Tampilkan postingan dengan label Strategi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi Bisnis. Tampilkan semua postingan

4/22/18

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk
Sebelum kita mencari strategi dan cara yang tepat untuk menentukan harga jual produk, mari kita ketahui dahulu pengertian harga jual produk. Secara definisi pengertian harga jual produk adalah nilai intrinsik produk yang kita tawarkan kepada calon pembeli. Harga yang rendah tidak selalu lebih menarik pembeli dan harga yang tinggi pun tidak serta merta menunjukan gengsi produk yang kita jual. Meski begitu, harga jual produk juga dapat mempengaruhi psikologi calon pembeli. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk yang sama jauh dibawah harga pasaran, maka pembeli akan merasa curiga dan akan menganggap sebagai penipuan, sedangkan harga terlampau tinggi juga dapat mengecewakan pembeli jika tidak diiringi dengan kualitas dan manfaat yang sesuai. Jadi menentukan harga jual produk bukan perkara yang sepele, dan tidak dapat dilakukan asal-asalan.

Jika Anda pernah menonton film “Jobs”, ada sebuah adegan dimana para manajemen Apple ingin menurunkan harga jual iPhone sedangkan Steve Jobs sebagai CEO menolaknya. Pada cerita tersebut akhirnya Steve diberhentikan sebagai CEO dan Apple Inc. membuat keputusan mengikuti pilihan manajemen dengan menurunkan harga jual iPhone, lalu apa yang terjadi? Justru saat itulah Apple Inc. terancam jatuh pada kebangkrutan. Apa yang salah dari strategi tersebut?

Secara umum, strategi penentuan target keuntungan penjualan produk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan margin (keuntungan bersih) atau dengan meningkatkan jumlah penjualan. Bahkan dengan pemilihan harga yang tepat Anda bisa mendapatkan margin yang tinggi disertai jumlah penjualan secara maksimal.



Strategi dan cara menentukan harga jual produk.

Sebelum menentukan harga jual produk, Anda perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga jual produk berikut ini:

1. Ketahui biaya produksi

Keuntungan bisa Anda dapat jika HARGA JUAL lebih besar daripada BIAYA yang dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Sebagian besar biaya terjadi ketika dalam masa produksi. Pertama Anda harus memahami bagaimana operasional usaha Anda bekerja. Apakah Anda memproduksi produk sendiri, mengolah ulang produk, atau hanya sebagai reseller? Biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menghasilkan produk dihitung dari:
  • Bahan baku dan bahan penunjang produk
  • Proses pengolahan produk
  • Gaji dan fasilitas karyawan
  • Administrasi (Biaya sewa, biaya ATK, pajak, listrik, dsb.)
  • Biaya penelitian pengembangan produk


2. Jangan lupa biaya distribusi

Sebagian besar pengusaha melupakan faktor distribusi yang akhirnya mengurangi keuntungan atau bahkan dapat mengakibatkan kerugian. Biaya distribusi perlu Anda perhitungkan berdasarkan biaya IN atau biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan produksi dan juga biaya OUT yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan produk ke pelanggan atau distributor. Biasanya untuk mengurangi biaya distribusi ini yaitu dengan melakukan pengiriman skala besar. Tapi bagaimana dengan penjual retail (eceran)? Karena biaya distribusi ke pelanggan secara langsung tidak dapat diprediksi secara pasti, biasanya penjual akan membebankan biaya pengiriman kepada pembeli seperti yang sering Anda temukan pada toko-toko online atau dapat juga dengan menentukan skala geografis target pasar.

Sebagai contoh: Anda akan memberi ongkos kirim secara gratis bagi pembeli dalam kota dan menetapkan ongkos kirim bagi pembeli dari luar kota dalam satu pulau, dan menambahkan ongkos kirim lebih besar lagi untuk pembeli dari luar pulau, dst.

3. Ketahui target pasar

Disinilah pentingnya kita dapat menentukan harga produk dan margin. Anda harus tahu siapa pembeli yang Anda bidik, dimana Anda ingin menjual produk, kapan Anda perlu meningkatkan harga atau memberi diskon. Tidak mungkin kita menjual segelas kopi seharga ratusan ribu dikantin sekolahan, tapi Anda bisa menjual segelas kopi seharga ratusan ribu jika Anda menjualnya di Mall atau Cafe.

Dilain sisi, dengan mengetahui target distribusi bisa menjadi keuntungan tersendiri. Sebagai contoh, jika Anda satu-satunya pemilik usaha 3D Printing dikota Anda. Sedangkan pesaing terdekat Anda berada dilular kota yang kira-kira membutuhkan biaya pengiriman per kilogram sebesar Rp. 60.000,- dengan biaya 3D printing Rp. 300.000,-/kg. Maka dengan memanfaatkan kelemahan biaya distribusi yang besar tersebut, Anda bisa menjual jasa 3D Printing dengan target pasar dalam kota pada harga Rp. 330.000,-/kg. Sebagai pembeli tentu akan lebih memilih jasa Anda meski harga per kilogram lebih mahal, namun lebih hemat secara biaya pengiriman atau bahkan tanpa biaya kirim.



4. Kenali posisi merek Anda

Nama suatu merek cukup memegang peranan penting dalam menentukan harga. Jangan sekali-kali Anda mencoba menawarkan produk dengan harga terlampau tinggi sementara merek Anda belum dikenali masyarakat apalagi dengan tingkat persaingan produk yang cukup tinggi. Jika tetap Anda lakukan maka bisa jadi produk Anda tidak akan dilirik oleh calon pembeli atau pembeli produk Anda akan merasa kecewa karena tidak merasakan kelebihan pada produk Anda yang terlampau mahal dan pada akhirnya hanya akan merusak citra dari merek yang sedang Anda bangun.

Anda pasti mengenal merek NIKE dan ADIDAS yang harga jual produknya kini cukup fantastis. Pada mulanya merek tersebut juga menjual produknya dengan harga standar hingga akhirnya merek mereka diakui kualitasnya dan memperoleh gengsi tinggi pada merek tersebut. Kini orang bahkan rela mengeluarkan uang berjuta-juta untuk membeli produk mereka hanya karena gengsi merek yang diikuti kualitas.

5. Persaingan produk

Seperti pada contoh item nomor tiga, jumlah persaingan dapat mempengaruhi strategi dalam cara menentukan harga jual produk. Jika Anda ingin menarik minat pembeli, Anda bisa sedikit menurunkan harga jual produk, namun jangan berlebihan agar tidak merusak kepercayaan calon pembeli. Di lain sisi, Anda juga dapat sedikit menaikan harga jual produk untuk memperoleh kepercayaan calon pembeli terkait kualitas produk. Untuk hal ini Anda perlu mengamati perilaku pembeli dan perlu sedikit melakukan eksperimen harga jual produk.

6. Menentukan margin

Strategi dan dan cara menentukan harga jual produk berikutnya adalah dengan mentukan margin. Margin merupakan persentase keuntungan bersih yang ingin Anda dapatkan dari setiap penjualan. Penentuan margin ini bersifat bebas namun Anda perlu meninjau kembali ke-lima faktor diatas apakah margin yang ditetapkan akan dapat memenuhi kebutuhan produksi dan menyisakan keuntungan bersih, atau malah terlampau mahal sehingga produk Anda tidak laku dijual. Pada umumnya para pengusaha menggunakan margin penjualan produk antara 10-20% dari biaya yang dikeluarkan. Namun jika Anda memiliki kelebihan pada produk yang Anda miliki, Anda bisa menjual produk dengan margin tak terbatas.



Tips cara meningkatkan harga jual produk

Setelah Anda memahami apa saja yang mempengaruhi harga jual produk, mari kita coba memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan harga jual produk dengan cara berikut ini:

1. Tingkatkan kualitas

Sebagai calon pembeli, tentu kita ingin bisa mendapatkan produk dengan kualitas terbaik pada rentang harga yang ditentukan. Untuk memaksimalkan ini, alangkah baiknya jika kita dapat meningkatkan dan menjaga kulitas produk yang akan dijual. Meningkatkan kualitas dapat dicapai dengan memodifikasi produk, mengamankan produk, atau dengan meningkatkan pelayanan. Percayalah bahwa dengan memberikan kualitas terbaik, maka lebih berkemungkinan untuk menarik pembeli agar kembali membeli produk yang Anda jual. Saat kita telah memperoleh kepercayaan dan loyalitas pembeli, maka mereka tidak akan mengeluhkan harga produk meski telah kita naikan.

2. Perhatikan kemasan produk

Kemasan cukup banyak mempengaruhi jumlah penjualan dan harga jual produk, hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan ketertarikan calon pembeli pada kesan pertama saat melihat produk yang kita jual. Pengaruh kemasan sering kita temukan ketika kita berada pada sebuah swalayan dimana mereka menempatkan berbagai merek dengan produk yang sama dalam satu rak. Perhatikan bagaimana jenis produk yang sama bisa memiliki harga jual yang berbeda-beda. Bahkan banyak orang tak segan memilih sebuah produk yang lebih mahal karena mereka tertarik dengan kemasan produk tersebut. Pahami bagaimana sifat-sifat kemasan dapat mempengaruhi sebuah produk.

Ilustrasi persaingan produk
Ilustrasi persaingan produk

3. Memiliki ciri khas

Ciri khas merupakan hal yang cukup penting agar produk kita memiliki kesan, mudah dideskripsikan sehingga dapat diingat dengan mudah oleh pelanggan. Pengaruh ciri khas dalam strategi dan cara menentukan harga jual produk lebih pada faktor pengenalan merek. Jika merek Anda sudah cukup terkenal tentunya jumlah permintaan produk dan harga jual produk juga dapat Anda tingkatkan. Ciri khas produk bisa Anda ciptakan melalui Logo, bentuk kemasan / produk, cita rasa, slogan, dsb. Sebagai contoh, produk apa yang Anda ingat ketika melihat buah apel? Tentu Anda akan mengingat iPhone, iPad, produk-produk oleh Apple Inc. Apa yang Anda ingat ketika melihat tanda centang? Tentu produk dari merek NIKE. Sekarang coba Anda cari apa yang paling mudah diingat mengenai produk Anda? Tidak ada? Lalu ciptakan ciri khas produk Anda.



4. Menambahkan bonus

Benarkah bonus yang kita dapat dari sebuah produk benar-benar gratis? Tidak. Bonus merupakan sebuah strategi marketing untuk meningkatkan penjualan. Biaya bonus biasanya telah dimasukan pada perhitungan biaya produksi sehingga ketika kita membeli sebuah produk yang memiliki bonus, secara tidak langsung, kita juga membeli bonus tersebut. Bentuk bonus tidak harus dengan berupa produk, tapi dapat juga menggunakan voucher, lotre, atau bahkan sebuah buku panduan juga dapat dikatakan sebagai bonus.

Untuk menetapkan bentuk bonus yang tepat, usahakan agar bersifat relevan terhadap produk yang dijual. Sebagai contoh, bonus piring pada produk sabun colek, ketika pelanggan memiliki lebih banyak piring maka mereka juga akan membutuhkan lebih banyak sabun untuk mencucinya. Bagaimana dengan bonus gantungan kunci pada produk tas? Bonus tersebut sesungguhnya dimaksudkan untuk memperkenalkan merek pada masyarakat.

5. Meningkatkan pelayanan

Tidak jarang orang memilih membeli barang yang lebih mahal hanya karena pelayanan yang lebih baik. Sebagai contoh produk kopi, sebagian orang memilih menikmati kopi di Cafe, mall atau tempat yang strategis karena pelayanan yang lebih terjamin dibanding kopi menikmati kopi di tempat pinggir jalan meskipun harga kopi tersebut lebih mahal. Contoh lainnya, ketika orang-orang lebih memilih membeli handphone Samsung dibanding merek lain yang lebih murah karena Samsung menawarkan pelayanan purna jual yang lebih baik. Jadi dengan meningkatkan pelayanan juga dapat membantu dalam meningkatkan harga jual produk.

6. Gunakan keterangan lengkap

Di era global seperti ini, 80% calon pembeli akan melakukan survei terhadap beberapa produk sebelum mereka memutuskan untuk membeli salah satu produk tersebut dan sebagian besar merasa ragu ketika mereka tidak dapat menemukan deskripsi produk secara lengkap. Deskripsikan keunggulan dan spesifikasi produk Anda secara lengkap agar calon pembeli memahami manfaat-manfaat yang bisa mereka dapatkan sehingga calon pembeli merasa puas dengan produk yang telah Anda tawarkan.


Kini Anda sudah memiliki bekal tentang bagaimana strategi dan cara yang tepat untuk menentukan dan meningkatkan harga jual produk. Gunakan faktor-faktor diatas agar produk Anda dapat bersaing dengan baik meskipun terjadi perang harga pada jenis produk yang sama. Selamat berbisnis!

Banyak orang gagal dalam kehidupan, bukan karena kurangnya kemampuan, pengetahuan, atau keberanian, namun hanya karena mereka tidak pernah mengatur energinya pada sasaran.” – Elbert Hubbard

3/11/18

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Cara Menghadapi Revolusi Industri ke Empat
Pengertian dari istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19. Revolusi Industri adalah masa peralihan proses industri dengan pesat secara besar-besaran hingga memberikan dampak perubahan pada perekonomian dan kehidupan sosial. Perkembangan industri dari masa ke masa terus berubah, semakin banyak inovasi-inovasi baru bermunculan untuk mempermudah segala aspek dalam kehidupan. Beberapa perubahan diantaranya yaitu adanya perubahan standar hidup masyarakat. Saat ini kita akan segera menghadapi bentuk Revolusi Industri ke empat. Apa yang akan terjadi dalam Revolusi Industri ke empat? Bagaimana dampaknya pada kehidupan?  Apa saja yang bisa menjadi peluang bisnis baru pada masa Revolusi Industri ke-4 nantinya? Sebelum itu mari kita melihat bagaimana Revolusi Industri terjadi dari masa ke masa.

Revolusi Industri 1 : Mesin menggantikan tenaga manusia

Revolusi Industri pertama kali terjadi sekitar tahun 1760 atau beberapa menyatakan terjadi pada tahun 1820 – 1840. Pada saat itu industri textil merupakan industri yang paling besar peminatnya yang ditandai dari semakin meningkatnya permintaan kain yang memaksa industri untuk berinovasi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Dimulai dari ditemukannya mesin pintal pertama oleh John Kay pada tahun 1733 hingga penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 membuat perubahan pada sektor ketenagakerjaan dimana mesin-mesin mulai mengalihkan peran manusia dalam mencapai target industri dan mempertahankan standar produk. Tentunya hal ini memacu konflik akibat kesenjangan sosial yang terlihat dimana para pemilik industri semakin diuntungkan dengan penggunaan mesin-mesin, sedangkan para pekerja mulai ditinggalkan secara perlahan.

Mesin Pintal Revolusi Industri 1
Mesin Pintal pada Revolusi Industri 1

Revolusi Industri 2 : Penggunaan bahan kimia, listrik dan teknologi informasi.

Inovasi pun berkelanjutan hingga hampir tidak dapat dipastikan kapan Revolusi Industri ke dua terjadi. Namun para ahli memperkirakan terjadinya revolusi industri ke dua sekitar tahun 1850 ketika ditemukannya mesin pembakaran dalam, pembangkit tenaga listrik, serta perkembangan bentuk pengolahan bahan mentah sehingga muncul mesin-mesin baru yang lebih canggih. Ditemukannya kapal uap dan penggunaan rel kereta api merupakan inovasi terbaik saat itu. Dengan perkembangan transportasi membuat penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat sehingga terlahir banyak penemu-penemu baru seperti Samuel Morse (penemu telegraf tahun 1832), Alexander Graham Bell (penemu pesawat telepon tahun 1872) dan Wright bersaudara (penemu pesawat terbang tahun 1903).

Revolusi Industri 3 : Merambah ke dunia digital

Personal komputer dan internet merupakan kunci pembuka untuk memasuki Revolusi Industri ke tiga. Generasi yang melalui milenium ke dua (tahun 2000) merupakan saksi terjadinya Revolusi Industri ke tiga. Seperti yang saat ini kita saksikan bagaimana perangkat-perangkat terbaru dibuat semakin ringan dengan dibantu akses informasi melalui internet yang semakin cepat dan global memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sistem pengukuran yang semakin akurat dengan bantuan komputer hingga skala nano, perkembangan kecerdasan komputer yang semakin membaik, serta penjelajahan manusia hingga keluar angkasa akan menjadi bekal untuk mencapai revolusi industri berikutnya.

Revolusi Industri 4 : Otomatisasi dan Rekayasa Genetika

Klaus Schwab, seorang eksekutif dan penemu dari World Economic Forum menyebutkan dalam bukunya berjudul The Fourth Industrial Revolution bahwa Revolusi Industri ke empat akan segera terjadi dengan ditandai kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Seperti yang banyak kita baca dalam berita-berita teknologi bahwa saat ini telah banyak industri teknologi dan informatika seperti Google dan Tesla yang berlomba menciptakan Artificial Inteligen (kecerdasan buatan) untuk membuat mesin agar dapat berfikir dan membuat keputusan sendiri seperti robot-robot dan mobil swakemudi. Tak kalah, di dunia kedokteran pun ingin memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi genetik makhluk hidup untuk meningkatkan imunitas, kecerdasan dan kesempurnaan anggota tubuh. Kekhawatiran terhadap lingkungan hidup akibat dari berbagai perubahan selama Revolusi Industri yang terjadi sebelumnya pun menjadi sorotan dan menginspirasi ilmuwan untuk membuat sumber energi baru dan menghentikan penggunaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Manfaatkan perubahan ini untuk memperoleh peluang bisnis yang baru.




Hal-hal yang perlu di-antisipasi dalam Revolusi Industri ke empat.

1. Pengurangan tenaga kerja manusia

Dengan ditemukannya perangkat-perangkat Artificial Intelegent, akan sangat mempengaruhi sektor jasa, yang sebelumnya dibutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikan dan mengendalikan mesin, pada Revolusi Industri ke-4 hampir semua mesin akan bergerak secara otomatis. Sebagai contoh, pengoperasian mesin-mesin industri, jika kenaikan upah pekerja terus meningkat, di lain sisi perkembangan kecerdasan mesin yang dapat beroperasi sendiri akan dinilai lebih ekonomis dan perlahan perusahaan akan menggeser peran operator yang semakin mahal dengan mesin-mesin otomatis. Meskipun tidak seluruh sektor akan dapat tergantikan seperti kebutuhan perawatan dan perbaikan mesin, namun cukup memberi dampak pada pengurangan lapangan kerja.

2. Munculnya industri baru berbasis IoT (Internet of Things)

Seperti yang kita rasakan saat ini, industri berbasis internet seperti toko online dengan segala kemudahannya akan semakin menggeser keberadaan toko-toko konvensional. Seperti halnya saat ini yang cukup perbankan merasa waspada adalah munculnya Teknologi Financial (Fintech) yang memanfaatkan akses internet untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih cepat dari pada bank. Selain dua hal itu, pada Revolusi Industri ke-4 nanti akan semakin banyak lagi inovasi industri baru berbasis internet.

3. Persaingan semakin ketat

Semakin maraknya bisnis-bisnis baru yang lebih inovatif bisa menjadi ancaman bagi industri yang telah ada saat ini. Bentuk ekspansi bisnis yang dilakukan pun tidak terbendung lagi. Sebagai contoh perusahaan ojek online buatan anak bangsa yaitu Go-Jek yang kini telah meningkatkan produknya dalam berbagai layanan seperti Go-Clean, Go-Life, Go-Send, dsb. Hal ini akan semakin memperkuat perusahaan tersebut, bahkan hingga Google pun tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan buatan anak bangsa ini. Sempat menuai kontra dengan ojek konvensional namun kembali pada kepuasan pelanggan sebagai penentu persaingan ini. Bukan hanya pada level industri, dalam masyarakat pun akan terlihat perbedaan bagi mereka yang mau berkembang dengan mempelajari teknologi dan pemanfaatannya, akan meninggalkan mereka yang gagap teknologi.

4. Kesenjangan dalam masyarakat

Mereka yang sukses di masa Revolusi Industri ke-4 adalah mereka yang terus mengasah pengetahuannya. Perkembangan jaman akan lebih cepat, mereka yang bergerak lebih cepat untuk mengambil kesempatan-kesempatan baru dengan memanfaatkan perkembangan kondisi yang ada akan melaju jauh meninggalkan mereka yang tidak mau berkembang. Tingkat persaingan bukan lagi secara domestik, namun akan terjadi secara global.




Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Revolusi Industri Ke-4

Seperti halnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bentuk-bentuk Revolusi Industri sebelumnya, Anda harus mengembangkan potensi diri dan mengikuti perkembangan jaman yang terjadi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Memperluas ilmu pengetahuan 

Ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang yang dipadukan dengan teknologi akan memegang peranan yang sangat penting dalam setiap Revolusi Industri ke-4. Oleh sebab itu, selain mendalami apa yang sedang Anda pelajari saat ini, sebaiknya Anda juga mempelajari mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membantu bidang yang Anda kerjakan agar didapat hasil yang lebih maksimal.

2. Mengembangkan keahlian

Mendalami satu bidang akan membuat Anda lebih fokus dan semakin ahli, namun dimasa mendatang, perpaduan ilmu dari berbagai bidang akan membuka pikiran Anda akan pemanfaatan yang lebih luas. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Steve Jobs dalam produknya, ia tidak hanya menampilkan teknologi tapi juga mempertimbangkan estetika dan nilai seni sehingga membuat produk-produk Apple begitu berkelas. Penggabungan berbagai jenis ilmu dapat menciptakan produk baru atau memberikan nilai tambah suatu produk agar semakin unggul dalam persaingan.

3. Mengasah kreatifitas dan berani mencoba hal-hal baru

Kreatifitas dapat ditingkatkan dengan mencoba pengalaman-pengalaman baru. Jangan takut untuk terjun langsung pada suatu ilmu yang belum pernah Anda pelajari, karena hal itu bisa membuka pikiran Anda untuk melihat berbagai kemungkinan secara luas. Kreatifitas memegang peranan penting bagi Revolusi Industri, dengan kreatifitas akan tercipta produk-produk baru yang inovatif.

4. Meningkatkan daya saing

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa persaingan dalam Revolusi Industri ke-4 akan semakin ketat. Cara untuk meningkatkan daya saing adalah dengan 3 poin diatas, terutama pelajari terkait cara kerja suatu teknologi dan bahasa asing. Dengan mempelajari bahasa asing dapat membuka wawasan Anda lebih jauh mengingat bahwa saat ini buku-buku pengetahuan dalam bahasa nasional masih cukup terbatas, sedangkan penguasaan teknologi akan membantu Anda untuk meningkatkan produktifitas dengan penerapan yang tepat.

5. Memanfaatkan teknologi yang telah ada

Menciptakan suatu produk inovasi baru memang bisa membawa ketertarikan pasar lebih besar, namun juga membutuhkan waktu dan biaya observasi yang besar. Alih-alih menciptakan bentuk teknologi baru dimana saat ini hampir semuanya telah tersedia dan mudah didapatkan, sebaiknya Anda memanfaatkan teknologi yang telah ada dan mengembangkannnya menjadi produk yang lebih efisien dan lebih unggul. Hal ini akan mengurangi waktu Anda untuk melakukan observasi ulang dan menyusul ketertinggalan.

Pada akhirnya, Revolusi Industri ke-4 tidak dapat kita hindari. Dampak positif akan kita terima dengan baik, dan dampak-dampak negatif harus kita tanggulangi sebelum terlambat.


“Hidup ini terlalu singkat untuk terpaku pada satu hal, terus belajar dan carilah pengalaman-pengalaman baru.” i-Bisnis.com


9/23/17

Transformasi Bisnis Digital, Bagaimana Menyikapinya?

Transformasi Bisnis Digital, Bagaimana Menyikapinya?

Transformasi Tren Bisnis Konvensional vs Digital
Digitalisasi membawa banyak dampak perubahan dalam kehidupan kita. Hampir segala sesuatu bisa kita dapatkan melalui handphone dan jaringan internet. Hal ini pun memberi dampak pada perubahan trend bisnis yang semula dilakukan secara konvensional berubah menjadi transaksi digital. Mulai dari maraknya online shop dimana penjual cukup menampilkan barang dagangannya dalam website atau pun forum jual-beli di media sosial dan pembeli pun dapat dengan mudah menemukannya serta melakukan transaksi jual-beli saat itu juga.

Keunggulan Bisnis Online

Tidak disangkal lagi bahwa perkembangan teknologi sangat membantu dan mempermudah dalam memperoleh serangkaian kebutuhan setiap orang. Berbelanja secara online dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan. Anda tidak perlu bepergian untuk mendapatkan sebuah produk baik itu produk lokal, maupun produk impor. Bisnis online dapat menjangkau seluruh wilayah global yang menjadikannya sebagai penghancur batasan pasar. Dalam bisnis era global, semua orang dapat berbelanja produk apapun, dari mana pun bahkan telah didukung dengan metode pembayaran global oleh berbagai Bank di seluruh dunia melalui rekening digital yang disebut e-wallet. Selain itu, Anda tidak perlu membuka toko fisik yang mana akan menekan biaya operasional cukup besar. Dalam bisnis Online pun Anda tidak perlu terus-terusan menunggui toko Anda. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh para karyawan untuk mencari nafkah sampingan.

Tips dalam menjalankan bisnis online

1. Mencari suplier produk

Dengan adanya akses internet juga dapat mempermudah Anda dalam mencari suplier untuk produk yang ingin Anda jual. Anda bisa mencari dengan mudah dan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualitas, ketahanan, keamanan, lama dan biaya pengiriman. Harga produk murah mungkin sangat menarik, namun Anda juga perlu mempertimbangkan biaya pengirimannya, maupun pajak barang (impor) agar produk yang Anda jual benar-benar memiliki nilai ekonomis tinggi.

2. Mengobservasi pasar

Anda juga bisa mencari tahu seberapa berat persaingan, mencari ruang-ruang yang dapat Anda manfaatkan sebagai peluang. Sebagai contoh ketika Anda ingin membuka bisnis 3D Printing, Anda bisa mencari tahu seberapa tarif rata-rata yang diminta pesaing Anda di kota dan memperkirakan apa kelebihan yang bisa Anda berikan dibanding mereka. Baca tips memulai usaha sampingan.

3. Mengutamakan pelayanan dan kemudahan

Globalisasi juga menyebabkan persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Jika sebelumnya pelanggan hanya mengetahui toko Anda saja, bisa saja kini mereka menemukan toko lain yang serupa dengan toko Anda dengan beberapa keunggulan lain dan menyebabkan pelanggan Anda perlahan-lahan semakin banyak yang meninggalkan Anda. Oleh sebab itu, pelayanan dan kemudahan yang lebih unggul akan menjadi senjata ampuh bagi Anda untuk memenangkan persaingan dalam bisnis online.

4. Menonjolkan keunikan

Selain pelayanan dan kemudahan, sebaiknya bisnis Anda memiliki ciri khas yang tidak dimiliki saingan Anda. Keunikan tersebut bisa dalam bentuk design toko online, kegiatan amal, komunitas, logo dengan makna tertentu, atau pun keunikan lain yang bisa meningkatkan kekuatan merek Anda. Karena dengan kekuatan merek bisa meningkatkan peringkat Anda dimata masyarakat dan dapat melonjakan pengunjung dan jumlah pelanggan.

Macam-macam bisnis online dan pendukungnya yang masih berpotensi baik.

1. Reseller

Meski globalisasi menyingkirkan batasan pasar, namun menjajakan ulang suatu produk bisa membawa keuntungan besar untuk Anda. Kembali pada poin kemudahan transaksi dan pelayanan, hal sederhana ini ternyata bernilai besar. Sebagai contoh jika Anda menjadi seorang reseller barang impor. Ada beberapa hal yang bisa menjadi keuntungan bagi Anda dalam menjalankan bisnis ini antara lain: kurangnya pengetahuan warga lokal terkait sistematika impor, takut mengenai pajak impor, dan kesulitan dalam melakukan pembayaran. Anda bisa mempelajari peluang bisnis reseller barang impor dalam artikel menjadi reseller barang impor ternyata mudah.

2. Produsen Kerajinan Tangan

Jika Anda memiliki keahlian membuat kerajinan tangan, kini hal itu menjadi buruan berharga bagi pengguna online shop. Berkat layanan online, kini banyak produsen kerajinan tangan lokal yang bisa go international. Ketertarikan pasar internasional terhadap produk buatan tangan asli Indonesia cukup tinggi karena kekuatan budaya Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Atau bahkan Anda sudah memiliki bisnis kerajinan tangan? Kini saatnya Anda membuat website dan menawarkan produk Anda pada dunia.

Contoh Kerajinan Tangan

3. Layanan Design Grafis dan Website

Dua hal ini sangatlah penting dalam bisnis online. Tanpa tampilan website yang menarik dan user friendly akan membuat pengunjung ingin segera keluar dari sana. Inilah mengapa tarif layanan Design Grafis dan Website saat ini menjadi cukup mahal. Ini merupakan bisnis yang sangat menguntungkan dan akan terus berkembang mengingat penggunaan internet saat ini pun semakin meningkat. Tiap harinya ada hampir jutaan website baru bermunculan di seluruh dunia. Sedikit tips mengenai bisnis ini sebaiknya Anda menjalankannya dalam sebuah tim.

4. Publisher Iklan dan Online Marketing

Selain ke tiga bisnis tersebut, salah satu bisnis yang cukup banyak diminati adalah publisher iklan dan online marketing karena bisnis ini bisa menghasilkan pendapatan pasif bagi Anda. Layanan Google AdSense menjadi pilihan utama para publisher iklan karena perhitungan pendapatan yang cukup besar dibanding layanan lain yang serupa. Jika Anda berminat, silahkan baca artikel mengenai cara menjadi publisher AdSense. Selain menjadi publisher iklan, Anda juga bisa mencoba Affiliate Marketing yang kurang lebih memiliki sistem sama, hanya saja dalam hal ini Anda memberikan referensi secara langsung tanpa melalui program PPC (Paid Per Click) seperti google AdSense dan biasanya fee untuk affiliate marketing jauh lebih besar.

5. Kurir

Salah satu kelemahan bisnis online adalah ketergantungannya pada jasa pengiriman. Ini merupakan peluang yang sangat baik, meski saat ini telah ada layanan GO, namun layanan tersebut masih belum menjangkau seluruh daerah dan kalangan. Di beberapa daerah, layanan GO hanya beroperasi di kota pusat dan belum mencapai wilayah kecamatan dan layanan tersebut harus menggunakan aplikasi mobile yang mana memiliki keterbatasan antara lain pengguna harus mengetahui cara penggunaan aplikasinya. Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan pasar diluar layanan GO.


Perubahan tren bisnis konvensional menjadi bisnis digital memang membawa pengaruh besar dalam merubah pola jual-beli di masyarakat. Dengan adanya perubahan tersebut diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya menjadi peluang bisnis baru untuk mendukung perekonomian dalam negri. Berubah memang bukan hal yang mudah, namun diharapkan perubahan bisa membawa peluang baru dan kemajuan dalam kehidupan.




8/06/17

Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Pembagian Hasil Usaha Kerjasama
Dalam memulai atau mengembangkan suatu usaha bukan hal yang mudah untuk dilakukan sendiri. Dengan mengajak kerjasama beberapa rekan bisa meningkatkan kesuksesan bisnis Anda sekaligus mengurangi potensi kerugian total. Bagi sebuah perusahaan besar berbadan PT mungkin bisa mendapatkan modal dengan mengeluarkan lembaran saham untuk dijual ke masyarakat dengan pembagian keuntungan / dividen sesuai persentase kepemilikan saham setelah dikurangi biaya operasional dan pengembangan usaha. Namun bagaimana cara bagi hasil usaha kerjasama untuk perusahaan startup, CV, atau usaha yang baru berjalan?

Pada dasarnya, untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha diperlukan tiga bentuk modal awal yaitu:

1. Materi

Modal materi merupakan modal yang dapat terukur dalam nominal mata uang. Sebagai contoh menyediakan tempat usaha, membeli stok barang atau peralatan, atau bisa dengan bentuk uang untuk dikelola.

2. Pengelola

Merupakan usaha yang mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengelola perusahaan. Dalam hal ini pengelola perusahaan bisa saja digantikan oleh karyawan dengan gaji tetap.

3. Marketing

Menjual merupakan bagian yang paling penting dalam suatu perusahaan. Banyak orang yang mampu membuat produk luar biasa tetapi kurang baik dalam hal marketing sehingga produk yang dijualnya tidak laku atau terjual dibawah harga normal. Meski biasanya posisi seorang marketing juga dirangkap oleh pengelola atau pemilik modal namun posisi ini juga perlu diperhitungkan dalam pembagian keuntungan.





Dalam pembagian keuntungan usaha tidak ada undang-undang yang menentukan perhitungannya. Namun setiap badan usaha dilindungi oleh pasal 1633 hingga pasal 1635 KUHP yang menyatakan cara pembagian keuntungan disesuaikan oleh perjanjian sekutu (semua pihak terkait) dengan batasan keuntungan tidak boleh diberikan hanya pada salah satu pihak namun dalam perjanjian dibolehkan kerugian menjadi beban salah satu pihak saja dan tidak boleh ada penetapan keuntungan pada pihak ketiga (pihak yang tidak terkait dalam bisnis). Sehingga diharapkan setiap pihak yang ikut serta didalamnya tidak ada yang merasa dirugikan atau mengambil keuntungan sepihak.

Untuk bentuk bagi hasil keuntungan usaha kerjasama dibedakan dalam dua tipe:

1. Keuntungan tetap

Keuntungan tetap merupakan keuntungan yang nominalnya ditentukan secara tetap berapapun hasil usaha yang didapatkan. Sebagai contoh A mengeluarkan modal 10 Juta, dengan pendapatan perbulan diperoleh 500 ribu per bulan selama jangka waktu tertentu atau selama perusahaan tersebut masih menghasilkan laba. Biasanya bentuk keuntungan ini digunakan oleh perusahaan startup atau UMKM untuk mendapatkan modal awal usaha dan memperkirakan besaran pengeluaran untuk membayar hutang modal.

2. Keuntungan dinamis

Keuntungan dinamis dihitung berdasarkan persentase perolehan dari sisa hasil usaha sesuai jumlah perbandingan modal. Ketika hasil usaha yang diperoleh meningkat, maka masing-masing pihak akan menerima hasil lebih, begitu pula sebaliknya.

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa tidak ada ketetapan perhitungan dalam pembagian hasil usaha namun perhitungan pembagian hasil usaha perlu ditetapkan oleh sekutu dalam sebuah perjanjian kerjasama sebelum usaha dijalankan. Dengan mempertimbangkan 3 bentuk modal dan tipe pembagiannya seperti yang disebutkan diatas dapat diperkirakan perolehan masing-masing pihak.





Contoh ilustrasi menghitung pembagian hasil usaha kerjasama:
Anto memiliki ide untuk mendirikan usaha persewaan panggung dengan perkiraan modal 100 Jt, namun modal yang dimilikinya hanya 40 Jt, oleh sebab itu ia mengajak rekannya Budi untuk bekerjasama mendirikan usaha. Budi setuju untuk memberi modal kepada Anto sebesar 60 Jt, namun Budi cukup sibuk dengan rutinitasnya sehingga ia tidak dapat terlibat langsung dengan bisnis tersebut. Maka Anto lah yang menjalankan usaha tersebut, dengan modal bersama ia membeli beberapa peralatan panggung dan untuk mendirikan panggung ia harus menyewa 5 orang crew. Dalam satu bulan, Anto berhasil menyewakan panggungnya sebanyak 10 kali dan mendapat penghasilan total 200 Jt. Dipotong biaya operasional, menyewa crew dan untuk pengembangan aset, didapatlah keuntungan bersih sebesar 90 Jt. Dalam perjanjian awal, karena Anto bertindak sebagai pengelola dan juga marketing, maka Anto berhak mendapat fee sebesar 1 Jt setiap kali ia berhasil menyewakan panggung. Dengan total 10 kali persewaan, maka Anto mendapat fee sebesar 10 Jt dari total keuntungan bersih sehingga tersisa 80 Jt. Dengan perbandingan modal awal, masing-masing mendapat bagian untuk Anto sebesar 40% dan Budi sebesar 60%. Maka pada bulan tersebut Budi mendapat keuntungan sebesar 80 Jt x 60% = 48 Jt dan Anto sebesar 80 Jt x 40% = 30 Jt + Fee sebesar 10 Jt.

Mungkin dalam benak sebagian orang akan mengatakan, enak sekali Budi tidak perlu bersusah payah mengurus bisnisnya namun mendapat keuntungan lebih besar. Sekilas memang terlihat seperti tidak adil, namun pernahkah Anda berfikir bahwa Budi pun telah bekerja keras untuk menabung modal sebesar 60 Jt tersebut dan ia memiliki resiko kehilangan modal lebih besar dibandingkan Anto. Sebagai catatan bahwa cerita diatas hanya sebuah ilustrasi yang dalam praktek sebenarnya bisa berbeda karena semua keputusan pembagian hasil usaha didasarkan oleh kesepakatan dan perjanjian sekutu.

Tips dalam melakukan kerjasama bisnis:

1. Buat perjanjian tertulis secara detail dilengkapi materai.
2. Pastikan hasil penjualan Anda potong terlebih dahulu sebagai kas pengembangan usaha dan untuk modal operasional sebelum dibagian kepada seluruh pihak.
3. Catat setiap bentuk transaksi secara detail agar tidak ada pihak yang merasa ditipu akibat pencatatan dan perhitungan administrasi yang tidak tepat.
4. Dalam setiap bentuk kerjasama, kepercayaan merupakan modal terpenting oleh sebab itu jagalah selalu kepercayaan Anda terhadap rekan bisnis Anda.

Jangan lupa untuk terus belajar mengenai manajemen bisnis dan antisipasi kemungkinan terburuk tentang bagaimana mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis maupun tips pengembangan bisnis.


Saya percaya materi dapat membuat hidup seseorang menyenangkan. Namun, pada dasarnya jika Anda tidak mempunyai teman yang sangat baik, relatif yang mempedulikan Anda, hidup akan terasa kosong, sedih, dan materi tidak lagi menjadi penting.” – David Rockefeller

7/28/17

Manfaat Kemasan Untuk Produk Anda

Manfaat Kemasan Untuk Produk Anda

Kemasan Produk, pengertian, tujuan, fungsi
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kemasan merupakan hal yang penting bagi setiap produk. Pengertian kemasan menurut Marianne Rosner Klimchuk, & Sandra A. Krasovec (2007), adalah desain kreatif yang mengaitkan struktur, bentuk, warna, material, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, menyimpan, mengeluarkan, membedakan dan mengidentifikasi sebuah produk di pasar.

Kemasan merupakan kesan pertama yang dilihat oleh calon pembeli. Suatu kemasan sebaiknya bersifat unik, menarik, aman, informatif, dan jujur. Dengan ke lima sifat tersebut diharapkan pembeli tidak hanya tertarik, namun juga merasa puas dengan isi produk di dalamnya. Di era modern seperti ini, persaingan produk menjadi sangat ketat, banyak plagiat yang menjual produk yang sama. Yang menjadi pembeda tentu saja merek dan kemasan produk. Oleh sebab itu fungsi kemasan menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan pembeli.

Jenis-Jenis Kemasan Produk

Secara struktural, kemasan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Kemasan Primer

Merupakan kemasan yang bersinggungan / berhubungan langsung dengan produk seperti botol minuman, kaleng sarden, plastik makanan, dan lainnya.

2. Kemasan Sekunder

Ini merupakan lapisan kedua setelah kemasan primer yang digunakan untuk mengelompokan produk. Sebagai contohnya adalah bungkus plastik pada kemasan Yakult atau kardus kemasan Aqua gelas, dsb.

3. Kemasan Tersier dan Kuarter

Kemasan ini hampir seperti kemasan sekunder, hanya saja lebih diperuntukan untuk mengamankan produk selama masa pengiriman. Contohnya adalah packing kayu, krat pada minuman botol, dsb.


Tujuan Kemasan dan Label Produk

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
  • Physical Production : Melindungi kualitas produk dari dalam sejak masa produksi.
  • Barrier Protection : Melindungi produk dari pencemaran dari luar seperti debu, udara, air, dsb.
  • Containment or Agglomeration : Pengelompokan produk agar mudah dibawa atau melindungi agar produk kecil tidak tercecer.
  • Information Transmission : Menyampaikan informasi terkait produk dan kemasan kepada pelanggan agar tidak terjadi penyalahgunaan dan demi keamanan pengguna maupun lingkungan.
  • Reducing Theft : Kemasan dapat digunakan sebagai jaminan keamanan produk seperti kemasan yang rusak setelah dibuka sehingga tidak dapat digunakan atau diperjualbelikan kembali.
  • Convenience : Menambahkan nilai kenyamanan dalam penggunaan produk seperti mudah dibawa, anti tumpah, mudah diambil dan dapat ditutup kembali.
  • Marketing : Dari segi marketing, kemasan dapat menjadi pemikat produk yang membuat pembeli tertarik dan membeli produk tersebut.


Begitu pentingnya kemasan dalam mempengaruhi penjualan sebuah produk sehingga Anda perlu mencari ide kemasan bagi produk Anda. 12 Ide Kemasan produk dari situs Hipwee ini sangat unik dan mungkin dapat Anda tiru dan modifikasi agar sesuai dengan produk Anda. Hati-hati pula dalam mengatur kemasan Anda agar tidak mengecewakan pembeli. Saat ini banyak sekali pembeli yang merasa tertipu dengan kemasan besar namun tidak sesuai dengan jumlah isinya, atau informasi kemasan yang menjanjikan banyak hal berbeda dengan kenyataan. Ingat bahwa kepercayaan dan pengalaman pengguna merupakan kunci kesuksesan suatu produk.


7/06/17

Mendapatkan Loyalitas Pelanggan Hanya Dengan 3 Hal Ini

Mendapatkan Loyalitas Pelanggan Hanya Dengan 3 Hal Ini

3 Hal yang membuat pelanggan loyal
Beberapa hari lalu i-Bisnis mengunjungi salah satu warung yang menjual menu utama Bakso di daerah Singosari, Kab. Malang. Nama warung tersebut Bakso Cak Kar. Ada beberapa hal unik yang i-Bisnis temukan dalam usaha tersebut. Keunikan yang membuat i-Bisnis belajar mengenai loyalitas pelanggan. Hal tersebut karena secara lokasi, warung Bakso ini terletak cukup tersembunyi dan cukup jauh dari jalur utama kota. Tetapi warung ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, bahkan banyak sekali pengunjung dengan kendaraan luar kota yang menikmati hidangan warung ini. Perjuangan Bapak Karsono sebagai pendiri warung Bakso ini memang tidak mudah dan butuh waktu bertahun-tahun dari berjualan dengan dipikul, menggunakan gerobak, hingga membuka warung seramai ini. Dari berjualan keliling tersebut, Pak Karsono telah membuat sebuah hubungan dengan pembeli secara baik. Meski sudah tidak berkeliling lagi, namun bisnis Bakso Cak Kar justru semakin berkembang pesat.

Inilah 3 hal yang membuat pelanggan menjadi loyal terhadap bisnis Bakso Cak Kar tersebut:

1. Kualitas Produk

Bakso yang dihasilkan warung ini memang sangat nikmat karena terbuat dari bahan-bahan berkualitas sehingga siapa pun yang mencobanya pasti ingin kembali lagi kesana untuk merasakan nikmatnya Bakso dengan cita rasa khas tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas merupakan unsur utama yang dicari oleh pelanggan ketika mencari suatu produk atau layanan. Pelanggan hanya akan benar-benar puas jika produk yang dicarinya memiliki kualitas yang baik. Terlebih jika Anda dapat menyajikan pengalaman yang lebih baik lagi maka pelanggan tidak akan pernah berpaling lagi dari bisnis Anda.

2. Kreatifitas

Hal kedua yang membuat pelanggan menjadi loyal adalah kreatifitas. Ketika Anda mengunjungi warung Bakso ini, Anda akan disuguhi berbagai macam jenis bakso. Bakso Cak Kar terkenal dengan Bakso Mercon-nya (mercon = petasan) yang begitu pedas hingga terasa seperti meledak didalam mulut ketika dinikmati pembeli. Tidak hanya bakso mercon, Anda juga bisa menemukan bakso isi keju, jamur, otak sapi, bakso urat, dan berbagai macam menu lainnya yang sangat bervariasi. Moto utama warung Bakso ini adalah ‘Kami akan selalu berinovasi demi kepuasan pembeli’. Dengan kreatifitas akan muncul berbagai inovasi yang membuat pelanggan tidak pernah merasa jenuh dengan produk yang ditawarkan. Inovasi merupakan nafas sebuah usaha. Ketika sebuah usaha berhenti berinovasi, lambat laun ia akan mati tertinggal oleh perkembangan lingkungan.

3. Pelayanan

Pertama kali i-Bisnis mengunjungi warung tersebut sekitar tahun 2014, warung ini masih cukup terbilang sederhana namun tertata dengan sangat baik. Tidak ada sedikitpun kesan kotor atau berantakan meski pengunjung warung cukup banyak. Saat beberapa hari lalu i-Bisnis kembali berkunjung, warung ini sudah berkembang dengan lokasi yang diperluas, dengan penataan yang telah berubah namun masih terjaga kerapihannya. Kini warung ini pun sudah memiliki lebih banyak pelayan dibanding beberapa tahun lalu. Namun kesan keramahan dan pelayanannya tidak pernah berkurang sedikit pun.

Untuk memancing pelanggan agar menjadi loyal terhadap bisnis yang Anda jalankan adalah dengan menempatkan diri Anda sendiri sebagai seorang pelanggan. Pelanggan Anda akan merasa puas jika Anda menyuguhkan 3 hal diatas secara terus menerus kepada pelanggan. Pelanggan yang loyal adalah pelanggan yang merasa puas. Ketika pelanggan terpuaskan, maka mereka akan kembali kepada Anda tanpa Anda mencari mereka, bahkan tanpa diminta pun mereka akan menyarankan produk Anda pada kenalan-kenalan mereka.


6/21/17

Tips Aman Mempertahankan Bisnis Dalam Masa Sulit

Tips Aman Mempertahankan Bisnis Dalam Masa Sulit

5+ Tips Mempertahankan Bisnis Ketika Kesulitan Menghadapi Krisis
Layaknya roda yang berputar ada kalanya bisnis yang dijalankan berkembang begitu pesat namun suatu saat akan ada bahaya krisis yang menguji Anda. Bagaimana mempertahankan bisnis ketika menghadapi masa krisis? Perjalanan dalam berbisnis tidak akan selamanya mulus sesuai dengan harapan Anda. Setiap permasalahan bisnis merupakan suatu proses pendewasaan bisnis. Ketika Anda berhasil menghadapi setiap permasalahan, maka saat itu pula bisnis yang Anda jalankan menjadi semakin kuat. Tentu saja, menghadapi sebuah krisis dalam bisnis bukan perkara yang mudah. Setiap keputusan yang Anda buat dapat menjadi penentu keberlangsungan bisnis Anda.

5 Tips untuk mempertahankan Bisnis ketika masa sulit dalam menghadapi krisis:

1. Jangan takut membuat perubahan

Masa krisis dapat terjadi akibat adanya perubahan kondisi dalam lingkungan eksternal maupun perubahan dalam internal perusahaan. Kondisi-kondisi eksternal dapat dipacu oleh kebijakan pemerintah, kondisi pasar global, persaingan atau pun bencana. Sedangkan perubahan internal yang membahayakan perusahaan dapat terjadi karena perubahan arah budaya karyawan, kriminalitas, atau kebijakan perusahaan yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi lingkungan.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, maka perusahaan harus bisa beradaptasi dengan melakukan inovasi-inovasi baru. Inovasi tidak harus dari level managerial namun juga perlu eksplorasi dari karyawan yang lebih sering bersinggungan langsung terhadap operasional.

2. Menjaga kas minimum untuk 3 bulan kedepan

Krisis dalam bisnis dapat terjadi kapan saja. Untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis, sebuah perusahaan sebaiknya memiliki kas operasional untuk bertahan selama minimum 3 kedepan meski tanpa adanya pemasukan apapun. Waktu selama 3 bulan ini merupakan batas minimum ideal untuk memberi kesempatan bagi perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

3. Mengoptimalkan segala sumber daya

Mengoptimalkan sumber daya masih menjadi alternatif terbaik untuk mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari potensi-potensi yang dapat mengurangi pemborosan tanpa harus mengorbankan beberapa kebijakan. Beberapa diantaranya adalah penggunaan peralatan / fasilitas kantor secara lebih efisien, memanfaatkan kertas bekas untuk digunakan kembali, memanfaatkan kinerja SDM dengan lebih maksimal dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang dirasa kurang produktif, dsb.

4. Ambil setiap peluang meski terlihat kecil

Mungkin dalam perjalanan bisnis Anda selama ini ada beberapa kesempatan yang dengan sengaja Anda tolak untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Ketika kondisi bisnis Anda stabil, itu bukan masalah yang besar dan bisa menjadi keputusan yang tepat untuk meningkatkan fokus dan kualitas layanan Anda. Namun ketika bisnis Anda mengalami krisis, hal-hal kecil tersebut akan menjadi sangat berarti dan bahkan dari kesempatan kecil tersebut Anda bisa membantu menumbuhkannya menjadi kesempatan yang lebih besar. Buka lebar-lebar pintu Anda untuk segala kesempatan.

5. Hindari melakukan pengurangan karyawan

Banyak perusahaan yang mengambil tindakan pengurangan karyawan / PHK sebagai pemecah masalah ketika menghadapi krisis. Padahal itu malah akan menimbulkan permasalahan baru karena secara tidak langsung Anda telah kehilangan karyawan berpengalaman, selain itu, pemutusan hubungan kerja dapat memicu kontra bagi karyawan lain sehingga performa SDM akan menurun. Pastikan Anda telah melakukan empat langkah diatas sebelum memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan.

Jika Anda telah melakukan kelima tips tersebut, maka tips terakhir yang dapat i-Bisnis berikan adalah bersabar dan terus berdoa agar keadaan kembali kondusif bagi bisnis Anda. Setelah krisis berakhir bukan seketika Anda dapat kembali tenang. Setelah masa krisis berakhir hal yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah melakukan recovery, atau mengembalikan kondisi perusahaan agar lebih teratur dan terarah. Itulah lima tips mempertahankan bisnis Anda ketika menghadapi kesulitan selama masa krisis.

6/08/17

5 Cara Kreatif Memperoleh Ide Bisnis Baru

5 Cara Kreatif Memperoleh Ide Bisnis Baru

Cara Menemukan Ide Bisnis
Polemik yang sama dan terus terjadi di masyarakat yaitu tentang bagaimana menemukan ide bisnis baru yang sesuai. Banyak orang baru ingin memulai bisnis namun bingung karena metode yang salah. Orang-orang sangat senang membicarakan ide-ide bisnis baru dengan kerabat maupun rekan-rekannya. Sebagian besar tujuan masyarakat ingin berbisnis adalah untuk terbebas dari perusahaan dan untuk memperoleh kebebasan dalam finansial. Hingga berbagai informasi pun diterima setengah matang yang justru membuat keraguan semakin besar untuk memulai bisnis. Dalam hal ini Anda harus fokus pada tujuan utama dan melupakan mitos wirausahawan yang beredar di masyarakat.

Berikut ini 5 cara menemukan ide bisnis baru yang sebaiknya Anda coba:

1. Mengetahui hal-hal yang Anda suka

Menjalankan bisnis baru yang sesuai dengan hobi atau hal-hal yang Anda suka akan sangat membantu Anda untuk fokus pada bisnis yang Anda geluti. Namun menemukan hobi atau cara yang tepat agar dapat menghasilkan keuntungan merupakan hal yang tidak mudah meski bukan hal yang mustahil juga. Hal pertama yang harus Anda lakukan hanya melakukannya secara berkesinambungan dan menghasilkan lebih banyak dari yang biasa Anda lakukan untuk dijual.

Selain dengan menjual produk riil hasil hobi Anda secara langsung, Anda dapat menjual jasa dari hobi Anda. Hampir tidak ada hobi yang tidak menghasilkan. Jika Anda tidak melihat ada keuntungan dalam hobi Anda maka coba untuk melihatnya dari sisi lain. Sebagai contoh jika Anda hobi bermain game, Anda dapat mencari keuntungan dengan membuat blog atau video youtube mengenai game dan mendaftarkannya pada layanan Google AdSense untuk mendapatkan penghasilan dari media tersebut.

2. Memanfaatkan keterampilan yang dimiliki

Cara ke dua dalam menemukan ide bisnis baru adalah dengan memanfaatkan keterampilan yang Anda miliki. Banyak pengusaha berhasil meskipun hanya lulusan sekolah menengah atau SMK. Sebagian besar pengusaha mendapatkan ide usaha dari ketrampilan yang mereka miliki. Keterampilan tersebut bisa Anda dapat selama sekolah hingga kuliah, mengikuti kursus, atau dari pengalaman Anda dalam pergaulan sehari-hari. Dengan berbekal keterampilan tersebut tentunya Anda dapat memulai bisnis sambil terus mengasah keterampilan yang Anda miliki.





3. Mengambil kesempatan dari lingkungan sekitar

Salah satu kunci keberhasilan beberapa pengusaha adalah bagaimana mereka melihat kesempatan yang ada dari lingkungan disekitar mereka. Kunci dalam melihat kesempatan ini dapat Anda temukan melalui problem yang terjadi di masyarakat yang ada dan menemukan solusinya, atau dengan melihat keunggulan tempat lain yang masih belum diterapkan dilokasi Anda tinggal. Perlu Anda ingat, bahwa dimana ada masalah, disana ada kesempatan untuk memperbaikinya dan merubahnya menjadi sebuah keuntungan.

4. Mencontoh keberhasilan orang lain

Ini merupakan metode dalam menemukan ide bisnis yang umum dilakukan masyarakat, yaitu dengan mencontoh keberhasilan orang lain. Namun dalam mencontoh keberhasilan seseorang sebaiknya Anda tidak hanya melihat dari hasil akhirnya saja, tetapi Anda harus bisa mencari tahu bagaimana memulai dan menjalankan proses bisnis tersebut hingga menjadi sukses. Banyak orang melakukan kesalahan karena mereka hanya melihat hasil akhir tanpa memahami proses yang mengakibatkan rasa tidak puas dan akhirnya berhenti menjalankan usahanya.

5. Mencoba hal baru dan terus belajar

Pengalaman merupakan guru terbaik. Seorang pengusaha mendapat pertanyaan tentang bagaimana ia berhasil, dan jawabannya adalah dari keputusan yang tepat. Lalu bagaimana ia memperoleh keputusan yang tepat? Yaitu dengan melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut. Tidak ada keberhasilan yang dapat diperoleh secara instan. Kebanyakan orang menginginkan kesuksesan yang cepat, tetapi perlu Anda ingat pepatah “easy come, easy go.”. Hal yang mudah didapat akan mudah berakhir pula.


Tidak ada bisnis yang berhasil dengan cepat kecuali Anda melakukannya dengan tekun, konsisten dan cerdas. Cobalah membuat daftar dari 5 metode tersebut untuk menemukan ide bisnis baru yang tepat bagi Anda. Buat susunan perencanaan dan kemungkinan yang bisa terjadi dari setiap ide tersebut. Pilih salah satu yang menurut Anda mampu Anda jalankan. Dan terakhir, jalankan ide tersebut.

Bisnis yang gagal adalah bisnis yang berhenti dijalankan. Selama Anda masih mampu menjalankannya dengan terus belajar dari pengalaman maka bisnis tersebut masih berpotensi berhasil. Mulailah bisnis Anda dari kecil untuk meminimalkan dampak kerugian, setelah Anda yakin dan memahami bisnis tersebut maka selamat, Anda calon pengusaha berhasil selanjutnya.


6/05/17

5 Strategi Bisnis Pengusaha Indonesia Untuk Memikat Pelanggan

5 Strategi Bisnis Pengusaha Indonesia Untuk Memikat Pelanggan

Strategi Bisnis Di Indonesia Untuk Menarik Pelanggan
Meski dinilai memiliki pasar yang masih sangat menjanjikan sebagai negara berkembang, namun persaingan bisnis di Indonesia dinilai cukup ketat. Hal ini memicu pengusaha Indonesia untuk lebih kreatif dalam mencari strategi bisnis yang tepat. Jika kita terjun ke lapangan untuk menilai pola beli masyarakat, tentu ini bisa menjadi langkah paling awal yang tepat untuk menyusun strategi bisnis. Dengan mengetahui strategi bisnis yang tepat diharapkan dapat memikat pelanggan untuk membeli produk Anda. Secara umum pola beli masyarakat dapat kita nilai dan atasi dengan strategi lima strategi dibawah ini.

5 Strategi bisnis di Indonesia untuk memikat pelanggan

1. Inovatif dalam pengembangan produk

Orang-orang Indonesia menyukai hal-hal unik, kreatif dan benar-benar baru. Inilah yang menjadi perhatian utama untuk memikat pasar Indonesia. Semakin kreatif produk atau layanan yang Anda sajikan pada pelanggan, akan terasa semakin menarik bagi masyarakat untuk mengunjungi dan mencoba produk Anda. Cobalah untuk inovatif dalam mengembangkan produk. Dapat keunikan yang membuat produk Anda berbeda dan dapat bersaing secara lebih unggul dibanding pesaing.

2. Kompetitif menghadapi pesaing

Pesaing bisa menjadi salah satu tempat Anda belajar dalam mengkoreksi dan mengembangkan bisnis Anda. Selalu awasi perkembangan dan strategi pesaing Anda. Belajarlah untuk mengetahui keunggulan pesaing Anda sehingga Anda dapat membuat strategi dalam mencegahnya dan kembali unggul dalam persaingan. Ingatlah untuk tidak terlena dengan kekuatan pasar yang Anda miliki saat ini. Belajarlah dari perusahaan-perusahaan besar seperti Nokia dan Kodak yang terlanjur hanyut dalam kejayaan dan berakhir dengan kekalahan karena tidak memperhatikan perubahan lingkungan dan pesaing.

3. Positif dalam menilai lingkungan

Bagi seorang pengusaha besar, problem is occasion, dimana ada masalah maka disitu ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Ingatlah prinsip dasar manusia yang selalu mengharapkan kemudahan dalam berbagai aspek. Maka ketika ada suatu permasalahan, jika Anda dapat menjual kemudahan maka orang akan berdatangan pada Anda. Begitu pula ketika Anda menghadapi permasalahan internal, jika Anda dapat mengatasi permasalahan tersebut maka Anda sudah selangkah lebih maju dari pesaing Anda.

4. Selektif memilih bahan baku produk

Saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam memilih produk unggulan. Bukan lagi mengenai harga, namun masyarakat kini lebih mengedepankan kualitas. Dalam pemahaman masyarakat, dengan kualitas yang baik maka produk dapat digunakan lebih lama dan harga jual kembali pun lebih stabil. Tapi tidak menuntut kemungkinan pula jika harga yang kompetitif dan lebih masuk akal akan menjadi pilihan terbaik menurut masyarakat.

5. Reaktif melihat trend yang ada

Dengan semakin mudahnya akses informasi dan penyebaran berita melalui media sosial, masyarakat Indonesia pun tidak ketinggalan dalam meramaikan trend yang ada, bahkan dalam beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi sorotan bagi trend dunia melalui “om telolet om” maupun berbagai aksi kreatif warga. Dengan memanfaatkan trend yang ada baik melalui iklan maupun pengembangan produk, Anda dapat memikat pelanggan lebih banyak.

Itulah 5 strategi bisnis yang dapat Anda praktikan untuk memikat pelanggan di Indonesia. Untuk membuat keputusan bisnis dari strategi tersebut yang tepat Anda dapat mencoba menggunakan Swot Analysis yang telah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Strategi bisnis yang tepat akan sangat mempengaruhi pergerakan bisnis Anda dan menentukan posisi bisnis Anda dalam peringkat pasar untuk menarik pelanggan. Jangan mudah berpuas diri karena pergerakan bisnis di Indonesia begitu dinamis dan dapat berubah setiap saat.

5/21/17

Memilih Produk Bisnis, Berdasar Tren Atau Produk Tetap?

Memilih Produk Bisnis, Berdasar Tren Atau Produk Tetap?

Pilihan Produk Bisnis Berdasar Trend Atau Manfaat Tetap
Jika kita menelisik trend bisnis beberapa tahun lalu gempar sekali dengan jenis tanaman hias tertentu yang harganya tiba-tiba meroket. Lalu antara tahun 2015/2016 pun kita digemparkan dengan trend batu akik hingga dimana-mana orang berburu batu, mencari di sungai, pekarangan, pantai, dimanapun orang-orang sibuk mengorek tanah berharap menemukan batu spesial. Lalu awal tahun ini tiba-tiba muncul sebuah inovasi mainan unik yang disebut “Fidget Spinner”, sebuah mainan yang dapat diputar diantara jari-jari Anda seperti gasing dan dipercaya memiliki manfaat sebagai pengurang stress dan menambah fokus. Awalnya penulis merasa bahwa mainan yang terlihat kurang bermanfaat itu tidak mungkin dapat menguasai pasar. Tapi ternyata saat ini menjadi mainan yang banyak diburu orang entah untuk manfaatnya, atau sekedar untuk mengikuti gaya hidup. 

Sebagai seorang pelaku bisnis memang dituntut untuk selalu berfikir luas dan mengikuti perkembangan zaman. Itu berarti kadang Anda harus memilih antara meneruskan penjualan produk yang Anda yakini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, atau beralih mengikuti arus deras bisnis yang sedang melejit saat itu? Tentukan pilihan Anda setelah menganalisa kedua pilihan tersebut.

Antara Trend atau Manfaat, manakah pilihan bisnis yang sesuai untuk Anda?

A. Bisnis dengan mengikuti Trend

Menjalankan bisnis berdasarkan Trend memang dinilai menjanjikan keuntungan lebih besar dibanding produk tetap. Namun setiap kelebihan pasti memiliki kekurangan pula. Bisnis ini dinilai memiliki resiko sama besar dengan potensi keuntungan yang bisa didapat. Dalam menjalankan Trending Business, Anda dituntut untuk mampu memprediksi potensi pasar di masa mendatang. Prinsip utama menjalankan bisnis ini adalah “siapa cepat, dia dapat”, Jika Anda melihat sebuah potensi besar sebelum tren tersebut terjadi di lingkungan Anda dan Anda segera mengumpulkan produk sebelum harga produk menanjak tajam, maka Anda akan mendapatkan keuntungan maksimal. Tetapi jika Anda cukup lambat dalam menghadapi trend ini, keuntungan Anda tidak akan maksimal dan bahkan berpotensi untuk rugi. Jika Anda ingin menekuni bisnis seperti ini maka Anda mencoba kiat berikut:
  • Usahakan untuk selalu membaca berita-berita terbaru dari media online
  • Memperhatikan adanya Trend di media sosial (Instagram, Facebook, Google+, dsb.)
  • Mencari kenalan warga asing dari negara yang lebih maju dan berpotensi sebagai Role Model
  • Mengikuti berita Infotainment, sebagian besar trend dimulai oleh orang-orang terkenal secara sengaja atau pun tidak.

B. Bisnis dengan produk bermanfaat tetap

Hampir bertolak belakang dengan produk-produk trend sesaat. Perkembangan bisnis dengan produk  tetap dinilai cukup lambat. Menjual produk tetap memerlukan strategi pemasaran yang lebih rumit, berbeda dengan produk trend yang memang sudah banyak dikenal masyarakat secara viral di berbagai media. Untuk memasarkan produk tetap, Anda harus berusaha sendiri atau Anda harus membayar jasa pemasaran, memasang iklan, dsb. Namun bukan berarti menjual produk tetap tidak menghasilkan keuntungan. Produk yang memiliki manfaat tetap biasanya dapat bertahan di pasar lebih lama bahkan berpotensi meningkat dari waktu ke waktu. Sedangkan dari segi keuntungan, harga jual produk tetap pun relatif stabil. Untuk dapat memaksimalkan hasil dari menjual produk tetap, sebaiknya Anda mencoba beberapa tips berikut:
  • Berikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan loyalitas pelanggan
  • Lakukan inovasi produk untuk menghindari kejenuhan pelanggan namun dengan tetap menjaga ciri khas produk Anda
  • Kedepankan unsur manfaat produk untuk menarik calon pelanggan baru
  • Jangan memulai persaingan harga, karena justru akan menghancurkan bisnis Anda sendiri di masa depan
  • Lakukan pemasaran secara efektif sesuai target pasar yang Anda harapkan

Bisnis manapun yang menjadi pilihan Anda, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda mengharapkan keuntungan sesaat, Anda bisa mencoba bisnis mengikuti tren, namun Anda harus jeli melihat potensi pasar. Sedangkan untuk menjual produk tetap yang perlu Anda perhatikan hanya fokus pada produk Anda, dan mencari cara agar menarik pelanggan semakin banyak.

5/16/17

Cara Membuat SWOT Analysis Untuk Menentukan Keputusan Bisnis

Cara Membuat SWOT Analysis Untuk Menentukan Keputusan Bisnis

Cara Menggunakan Analisis SWOT Untuk Membuat Keputusan Bisnis
Salah satu alat penting bagi seorang pengusaha dalam menilai bisnisnya dan membuat keputusan adalah menggunakan teknik SWOT Analysis. SWOT adalah akronim dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan) dan Threats (Ancaman). Membuat Analisis SWOT sangat bermanfaat sebagai alat pembuat keputusan dalam rencana langkah berikutnya. Sebagai seorang pembuat keputusan harus memahami sasaran mana yang dapat diambil menurut hasil analisis SWOT. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa analisa ini pertama kali diperkenalkan oleh Albert Humphrey antara tahun 1960 – 1970 di Institut Penelitian Sanford (SRI). Meski begitu, Humphrey tidak pernah menyatakan bahwa ia pencipta model Analisis SWOT.

Cara membaca tabel Analisis SWOT

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa SWOT merupakan akronim dari Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats. Berikut ini penjelasan lengkap atas masing-masing bagian:
Analisis SWOT
  • Strength (kekuatan): Merupakan karakter bisnis yang memiliki nilai tambah dibanding lainnya.
  • Weaknesses (kelemahan): Karakter yang melemahkan bisnis dibanding pesaing.
  • Opportunities (kesempatan): Elemen dalam lingkungan dimana bisnis Anda bisa mendapatkan nilai lebih.
  • Threats (ancaman): Elemen dalam lingkungan yang dapat menyebabkan bisnis Anda terancam.

Untuk mempermudah Anda bisa menambahkan faktor internal dan eksternal dimana faktor internal merupakan penilaian yang dapat terjadi dalam lingkup bisnis dan faktor eksternal merupakan kemungkinan dari luar yang dapat mempengaruhi bisnis Anda.

Identifikasi masalah menggunakan Analisis SWOT

Untuk dapat menggunakan Analisis SWOT Anda hanya perlu mencatat poin-poin yang sesuai pada masing-masing kolom, atau gunakan pertanyaan berikut ini untuk membantu Anda mendapatkan poin-poin tersebut:

A. Strengths

  1. Apa kelebihan yang dimiliki bisnis Anda?
  2. Kelebihan apa yang Anda lakukan dibanding pesaing Anda?
  3. Bahan baku unik atau murah apa yang bisa Anda dapatkan dibanding pesaing?
  4. Kekuatan apa yang dilihat pelanggan Anda dari produk Anda?
  5. Faktor apa yang Anda harapkan untuk mendapatkan penjualan?
  6. Nilai keunikan (unique value proposition) apa dalam bisnis Anda?

B. Weaknesses

  1. Apa yang dapat Anda perbaiki?
  2. Apa yang harus Anda hindari?
  3. Kelemahan apa yang dilihat pasar dari produk Anda?
  4. Faktor apa yang menyebabkan Anda kehilangan penjualan?

C. Opportunities

  1. Kesempatan baik apa yang dapat Anda lihat?
  2. Tren menarik apa yang sedang Anda perhatikan?
  3. Perhatikan adanya perubahan dalam teknologi dan pasar dalam beberapa waktu ini
  4. Apakah ada perubahan peraturan pemerintah yang mempengaruhi bisnis Anda?
  5. Perubahan apa yang terjadi dalam masyarakat terkait gaya hidup, pergaulan, dsb.
  6. Apakah ada acara publik dilingkungan Anda?

D. Threats

  1. Halangan apa yang Anda hadapi?
  2. Apa yang dilakukan pesaing Anda?
  3. Apakah ada perubahan standart atau spesifikasi terkait pekerjaan, produk atau layanan?
  4. Apakah perubahan teknologi dapat mengancam bisnis Anda?
  5. Apakah Anda memiliki masalah hutang atau tanggungan?
  6. Apakah ancaman yang ada benar-benar membahayakan bisnis Anda?

Cara membuat SWOT Analysis untuk mengambil keputusan bisnis

Untuk mendapatkan ide-ide lebih banyak, sebaiknya Analisis SWOT dilakukan dalam suatu pertemuan dimana moderator menjelaskan terlebih dahulu mengenai sistem SWOT kemudian membagi kelompok dalam beberapa bagian kelompok kecil setelah itu menggabungkan seluruh kelompok untuk mempersatukan ide. Setelah poin-poin dalam SWOT terkumpul, saatnya memanfaatkan poin-poin tersebut untuk mendapatkan membuat analisa dan kesimpulan seperti dalam tabel berikut:

Analisa SWOT

  • Opportunity – Strength : Gunakan kekuatan untuk meningkatkan kesempatan
  • Opportunity – Weakness : Tutupi kelemahan dengan mengambil kesempatan
  • Threat – Strength : Gunakan kekuatan untuk menghindari ancaman
  • Threat – Weakness : Minimalkan kelemahan dan hindari ancaman

Dari tabel tersebut Anda dapat menyimpulkan apa yang sudah bisnis Anda lakukan untuk dipertahankan, serta kesempatan apa yang dapat Anda manfaatkan untuk pengembangan bisnis dan mengurangi ancaman.


Tanpa sasaran dan rencana meraihnya, Anda seperti kapal 
yang berlayar tanpa tujuan.” – Fitzhugh Dodson

5/10/17

Perbedaan Orang Kaya dan Orang Biasa Dalam Mengelola Keuangan

Perbedaan Orang Kaya dan Orang Biasa Dalam Mengelola Keuangan

Cara Menjadi Orang Kaya
Mungkin kita sering bertanya-tanya, bagaimana cara orang kaya menjadi semakin kaya sedangkan kita yang sudah bekerja keras siang-malam sulit untuk mengikuti jejak mereka. Perbedaannya adalah bagaimana orang kaya membelanjakan uang mereka. Mereka membeli sesuatu bukan karena keinginan, bukan juga karena nilai jualnya. Sebuah pilihan dalam menentukan bagaimana membelanjakan rejeki yang kita miliki saat ini dapat merubah hidup Anda di masa mendatang. Bagi seorang pemain bisnis, waktu merupakan sumber daya yang paling bernilai. Kita dapat menghabiskan waktu dengan percuma, tetapi kita tidak bisa membeli waktu untuk diputar kembali.

If you don’t find a way to make money while you sleep, you will work until you die. 
Warren E. Buffett

Sebuah catatan dari Warren E. Buffett, “Jika Anda tidak dapat menemukan cara untuk menciptakan uang saat Anda terlelap, maka Anda akan bekerja seumur hidup”. Dari kalimat tersebut dapat kita simpulkan bagaimana pola berfikir orang kaya dalam membuat pilihan untuk menentukan masa depan yang mereka harapkan. Dalam membelanjakan uang, kita dihadapkan pada tiga pilihan yaitu keinginan, investasi atau aset.

Pilihan yang tepat atas ketiga pilihan tersebut merupakan cara yang efektif untuk menjadi orang kaya.

1. Kebutuhan dan Keinginan

Kadang kala kita sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Memenuhi kebutuhan adalah yang penting, hanya sering kali kita terlalu berlebihan dalam memenuhinya. Sebagai contoh, sebagai sebuah keluarga besar diperlukan sebuah mobil agar dapat menampung seluruh anggota keluarga jika bepergian. Lalu orang pada umumnya akan berusaha mencari mobil baru dan terbaik meski harus mengorbankan setengah pendapatannya untuk membayar angsuran mobil. Padahal tujuan utamanya adalah untuk dapat membawa seluruh keluarga bersama-sama yang seharusnya cukup dengan sebuah mobil bekas dengan perawatan yang mudah. Membeli benda terbaik untuk digunakan dalam jangka waktu lama memang pilihan tepat. Tetapi sebaiknya Anda memikirkan bagaimana menghasilkan uang sementara Anda tertidur sehingga Anda memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang bersama keluarga dengan mobil sederhana yang Anda miliki.

2. Investasi

Investasi memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan dengan bunga tabungan Anda di Bank. Oleh sebab itu banyak orang beramai-ramai membeli rumah, tanah, emas dan berbagai bentuk investasi lainnya dengan harapan mendapat keuntungan besar ketika dijual dimasa mendatang dibandingkan harga beli saat ini. Yang perlu Anda ketahui bahwa keuntungan investasi hanya berlaku jika Anda bandingkan produk tersebut dengan produk kebutuhan pokok dan TIDAK BERLAKU bagi produk investasi yang sama. 

Sebagai contoh, Tahun 2000, Anda membeli Emas 10 Kg senilai Rp. 50 Jt untuk investasi, Sedang untuk kebutuhan pokok dalam sehari Anda saat itu memerlukan Rp 50 ribu. Tahun 2005 Emas yang Anda beli laku terjual dengan harga Rp. 80 Jt, sedangkan untuk kebutuhan harian Anda masih membutuhkan hanya sekitar Rp. 60 rb. Anda dapat dikatakan untung jika hasil penjualan Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi Anda tidak lagi dapat membeli Emas dengan harga 50 Jt dengan jumlah yang sama lagi. Hal ini karena sifat barang investasi yang berjumlah terbatas membuatnya mampu melambung tinggi, sedangkan untuk harga kebutuhan pokok akan selalu diusahakan untuk stagnan atau diharapkan menurun agar lebih banyak di jangkau masyarakat.

3. Aset

Pilihan ketiga adalah Aset. Yang membedakan Aset dengan kedua pilihan sebelumnya adalah bagaimana Aset dapat menciptakan uang sementara Anda terlelap. Anda tidak mempercayainya? Baik, bayangkan Anda membeli sebuah rumah mewah, Jika Anda membeli rumah tersebut untuk Anda tempati sendiri, maka itu adalah keinginan. Tetapi jika Anda membelinya untuk dijual dimasa depan dengan harapan kenaikan harga yang tinggi, itu disebut sebagai investasi. Tetapi jika Anda membelinya untuk disewakan maka Anda memiliki sebuah aset. Anda tidak perlu bekerja agar aset Anda terus memberikan keuntungan bagi Anda. Bahkan hasil dari persewaaan aset tersebut dalam beberapa tahun dapat Anda belikan aset yang lain lagi dan seterusnya. 

Keuntungan memiliki Aset memang tidak cukup besar, tetapi Anda dapat terus menikmati hasilnya tanpa harus bekerja untuknya. Mungkin rumah memang cukup berat untuk dijadikan aset, maka Anda dapat mencoba membeli aset yang lebih ringan seperti misalkan mesin penjual minuman otomatis, atau beberapa mesin giling untuk Anda sewakan ke pedagang-pedagang. Selain itu masih banyak contoh aset ringan lainnya.

Membelanjakan uang mereka pada Aset merupakan cara sebagian besar orang kaya menjadi semakin kaya. Ingatlah kalimat yang diucapkan Warren Edward Buffet tersebut. Semoga artikel ini bisa menjadi investasi yang bermanfaat bagi Anda. Bagikan Artikel ini agar semakin banyak orang yang memahami bagaimana sebaiknya membelanjakan uang mereka.

5/09/17

Cara Membangun Relasi Bisnis Yang Baik dan Saling Menguntungkan

Cara Membangun Relasi Bisnis Yang Baik dan Saling Menguntungkan

Menjalin Relasi Bisnis Yang Baik
Sebagai makhluk sosial, menjalin relasi merupakan hal penting begitu juga dalam keperluan bisnis. Manusia yang hidup di zaman modern seperti saat ini, menjalankan bisnis menjadi pilihan terbaik agar dapat bersaing di jaman global yang penuh persaingan. Bagaikan kompetisi yang tak berujung, persaingan dalam dunia bisnis ini kian ketat dan semakin mempersempit gerak bagi para pemula bisnis. Yang paling diuntungkan adalah mereka yang lebih dulu terjun dalam dunia bisnis ini, seakan tidak menyisakan celah bagi mereka yang baru pertama kali terjun mencoba menjalankan bisnisnya.

Bagi pemula bisnis seharusnya dapat mengambil contoh dari para senior yang lebih dulu mendalami bisnis, salah satu strategi yang dilakukan pebisnis jaman dulu dan terbukti sangat ampuh untuk tetap mempertahankan bisnisnya hingga saat ini dan semakin membuat kondisi bisnisnya meningkat adalah dengan menjalin relasi bisnis yang baik. Strategi ini merupakan sebuah hal yang wajar di lakukan oleh para pebisnis namun tidak semua pebisnis mampu dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan rekan-rekan bisnis mereka. Tentunya dengan menjalin sebuah hubungan yang baik dengan relasi bisnis akan membawa nilai positif dalam kemajuan bisnis yang Anda jalankan.

Dengan memiliki relasi bisnis yang kuat, bisnis yang Anda jalankan pastinya akan memiliki jaringan lebih luas. Sangat di sayangkan jika Anda menjalankan bisnis namun tidak memiliki relasi bisnis yang kuat, umumnya hal yang demikian lazim terjadi pada pemula bisnis. Beruntungnya Anda jika menemukan artikel ini yang mengulas tentang menjalin relasi bisnis yang menguntungkan bagi pemula. Karena akan ada beberapa hal yang bisa dikatakan penting untuk memiliki relasi bisnis yang kuat dan sama-sama menguntungkan bagi pihak pihak yang bersangkutan di dalamnya. 

5 poin berikut dapat membantu Anda membangun relasi bisnis yang baik dan saling menguntungkan:

1. Membuat Kesan Pertama

Kesan pertama merupakan hal yang sangat penting untuk menarik perhatian lawan bicara Anda. Membuat kesan pertama dengan menunjukan hal-hal positif merupakan kewajiban, tetapi jangan ubah jati diri Anda hanya untuk menarik perhatian lawan. Sebaiknya Anda menunjukan jati diri Anda sejak semula untuk melihat kecocokan antara Anda dan calon relasi Anda. Berusaha menjadi orang lain hanya akan mempersulit Anda dan dapat menghilangkan kepercayaan relasi Anda di kemudian hari.

2. Ramah dan Terbuka

Semua orang menyukai sikap ramah, cobalah untuk terlihat selalu tenang meski kesan pertama yang Anda dapatkan kurang menyenangkan. Berikan tanggapan pada setiap pertanyaan atau pernyataan dari lawan Anda. Cobalah untuk terbuka, dengan menceritakan hal-hal yang sekiranya perlu diketahui oleh rekan Anda. Anda tidak harus menceritakan segalanya secara detail, tetapi dengan memberikan gambaran luas tentang prospek Anda dimasa depan, tentu dapat menarik minat rekan Anda untuk mau terlibat lebih dalam.

3. Menjaga Kepercayaan

Hal ke tiga yang patut Anda pertahankan dalam menjalin relasi bisnis adalah dengan menjaga kepercayaan rekan Anda. Kepercayaan tidak mudah didapatkan kembali ketika Anda pernah mengingkarinya. Untuk menjaga kepercayaan, Anda hanya perlu bersifat apa adanya. Memberikan gambaran mimpi Anda mengenai perkembangan bisnis dimasa mendatang merupakan hal yang bagus, namun jangan pernah menjanjikan hal yang tidak mungkin Anda tepati. Ketika Anda merasa tidak dapat menepati janji Anda, coba untuk segera memperbaikinya, tunjukan bahwa Anda benar-benar orang yang bertanggung jawab.

4. Bersedia Mendengar

Semua orang suka berbicara, semua orang suka didengarkan. Kata-kata bisa menjadi pedang bermata dua, dengan kata-kata Anda dapat mengarahkan pandangan lawan, namun bagi sebagian orang terutama mereka yang sudah banyak berpengalaman, kata-kata yang dikeluarkan bisa menjadi alat yang tepat untuk menyerang pembicara kembali. Perbanyak mendengar dengan seksama dan meneliti setiap kata yang diucapkan rekan Anda, Anda dapat belajar lebih banyak dengan mendengar bukan dengan berbicara.

5. Jangan Membawa Urusan Pribadi

Bersifat simpatik memang patut dilakukan untuk menjalin relasi dalam bisnis maupun kehidupan sosial. Tapi, tidak semua orang memiliki kehidupan pribadi yang manis, sekalipun bagi orang-orang yang Anda anggap telah sukses dan bahagia. Menyinggung masalah pribadi bisa menjadi bencana yang tidak Anda duga. Seseorang dapat berubah sikap seketika saat Anda ikut campur dalam urusan pribadinya. Namun ketika suatu saat relasi Anda mau menceritakan urusan pribadinya seperti tentang keluarga atau hubungan asmara maka dapat dipastikan bahwa ia telah benar-benar mempercayai Anda. Pastikan agar Anda tidak merusak kepercayaan itu.

Itulah lima cara dalam membangun relasi bisnis yang baik dan saling menguntungkan kedua pihak. Tunjukan nilai positif yang Anda miliki, namun tetap dengan saling menghargai pendapat masing-masing. Jika ada perbedaan dalam mengemukakan pendapat, sebaiknya untuk berdiskusi dan mencari jalan tengah.