam usaha budidaya ikan Bawal:

1. Design Kolam Ikan

Jika Anda menggunakan kolam tanah, maka sebelum memulai budidaya ikan bawal, sebaiknya tanah pada kolam Anda keringkan dahulu dan sebarkan kapur dolomit sebanyak 25 kg/ 100 m2, hal ini bertujuan, untuk membunuh jamur dan bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan Bawal. Setelah tanah kering gemburkan kembali dan dapat Anda tambahkan pupuk kandang sebanyak 25 - 50 kg / 100 m2 serta pupuk TSP sebanyak 3 kg / 100 m2 lalu tambahkan air setinggi 2 - 3 cm dan biarkan terlebih dahulu selama 3 hari. Setelah itu tambahkan air kolam hingga 40 - 60 cm secara berangsur-angsur hingga ketinggian 80 - 120 cm. Tunggu hingga warna air kehijauan sebelum Anda masukan bibit ikan, biasanya selama 7 - 10 hari.

2. Pemberian Bibit Ikan Bawal

Dalam memilih benih ikan bawal diharapkan memilih benih dari penyedia yang telah terpercaya agar ikan bawal Anda nantinya dapat tumbuh dengan optimal dan sehat. Dalam menyebar benih ikan bawal perlu dilakukan sedikit penyesuaian agar benih ikan bawal tersebut tidak stress. Untuk penyesuaiannya adalah dengan memasukan bibit ikan yang masih dalam plastik ke dalam kolam dan tunggu hingga terlihat ada embun pada plastik, hal itu sebagai penanda bahwa suhu air dalam plastik telah seimbang dengan suhu kolam. Setelah itu buka plastik dan sukan air kolam secara sedikit demi sedikit ke dalam plastik lalu keluarkan bibit ikan ke dalam kolam secara perlahan-lahan.

3. Pakan

Ikan bawal merupakan binatang omnivora, namun saat masih muda mereka lebih dominan menjadi karnivora, sehingga dalam pemberian pakan dapat kita kombinasikan antara makanan organik dan makanan buatan / pelet (781-2 SP atau pf.1000-2). Untuk makanan organik dapat menggunakan daun singkong atau daun talas dan cukup anda sebarkan ke kolam bersamaan dengan pemberian pelet. Pakan diberikan 2x dalam sehari saat pagi dan sore, berikan pakan dengan perkiraan 3% - 5% berat keseluruhan ikan sehingga penggunaan pakan akan berangsur-angsur bertambah sesuai pertumbuhan ikan. Berikan pakan sedikit lebih banyak saat sore, karena periode pemberian makan hingga pagi hari akan berjeda lebih panjang.


Untuk perawatan berikutnya tidak ada perlakuan khusus, hanya perlu diperhatikan pertumbuhan ikan dengan luas kolam agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Anda juga bisa mencoba sistem Biofloc seperti yang dilakukan pada budidaya ikan lele dengan sistem biofloc.

Analisa Biaya dan Keuntungan Usaha Budidaya Ikan Bawal

Biaya awal mungkin akan sedikit lebih mahal untuk pembuatan kolam dan pemupukan tergantung pada seberapa luas lahan yang akan digunakan. Kita akan mencoba membuat simulasi perhitungan biaya budidaya Ikan bawal dengan luas kolam sekitar 10 x 10 x 2 m (200 m3). Dengan kepadatan populasi antara 10 ekor/m3 maka kolam dapat diisi dengan bibit sebanyak 2.000 ekor.

Jika menggunakan bibit berusia 4 bulan atau berukuran 4-5 cm (harga @ Rp. 250,-/ekor) Anda hanya memerlukan waktu 2 bulan hingga dapat dilakuan panen. Maka rincian biayanya sbb:
1. Bibit 2.000 ekor x Rp. 250,- = Rp. 500.000,-
2. Pakan Rp 5.000/kg x 540 kg/bulan = Rp. 2.700.000,- ; hingga masa panen 2 bulan total biaya pakan sebanyak Rp. 5.400.000,-.

Harga jual ikan bawal dipasaran sekitar Rp. 12.000,- / ekor, dengan panen sebanyak 2.000 ekor, anda dapat menghasilkan Rp. 24 Jt. Dikurangi biaya pakan & bibit sebesar Rp. 5.900.000,-, Anda mendapat keuntungan bersih sebesar Rp. 18.100.000,- hanya dalam 2 bulan. Tentu saja jika rekan i-Bisnis dapat menekan biaya pakan menggunakan sisa sayur-sayuran atau sisa daging cincang, akan mendapatkan untung yang lebih besar.

Selain budidaya ikan bawal, Anda juga dapat melihat keuntungan budidaya Lobster air tawar.




3/15/17

Cara Budidaya Lobster Air Tawar Rumahan

Cara Budidaya Lobster Air Tawar Rumahan

Bisnis budidaya Lobster memang cukup menjanjikan. Lobster sangat terkenal sebagai menu restoran yang cukup mahal. Namun, tahukah kalian bahwa pada awalnya, Lobster atau sering juga disebut sebagai Crayfish ini merupakan makanan masyarakat miskin di daerah Maine (Masshacushetts) abad 19. Saat itu Lobster merupakan makanan bagi narapidana untuk menggangu selera makan mereka. Pada abad ke 20 lah Lobster pertama kali dikalengkan untuk konsumsi umum.

Cara budidaya Lobster Air Tawar (LAT) terbilang cukup cepat dan relatif gampang, jika dibandingkan dengan udang windu atau udang galah yang sedikit lebih rumit. Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan, Lobster juga cukup terkenal sebagai salah satu ikan hias dalam aquarium dengan harga jual yang tidak kalah mahalnya. Namun kali ini kita akan lebih fokuskan pada budidaya Lobster Air Tawar sebagai makanan Restoran.

Jenis-jenis Lobster Air Tawar untuk konsumsi yang banyak dibudidayakan antara lain:

1. Red Claw (Cherax Quadricarinatus)

Red Claw awalnya dibudidayakan secara komersil di daerah Queensland dengan berat panen yang dihasilkan kisaran 35 - 130 gr. Lobster jenis ini banyak dicari karena dagingnya memiliki tekstur yang halus. Red Claw juga terbilang mudah untuk dibudidayakan karena lobster jenis ini tidak agresif sehingga dapat dibudidayakan berkelompok. Usia panen Red Claw pun relatif singkat dalam usia 6 hingga 12 bulan dalam kondisi budidaya yang optimal.

2. Common Yabby (Cherax Destructor)

Yabby merupakan jenis yang paling mudah dijumpai di Australia. Cherax Destructor mampu beradaptasi dalam lingkungan danau hingga pegunungan yang dingin. Menurut temuan arkeologi setempat, Yabby sudah mulai dikonsumsi oleh masyarakat asli Australia (Aborigin) sejak 28.000 tahun lalu. Dihabitat aslinya, ketika musim kering datang, mereka akan membuat lubang untuk berlindung hingga kedalaman 5 m. Sedang saat musim penghujan, mereka akan keluar untuk mencari makan dan perkawinan serta bermigrasi.

3. Red Swamp Crayfish (Procambarus Clarkii)

Lobster jenis ini banyak ditemukan di wilayah air tawar yang hangat seperti aliran sungai yang lambat, rawa-rawa, sawah, sistem irigasi dan waduk. Lobster jenis ini dikenal cukup tahan terhadap lingkungan dengan air musiman, bahkan dapat bertahan dari kekeringan hingga 4 bulan. Red Swamp Crayfish ini juga tumbuh lebih cepat dengan berat mencapai 50 g dalam ukuran panjang 5,5 - 12 cm. Umur rata-rata lobster ini sekitar 5 tahun, dengan kemampuannya untuk bertahan dari kadar oksigen relatif rendah, ia juga mampu mentolelir sedikit kandungan garam. Namun dalam pembudidayaan Lobster jenis Procambarus Clarkii ini harus terpisah-pisah, karena mereka terkenal cukup ganas.

Setiap jenis lobster memiliki keunggulan dan kebisaan dalam habitatnya masing-masing. Dengan mengenal jenisnya, Diharapkan mempermudah Anda untuk mengenali model budidaya yang tepat untuk jenisnya. 


Lingkungan Budidaya Lobster dibuat dengan perlakuan mirip habitatnya di alam dengan karakter sebagai berikut:

A. Lingkungan Alami Lobster Air Tawar

Secara alami, Lobster Air Tawar hidup di daerah rawa-rawa, danau, atau sungai dengan ciri-ciri dasar yang terdiri dari campuran lumpur, pasir dan batuan juga memiliki tepi yang relatif dangkal. Selain itu, diperlukan juga tumbuhan air atau pohon daratan yang memiliki akar terendam dalam air. Media-media tersebut dibutuhkan untuk memberikan kadar oksigen dalam air dengan kadar oksigen terbaiknya sekitar 4 ppm. Sedang untuk temperatur lingkungannya sendiri, Lobster dapat bertahan pada suhu hampir mendekati batas beku hingga 35 derajat celsius. Namun agar lebih optimal agar dapat dijaga pada suhu antara 25 - 29 derajat celcius.

B. Makanan Lobster Air Tawar

Lobster merupakan makhluk Omnivora yang berarti mereka dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan. Dalam habitat asalnya, Lobster akan aktif dimalam hari untuk mencari makanan berupa umbi-umbian, biji-bijian, bangkai hewan, atau bahkan kanibalisme dengan memangsa sebangsa udang. Makanan yang dapat kita berikan dalam budidaya dapat berupa potongan udang dengan campuran pelet sebanyak 2x dalam sehari.

C. Reproduksi Lobster Air Tawar

Tentu saja ketika Anda ingin mengembangbiakan lobster, Anda perlu mengetahui kebiasaan reproduksi lobster. Seacra umum, jenis kelamin Lobster dapat dibedakan setelah berusia 2 bulan atau saat mencapai panjang rata-rata 5 - 7 cm. Untuk menghasilkan telur yang lebih banyak dan anakan (juvenile) dengan kualitas baik harus berumur 6 - 7 bulan yang belum pernah mengalami reproduksi dan juga memiliki panjang lebih dari 20 cm karena panjang tubuh ini akan sangat mempengaruhi jumlah telur yang akan dihasilkan.
Secara alami, Lobster akan mencari pasangannya sendiri hingga lobster betina bertelur. Karena lobster juga termasuk hewan kanibal, maka disarankan agar memberi makanan lebih banyak pada indukan pada siang hari (25%) dan pada malam hari lebih banyak (75%).

D. Molting / Pergantian Kulit Pada Lobster

Lobster juga melakukan pergantian kulit dalam beberapa periode, tanda-tanda yang dapat dikenali ketika lobster sedang atau akan mengalami molting dapat dilihat pada aktifitasnya yang lebih banyak berdiam diri di dasar kolam, dan kulit-kulitnya terlihat melonggar. Pada saat ini, lobster akan sedikit melemah dan berpotensi besar menjadi santapan rekan-rekannya, oleh sebab itu pada saat proses ini perlu Anda berikan perhatian lebih atau memisahkannya dari kelompok.


Metode pengembangbiakan Lobster dibagi dalam 2 model:

1. Budidaya Lobster Air Tawar Menggunakan Akuarium

Sebenarnya akuarium lebih cocok sebagai media pembenihan dari pada media pembesaran karena ukurannya yang terbatas. Keunggulan menggunakan akuarium yaitu Anda dapat melihat perkembangan lobster dengan lebih baik termasuk saat mereka melakukan molting atau saat bertelur. Beberapa aksesori yang dibutuhkan antara lain yaitu Aerator atau pompa udara, Shelter sebagai tempat berlindung lobster (dapat berupa batu bata, tatakan telur atau paranet), Pipa paralon (PVC), serta beberapa tanaman Air.

2. Budidaya Lobster Air Tawar Dalam Tambak atau Kolam

Dengan kondisi lingkungan yang disesuaikan seperti yang I-Bisnis sebutkan sebelumnya tentang habitat alami Lobster Air Tawar dan mengenali resiko-resiko kanibal oleh kebiasaan Lobster, maka Tambak atau kolam akan lebih cocok digunakan sebagai media dalam pembesaran lobster hingga masa panen.

Simak Video berikut untuk pemahaman lebih lanjut:


Berapa Harga Lobster Air Tawar dan Keuntungan Dari Usaha Budidaya Lobster?

Pada tahun 2015, harga Lobster Air Tawar berukuran 100 gr dihargai sekitar Rp. 150.000,- / kg. Rata-rata peternak Lobster melakukan panen setiap 6 bulan sekali. Dari beberapa pengalaman peternak Lobster, dengan kolam 1 hektar dapat menghasilkan Lobster sebanyak 1.600 kg. Jika kita hitung dengan harga perkilogramnya Rp. 150.000,-, maka setiap panen akan menghasilkan 240 Jt. atau per bulannya dapat dihasilkan 40 Jt.

Untuk tata cara pengembangbiakan secara lebih detail dapat Anda temukan dalam situs-situs spesialis budidaya lobster atau dapat langsung berkunjung ke para peternak Lobster. Memang dalam budidaya lobster cukup banyak yang harus dicermati namun ketika Anda benar-benar menjalankan bisnis ini dan semakin terbiasa dengan perilaku alami lobster, maka Anda akan semakin produktif dan merasa segalanya lebih mudah dari yang Anda perkirakan sebelumnya. Selain budidaya lobster, Anda juga dapat mencoba budidaya ikan Lele atau budidaya ikan bawal. Semoga dapat menginspirasi sobat i-Bisnis.


Ada dua aturan untuk menjadi sukses. Pertama, cari tahu hal yang ingin Anda lakukan. Kedua, lakukan hal tersebut.” – Mario Cuomo