Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan

4/22/18

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk
Sebelum kita mencari strategi dan cara yang tepat untuk menentukan harga jual produk, mari kita ketahui dahulu pengertian harga jual produk. Secara definisi pengertian harga jual produk adalah nilai intrinsik produk yang kita tawarkan kepada calon pembeli. Harga yang rendah tidak selalu lebih menarik pembeli dan harga yang tinggi pun tidak serta merta menunjukan gengsi produk yang kita jual. Meski begitu, harga jual produk juga dapat mempengaruhi psikologi calon pembeli. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk yang sama jauh dibawah harga pasaran, maka pembeli akan merasa curiga dan akan menganggap sebagai penipuan, sedangkan harga terlampau tinggi juga dapat mengecewakan pembeli jika tidak diiringi dengan kualitas dan manfaat yang sesuai. Jadi menentukan harga jual produk bukan perkara yang sepele, dan tidak dapat dilakukan asal-asalan.

Jika Anda pernah menonton film “Jobs”, ada sebuah adegan dimana para manajemen Apple ingin menurunkan harga jual iPhone sedangkan Steve Jobs sebagai CEO menolaknya. Pada cerita tersebut akhirnya Steve diberhentikan sebagai CEO dan Apple Inc. membuat keputusan mengikuti pilihan manajemen dengan menurunkan harga jual iPhone, lalu apa yang terjadi? Justru saat itulah Apple Inc. terancam jatuh pada kebangkrutan. Apa yang salah dari strategi tersebut?

Secara umum, strategi penentuan target keuntungan penjualan produk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan margin (keuntungan bersih) atau dengan meningkatkan jumlah penjualan. Bahkan dengan pemilihan harga yang tepat Anda bisa mendapatkan margin yang tinggi disertai jumlah penjualan secara maksimal.



Strategi dan cara menentukan harga jual produk.

Sebelum menentukan harga jual produk, Anda perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga jual produk berikut ini:

1. Ketahui biaya produksi

Keuntungan bisa Anda dapat jika HARGA JUAL lebih besar daripada BIAYA yang dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Sebagian besar biaya terjadi ketika dalam masa produksi. Pertama Anda harus memahami bagaimana operasional usaha Anda bekerja. Apakah Anda memproduksi produk sendiri, mengolah ulang produk, atau hanya sebagai reseller? Biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menghasilkan produk dihitung dari:
  • Bahan baku dan bahan penunjang produk
  • Proses pengolahan produk
  • Gaji dan fasilitas karyawan
  • Administrasi (Biaya sewa, biaya ATK, pajak, listrik, dsb.)
  • Biaya penelitian pengembangan produk


2. Jangan lupa biaya distribusi

Sebagian besar pengusaha melupakan faktor distribusi yang akhirnya mengurangi keuntungan atau bahkan dapat mengakibatkan kerugian. Biaya distribusi perlu Anda perhitungkan berdasarkan biaya IN atau biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan produksi dan juga biaya OUT yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan produk ke pelanggan atau distributor. Biasanya untuk mengurangi biaya distribusi ini yaitu dengan melakukan pengiriman skala besar. Tapi bagaimana dengan penjual retail (eceran)? Karena biaya distribusi ke pelanggan secara langsung tidak dapat diprediksi secara pasti, biasanya penjual akan membebankan biaya pengiriman kepada pembeli seperti yang sering Anda temukan pada toko-toko online atau dapat juga dengan menentukan skala geografis target pasar.

Sebagai contoh: Anda akan memberi ongkos kirim secara gratis bagi pembeli dalam kota dan menetapkan ongkos kirim bagi pembeli dari luar kota dalam satu pulau, dan menambahkan ongkos kirim lebih besar lagi untuk pembeli dari luar pulau, dst.

3. Ketahui target pasar

Disinilah pentingnya kita dapat menentukan harga produk dan margin. Anda harus tahu siapa pembeli yang Anda bidik, dimana Anda ingin menjual produk, kapan Anda perlu meningkatkan harga atau memberi diskon. Tidak mungkin kita menjual segelas kopi seharga ratusan ribu dikantin sekolahan, tapi Anda bisa menjual segelas kopi seharga ratusan ribu jika Anda menjualnya di Mall atau Cafe.

Dilain sisi, dengan mengetahui target distribusi bisa menjadi keuntungan tersendiri. Sebagai contoh, jika Anda satu-satunya pemilik usaha 3D Printing dikota Anda. Sedangkan pesaing terdekat Anda berada dilular kota yang kira-kira membutuhkan biaya pengiriman per kilogram sebesar Rp. 60.000,- dengan biaya 3D printing Rp. 300.000,-/kg. Maka dengan memanfaatkan kelemahan biaya distribusi yang besar tersebut, Anda bisa menjual jasa 3D Printing dengan target pasar dalam kota pada harga Rp. 330.000,-/kg. Sebagai pembeli tentu akan lebih memilih jasa Anda meski harga per kilogram lebih mahal, namun lebih hemat secara biaya pengiriman atau bahkan tanpa biaya kirim.



4. Kenali posisi merek Anda

Nama suatu merek cukup memegang peranan penting dalam menentukan harga. Jangan sekali-kali Anda mencoba menawarkan produk dengan harga terlampau tinggi sementara merek Anda belum dikenali masyarakat apalagi dengan tingkat persaingan produk yang cukup tinggi. Jika tetap Anda lakukan maka bisa jadi produk Anda tidak akan dilirik oleh calon pembeli atau pembeli produk Anda akan merasa kecewa karena tidak merasakan kelebihan pada produk Anda yang terlampau mahal dan pada akhirnya hanya akan merusak citra dari merek yang sedang Anda bangun.

Anda pasti mengenal merek NIKE dan ADIDAS yang harga jual produknya kini cukup fantastis. Pada mulanya merek tersebut juga menjual produknya dengan harga standar hingga akhirnya merek mereka diakui kualitasnya dan memperoleh gengsi tinggi pada merek tersebut. Kini orang bahkan rela mengeluarkan uang berjuta-juta untuk membeli produk mereka hanya karena gengsi merek yang diikuti kualitas.

5. Persaingan produk

Seperti pada contoh item nomor tiga, jumlah persaingan dapat mempengaruhi strategi dalam cara menentukan harga jual produk. Jika Anda ingin menarik minat pembeli, Anda bisa sedikit menurunkan harga jual produk, namun jangan berlebihan agar tidak merusak kepercayaan calon pembeli. Di lain sisi, Anda juga dapat sedikit menaikan harga jual produk untuk memperoleh kepercayaan calon pembeli terkait kualitas produk. Untuk hal ini Anda perlu mengamati perilaku pembeli dan perlu sedikit melakukan eksperimen harga jual produk.

6. Menentukan margin

Strategi dan dan cara menentukan harga jual produk berikutnya adalah dengan mentukan margin. Margin merupakan persentase keuntungan bersih yang ingin Anda dapatkan dari setiap penjualan. Penentuan margin ini bersifat bebas namun Anda perlu meninjau kembali ke-lima faktor diatas apakah margin yang ditetapkan akan dapat memenuhi kebutuhan produksi dan menyisakan keuntungan bersih, atau malah terlampau mahal sehingga produk Anda tidak laku dijual. Pada umumnya para pengusaha menggunakan margin penjualan produk antara 10-20% dari biaya yang dikeluarkan. Namun jika Anda memiliki kelebihan pada produk yang Anda miliki, Anda bisa menjual produk dengan margin tak terbatas.



Tips cara meningkatkan harga jual produk

Setelah Anda memahami apa saja yang mempengaruhi harga jual produk, mari kita coba memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan harga jual produk dengan cara berikut ini:

1. Tingkatkan kualitas

Sebagai calon pembeli, tentu kita ingin bisa mendapatkan produk dengan kualitas terbaik pada rentang harga yang ditentukan. Untuk memaksimalkan ini, alangkah baiknya jika kita dapat meningkatkan dan menjaga kulitas produk yang akan dijual. Meningkatkan kualitas dapat dicapai dengan memodifikasi produk, mengamankan produk, atau dengan meningkatkan pelayanan. Percayalah bahwa dengan memberikan kualitas terbaik, maka lebih berkemungkinan untuk menarik pembeli agar kembali membeli produk yang Anda jual. Saat kita telah memperoleh kepercayaan dan loyalitas pembeli, maka mereka tidak akan mengeluhkan harga produk meski telah kita naikan.

2. Perhatikan kemasan produk

Kemasan cukup banyak mempengaruhi jumlah penjualan dan harga jual produk, hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan ketertarikan calon pembeli pada kesan pertama saat melihat produk yang kita jual. Pengaruh kemasan sering kita temukan ketika kita berada pada sebuah swalayan dimana mereka menempatkan berbagai merek dengan produk yang sama dalam satu rak. Perhatikan bagaimana jenis produk yang sama bisa memiliki harga jual yang berbeda-beda. Bahkan banyak orang tak segan memilih sebuah produk yang lebih mahal karena mereka tertarik dengan kemasan produk tersebut. Pahami bagaimana sifat-sifat kemasan dapat mempengaruhi sebuah produk.

Ilustrasi persaingan produk
Ilustrasi persaingan produk

3. Memiliki ciri khas

Ciri khas merupakan hal yang cukup penting agar produk kita memiliki kesan, mudah dideskripsikan sehingga dapat diingat dengan mudah oleh pelanggan. Pengaruh ciri khas dalam strategi dan cara menentukan harga jual produk lebih pada faktor pengenalan merek. Jika merek Anda sudah cukup terkenal tentunya jumlah permintaan produk dan harga jual produk juga dapat Anda tingkatkan. Ciri khas produk bisa Anda ciptakan melalui Logo, bentuk kemasan / produk, cita rasa, slogan, dsb. Sebagai contoh, produk apa yang Anda ingat ketika melihat buah apel? Tentu Anda akan mengingat iPhone, iPad, produk-produk oleh Apple Inc. Apa yang Anda ingat ketika melihat tanda centang? Tentu produk dari merek NIKE. Sekarang coba Anda cari apa yang paling mudah diingat mengenai produk Anda? Tidak ada? Lalu ciptakan ciri khas produk Anda.



4. Menambahkan bonus

Benarkah bonus yang kita dapat dari sebuah produk benar-benar gratis? Tidak. Bonus merupakan sebuah strategi marketing untuk meningkatkan penjualan. Biaya bonus biasanya telah dimasukan pada perhitungan biaya produksi sehingga ketika kita membeli sebuah produk yang memiliki bonus, secara tidak langsung, kita juga membeli bonus tersebut. Bentuk bonus tidak harus dengan berupa produk, tapi dapat juga menggunakan voucher, lotre, atau bahkan sebuah buku panduan juga dapat dikatakan sebagai bonus.

Untuk menetapkan bentuk bonus yang tepat, usahakan agar bersifat relevan terhadap produk yang dijual. Sebagai contoh, bonus piring pada produk sabun colek, ketika pelanggan memiliki lebih banyak piring maka mereka juga akan membutuhkan lebih banyak sabun untuk mencucinya. Bagaimana dengan bonus gantungan kunci pada produk tas? Bonus tersebut sesungguhnya dimaksudkan untuk memperkenalkan merek pada masyarakat.

5. Meningkatkan pelayanan

Tidak jarang orang memilih membeli barang yang lebih mahal hanya karena pelayanan yang lebih baik. Sebagai contoh produk kopi, sebagian orang memilih menikmati kopi di Cafe, mall atau tempat yang strategis karena pelayanan yang lebih terjamin dibanding kopi menikmati kopi di tempat pinggir jalan meskipun harga kopi tersebut lebih mahal. Contoh lainnya, ketika orang-orang lebih memilih membeli handphone Samsung dibanding merek lain yang lebih murah karena Samsung menawarkan pelayanan purna jual yang lebih baik. Jadi dengan meningkatkan pelayanan juga dapat membantu dalam meningkatkan harga jual produk.

6. Gunakan keterangan lengkap

Di era global seperti ini, 80% calon pembeli akan melakukan survei terhadap beberapa produk sebelum mereka memutuskan untuk membeli salah satu produk tersebut dan sebagian besar merasa ragu ketika mereka tidak dapat menemukan deskripsi produk secara lengkap. Deskripsikan keunggulan dan spesifikasi produk Anda secara lengkap agar calon pembeli memahami manfaat-manfaat yang bisa mereka dapatkan sehingga calon pembeli merasa puas dengan produk yang telah Anda tawarkan.


Kini Anda sudah memiliki bekal tentang bagaimana strategi dan cara yang tepat untuk menentukan dan meningkatkan harga jual produk. Gunakan faktor-faktor diatas agar produk Anda dapat bersaing dengan baik meskipun terjadi perang harga pada jenis produk yang sama. Selamat berbisnis!

Banyak orang gagal dalam kehidupan, bukan karena kurangnya kemampuan, pengetahuan, atau keberanian, namun hanya karena mereka tidak pernah mengatur energinya pada sasaran.” – Elbert Hubbard

3/11/18

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Cara Menghadapi Revolusi Industri ke Empat
Pengertian dari istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19. Revolusi Industri adalah masa peralihan proses industri dengan pesat secara besar-besaran hingga memberikan dampak perubahan pada perekonomian dan kehidupan sosial. Perkembangan industri dari masa ke masa terus berubah, semakin banyak inovasi-inovasi baru bermunculan untuk mempermudah segala aspek dalam kehidupan. Beberapa perubahan diantaranya yaitu adanya perubahan standar hidup masyarakat. Saat ini kita akan segera menghadapi bentuk Revolusi Industri ke empat. Apa yang akan terjadi dalam Revolusi Industri ke empat? Bagaimana dampaknya pada kehidupan?  Apa saja yang bisa menjadi peluang bisnis baru pada masa Revolusi Industri ke-4 nantinya? Sebelum itu mari kita melihat bagaimana Revolusi Industri terjadi dari masa ke masa.

Revolusi Industri 1 : Mesin menggantikan tenaga manusia

Revolusi Industri pertama kali terjadi sekitar tahun 1760 atau beberapa menyatakan terjadi pada tahun 1820 – 1840. Pada saat itu industri textil merupakan industri yang paling besar peminatnya yang ditandai dari semakin meningkatnya permintaan kain yang memaksa industri untuk berinovasi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Dimulai dari ditemukannya mesin pintal pertama oleh John Kay pada tahun 1733 hingga penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 membuat perubahan pada sektor ketenagakerjaan dimana mesin-mesin mulai mengalihkan peran manusia dalam mencapai target industri dan mempertahankan standar produk. Tentunya hal ini memacu konflik akibat kesenjangan sosial yang terlihat dimana para pemilik industri semakin diuntungkan dengan penggunaan mesin-mesin, sedangkan para pekerja mulai ditinggalkan secara perlahan.

Mesin Pintal Revolusi Industri 1
Mesin Pintal pada Revolusi Industri 1

Revolusi Industri 2 : Penggunaan bahan kimia, listrik dan teknologi informasi.

Inovasi pun berkelanjutan hingga hampir tidak dapat dipastikan kapan Revolusi Industri ke dua terjadi. Namun para ahli memperkirakan terjadinya revolusi industri ke dua sekitar tahun 1850 ketika ditemukannya mesin pembakaran dalam, pembangkit tenaga listrik, serta perkembangan bentuk pengolahan bahan mentah sehingga muncul mesin-mesin baru yang lebih canggih. Ditemukannya kapal uap dan penggunaan rel kereta api merupakan inovasi terbaik saat itu. Dengan perkembangan transportasi membuat penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat sehingga terlahir banyak penemu-penemu baru seperti Samuel Morse (penemu telegraf tahun 1832), Alexander Graham Bell (penemu pesawat telepon tahun 1872) dan Wright bersaudara (penemu pesawat terbang tahun 1903).

Revolusi Industri 3 : Merambah ke dunia digital

Personal komputer dan internet merupakan kunci pembuka untuk memasuki Revolusi Industri ke tiga. Generasi yang melalui milenium ke dua (tahun 2000) merupakan saksi terjadinya Revolusi Industri ke tiga. Seperti yang saat ini kita saksikan bagaimana perangkat-perangkat terbaru dibuat semakin ringan dengan dibantu akses informasi melalui internet yang semakin cepat dan global memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sistem pengukuran yang semakin akurat dengan bantuan komputer hingga skala nano, perkembangan kecerdasan komputer yang semakin membaik, serta penjelajahan manusia hingga keluar angkasa akan menjadi bekal untuk mencapai revolusi industri berikutnya.

Revolusi Industri 4 : Otomatisasi dan Rekayasa Genetika

Klaus Schwab, seorang eksekutif dan penemu dari World Economic Forum menyebutkan dalam bukunya berjudul The Fourth Industrial Revolution bahwa Revolusi Industri ke empat akan segera terjadi dengan ditandai kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Seperti yang banyak kita baca dalam berita-berita teknologi bahwa saat ini telah banyak industri teknologi dan informatika seperti Google dan Tesla yang berlomba menciptakan Artificial Inteligen (kecerdasan buatan) untuk membuat mesin agar dapat berfikir dan membuat keputusan sendiri seperti robot-robot dan mobil swakemudi. Tak kalah, di dunia kedokteran pun ingin memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi genetik makhluk hidup untuk meningkatkan imunitas, kecerdasan dan kesempurnaan anggota tubuh. Kekhawatiran terhadap lingkungan hidup akibat dari berbagai perubahan selama Revolusi Industri yang terjadi sebelumnya pun menjadi sorotan dan menginspirasi ilmuwan untuk membuat sumber energi baru dan menghentikan penggunaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Manfaatkan perubahan ini untuk memperoleh peluang bisnis yang baru.




Hal-hal yang perlu di-antisipasi dalam Revolusi Industri ke empat.

1. Pengurangan tenaga kerja manusia

Dengan ditemukannya perangkat-perangkat Artificial Intelegent, akan sangat mempengaruhi sektor jasa, yang sebelumnya dibutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikan dan mengendalikan mesin, pada Revolusi Industri ke-4 hampir semua mesin akan bergerak secara otomatis. Sebagai contoh, pengoperasian mesin-mesin industri, jika kenaikan upah pekerja terus meningkat, di lain sisi perkembangan kecerdasan mesin yang dapat beroperasi sendiri akan dinilai lebih ekonomis dan perlahan perusahaan akan menggeser peran operator yang semakin mahal dengan mesin-mesin otomatis. Meskipun tidak seluruh sektor akan dapat tergantikan seperti kebutuhan perawatan dan perbaikan mesin, namun cukup memberi dampak pada pengurangan lapangan kerja.

2. Munculnya industri baru berbasis IoT (Internet of Things)

Seperti yang kita rasakan saat ini, industri berbasis internet seperti toko online dengan segala kemudahannya akan semakin menggeser keberadaan toko-toko konvensional. Seperti halnya saat ini yang cukup perbankan merasa waspada adalah munculnya Teknologi Financial (Fintech) yang memanfaatkan akses internet untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih cepat dari pada bank. Selain dua hal itu, pada Revolusi Industri ke-4 nanti akan semakin banyak lagi inovasi industri baru berbasis internet.

3. Persaingan semakin ketat

Semakin maraknya bisnis-bisnis baru yang lebih inovatif bisa menjadi ancaman bagi industri yang telah ada saat ini. Bentuk ekspansi bisnis yang dilakukan pun tidak terbendung lagi. Sebagai contoh perusahaan ojek online buatan anak bangsa yaitu Go-Jek yang kini telah meningkatkan produknya dalam berbagai layanan seperti Go-Clean, Go-Life, Go-Send, dsb. Hal ini akan semakin memperkuat perusahaan tersebut, bahkan hingga Google pun tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan buatan anak bangsa ini. Sempat menuai kontra dengan ojek konvensional namun kembali pada kepuasan pelanggan sebagai penentu persaingan ini. Bukan hanya pada level industri, dalam masyarakat pun akan terlihat perbedaan bagi mereka yang mau berkembang dengan mempelajari teknologi dan pemanfaatannya, akan meninggalkan mereka yang gagap teknologi.

4. Kesenjangan dalam masyarakat

Mereka yang sukses di masa Revolusi Industri ke-4 adalah mereka yang terus mengasah pengetahuannya. Perkembangan jaman akan lebih cepat, mereka yang bergerak lebih cepat untuk mengambil kesempatan-kesempatan baru dengan memanfaatkan perkembangan kondisi yang ada akan melaju jauh meninggalkan mereka yang tidak mau berkembang. Tingkat persaingan bukan lagi secara domestik, namun akan terjadi secara global.




Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Revolusi Industri Ke-4

Seperti halnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bentuk-bentuk Revolusi Industri sebelumnya, Anda harus mengembangkan potensi diri dan mengikuti perkembangan jaman yang terjadi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Memperluas ilmu pengetahuan 

Ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang yang dipadukan dengan teknologi akan memegang peranan yang sangat penting dalam setiap Revolusi Industri ke-4. Oleh sebab itu, selain mendalami apa yang sedang Anda pelajari saat ini, sebaiknya Anda juga mempelajari mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membantu bidang yang Anda kerjakan agar didapat hasil yang lebih maksimal.

2. Mengembangkan keahlian

Mendalami satu bidang akan membuat Anda lebih fokus dan semakin ahli, namun dimasa mendatang, perpaduan ilmu dari berbagai bidang akan membuka pikiran Anda akan pemanfaatan yang lebih luas. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Steve Jobs dalam produknya, ia tidak hanya menampilkan teknologi tapi juga mempertimbangkan estetika dan nilai seni sehingga membuat produk-produk Apple begitu berkelas. Penggabungan berbagai jenis ilmu dapat menciptakan produk baru atau memberikan nilai tambah suatu produk agar semakin unggul dalam persaingan.

3. Mengasah kreatifitas dan berani mencoba hal-hal baru

Kreatifitas dapat ditingkatkan dengan mencoba pengalaman-pengalaman baru. Jangan takut untuk terjun langsung pada suatu ilmu yang belum pernah Anda pelajari, karena hal itu bisa membuka pikiran Anda untuk melihat berbagai kemungkinan secara luas. Kreatifitas memegang peranan penting bagi Revolusi Industri, dengan kreatifitas akan tercipta produk-produk baru yang inovatif.

4. Meningkatkan daya saing

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa persaingan dalam Revolusi Industri ke-4 akan semakin ketat. Cara untuk meningkatkan daya saing adalah dengan 3 poin diatas, terutama pelajari terkait cara kerja suatu teknologi dan bahasa asing. Dengan mempelajari bahasa asing dapat membuka wawasan Anda lebih jauh mengingat bahwa saat ini buku-buku pengetahuan dalam bahasa nasional masih cukup terbatas, sedangkan penguasaan teknologi akan membantu Anda untuk meningkatkan produktifitas dengan penerapan yang tepat.

5. Memanfaatkan teknologi yang telah ada

Menciptakan suatu produk inovasi baru memang bisa membawa ketertarikan pasar lebih besar, namun juga membutuhkan waktu dan biaya observasi yang besar. Alih-alih menciptakan bentuk teknologi baru dimana saat ini hampir semuanya telah tersedia dan mudah didapatkan, sebaiknya Anda memanfaatkan teknologi yang telah ada dan mengembangkannnya menjadi produk yang lebih efisien dan lebih unggul. Hal ini akan mengurangi waktu Anda untuk melakukan observasi ulang dan menyusul ketertinggalan.

Pada akhirnya, Revolusi Industri ke-4 tidak dapat kita hindari. Dampak positif akan kita terima dengan baik, dan dampak-dampak negatif harus kita tanggulangi sebelum terlambat.


“Hidup ini terlalu singkat untuk terpaku pada satu hal, terus belajar dan carilah pengalaman-pengalaman baru.” i-Bisnis.com


10/23/17

Investasi Melalui Peer To Peer Lending di Indonesia

Investasi Melalui Peer To Peer Lending di Indonesia

Investasi Melalui Peer To Peer Lending di Indonesia
Tidak jarang, ada beberapa orang yang memiliki tabungan modal cukup namun tidak tahu kemana harus mengalokasikan modal tersebut, sehingga modal tersebut hanya bertumpuk di rekening bank dan semakin tergerus kebutuhan dan potongan transaksi bank. Di lain pihak, ada pengusaha yang siap menjalankan usahanya, atau ingin mengembangkan usahanya untuk memenuhi permintaan pelanggan namun terkendala pada permodalan, ingin meminjam uang pada bank namun bunga dan aturan-aturan bank cukup mempersulit pengusaha untuk memperoleh dan mengembangkan bisnisnya. Untuk mengatasi hal tersebut muncullah perusahaan finansial berbasis teknologi atau biasa disebut sebagai Fintech (Financial Technology) yang berkomitmen membantu perusahaan-perusahaan dan investor mengatasi permasalahan finansialnya.

Peer-to-Peer (P2P) Lending Investing sebagai bagian dari Fintech

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa Fintech merupakan badan usaha keuangan yang menggunakan teknologi sebagai basis operasinya. Cukup banyak jenis layanan Fintech yang ada, mulai dari e-wallet, Reksadana & Saham online, Pengamat dan survey, serta layanan P2P (Peer to Peer) Lending atau jasa penghubung antara pemodal dan pemilik usaha. Jika Anda merupakan salah satu orang yang mengalami permasalahan modal atau investasi, layanan ini akan menjadi solusi bagi Anda.

Banyak pihak yang mendukung layanan Peer to Peer Lending ini karena dengan kemudahannya mampu merangsang pertumbuhan UMKM dan bisa menjadi lahan investasi yang lebih menguntungkan dibanding deposito bank. Hal ini lah yang sering menjadi polemik dimana perusahaan Fintech dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan bank konvensional. Menariknya, justru kesempatan ini menjadi peluang bank-bank kelas menengah untuk berkembang dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan Fintech untuk membuat Escrow Account.

Sistematika Investasi Peer to Peer Lending di Indonesia dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dalam prosesnya, perusahaan Peer to Peer Lending sebagai perantara yang membantu dalam menilai dan menganalisa proposal usaha dan resikonya serta menampilkan dalam beberapa kategori yang mempermudah investor untuk membuat keputusan. Namun seperti jasa permodalan pada umumnya, tentunya setiap modal akan tetap memiliki resiko untung / rugi. Sayangnya belum ada perusahaan Peer to Peer yang berani memberikan jaminan modal kembali jika terjadi kegagalan. Untuk melindungi pemodal dari kerugian, perusahaan Fintech akan meneliti secara ketat pengajuan proposal permintaan modal dan tak jarang perusahaan Fintech akan meninjau secara langsung usaha tersebut.

Peer to Peer Lending
Skema Peer-to-Peer Lending


Dengan membawa pengaruh ekonomi yang cukup besar, maka penyelenggara Peer to Peer Lending harus berada dalam pengawasan OJK untuk melindungi nasabah dan mengawasi berjalannya keuangan dalam negeri. Hingga per tanggal 29 Desember 2016 lalu, akhirnya OJK mengeluarkan Peraturan OJK dengan nomor 77/POJK.01/2016. Berikut 4 poin penting mengenai peraturan tersebut:

1. Kepemilikan saham asing maksimal 85%

Pada peraturan pasal 3 yang dikeluarkan oleh OJK membatasi kepemilikan saham maksimal yang boleh dimiliki oleh asing yaitu sebebsar 85%. Selain itu OJK pun memberikan ijin bagi asing sebagai pemberi pinjaman tetapi tidak memperbolehkan bertindak sebagai peminjam. Selain itu, Perusahaan Peer to Peer Lending harus terdaftar sebagai anggota asosiasi yang ditunjuk OJK.

2. Modal minimal sebesar Rp. 2,5 Miliar untuk mendirikan perusahaan Peer to Peer

OJK mengharuskan perusahaan Peer to Peer Lending agar memiliki modal minimal Rp. 1 Miliar pada saat pendaftaran dan modal perusahaan harus telah mencapai Rp. 2,5 Miliar saat mengajukan perijinan. Hal ini lebih ringan dibanding rancangan peraturan OJK sebelumnya yang mengharuskan perusahaan memiliki modal Rp. 2 Miliar ketika pendaftaran dan modal Rp. 5 Miliar ketika mengajukan perijinan.

3. Nilai maksimal dan penetapan bunga pinjaman

Dalam hal ini OJK memberi batasan nominal pinjaman yang boleh diberikan yaitu maksimal sebesar Rp. 2 Miliar. Tetapi dalam peraturan ini OJK tidak menyebutkan batasan nominal bunga yang diijinkan, hal ini berbeda dari rancangan peraturan OJK sebelumnya. Pada rancangan peraturan OJK sebelumnya disebutkan bahwa tingkat suku bunga yang diijinkan yaitu 7 kali dari BI- 7-day Repo Rate per tahun.

4. Perusahaan Peer to Peer wajib membuat Escrow Account

Dalam operasional perusahaan Peer to Peer Lending tidak diperbolehkan menyentuh sepeser pun dana pinjaman dari pemberi pinjaman ke penerima pinjaman maupun sebaliknya. Perusahaan hanya diperbolehkan menerima komisi atas transaksi pinjaman yang terjadi dalam platform tersebut. Untuk memastikannya maka OJK mewajibkan perusahaan untuk membuat virtual account bagi penggunanya dan menyediakan Escrow Account sebagai rekening bersama bagi peminjam maupun investor.

Saat ini sudah cukup banyak perusahaan Fintech di Indonesia yang bergerak dalam bidang Peer to Peer Lending dan telah terdaftar di OJK. Empat diantaranya yang hingga saat ini masih memiliki reputasi baik yaitu, Modalku, Investree, KoinWorks, dan Amartha. Masing-masing penyedia layanan memberikan pengalaman yang berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh sebab itu sebaiknya Anda mencari tahu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing perusahaan Peer to Peer tersebut sebelum bergabung.

9/23/17

Transformasi Bisnis Digital, Bagaimana Menyikapinya?

Transformasi Bisnis Digital, Bagaimana Menyikapinya?

Transformasi Tren Bisnis Konvensional vs Digital
Digitalisasi membawa banyak dampak perubahan dalam kehidupan kita. Hampir segala sesuatu bisa kita dapatkan melalui handphone dan jaringan internet. Hal ini pun memberi dampak pada perubahan trend bisnis yang semula dilakukan secara konvensional berubah menjadi transaksi digital. Mulai dari maraknya online shop dimana penjual cukup menampilkan barang dagangannya dalam website atau pun forum jual-beli di media sosial dan pembeli pun dapat dengan mudah menemukannya serta melakukan transaksi jual-beli saat itu juga.

Keunggulan Bisnis Online

Tidak disangkal lagi bahwa perkembangan teknologi sangat membantu dan mempermudah dalam memperoleh serangkaian kebutuhan setiap orang. Berbelanja secara online dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan. Anda tidak perlu bepergian untuk mendapatkan sebuah produk baik itu produk lokal, maupun produk impor. Bisnis online dapat menjangkau seluruh wilayah global yang menjadikannya sebagai penghancur batasan pasar. Dalam bisnis era global, semua orang dapat berbelanja produk apapun, dari mana pun bahkan telah didukung dengan metode pembayaran global oleh berbagai Bank di seluruh dunia melalui rekening digital yang disebut e-wallet. Selain itu, Anda tidak perlu membuka toko fisik yang mana akan menekan biaya operasional cukup besar. Dalam bisnis Online pun Anda tidak perlu terus-terusan menunggui toko Anda. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh para karyawan untuk mencari nafkah sampingan.

Tips dalam menjalankan bisnis online

1. Mencari suplier produk

Dengan adanya akses internet juga dapat mempermudah Anda dalam mencari suplier untuk produk yang ingin Anda jual. Anda bisa mencari dengan mudah dan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualitas, ketahanan, keamanan, lama dan biaya pengiriman. Harga produk murah mungkin sangat menarik, namun Anda juga perlu mempertimbangkan biaya pengirimannya, maupun pajak barang (impor) agar produk yang Anda jual benar-benar memiliki nilai ekonomis tinggi.

2. Mengobservasi pasar

Anda juga bisa mencari tahu seberapa berat persaingan, mencari ruang-ruang yang dapat Anda manfaatkan sebagai peluang. Sebagai contoh ketika Anda ingin membuka bisnis 3D Printing, Anda bisa mencari tahu seberapa tarif rata-rata yang diminta pesaing Anda di kota dan memperkirakan apa kelebihan yang bisa Anda berikan dibanding mereka. Baca tips memulai usaha sampingan.

3. Mengutamakan pelayanan dan kemudahan

Globalisasi juga menyebabkan persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Jika sebelumnya pelanggan hanya mengetahui toko Anda saja, bisa saja kini mereka menemukan toko lain yang serupa dengan toko Anda dengan beberapa keunggulan lain dan menyebabkan pelanggan Anda perlahan-lahan semakin banyak yang meninggalkan Anda. Oleh sebab itu, pelayanan dan kemudahan yang lebih unggul akan menjadi senjata ampuh bagi Anda untuk memenangkan persaingan dalam bisnis online.

4. Menonjolkan keunikan

Selain pelayanan dan kemudahan, sebaiknya bisnis Anda memiliki ciri khas yang tidak dimiliki saingan Anda. Keunikan tersebut bisa dalam bentuk design toko online, kegiatan amal, komunitas, logo dengan makna tertentu, atau pun keunikan lain yang bisa meningkatkan kekuatan merek Anda. Karena dengan kekuatan merek bisa meningkatkan peringkat Anda dimata masyarakat dan dapat melonjakan pengunjung dan jumlah pelanggan.

Macam-macam bisnis online dan pendukungnya yang masih berpotensi baik.

1. Reseller

Meski globalisasi menyingkirkan batasan pasar, namun menjajakan ulang suatu produk bisa membawa keuntungan besar untuk Anda. Kembali pada poin kemudahan transaksi dan pelayanan, hal sederhana ini ternyata bernilai besar. Sebagai contoh jika Anda menjadi seorang reseller barang impor. Ada beberapa hal yang bisa menjadi keuntungan bagi Anda dalam menjalankan bisnis ini antara lain: kurangnya pengetahuan warga lokal terkait sistematika impor, takut mengenai pajak impor, dan kesulitan dalam melakukan pembayaran. Anda bisa mempelajari peluang bisnis reseller barang impor dalam artikel menjadi reseller barang impor ternyata mudah.

2. Produsen Kerajinan Tangan

Jika Anda memiliki keahlian membuat kerajinan tangan, kini hal itu menjadi buruan berharga bagi pengguna online shop. Berkat layanan online, kini banyak produsen kerajinan tangan lokal yang bisa go international. Ketertarikan pasar internasional terhadap produk buatan tangan asli Indonesia cukup tinggi karena kekuatan budaya Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Atau bahkan Anda sudah memiliki bisnis kerajinan tangan? Kini saatnya Anda membuat website dan menawarkan produk Anda pada dunia.

Contoh Kerajinan Tangan

3. Layanan Design Grafis dan Website

Dua hal ini sangatlah penting dalam bisnis online. Tanpa tampilan website yang menarik dan user friendly akan membuat pengunjung ingin segera keluar dari sana. Inilah mengapa tarif layanan Design Grafis dan Website saat ini menjadi cukup mahal. Ini merupakan bisnis yang sangat menguntungkan dan akan terus berkembang mengingat penggunaan internet saat ini pun semakin meningkat. Tiap harinya ada hampir jutaan website baru bermunculan di seluruh dunia. Sedikit tips mengenai bisnis ini sebaiknya Anda menjalankannya dalam sebuah tim.

4. Publisher Iklan dan Online Marketing

Selain ke tiga bisnis tersebut, salah satu bisnis yang cukup banyak diminati adalah publisher iklan dan online marketing karena bisnis ini bisa menghasilkan pendapatan pasif bagi Anda. Layanan Google AdSense menjadi pilihan utama para publisher iklan karena perhitungan pendapatan yang cukup besar dibanding layanan lain yang serupa. Jika Anda berminat, silahkan baca artikel mengenai cara menjadi publisher AdSense. Selain menjadi publisher iklan, Anda juga bisa mencoba Affiliate Marketing yang kurang lebih memiliki sistem sama, hanya saja dalam hal ini Anda memberikan referensi secara langsung tanpa melalui program PPC (Paid Per Click) seperti google AdSense dan biasanya fee untuk affiliate marketing jauh lebih besar.

5. Kurir

Salah satu kelemahan bisnis online adalah ketergantungannya pada jasa pengiriman. Ini merupakan peluang yang sangat baik, meski saat ini telah ada layanan GO, namun layanan tersebut masih belum menjangkau seluruh daerah dan kalangan. Di beberapa daerah, layanan GO hanya beroperasi di kota pusat dan belum mencapai wilayah kecamatan dan layanan tersebut harus menggunakan aplikasi mobile yang mana memiliki keterbatasan antara lain pengguna harus mengetahui cara penggunaan aplikasinya. Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan pasar diluar layanan GO.


Perubahan tren bisnis konvensional menjadi bisnis digital memang membawa pengaruh besar dalam merubah pola jual-beli di masyarakat. Dengan adanya perubahan tersebut diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya menjadi peluang bisnis baru untuk mendukung perekonomian dalam negri. Berubah memang bukan hal yang mudah, namun diharapkan perubahan bisa membawa peluang baru dan kemajuan dalam kehidupan.




8/19/17

5 Tahap Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan

5 Tahap Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan

Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan
Selama masa operasional bisnis tentunya akan ada perubahan struktural baik dari tingkat atas maupun tingkat bawah. Akan selalu ada karyawan baru baik yang belum berpengalaman maupun karyawan pindahan yang sudah berpengalaman dari cabang atau perusahaan lainnya. Dengan adanya karyawan baru diharapkan bisa menjadi support untuk menutupi kekurangan maupun membawa hal-hal baru yang selama ini belum ada. Adanya karyawan baru juga bisa menjadi penghubung untuk menambah relasi dalam mengembangkan bisnis Anda.

Namun banyak juga kendala yang dihadapi ketika masuknya karyawan baru dalam perusahaan. Seperti ketidaktahuan terhadap jenis pekerjaan, perlunya adaptasi lingkungan, dan yang terpenting adalah pemahaman terhadap faktor keselamatan dalam kegiatan operasional usaha. Ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan untuk mempersiapkan dan mengelola karyawan baru antara lain dijelaskan sebagai berikut:

5 tahapan dalam menyikapi karyawan baru atau karyawan pindahan.

1. Induksi Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan (SHE)

Keamanan dan keselamatan merupakan faktor yang paling utama yang perlu Anda perhatikan untuk disampaikan kepada karyawan baru Anda. Menurut survey, sebagian besar kecelakaan kerja dilakukan oleh karyawan baru yang belum berpengalaman dalam mengidentifikasi potensi bahaya. Anda perlu menjelaskan secara mendetail mengenai peraturan dalam perusahaan terkait peralatan keselamatan, daerah yang tidak boleh diakses sembarangan, tempat-tempat pembuangan limbah, maupun SOP pekerjaan untuk memenuhi standart Safety, Health and Enviromment (SHE).

2. Orientasi Tempat Kerja

Sebagai karyawan baru yang belum memahami lingkungan sekitar perlu dilakukan orientasi tempat kerja agar dapat menjalankan fungsi tugasnya dengan baik dan menjaga keselamatannya dari potensi bahaya pada tempat-tempat terbatas dengan ijin khusus. Karyawan baru juga perlu mengenal rekanan dan struktur organisasi dalam usaha tersebut agar pekerjaan yang dilakukan semakin efektif dan tempat sasaran.

3. Deskripsi Pekerjaan dan SOP

Tujuan utama seorang karyawan baru adalah untuk mengisi kekurangan dalam operasional, oleh sebab itu mereka perlu memahami deskripsi pekerjaannya dan standar prosedur operasional agar pekerjaan yang dilakukan terarah dan sesuai dengan target semula. Mendidik karyawan baru memang sangat diperlukan, memberi pengetahuan dan pemahan baru sesuai target dimana ia dibutuhkan. Namun jangan jadikan karyawan baru sebagai tempat melimpahkan pekerjaan. Tidak jarang karyawan baru pada akhirnya mengerjakan hal-hal yang diluar batasannya karena ia belum memahami tujuan pekerjaannya yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh rekan-rekannya untuk melakukan pekerjaan diluar otoritasnya.

4. Bebaskan Dalam Berkreasi

Dengan adanya karyawan baru diharapkan menjadi penyegar dalam operasional untuk memunculkan gagasan baru dan mengembangkan inovasi agar operasional berjalan lebih baik dan lebih efisien lagi. Maka tugas Anda adalah mengarahkannya dan jangan pernah membatasi ide-ide dari karyawan Anda agar ia terus termotivasi untuk berinovasi tanpa menyalahi prosedur. Dalam beberapa kasus karyawan baru sulit untuk menyesuaikan diri dengan SOP yang sudah ada dan ia mencoba melakukannya dengan cara yang diyakininya lebih mudah, dalam hal ini sebaiknya Anda lakukan evaluasi dan jika tidak berpotensi membahayakan sebaiknya Anda berikan ia waktu untuk mengasah idenya dan mengerjakan deskripsi pekerjaannya dengan nyaman dan lebih baik.

5. Pengertian dan Peringatan

Karyawan baru biasanya sering membuat kesalahan, oleh sebab itu Anda coba koreksi kembali keempat tahapan sebelumnya apakah telah berjalan sesuai yang diharapkan. Kesalahan-kesalahan yang terjadi biasanya karena ketidaktahuan atau inisiatif perkerja itu sendiri. Lakukan evaluasi dan berikan sedikit pengertian agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Namun jika kesalahan yang dilakukan cukup membahayakan, Anda dapat memberi peringatan langsung agar karyawan merasa jera dan selalu teringat kesalahannya.

Itulah 5 tahapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi karyawan baru maupun karyawan pindahan agar dengan adanya mereka dapat mengisi kekurangan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.

8/06/17

Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Pembagian Hasil Usaha Kerjasama
Dalam memulai atau mengembangkan suatu usaha bukan hal yang mudah untuk dilakukan sendiri. Dengan mengajak kerjasama beberapa rekan bisa meningkatkan kesuksesan bisnis Anda sekaligus mengurangi potensi kerugian total. Bagi sebuah perusahaan besar berbadan PT mungkin bisa mendapatkan modal dengan mengeluarkan lembaran saham untuk dijual ke masyarakat dengan pembagian keuntungan / dividen sesuai persentase kepemilikan saham setelah dikurangi biaya operasional dan pengembangan usaha. Namun bagaimana cara bagi hasil usaha kerjasama untuk perusahaan startup, CV, atau usaha yang baru berjalan?

Pada dasarnya, untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha diperlukan tiga bentuk modal awal yaitu:

1. Materi

Modal materi merupakan modal yang dapat terukur dalam nominal mata uang. Sebagai contoh menyediakan tempat usaha, membeli stok barang atau peralatan, atau bisa dengan bentuk uang untuk dikelola.

2. Pengelola

Merupakan usaha yang mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengelola perusahaan. Dalam hal ini pengelola perusahaan bisa saja digantikan oleh karyawan dengan gaji tetap.

3. Marketing

Menjual merupakan bagian yang paling penting dalam suatu perusahaan. Banyak orang yang mampu membuat produk luar biasa tetapi kurang baik dalam hal marketing sehingga produk yang dijualnya tidak laku atau terjual dibawah harga normal. Meski biasanya posisi seorang marketing juga dirangkap oleh pengelola atau pemilik modal namun posisi ini juga perlu diperhitungkan dalam pembagian keuntungan.





Dalam pembagian keuntungan usaha tidak ada undang-undang yang menentukan perhitungannya. Namun setiap badan usaha dilindungi oleh pasal 1633 hingga pasal 1635 KUHP yang menyatakan cara pembagian keuntungan disesuaikan oleh perjanjian sekutu (semua pihak terkait) dengan batasan keuntungan tidak boleh diberikan hanya pada salah satu pihak namun dalam perjanjian dibolehkan kerugian menjadi beban salah satu pihak saja dan tidak boleh ada penetapan keuntungan pada pihak ketiga (pihak yang tidak terkait dalam bisnis). Sehingga diharapkan setiap pihak yang ikut serta didalamnya tidak ada yang merasa dirugikan atau mengambil keuntungan sepihak.

Untuk bentuk bagi hasil keuntungan usaha kerjasama dibedakan dalam dua tipe:

1. Keuntungan tetap

Keuntungan tetap merupakan keuntungan yang nominalnya ditentukan secara tetap berapapun hasil usaha yang didapatkan. Sebagai contoh A mengeluarkan modal 10 Juta, dengan pendapatan perbulan diperoleh 500 ribu per bulan selama jangka waktu tertentu atau selama perusahaan tersebut masih menghasilkan laba. Biasanya bentuk keuntungan ini digunakan oleh perusahaan startup atau UMKM untuk mendapatkan modal awal usaha dan memperkirakan besaran pengeluaran untuk membayar hutang modal.

2. Keuntungan dinamis

Keuntungan dinamis dihitung berdasarkan persentase perolehan dari sisa hasil usaha sesuai jumlah perbandingan modal. Ketika hasil usaha yang diperoleh meningkat, maka masing-masing pihak akan menerima hasil lebih, begitu pula sebaliknya.

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa tidak ada ketetapan perhitungan dalam pembagian hasil usaha namun perhitungan pembagian hasil usaha perlu ditetapkan oleh sekutu dalam sebuah perjanjian kerjasama sebelum usaha dijalankan. Dengan mempertimbangkan 3 bentuk modal dan tipe pembagiannya seperti yang disebutkan diatas dapat diperkirakan perolehan masing-masing pihak.





Contoh ilustrasi menghitung pembagian hasil usaha kerjasama:
Anto memiliki ide untuk mendirikan usaha persewaan panggung dengan perkiraan modal 100 Jt, namun modal yang dimilikinya hanya 40 Jt, oleh sebab itu ia mengajak rekannya Budi untuk bekerjasama mendirikan usaha. Budi setuju untuk memberi modal kepada Anto sebesar 60 Jt, namun Budi cukup sibuk dengan rutinitasnya sehingga ia tidak dapat terlibat langsung dengan bisnis tersebut. Maka Anto lah yang menjalankan usaha tersebut, dengan modal bersama ia membeli beberapa peralatan panggung dan untuk mendirikan panggung ia harus menyewa 5 orang crew. Dalam satu bulan, Anto berhasil menyewakan panggungnya sebanyak 10 kali dan mendapat penghasilan total 200 Jt. Dipotong biaya operasional, menyewa crew dan untuk pengembangan aset, didapatlah keuntungan bersih sebesar 90 Jt. Dalam perjanjian awal, karena Anto bertindak sebagai pengelola dan juga marketing, maka Anto berhak mendapat fee sebesar 1 Jt setiap kali ia berhasil menyewakan panggung. Dengan total 10 kali persewaan, maka Anto mendapat fee sebesar 10 Jt dari total keuntungan bersih sehingga tersisa 80 Jt. Dengan perbandingan modal awal, masing-masing mendapat bagian untuk Anto sebesar 40% dan Budi sebesar 60%. Maka pada bulan tersebut Budi mendapat keuntungan sebesar 80 Jt x 60% = 48 Jt dan Anto sebesar 80 Jt x 40% = 30 Jt + Fee sebesar 10 Jt.

Mungkin dalam benak sebagian orang akan mengatakan, enak sekali Budi tidak perlu bersusah payah mengurus bisnisnya namun mendapat keuntungan lebih besar. Sekilas memang terlihat seperti tidak adil, namun pernahkah Anda berfikir bahwa Budi pun telah bekerja keras untuk menabung modal sebesar 60 Jt tersebut dan ia memiliki resiko kehilangan modal lebih besar dibandingkan Anto. Sebagai catatan bahwa cerita diatas hanya sebuah ilustrasi yang dalam praktek sebenarnya bisa berbeda karena semua keputusan pembagian hasil usaha didasarkan oleh kesepakatan dan perjanjian sekutu.

Tips dalam melakukan kerjasama bisnis:

1. Buat perjanjian tertulis secara detail dilengkapi materai.
2. Pastikan hasil penjualan Anda potong terlebih dahulu sebagai kas pengembangan usaha dan untuk modal operasional sebelum dibagian kepada seluruh pihak.
3. Catat setiap bentuk transaksi secara detail agar tidak ada pihak yang merasa ditipu akibat pencatatan dan perhitungan administrasi yang tidak tepat.
4. Dalam setiap bentuk kerjasama, kepercayaan merupakan modal terpenting oleh sebab itu jagalah selalu kepercayaan Anda terhadap rekan bisnis Anda.

Jangan lupa untuk terus belajar mengenai manajemen bisnis dan antisipasi kemungkinan terburuk tentang bagaimana mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis maupun tips pengembangan bisnis.


Saya percaya materi dapat membuat hidup seseorang menyenangkan. Namun, pada dasarnya jika Anda tidak mempunyai teman yang sangat baik, relatif yang mempedulikan Anda, hidup akan terasa kosong, sedih, dan materi tidak lagi menjadi penting.” – David Rockefeller

8/03/17

Media Online Berita Bisnis Indonesia

Media Online Berita Bisnis Indonesia

Media Online Berita Bisnis Indonesia
Seperti yang kita semua ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya raya baik dari sumber daya alam maupun dari manusianya. Kekayaan negeri ini tentunya akan sangat menguntungkan jika dapat dikelola sendiri oleh warganya dengan sangat baik. Sayangnya, kesadaran dan pengetahuan warga untuk berwirausaha masih tergolong minim sehingga pengusaha asing masih menjadi investor terbesar bagi sebagian besar perusahaan di Indonesia. Oleh sebab itu, kini sebaiknya Anda mulai belajar dan mendalami pengetahuan bisnis melalui portal-portal media berita dan pengetahuan bisnis Indonesia secara online.


5 Alasan mengapa Anda perlu berlangganan berita bisnis dari media online Indonesia adalah:

1. Up to date

Dengan adanya Internet saat ini, segala informasi bisa kita dapatkan dengan sangat cepat. Begitu pula dengan portal-portal berita saat ini yang sebagian besar sudah menyediakan layanan Subscribe sehingga mereka dapat segera memberitahu Anda mengenai berita-berita pilihan terbaru langsung ke alamat email Anda.

2. Mudah

Akses internet juga mempermudah Anda untuk membaca berita terbaru lewat genggangman tangan Anda dari layar ponsel. Saat ini perlahan penggunaan kertas koran sudah semakin ditinggalkan karena dianggap kurang praktis, tidak berwarna dan berdampak buruk pada lingkungan. Tetapi dibalik kemudahan internet, sebaiknya Anda juga berhati-hati karena saat ini mulai banyak situs tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita tidak benar hanya asal menarik pengunjung saja. Jadi kembali telusuri setiap berita yang Anda baca agar didapat kebenarannya.

3. Murah

Dari segi ekonomis, media berita online dianggap lebih murah karena tidak memerlukan banyak media seperti kertas dan mesin pencetak. Dengan membaca berita secara online Anda telah sedikit lebih berhemat dan ikut serta dalam menjaga kelestarian alam dalam upaya mengurangi penggunaan kertas.

4. Berwawasan

Tentu saja dalam kegiatan membaca, apapun sumber bacaannya, akan memberi Anda wawasan yang lebih luas. Terutama terkait kabar-kabar terbaru dan mungkin dalam berita-berita Bisnis, Anda akan menemukan istilah asing, yang dapat segera Anda telusuri saat itu juga ketika Anda menggunanakaan layanan situs berita online.

5. Memiliki Pandangan Kedepan

Dengan berbagai pengetahuan yang telah Anda dapatkan dari berita, Anda bisa mengambil beberapa kesimpulan dan prediksi masa depan dengan lebih percaya diri. Kebanyakan pola bisnis sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah daerah , nasional maupun dunia. Dalam berita Anda juga dapat menemukan potensi bisnis yang lebih baik misalnya saat ini di seluruh dunia sedang gempar terkait harga Bitcoin yang sebelumnya tidak begitu dianggap keberadaannya di awal diluncurkan sekitar tahun 2009, tetapi saat ini bisa berharga hingga puluhan juta rupiah per koin. Seperti yang kami angkat dalam artikel Bitcoin dan cara mendapatkannya.


Di jagad internet cukup banyak situs berita yang dapat Anda pantau, namun hanya beberapa saja yang benar-benar mengangkat berita khusus terkait dunia bisnis. Dan sekali lagi i-Bisnis menyarankan agar Anda menerima berita dari situs yang benar-benar terpercaya. Berikut ini lima situs penyedia berita bisnis terbaik yang dapat Anda pantau langsung:


Tentu saja, selain kelima media online penyedia berita bisnis Indonesia tersebut, Anda wajib subscribe situs i-Bisnis.com karena hanya disini Anda bisa belajar mengenai dunia bisnis dengan ulasan tuntas.


7/28/17

Manfaat Kemasan Untuk Produk Anda

Manfaat Kemasan Untuk Produk Anda

Kemasan Produk, pengertian, tujuan, fungsi
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kemasan merupakan hal yang penting bagi setiap produk. Pengertian kemasan menurut Marianne Rosner Klimchuk, & Sandra A. Krasovec (2007), adalah desain kreatif yang mengaitkan struktur, bentuk, warna, material, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, menyimpan, mengeluarkan, membedakan dan mengidentifikasi sebuah produk di pasar.

Kemasan merupakan kesan pertama yang dilihat oleh calon pembeli. Suatu kemasan sebaiknya bersifat unik, menarik, aman, informatif, dan jujur. Dengan ke lima sifat tersebut diharapkan pembeli tidak hanya tertarik, namun juga merasa puas dengan isi produk di dalamnya. Di era modern seperti ini, persaingan produk menjadi sangat ketat, banyak plagiat yang menjual produk yang sama. Yang menjadi pembeda tentu saja merek dan kemasan produk. Oleh sebab itu fungsi kemasan menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan pembeli.

Jenis-Jenis Kemasan Produk

Secara struktural, kemasan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Kemasan Primer

Merupakan kemasan yang bersinggungan / berhubungan langsung dengan produk seperti botol minuman, kaleng sarden, plastik makanan, dan lainnya.

2. Kemasan Sekunder

Ini merupakan lapisan kedua setelah kemasan primer yang digunakan untuk mengelompokan produk. Sebagai contohnya adalah bungkus plastik pada kemasan Yakult atau kardus kemasan Aqua gelas, dsb.

3. Kemasan Tersier dan Kuarter

Kemasan ini hampir seperti kemasan sekunder, hanya saja lebih diperuntukan untuk mengamankan produk selama masa pengiriman. Contohnya adalah packing kayu, krat pada minuman botol, dsb.


Tujuan Kemasan dan Label Produk

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
  • Physical Production : Melindungi kualitas produk dari dalam sejak masa produksi.
  • Barrier Protection : Melindungi produk dari pencemaran dari luar seperti debu, udara, air, dsb.
  • Containment or Agglomeration : Pengelompokan produk agar mudah dibawa atau melindungi agar produk kecil tidak tercecer.
  • Information Transmission : Menyampaikan informasi terkait produk dan kemasan kepada pelanggan agar tidak terjadi penyalahgunaan dan demi keamanan pengguna maupun lingkungan.
  • Reducing Theft : Kemasan dapat digunakan sebagai jaminan keamanan produk seperti kemasan yang rusak setelah dibuka sehingga tidak dapat digunakan atau diperjualbelikan kembali.
  • Convenience : Menambahkan nilai kenyamanan dalam penggunaan produk seperti mudah dibawa, anti tumpah, mudah diambil dan dapat ditutup kembali.
  • Marketing : Dari segi marketing, kemasan dapat menjadi pemikat produk yang membuat pembeli tertarik dan membeli produk tersebut.


Begitu pentingnya kemasan dalam mempengaruhi penjualan sebuah produk sehingga Anda perlu mencari ide kemasan bagi produk Anda. 12 Ide Kemasan produk dari situs Hipwee ini sangat unik dan mungkin dapat Anda tiru dan modifikasi agar sesuai dengan produk Anda. Hati-hati pula dalam mengatur kemasan Anda agar tidak mengecewakan pembeli. Saat ini banyak sekali pembeli yang merasa tertipu dengan kemasan besar namun tidak sesuai dengan jumlah isinya, atau informasi kemasan yang menjanjikan banyak hal berbeda dengan kenyataan. Ingat bahwa kepercayaan dan pengalaman pengguna merupakan kunci kesuksesan suatu produk.


7/06/17

Mendapatkan Loyalitas Pelanggan Hanya Dengan 3 Hal Ini

Mendapatkan Loyalitas Pelanggan Hanya Dengan 3 Hal Ini

3 Hal yang membuat pelanggan loyal
Beberapa hari lalu i-Bisnis mengunjungi salah satu warung yang menjual menu utama Bakso di daerah Singosari, Kab. Malang. Nama warung tersebut Bakso Cak Kar. Ada beberapa hal unik yang i-Bisnis temukan dalam usaha tersebut. Keunikan yang membuat i-Bisnis belajar mengenai loyalitas pelanggan. Hal tersebut karena secara lokasi, warung Bakso ini terletak cukup tersembunyi dan cukup jauh dari jalur utama kota. Tetapi warung ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, bahkan banyak sekali pengunjung dengan kendaraan luar kota yang menikmati hidangan warung ini. Perjuangan Bapak Karsono sebagai pendiri warung Bakso ini memang tidak mudah dan butuh waktu bertahun-tahun dari berjualan dengan dipikul, menggunakan gerobak, hingga membuka warung seramai ini. Dari berjualan keliling tersebut, Pak Karsono telah membuat sebuah hubungan dengan pembeli secara baik. Meski sudah tidak berkeliling lagi, namun bisnis Bakso Cak Kar justru semakin berkembang pesat.

Inilah 3 hal yang membuat pelanggan menjadi loyal terhadap bisnis Bakso Cak Kar tersebut:

1. Kualitas Produk

Bakso yang dihasilkan warung ini memang sangat nikmat karena terbuat dari bahan-bahan berkualitas sehingga siapa pun yang mencobanya pasti ingin kembali lagi kesana untuk merasakan nikmatnya Bakso dengan cita rasa khas tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas merupakan unsur utama yang dicari oleh pelanggan ketika mencari suatu produk atau layanan. Pelanggan hanya akan benar-benar puas jika produk yang dicarinya memiliki kualitas yang baik. Terlebih jika Anda dapat menyajikan pengalaman yang lebih baik lagi maka pelanggan tidak akan pernah berpaling lagi dari bisnis Anda.

2. Kreatifitas

Hal kedua yang membuat pelanggan menjadi loyal adalah kreatifitas. Ketika Anda mengunjungi warung Bakso ini, Anda akan disuguhi berbagai macam jenis bakso. Bakso Cak Kar terkenal dengan Bakso Mercon-nya (mercon = petasan) yang begitu pedas hingga terasa seperti meledak didalam mulut ketika dinikmati pembeli. Tidak hanya bakso mercon, Anda juga bisa menemukan bakso isi keju, jamur, otak sapi, bakso urat, dan berbagai macam menu lainnya yang sangat bervariasi. Moto utama warung Bakso ini adalah ‘Kami akan selalu berinovasi demi kepuasan pembeli’. Dengan kreatifitas akan muncul berbagai inovasi yang membuat pelanggan tidak pernah merasa jenuh dengan produk yang ditawarkan. Inovasi merupakan nafas sebuah usaha. Ketika sebuah usaha berhenti berinovasi, lambat laun ia akan mati tertinggal oleh perkembangan lingkungan.

3. Pelayanan

Pertama kali i-Bisnis mengunjungi warung tersebut sekitar tahun 2014, warung ini masih cukup terbilang sederhana namun tertata dengan sangat baik. Tidak ada sedikitpun kesan kotor atau berantakan meski pengunjung warung cukup banyak. Saat beberapa hari lalu i-Bisnis kembali berkunjung, warung ini sudah berkembang dengan lokasi yang diperluas, dengan penataan yang telah berubah namun masih terjaga kerapihannya. Kini warung ini pun sudah memiliki lebih banyak pelayan dibanding beberapa tahun lalu. Namun kesan keramahan dan pelayanannya tidak pernah berkurang sedikit pun.

Untuk memancing pelanggan agar menjadi loyal terhadap bisnis yang Anda jalankan adalah dengan menempatkan diri Anda sendiri sebagai seorang pelanggan. Pelanggan Anda akan merasa puas jika Anda menyuguhkan 3 hal diatas secara terus menerus kepada pelanggan. Pelanggan yang loyal adalah pelanggan yang merasa puas. Ketika pelanggan terpuaskan, maka mereka akan kembali kepada Anda tanpa Anda mencari mereka, bahkan tanpa diminta pun mereka akan menyarankan produk Anda pada kenalan-kenalan mereka.


6/21/17

Tips Aman Mempertahankan Bisnis Dalam Masa Sulit

Tips Aman Mempertahankan Bisnis Dalam Masa Sulit

5+ Tips Mempertahankan Bisnis Ketika Kesulitan Menghadapi Krisis
Layaknya roda yang berputar ada kalanya bisnis yang dijalankan berkembang begitu pesat namun suatu saat akan ada bahaya krisis yang menguji Anda. Bagaimana mempertahankan bisnis ketika menghadapi masa krisis? Perjalanan dalam berbisnis tidak akan selamanya mulus sesuai dengan harapan Anda. Setiap permasalahan bisnis merupakan suatu proses pendewasaan bisnis. Ketika Anda berhasil menghadapi setiap permasalahan, maka saat itu pula bisnis yang Anda jalankan menjadi semakin kuat. Tentu saja, menghadapi sebuah krisis dalam bisnis bukan perkara yang mudah. Setiap keputusan yang Anda buat dapat menjadi penentu keberlangsungan bisnis Anda.

5 Tips untuk mempertahankan Bisnis ketika masa sulit dalam menghadapi krisis:

1. Jangan takut membuat perubahan

Masa krisis dapat terjadi akibat adanya perubahan kondisi dalam lingkungan eksternal maupun perubahan dalam internal perusahaan. Kondisi-kondisi eksternal dapat dipacu oleh kebijakan pemerintah, kondisi pasar global, persaingan atau pun bencana. Sedangkan perubahan internal yang membahayakan perusahaan dapat terjadi karena perubahan arah budaya karyawan, kriminalitas, atau kebijakan perusahaan yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi lingkungan.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, maka perusahaan harus bisa beradaptasi dengan melakukan inovasi-inovasi baru. Inovasi tidak harus dari level managerial namun juga perlu eksplorasi dari karyawan yang lebih sering bersinggungan langsung terhadap operasional.

2. Menjaga kas minimum untuk 3 bulan kedepan

Krisis dalam bisnis dapat terjadi kapan saja. Untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis, sebuah perusahaan sebaiknya memiliki kas operasional untuk bertahan selama minimum 3 kedepan meski tanpa adanya pemasukan apapun. Waktu selama 3 bulan ini merupakan batas minimum ideal untuk memberi kesempatan bagi perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

3. Mengoptimalkan segala sumber daya

Mengoptimalkan sumber daya masih menjadi alternatif terbaik untuk mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari potensi-potensi yang dapat mengurangi pemborosan tanpa harus mengorbankan beberapa kebijakan. Beberapa diantaranya adalah penggunaan peralatan / fasilitas kantor secara lebih efisien, memanfaatkan kertas bekas untuk digunakan kembali, memanfaatkan kinerja SDM dengan lebih maksimal dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang dirasa kurang produktif, dsb.

4. Ambil setiap peluang meski terlihat kecil

Mungkin dalam perjalanan bisnis Anda selama ini ada beberapa kesempatan yang dengan sengaja Anda tolak untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Ketika kondisi bisnis Anda stabil, itu bukan masalah yang besar dan bisa menjadi keputusan yang tepat untuk meningkatkan fokus dan kualitas layanan Anda. Namun ketika bisnis Anda mengalami krisis, hal-hal kecil tersebut akan menjadi sangat berarti dan bahkan dari kesempatan kecil tersebut Anda bisa membantu menumbuhkannya menjadi kesempatan yang lebih besar. Buka lebar-lebar pintu Anda untuk segala kesempatan.

5. Hindari melakukan pengurangan karyawan

Banyak perusahaan yang mengambil tindakan pengurangan karyawan / PHK sebagai pemecah masalah ketika menghadapi krisis. Padahal itu malah akan menimbulkan permasalahan baru karena secara tidak langsung Anda telah kehilangan karyawan berpengalaman, selain itu, pemutusan hubungan kerja dapat memicu kontra bagi karyawan lain sehingga performa SDM akan menurun. Pastikan Anda telah melakukan empat langkah diatas sebelum memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan.

Jika Anda telah melakukan kelima tips tersebut, maka tips terakhir yang dapat i-Bisnis berikan adalah bersabar dan terus berdoa agar keadaan kembali kondusif bagi bisnis Anda. Setelah krisis berakhir bukan seketika Anda dapat kembali tenang. Setelah masa krisis berakhir hal yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah melakukan recovery, atau mengembalikan kondisi perusahaan agar lebih teratur dan terarah. Itulah lima tips mempertahankan bisnis Anda ketika menghadapi kesulitan selama masa krisis.

6/08/17

5 Cara Kreatif Memperoleh Ide Bisnis Baru

5 Cara Kreatif Memperoleh Ide Bisnis Baru

Cara Menemukan Ide Bisnis
Polemik yang sama dan terus terjadi di masyarakat yaitu tentang bagaimana menemukan ide bisnis baru yang sesuai. Banyak orang baru ingin memulai bisnis namun bingung karena metode yang salah. Orang-orang sangat senang membicarakan ide-ide bisnis baru dengan kerabat maupun rekan-rekannya. Sebagian besar tujuan masyarakat ingin berbisnis adalah untuk terbebas dari perusahaan dan untuk memperoleh kebebasan dalam finansial. Hingga berbagai informasi pun diterima setengah matang yang justru membuat keraguan semakin besar untuk memulai bisnis. Dalam hal ini Anda harus fokus pada tujuan utama dan melupakan mitos wirausahawan yang beredar di masyarakat.

Berikut ini 5 cara menemukan ide bisnis baru yang sebaiknya Anda coba:

1. Mengetahui hal-hal yang Anda suka

Menjalankan bisnis baru yang sesuai dengan hobi atau hal-hal yang Anda suka akan sangat membantu Anda untuk fokus pada bisnis yang Anda geluti. Namun menemukan hobi atau cara yang tepat agar dapat menghasilkan keuntungan merupakan hal yang tidak mudah meski bukan hal yang mustahil juga. Hal pertama yang harus Anda lakukan hanya melakukannya secara berkesinambungan dan menghasilkan lebih banyak dari yang biasa Anda lakukan untuk dijual.

Selain dengan menjual produk riil hasil hobi Anda secara langsung, Anda dapat menjual jasa dari hobi Anda. Hampir tidak ada hobi yang tidak menghasilkan. Jika Anda tidak melihat ada keuntungan dalam hobi Anda maka coba untuk melihatnya dari sisi lain. Sebagai contoh jika Anda hobi bermain game, Anda dapat mencari keuntungan dengan membuat blog atau video youtube mengenai game dan mendaftarkannya pada layanan Google AdSense untuk mendapatkan penghasilan dari media tersebut.

2. Memanfaatkan keterampilan yang dimiliki

Cara ke dua dalam menemukan ide bisnis baru adalah dengan memanfaatkan keterampilan yang Anda miliki. Banyak pengusaha berhasil meskipun hanya lulusan sekolah menengah atau SMK. Sebagian besar pengusaha mendapatkan ide usaha dari ketrampilan yang mereka miliki. Keterampilan tersebut bisa Anda dapat selama sekolah hingga kuliah, mengikuti kursus, atau dari pengalaman Anda dalam pergaulan sehari-hari. Dengan berbekal keterampilan tersebut tentunya Anda dapat memulai bisnis sambil terus mengasah keterampilan yang Anda miliki.





3. Mengambil kesempatan dari lingkungan sekitar

Salah satu kunci keberhasilan beberapa pengusaha adalah bagaimana mereka melihat kesempatan yang ada dari lingkungan disekitar mereka. Kunci dalam melihat kesempatan ini dapat Anda temukan melalui problem yang terjadi di masyarakat yang ada dan menemukan solusinya, atau dengan melihat keunggulan tempat lain yang masih belum diterapkan dilokasi Anda tinggal. Perlu Anda ingat, bahwa dimana ada masalah, disana ada kesempatan untuk memperbaikinya dan merubahnya menjadi sebuah keuntungan.

4. Mencontoh keberhasilan orang lain

Ini merupakan metode dalam menemukan ide bisnis yang umum dilakukan masyarakat, yaitu dengan mencontoh keberhasilan orang lain. Namun dalam mencontoh keberhasilan seseorang sebaiknya Anda tidak hanya melihat dari hasil akhirnya saja, tetapi Anda harus bisa mencari tahu bagaimana memulai dan menjalankan proses bisnis tersebut hingga menjadi sukses. Banyak orang melakukan kesalahan karena mereka hanya melihat hasil akhir tanpa memahami proses yang mengakibatkan rasa tidak puas dan akhirnya berhenti menjalankan usahanya.

5. Mencoba hal baru dan terus belajar

Pengalaman merupakan guru terbaik. Seorang pengusaha mendapat pertanyaan tentang bagaimana ia berhasil, dan jawabannya adalah dari keputusan yang tepat. Lalu bagaimana ia memperoleh keputusan yang tepat? Yaitu dengan melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut. Tidak ada keberhasilan yang dapat diperoleh secara instan. Kebanyakan orang menginginkan kesuksesan yang cepat, tetapi perlu Anda ingat pepatah “easy come, easy go.”. Hal yang mudah didapat akan mudah berakhir pula.


Tidak ada bisnis yang berhasil dengan cepat kecuali Anda melakukannya dengan tekun, konsisten dan cerdas. Cobalah membuat daftar dari 5 metode tersebut untuk menemukan ide bisnis baru yang tepat bagi Anda. Buat susunan perencanaan dan kemungkinan yang bisa terjadi dari setiap ide tersebut. Pilih salah satu yang menurut Anda mampu Anda jalankan. Dan terakhir, jalankan ide tersebut.

Bisnis yang gagal adalah bisnis yang berhenti dijalankan. Selama Anda masih mampu menjalankannya dengan terus belajar dari pengalaman maka bisnis tersebut masih berpotensi berhasil. Mulailah bisnis Anda dari kecil untuk meminimalkan dampak kerugian, setelah Anda yakin dan memahami bisnis tersebut maka selamat, Anda calon pengusaha berhasil selanjutnya.


6/05/17

5 Strategi Bisnis Pengusaha Indonesia Untuk Memikat Pelanggan

5 Strategi Bisnis Pengusaha Indonesia Untuk Memikat Pelanggan

Strategi Bisnis Di Indonesia Untuk Menarik Pelanggan
Meski dinilai memiliki pasar yang masih sangat menjanjikan sebagai negara berkembang, namun persaingan bisnis di Indonesia dinilai cukup ketat. Hal ini memicu pengusaha Indonesia untuk lebih kreatif dalam mencari strategi bisnis yang tepat. Jika kita terjun ke lapangan untuk menilai pola beli masyarakat, tentu ini bisa menjadi langkah paling awal yang tepat untuk menyusun strategi bisnis. Dengan mengetahui strategi bisnis yang tepat diharapkan dapat memikat pelanggan untuk membeli produk Anda. Secara umum pola beli masyarakat dapat kita nilai dan atasi dengan strategi lima strategi dibawah ini.

5 Strategi bisnis di Indonesia untuk memikat pelanggan

1. Inovatif dalam pengembangan produk

Orang-orang Indonesia menyukai hal-hal unik, kreatif dan benar-benar baru. Inilah yang menjadi perhatian utama untuk memikat pasar Indonesia. Semakin kreatif produk atau layanan yang Anda sajikan pada pelanggan, akan terasa semakin menarik bagi masyarakat untuk mengunjungi dan mencoba produk Anda. Cobalah untuk inovatif dalam mengembangkan produk. Dapat keunikan yang membuat produk Anda berbeda dan dapat bersaing secara lebih unggul dibanding pesaing.

2. Kompetitif menghadapi pesaing

Pesaing bisa menjadi salah satu tempat Anda belajar dalam mengkoreksi dan mengembangkan bisnis Anda. Selalu awasi perkembangan dan strategi pesaing Anda. Belajarlah untuk mengetahui keunggulan pesaing Anda sehingga Anda dapat membuat strategi dalam mencegahnya dan kembali unggul dalam persaingan. Ingatlah untuk tidak terlena dengan kekuatan pasar yang Anda miliki saat ini. Belajarlah dari perusahaan-perusahaan besar seperti Nokia dan Kodak yang terlanjur hanyut dalam kejayaan dan berakhir dengan kekalahan karena tidak memperhatikan perubahan lingkungan dan pesaing.

3. Positif dalam menilai lingkungan

Bagi seorang pengusaha besar, problem is occasion, dimana ada masalah maka disitu ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Ingatlah prinsip dasar manusia yang selalu mengharapkan kemudahan dalam berbagai aspek. Maka ketika ada suatu permasalahan, jika Anda dapat menjual kemudahan maka orang akan berdatangan pada Anda. Begitu pula ketika Anda menghadapi permasalahan internal, jika Anda dapat mengatasi permasalahan tersebut maka Anda sudah selangkah lebih maju dari pesaing Anda.

4. Selektif memilih bahan baku produk

Saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam memilih produk unggulan. Bukan lagi mengenai harga, namun masyarakat kini lebih mengedepankan kualitas. Dalam pemahaman masyarakat, dengan kualitas yang baik maka produk dapat digunakan lebih lama dan harga jual kembali pun lebih stabil. Tapi tidak menuntut kemungkinan pula jika harga yang kompetitif dan lebih masuk akal akan menjadi pilihan terbaik menurut masyarakat.

5. Reaktif melihat trend yang ada

Dengan semakin mudahnya akses informasi dan penyebaran berita melalui media sosial, masyarakat Indonesia pun tidak ketinggalan dalam meramaikan trend yang ada, bahkan dalam beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi sorotan bagi trend dunia melalui “om telolet om” maupun berbagai aksi kreatif warga. Dengan memanfaatkan trend yang ada baik melalui iklan maupun pengembangan produk, Anda dapat memikat pelanggan lebih banyak.

Itulah 5 strategi bisnis yang dapat Anda praktikan untuk memikat pelanggan di Indonesia. Untuk membuat keputusan bisnis dari strategi tersebut yang tepat Anda dapat mencoba menggunakan Swot Analysis yang telah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Strategi bisnis yang tepat akan sangat mempengaruhi pergerakan bisnis Anda dan menentukan posisi bisnis Anda dalam peringkat pasar untuk menarik pelanggan. Jangan mudah berpuas diri karena pergerakan bisnis di Indonesia begitu dinamis dan dapat berubah setiap saat.