Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan

Persiapan Menghadapi Revolusi Industri ke Empat

Cara Menghadapi Revolusi Industri ke Empat
Pengertian dari istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19. Revolusi Industri adalah masa peralihan proses industri dengan pesat secara besar-besaran hingga memberikan dampak perubahan pada perekonomian dan kehidupan sosial. Perkembangan industri dari masa ke masa terus berubah, semakin banyak inovasi-inovasi baru bermunculan untuk mempermudah segala aspek dalam kehidupan. Beberapa perubahan diantaranya yaitu adanya perubahan standar hidup masyarakat. Saat ini kita akan segera menghadapi bentuk Revolusi Industri ke empat. Apa yang akan terjadi dalam Revolusi Industri ke empat? Bagaimana dampaknya pada kehidupan?  Apa saja yang bisa menjadi peluang bisnis baru pada masa Revolusi Industri ke-4 nantinya? Sebelum itu mari kita melihat bagaimana Revolusi Industri terjadi dari masa ke masa.

Revolusi Industri 1 : Mesin menggantikan tenaga manusia

Revolusi Industri pertama kali terjadi sekitar tahun 1760 atau beberapa menyatakan terjadi pada tahun 1820 – 1840. Pada saat itu industri textil merupakan industri yang paling besar peminatnya yang ditandai dari semakin meningkatnya permintaan kain yang memaksa industri untuk berinovasi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Dimulai dari ditemukannya mesin pintal pertama oleh John Kay pada tahun 1733 hingga penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 membuat perubahan pada sektor ketenagakerjaan dimana mesin-mesin mulai mengalihkan peran manusia dalam mencapai target industri dan mempertahankan standar produk. Tentunya hal ini memacu konflik akibat kesenjangan sosial yang terlihat dimana para pemilik industri semakin diuntungkan dengan penggunaan mesin-mesin, sedangkan para pekerja mulai ditinggalkan secara perlahan.

Mesin Pintal pada Revolusi Industri 1

Revolusi Industri 2 : Penggunaan bahan kimia, listrik dan teknologi informasi.

Inovasi pun berkelanjutan hingga hampir tidak dapat dipastikan kapan Revolusi Industri ke dua terjadi. Namun para ahli memperkirakan terjadinya revolusi industri ke dua sekitar tahun 1850 ketika ditemukannya mesin pembakaran dalam, pembangkit tenaga listrik, serta perkembangan bentuk pengolahan bahan mentah sehingga muncul mesin-mesin baru yang lebih canggih. Ditemukannya kapal uap dan penggunaan rel kereta api merupakan inovasi terbaik saat itu. Dengan perkembangan transportasi membuat penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat sehingga terlahir banyak penemu-penemu baru seperti Samuel Morse (penemu telegraf tahun 1832), Alexander Graham Bell (penemu pesawat telepon tahun 1872) dan Wright bersaudara (penemu pesawat terbang tahun 1903).

Revolusi Industri 3 : Merambah ke dunia digital

Personal komputer dan internet merupakan kunci pembuka untuk memasuki Revolusi Industri ke tiga. Generasi yang melalui milenium ke dua (tahun 2000) merupakan saksi terjadinya Revolusi Industri ke tiga. Seperti yang saat ini kita saksikan bagaimana perangkat-perangkat terbaru dibuat semakin ringan dengan dibantu akses informasi melalui internet yang semakin cepat dan global memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sistem pengukuran yang semakin akurat dengan bantuan komputer hingga skala nano, perkembangan kecerdasan komputer yang semakin membaik, serta penjelajahan manusia hingga keluar angkasa akan menjadi bekal untuk mencapai revolusi industri berikutnya.

Revolusi Industri 4 : Otomatisasi dan Rekayasa Genetika

Klaus Schwab, seorang eksekutif dan penemu dari World Economic Forum menyebutkan dalam bukunya berjudul The Fourth Industrial Revolution bahwa Revolusi Industri ke empat akan segera terjadi dengan ditandai kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Seperti yang banyak kita baca dalam berita-berita teknologi bahwa saat ini telah banyak industri teknologi dan informatika seperti Google dan Tesla yang berlomba menciptakan Artificial Inteligen (kecerdasan buatan) untuk membuat mesin agar dapat berfikir dan membuat keputusan sendiri seperti robot-robot dan mobil swakemudi. Tak kalah, di dunia kedokteran pun ingin memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi genetik makhluk hidup untuk meningkatkan imunitas, kecerdasan dan kesempurnaan anggota tubuh. Kekhawatiran terhadap lingkungan hidup akibat dari berbagai perubahan selama Revolusi Industri yang terjadi sebelumnya pun menjadi sorotan dan menginspirasi ilmuwan untuk membuat sumber energi baru dan menghentikan penggunaan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. Manfaatkan perubahan ini untuk memperoleh peluang bisnis yang baru.




Hal-hal yang perlu di-antisipasi dalam Revolusi Industri ke empat.

1. Pengurangan tenaga kerja manusia

Dengan ditemukannya perangkat-perangkat Artificial Intelegent, akan sangat mempengaruhi sektor jasa, yang sebelumnya dibutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikan dan mengendalikan mesin, pada Revolusi Industri ke-4 hampir semua mesin akan bergerak secara otomatis. Sebagai contoh, pengoperasian mesin-mesin industri, jika kenaikan upah pekerja terus meningkat, di lain sisi perkembangan kecerdasan mesin yang dapat beroperasi sendiri akan dinilai lebih ekonomis dan perlahan perusahaan akan menggeser peran operator yang semakin mahal dengan mesin-mesin otomatis. Meskipun tidak seluruh sektor akan dapat tergantikan seperti kebutuhan perawatan dan perbaikan mesin, namun cukup memberi dampak pada pengurangan lapangan kerja.

2. Munculnya industri baru berbasis IoT (Internet of Things)

Seperti yang kita rasakan saat ini, industri berbasis internet seperti toko online dengan segala kemudahannya akan semakin menggeser keberadaan toko-toko konvensional. Seperti halnya saat ini yang cukup perbankan merasa waspada adalah munculnya Teknologi Financial (Fintech) yang memanfaatkan akses internet untuk memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih cepat dari pada bank. Selain dua hal itu, pada Revolusi Industri ke-4 nanti akan semakin banyak lagi inovasi industri baru berbasis internet.

3. Persaingan semakin ketat

Semakin maraknya bisnis-bisnis baru yang lebih inovatif bisa menjadi ancaman bagi industri yang telah ada saat ini. Bentuk ekspansi bisnis yang dilakukan pun tidak terbendung lagi. Sebagai contoh perusahaan ojek online buatan anak bangsa yaitu Go-Jek yang kini telah meningkatkan produknya dalam berbagai layanan seperti Go-Clean, Go-Life, Go-Send, dsb. Hal ini akan semakin memperkuat perusahaan tersebut, bahkan hingga Google pun tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan buatan anak bangsa ini. Sempat menuai kontra dengan ojek konvensional namun kembali pada kepuasan pelanggan sebagai penentu persaingan ini. Bukan hanya pada level industri, dalam masyarakat pun akan terlihat perbedaan bagi mereka yang mau berkembang dengan mempelajari teknologi dan pemanfaatannya, akan meninggalkan mereka yang gagap teknologi.

4. Kesenjangan dalam masyarakat

Mereka yang sukses di masa Revolusi Industri ke-4 adalah mereka yang terus mengasah pengetahuannya. Perkembangan jaman akan lebih cepat, mereka yang bergerak lebih cepat untuk mengambil kesempatan-kesempatan baru dengan memanfaatkan perkembangan kondisi yang ada akan melaju jauh meninggalkan mereka yang tidak mau berkembang. Tingkat persaingan bukan lagi secara domestik, namun akan terjadi secara global.




Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Revolusi Industri Ke-4

Seperti halnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bentuk-bentuk Revolusi Industri sebelumnya, Anda harus mengembangkan potensi diri dan mengikuti perkembangan jaman yang terjadi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Memperluas ilmu pengetahuan 

Ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang yang dipadukan dengan teknologi akan memegang peranan yang sangat penting dalam setiap Revolusi Industri ke-4. Oleh sebab itu, selain mendalami apa yang sedang Anda pelajari saat ini, sebaiknya Anda juga mempelajari mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membantu bidang yang Anda kerjakan agar didapat hasil yang lebih maksimal.

2. Mengembangkan keahlian

Mendalami satu bidang akan membuat Anda lebih fokus dan semakin ahli, namun dimasa mendatang, perpaduan ilmu dari berbagai bidang akan membuka pikiran Anda akan pemanfaatan yang lebih luas. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Steve Jobs dalam produknya, ia tidak hanya menampilkan teknologi tapi juga mempertimbangkan estetika dan nilai seni sehingga membuat produk-produk Apple begitu berkelas. Penggabungan berbagai jenis ilmu dapat menciptakan produk baru atau memberikan nilai tambah suatu produk agar semakin unggul dalam persaingan.

3. Mengasah kreatifitas dan berani mencoba hal-hal baru

Kreatifitas dapat ditingkatkan dengan mencoba pengalaman-pengalaman baru. Jangan takut untuk terjun langsung pada suatu ilmu yang belum pernah Anda pelajari, karena hal itu bisa membuka pikiran Anda untuk melihat berbagai kemungkinan secara luas. Kreatifitas memegang peranan penting bagi Revolusi Industri, dengan kreatifitas akan tercipta produk-produk baru yang inovatif.

4. Meningkatkan daya saing

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa persaingan dalam Revolusi Industri ke-4 akan semakin ketat. Cara untuk meningkatkan daya saing adalah dengan 3 poin diatas, terutama pelajari terkait cara kerja suatu teknologi dan bahasa asing. Dengan mempelajari bahasa asing dapat membuka wawasan Anda lebih jauh mengingat bahwa saat ini buku-buku pengetahuan dalam bahasa nasional masih cukup terbatas, sedangkan penguasaan teknologi akan membantu Anda untuk meningkatkan produktifitas dengan penerapan yang tepat.

5. Memanfaatkan teknologi yang telah ada

Menciptakan suatu produk inovasi baru memang bisa membawa ketertarikan pasar lebih besar, namun juga membutuhkan waktu dan biaya observasi yang besar. Alih-alih menciptakan bentuk teknologi baru dimana saat ini hampir semuanya telah tersedia dan mudah didapatkan, sebaiknya Anda memanfaatkan teknologi yang telah ada dan mengembangkannnya menjadi produk yang lebih efisien dan lebih unggul. Hal ini akan mengurangi waktu Anda untuk melakukan observasi ulang dan menyusul ketertinggalan.

Pada akhirnya, Revolusi Industri ke-4 tidak dapat kita hindari. Dampak positif akan kita terima dengan baik, dan dampak-dampak negatif harus kita tanggulangi sebelum terlambat.


“Hidup ini terlalu singkat untuk terpaku pada satu hal, terus belajar dan carilah pengalaman-pengalaman baru.” i-Bisnis.com


Investasi Melalui Peer-To-Peer Lending di Indonesia

Peer to Peer Lending Mempertemukan Investor Dengan Pengusaha
Tidak jarang, ada beberapa orang yang memiliki tabungan modal cukup namun tidak tahu kemana harus mengalokasikan modal tersebut, sehingga modal tersebut hanya bertumpuk di rekening bank dan semakin tergerus kebutuhan dan potongan transaksi bank. Di lain pihak, ada pengusaha yang siap menjalankan usahanya, atau ingin mengembangkan usahanya untuk memenuhi permintaan pelanggan namun terkendala pada permodalan, ingin meminjam uang pada bank namun bunga dan aturan-aturan bank cukup mempersulit pengusaha untuk memperoleh dan mengembangkan bisnisnya. Untuk mengatasi hal tersebut muncullah perusahaan finansial berbasis teknologi atau biasa disebut sebagai Fintech (Financial Technology) yang berkomitmen membantu perusahaan-perusahaan dan investor mengatasi permasalahan finansialnya.

Peer-to-Peer (P2P) Lending sebagai bagian dari Fintech

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa Fintech merupakan badan usaha keuangan yang menggunakan teknologi sebagai basis operasinya. Cukup banyak jenis layanan Fintech yang ada, mulai dari e-wallet, Reksadana & Saham online, Pengamat dan survey, serta layanan P2P (Peer to Peer) Lending atau jasa penghubung antara pemodal dan pemilik usaha. Jika Anda merupakan salah satu orang yang mengalami permasalahan modal atau investasi, layanan ini akan menjadi solusi bagi Anda.

Banyak pihak yang mendukung layanan P2P lending ini karena dengan kemudahannya mampu merangsang pertumbuhan UMKM dan bisa menjadi lahan investasi yang lebih menguntungkan dibanding deposito bank. Hal ini lah yang sering menjadi polemik dimana perusahaan Fintech dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan bank konvensional. Menariknya, justru kesempatan ini menjadi peluang bank-bank kelas menengah untuk berkembang dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan Fintech untuk membuat Escrow Account.

Sistematika Investasi Peer to Peer Lending di Indonesia dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dalam prosesnya, perusahaan P2P Lending sebagai perantara yang membantu dalam menilai dan menganalisa proposal usaha dan resikonya serta menampilkan dalam beberapa kategori yang mempermudah investor untuk membuat keputusan. Namun seperti jasa permodalan pada umumnya, tentunya setiap modal akan tetap memiliki resiko untung / rugi. Sayangnya belum ada perusahaan P2P yang berani memberikan jaminan modal kembali jika terjadi kegagalan. Untuk melindungi pemodal dari kerugian, perusahaan Fintech akan meneliti secara ketat pengajuan proposal permintaan modal dan tak jarang perusahaan Fintech akan meninjau secara langsung usaha tersebut.

Peer to Peer Lending
Skema Peer-to-Peer Lending


Dengan membawa pengaruh ekonomi yang cukup besar, maka penyelenggara Peer to Peer Lending harus berada dalam pengawasan OJK untuk melindungi nasabah dan mengawasi berjalannya keuangan dalam negri. Hingga per tanggal 29 Desember 2016 lalu, akhirnya OJK mengeluarkan Peraturan OJK dengan nomor 77/POJK.01/2016. Berikut 4 poin penting mengenai peraturan tersebut:

1. Kepemilikan saham asing maksimal 85%

Pada peraturan pasal 3 yang dikeluarkan oleh OJK membatasi kepemilikan saham maksimal yang boleh dimiliki oleh asing yaitu sebebsar 85%. Selain itu OJK pun memberikan ijin bagi asing sebagai pemberi pinjaman tetapi tidak memperbolehkan bertindak sebagai peminjam. Selain itu, Perusahaan Peer to Peer Lending harus terdaftar sebagai anggota asosiasi yang ditunjuk OJK.

2. Modal minimal sebesar Rp. 2,5 Miliar untuk mendirikan perusahaan Peer to Peer

OJK mengharuskan perusahaan Peer to Peer Lending agar memiliki modal minimal Rp. 1 Miliar pada saat pendaftaran dan modal perusahaan harus telah mencapai Rp. 2,5 Miliar saat mengajukan perijinan. Hal ini lebih ringan dibanding rancangan peraturan OJK sebelumnya yang mengharuskan perusahaan memiliki modal Rp. 2 Miliar ketika pendaftaran dan modal Rp. 5 Miliar ketika mengajukan perijinan.

3. Nilai maksimal dan penetapan bunga pinjaman

Dalam hal ini OJK memberi batasan nominal pinjaman yang boleh diberikan yaitu maksimal sebesar Rp. 2 Miliar. Tetapi dalam peraturan ini OJK tidak menyebutkan batasan nominal bunga yang diijinkan, hal ini berbeda dari rancangan peraturan OJK sebelumnya. Pada rancangan peraturan OJK sebelumnya disebutkan bahwa tingkat suku bunga yang diijinkan yaitu 7 kali dari BI- 7-day Repo Rate per tahun.

4. Perusahaan P2P wajib membuat Escrow Account

Dalam operasional perusahaan Peer to Peer Landing tidak diperbolehkan menyentuh sepeser pun dana pinjaman dari pemberi pinjaman ke penerima pinjaman maupun sebaliknya. Perusahaan hanya diperbolehkan menerima komisi atas transaksi pinjaman yang terjadi dalam platform tersebut. Untuk memastikannya maka OJK mewajibkan perusahaan untuk membuat virtual account bagi penggunanya dan menyediakan Escrow Account sebagai rekening bersama bagi peminjam maupun investor.

Saat ini sudah cukup banyak perusahaan Fintech di Indonesia yang bergerak dalam bidang Peer to Peer Landing dan telah terdaftar di OJK. Empat diantaranya yang hingga saat ini masih memiliki reputasi baik yaitu, Modalku, Investree, KoinWorks, dan Amartha. Masing-masing penyedia layanan memberikan pengalaman yang berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh sebab itu sebaiknya Anda mencari tahu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing perusahaan Peer to Peer tersebut sebelum bergabung.

Transformasi Bisnis Digital, Bagaimana Menyikapinya?

Transformasi Tren Bisnis Konvensional vs Digital
Digitalisasi membawa banyak dampak perubahan dalam kehidupan kita. Hampir segala sesuatu bisa kita dapatkan melalui handphone dan jaringan internet. Hal ini pun memberi dampak pada perubahan trend bisnis yang semula dilakukan secara konvensional berubah menjadi transaksi digital. Mulai dari maraknya online shop dimana penjual cukup menampilkan barang dagangannya dalam website atau pun forum jual-beli di media sosial dan pembeli pun dapat dengan mudah menemukannya serta melakukan transaksi jual-beli saat itu juga.

Keunggulan Bisnis Online

Tidak disangkal lagi bahwa perkembangan teknologi sangat membantu dan mempermudah dalam memperoleh serangkaian kebutuhan setiap orang. Berbelanja secara online dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan. Anda tidak perlu bepergian untuk mendapatkan sebuah produk baik itu produk lokal, maupun produk impor. Bisnis online dapat menjangkau seluruh wilayah global yang menjadikannya sebagai penghancur batasan pasar. Dalam bisnis era global, semua orang dapat berbelanja produk apapun, dari mana pun bahkan telah didukung dengan metode pembayaran global oleh berbagai Bank di seluruh dunia melalui rekening digital yang disebut e-wallet. Selain itu, Anda tidak perlu membuka toko fisik yang mana akan menekan biaya operasional cukup besar. Dalam bisnis Online pun Anda tidak perlu terus-terusan menunggui toko Anda. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh para karyawan untuk mencari nafkah sampingan.

Tips dalam menjalankan bisnis online

1. Mencari suplier produk

Dengan adanya akses internet juga dapat mempermudah Anda dalam mencari suplier untuk produk yang ingin Anda jual. Anda bisa mencari dengan mudah dan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualitas, ketahanan, keamanan, lama dan biaya pengiriman. Harga produk murah mungkin sangat menarik, namun Anda juga perlu mempertimbangkan biaya pengirimannya, maupun pajak barang (impor) agar produk yang Anda jual benar-benar memiliki nilai ekonomis tinggi.

2. Mengobservasi pasar

Anda juga bisa mencari tahu seberapa berat persaingan, mencari ruang-ruang yang dapat Anda manfaatkan sebagai peluang. Sebagai contoh ketika Anda ingin membuka bisnis 3D Printing, Anda bisa mencari tahu seberapa tarif rata-rata yang diminta pesaing Anda di kota dan memperkirakan apa kelebihan yang bisa Anda berikan dibanding mereka. Baca tips memulai usaha sampingan.

3. Mengutamakan pelayanan dan kemudahan

Globalisasi juga menyebabkan persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Jika sebelumnya pelanggan hanya mengetahui toko Anda saja, bisa saja kini mereka menemukan toko lain yang serupa dengan toko Anda dengan beberapa keunggulan lain dan menyebabkan pelanggan Anda perlahan-lahan semakin banyak yang meninggalkan Anda. Oleh sebab itu, pelayanan dan kemudahan yang lebih unggul akan menjadi senjata ampuh bagi Anda untuk memenangkan persaingan dalam bisnis online.

4. Menonjolkan keunikan

Selain pelayanan dan kemudahan, sebaiknya bisnis Anda memiliki ciri khas yang tidak dimiliki saingan Anda. Keunikan tersebut bisa dalam bentuk design toko online, kegiatan amal, komunitas, logo dengan makna tertentu, atau pun keunikan lain yang bisa meningkatkan kekuatan merek Anda. Karena dengan kekuatan merek bisa meningkatkan peringkat Anda dimata masyarakat dan dapat melonjakan pengunjung dan jumlah pelanggan.

Macam-macam bisnis online dan pendukungnya yang masih berpotensi baik.

1. Reseller

Meski globalisasi menyingkirkan batasan pasar, namun menjajakan ulang suatu produk bisa membawa keuntungan besar untuk Anda. Kembali pada poin kemudahan transaksi dan pelayanan, hal sederhana ini ternyata bernilai besar. Sebagai contoh jika Anda menjadi seorang reseller barang impor. Ada beberapa hal yang bisa menjadi keuntungan bagi Anda dalam menjalankan bisnis ini antara lain: kurangnya pengetahuan warga lokal terkait sistematika impor, takut mengenai pajak impor, dan kesulitan dalam melakukan pembayaran. Anda bisa mempelajari peluang bisnis reseller barang impor dalam artikel menjadi reseller barang impor ternyata mudah.

2. Produsen Kerajinan Tangan

Jika Anda memiliki keahlian membuat kerajinan tangan, kini hal itu menjadi buruan berharga bagi pengguna online shop. Berkat layanan online, kini banyak produsen kerajinan tangan lokal yang bisa go international. Ketertarikan pasar internasional terhadap produk buatan tangan asli Indonesia cukup tinggi karena kekuatan budaya Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Atau bahkan Anda sudah memiliki bisnis kerajinan tangan? Kini saatnya Anda membuat website dan menawarkan produk Anda pada dunia.

Contoh Kerajinan Tangan

3. Layanan Design Grafis dan Website

Dua hal ini sangatlah penting dalam bisnis online. Tanpa tampilan website yang menarik dan user friendly akan membuat pengunjung ingin segera keluar dari sana. Inilah mengapa tarif layanan Design Grafis dan Website saat ini menjadi cukup mahal. Ini merupakan bisnis yang sangat menguntungkan dan akan terus berkembang mengingat penggunaan internet saat ini pun semakin meningkat. Tiap harinya ada hampir jutaan website baru bermunculan di seluruh dunia. Sedikit tips mengenai bisnis ini sebaiknya Anda menjalankannya dalam sebuah tim.

4. Publisher Iklan dan Online Marketing

Selain ke tiga bisnis tersebut, salah satu bisnis yang cukup banyak diminati adalah publisher iklan dan online marketing karena bisnis ini bisa menghasilkan pendapatan pasif bagi Anda. Layanan Google AdSense menjadi pilihan utama para publisher iklan karena perhitungan pendapatan yang cukup besar dibanding layanan lain yang serupa. Jika Anda berminat, silahkan baca artikel mengenai cara menjadi publisher AdSense. Selain menjadi publisher iklan, Anda juga bisa mencoba Affiliate Marketing yang kurang lebih memiliki sistem sama, hanya saja dalam hal ini Anda memberikan referensi secara langsung tanpa melalui program PPC (Paid Per Click) seperti google AdSense dan biasanya fee untuk affiliate marketing jauh lebih besar.

5. Kurir

Salah satu kelemahan bisnis online adalah ketergantungannya pada jasa pengiriman. Ini merupakan peluang yang sangat baik, meski saat ini telah ada layanan GO, namun layanan tersebut masih belum menjangkau seluruh daerah dan kalangan. Di beberapa daerah, layanan GO hanya beroperasi di kota pusat dan belum mencapai wilayah kecamatan dan layanan tersebut harus menggunakan aplikasi mobile yang mana memiliki keterbatasan antara lain pengguna harus mengetahui cara penggunaan aplikasinya. Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan pasar diluar layanan GO.


Perubahan tren bisnis konvensional menjadi bisnis digital memang membawa pengaruh besar dalam merubah pola jual-beli di masyarakat. Dengan adanya perubahan tersebut diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya menjadi peluang bisnis baru untuk mendukung perekonomian dalam negri. Berubah memang bukan hal yang mudah, namun diharapkan perubahan bisa membawa peluang baru dan kemajuan dalam kehidupan.




5 Tahap Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan

Menyikapi Karyawan Baru dan Karyawan Pindahan
Selama masa operasional bisnis tentunya akan ada perubahan struktural baik dari tingkat atas maupun tingkat bawah. Akan selalu ada karyawan baru baik yang belum berpengalaman maupun karyawan pindahan yang sudah berpengalaman dari cabang atau perusahaan lainnya. Dengan adanya karyawan baru diharapkan bisa menjadi support untuk menutupi kekurangan maupun membawa hal-hal baru yang selama ini belum ada. Adanya karyawan baru juga bisa menjadi penghubung untuk menambah relasi dalam mengembangkan bisnis Anda.

Namun banyak juga kendala yang dihadapi ketika masuknya karyawan baru dalam perusahaan. Seperti ketidaktahuan terhadap jenis pekerjaan, perlunya adaptasi lingkungan, dan yang terpenting adalah pemahaman terhadap faktor keselamatan dalam kegiatan operasional usaha. Ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan untuk mempersiapkan dan mengelola karyawan baru antara lain dijelaskan sebagai berikut:

5 tahapan dalam menyikapi karyawan baru atau karyawan pindahan.

1. Induksi Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan (SHE)

Keamanan dan keselamatan merupakan faktor yang paling utama yang perlu Anda perhatikan untuk disampaikan kepada karyawan baru Anda. Menurut survey, sebagian besar kecelakaan kerja dilakukan oleh karyawan baru yang belum berpengalaman dalam mengidentifikasi potensi bahaya. Anda perlu menjelaskan secara mendetail mengenai peraturan dalam perusahaan terkait peralatan keselamatan, daerah yang tidak boleh diakses sembarangan, tempat-tempat pembuangan limbah, maupun SOP pekerjaan untuk memenuhi standart Safety, Health and Enviromment (SHE).

2. Orientasi Tempat Kerja

Sebagai karyawan baru yang belum memahami lingkungan sekitar perlu dilakukan orientasi tempat kerja agar dapat menjalankan fungsi tugasnya dengan baik dan menjaga keselamatannya dari potensi bahaya pada tempat-tempat terbatas dengan ijin khusus. Karyawan baru juga perlu mengenal rekanan dan struktur organisasi dalam usaha tersebut agar pekerjaan yang dilakukan semakin efektif dan tempat sasaran.

3. Deskripsi Pekerjaan dan SOP

Tujuan utama seorang karyawan baru adalah untuk mengisi kekurangan dalam operasional, oleh sebab itu mereka perlu memahami deskripsi pekerjaannya dan standar prosedur operasional agar pekerjaan yang dilakukan terarah dan sesuai dengan target semula. Mendidik karyawan baru memang sangat diperlukan, memberi pengetahuan dan pemahan baru sesuai target dimana ia dibutuhkan. Namun jangan jadikan karyawan baru sebagai tempat melimpahkan pekerjaan. Tidak jarang karyawan baru pada akhirnya mengerjakan hal-hal yang diluar batasannya karena ia belum memahami tujuan pekerjaannya yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh rekan-rekannya untuk melakukan pekerjaan diluar otoritasnya.

4. Bebaskan Dalam Berkreasi

Dengan adanya karyawan baru diharapkan menjadi penyegar dalam operasional untuk memunculkan gagasan baru dan mengembangkan inovasi agar operasional berjalan lebih baik dan lebih efisien lagi. Maka tugas Anda adalah mengarahkannya dan jangan pernah membatasi ide-ide dari karyawan Anda agar ia terus termotivasi untuk berinovasi tanpa menyalahi prosedur. Dalam beberapa kasus karyawan baru sulit untuk menyesuaikan diri dengan SOP yang sudah ada dan ia mencoba melakukannya dengan cara yang diyakininya lebih mudah, dalam hal ini sebaiknya Anda lakukan evaluasi dan jika tidak berpotensi membahayakan sebaiknya Anda berikan ia waktu untuk mengasah idenya dan mengerjakan deskripsi pekerjaannya dengan nyaman dan lebih baik.

5. Pengertian dan Peringatan

Karyawan baru biasanya sering membuat kesalahan, oleh sebab itu Anda coba koreksi kembali keempat tahapan sebelumnya apakah telah berjalan sesuai yang diharapkan. Kesalahan-kesalahan yang terjadi biasanya karena ketidaktahuan atau inisiatif perkerja itu sendiri. Lakukan evaluasi dan berikan sedikit pengertian agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Namun jika kesalahan yang dilakukan cukup membahayakan, Anda dapat memberi peringatan langsung agar karyawan merasa jera dan selalu teringat kesalahannya.

Itulah 5 tahapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi karyawan baru maupun karyawan pindahan agar dengan adanya mereka dapat mengisi kekurangan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.

Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Pembagian Hasil Usaha Kerjasama
Dalam memulai atau mengembangkan suatu usaha bukan hal yang mudah untuk dilakukan sendiri. Dengan mengajak kerjasama beberapa rekan bisa meningkatkan kesuksesan bisnis Anda sekaligus mengurangi potensi kerugian total. Bagi sebuah perusahaan besar berbadan PT mungkin bisa mendapatkan modal dengan mengeluarkan lembaran saham untuk dijual ke masyarakat dengan pembagian keuntungan / dividen sesuai persentase kepemilikan saham setelah dikurangi biaya operasional dan pengembangan usaha. Namun bagaimana cara bagi hasil usaha kerjasama untuk perusahaan startup, CV, atau usaha yang baru berjalan?

Pada dasarnya, untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha diperlukan tiga bentuk modal awal yaitu:

1. Materi

Modal materi merupakan modal yang dapat terukur dalam nominal mata uang. Sebagai contoh menyediakan tempat usaha, membeli stok barang atau peralatan, atau bisa dengan bentuk uang untuk dikelola.

2. Pengelola

Merupakan usaha yang mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengelola perusahaan. Dalam hal ini pengelola perusahaan bisa saja digantikan oleh karyawan dengan gaji tetap.

3. Marketing

Menjual merupakan bagian yang paling penting dalam suatu perusahaan. Banyak orang yang mampu membuat produk luar biasa tetapi kurang baik dalam hal marketing sehingga produk yang dijualnya tidak laku atau terjual dibawah harga normal. Meski biasanya posisi seorang marketing juga dirangkap oleh pengelola atau pemilik modal namun posisi ini juga perlu diperhitungkan dalam pembagian keuntungan.





Dalam pembagian keuntungan usaha tidak ada undang-undang yang menentukan perhitungannya. Namun setiap badan usaha dilindungi oleh pasal 1633 hingga pasal 1635 KUHP yang menyatakan cara pembagian keuntungan disesuaikan oleh perjanjian sekutu (semua pihak terkait) dengan batasan keuntungan tidak boleh diberikan hanya pada salah satu pihak namun dalam perjanjian dibolehkan kerugian menjadi beban salah satu pihak saja dan tidak boleh ada penetapan keuntungan pada pihak ketiga (pihak yang tidak terkait dalam bisnis). Sehingga diharapkan setiap pihak yang ikut serta didalamnya tidak ada yang merasa dirugikan atau mengambil keuntungan sepihak.

Untuk bentuk bagi hasil keuntungan usaha kerjasama dibedakan dalam dua tipe:

1. Keuntungan tetap

Keuntungan tetap merupakan keuntungan yang nominalnya ditentukan secara tetap berapapun hasil usaha yang didapatkan. Sebagai contoh A mengeluarkan modal 10 Juta, dengan pendapatan perbulan diperoleh 500 ribu per bulan selama jangka waktu tertentu atau selama perusahaan tersebut masih menghasilkan laba. Biasanya bentuk keuntungan ini digunakan oleh perusahaan startup atau UMKM untuk mendapatkan modal awal usaha dan memperkirakan besaran pengeluaran untuk membayar hutang modal.

2. Keuntungan dinamis

Keuntungan dinamis dihitung berdasarkan persentase perolehan dari sisa hasil usaha sesuai jumlah perbandingan modal. Ketika hasil usaha yang diperoleh meningkat, maka masing-masing pihak akan menerima hasil lebih, begitu pula sebaliknya.

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa tidak ada ketetapan perhitungan dalam pembagian hasil usaha namun perhitungan pembagian hasil usaha perlu ditetapkan oleh sekutu dalam sebuah perjanjian kerjasama sebelum usaha dijalankan. Dengan mempertimbangkan 3 bentuk modal dan tipe pembagiannya seperti yang disebutkan diatas dapat diperkirakan perolehan masing-masing pihak.





Contoh ilustrasi menghitung pembagian hasil usaha kerjasama:
Anto memiliki ide untuk mendirikan usaha persewaan panggung dengan perkiraan modal 100 Jt, namun modal yang dimilikinya hanya 40 Jt, oleh sebab itu ia mengajak rekannya Budi untuk bekerjasama mendirikan usaha. Budi setuju untuk memberi modal kepada Anto sebesar 60 Jt, namun Budi cukup sibuk dengan rutinitasnya sehingga ia tidak dapat terlibat langsung dengan bisnis tersebut. Maka Anto lah yang menjalankan usaha tersebut, dengan modal bersama ia membeli beberapa peralatan panggung dan untuk mendirikan panggung ia harus menyewa 5 orang crew. Dalam satu bulan, Anto berhasil menyewakan panggungnya sebanyak 10 kali dan mendapat penghasilan total 200 Jt. Dipotong biaya operasional, menyewa crew dan untuk pengembangan aset, didapatlah keuntungan bersih sebesar 90 Jt. Dalam perjanjian awal, karena Anto bertindak sebagai pengelola dan juga marketing, maka Anto berhak mendapat fee sebesar 1 Jt setiap kali ia berhasil menyewakan panggung. Dengan total 10 kali persewaan, maka Anto mendapat fee sebesar 10 Jt dari total keuntungan bersih sehingga tersisa 80 Jt. Dengan perbandingan modal awal, masing-masing mendapat bagian untuk Anto sebesar 40% dan Budi sebesar 60%. Maka pada bulan tersebut Budi mendapat keuntungan sebesar 80 Jt x 60% = 48 Jt dan Anto sebesar 80 Jt x 40% = 30 Jt + Fee sebesar 10 Jt.

Mungkin dalam benak sebagian orang akan mengatakan, enak sekali Budi tidak perlu bersusah payah mengurus bisnisnya namun mendapat keuntungan lebih besar. Sekilas memang terlihat seperti tidak adil, namun pernahkah Anda berfikir bahwa Budi pun telah bekerja keras untuk menabung modal sebesar 60 Jt tersebut dan ia memiliki resiko kehilangan modal lebih besar dibandingkan Anto. Sebagai catatan bahwa cerita diatas hanya sebuah ilustrasi yang dalam praktek sebenarnya bisa berbeda karena semua keputusan pembagian hasil usaha didasarkan oleh kesepakatan dan perjanjian sekutu.

Tips dalam melakukan kerjasama bisnis:

1. Buat perjanjian tertulis secara detail dilengkapi materai.
2. Pastikan hasil penjualan Anda potong terlebih dahulu sebagai kas pengembangan usaha dan untuk modal operasional sebelum dibagian kepada seluruh pihak.
3. Catat setiap bentuk transaksi secara detail agar tidak ada pihak yang merasa ditipu akibat pencatatan dan perhitungan administrasi yang tidak tepat.
4. Dalam setiap bentuk kerjasama, kepercayaan merupakan modal terpenting oleh sebab itu jagalah selalu kepercayaan Anda terhadap rekan bisnis Anda.

Jangan lupa untuk terus belajar mengenai manajemen bisnis dan antisipasi kemungkinan terburuk tentang bagaimana mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis maupun tips pengembangan bisnis.


Saya percaya materi dapat membuat hidup seseorang menyenangkan. Namun, pada dasarnya jika Anda tidak mempunyai teman yang sangat baik, relatif yang mempedulikan Anda, hidup akan terasa kosong, sedih, dan materi tidak lagi menjadi penting.” – David Rockefeller

Media Online Berita Bisnis Indonesia

Media Online Berita Bisnis Indonesia
Seperti yang kita semua ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya raya baik dari sumber daya alam maupun dari manusianya. Kekayaan negeri ini tentunya akan sangat menguntungkan jika dapat dikelola sendiri oleh warganya dengan sangat baik. Sayangnya, kesadaran dan pengetahuan warga untuk berwirausaha masih tergolong minim sehingga pengusaha asing masih menjadi investor terbesar bagi sebagian besar perusahaan di Indonesia. Oleh sebab itu, kini sebaiknya Anda mulai belajar dan mendalami pengetahuan bisnis melalui portal-portal media berita dan pengetahuan bisnis Indonesia secara online.


5 Alasan mengapa Anda perlu berlangganan berita bisnis dari media online Indonesia adalah:

1. Up to date

Dengan adanya Internet saat ini, segala informasi bisa kita dapatkan dengan sangat cepat. Begitu pula dengan portal-portal berita saat ini yang sebagian besar sudah menyediakan layanan Subscribe sehingga mereka dapat segera memberitahu Anda mengenai berita-berita pilihan terbaru langsung ke alamat email Anda.

2. Mudah

Akses internet juga mempermudah Anda untuk membaca berita terbaru lewat genggangman tangan Anda dari layar ponsel. Saat ini perlahan penggunaan kertas koran sudah semakin ditinggalkan karena dianggap kurang praktis, tidak berwarna dan berdampak buruk pada lingkungan. Tetapi dibalik kemudahan internet, sebaiknya Anda juga berhati-hati karena saat ini mulai banyak situs tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita tidak benar hanya asal menarik pengunjung saja. Jadi kembali telusuri setiap berita yang Anda baca agar didapat kebenarannya.

3. Murah

Dari segi ekonomis, media berita online dianggap lebih murah karena tidak memerlukan banyak media seperti kertas dan mesin pencetak. Dengan membaca berita secara online Anda telah sedikit lebih berhemat dan ikut serta dalam menjaga kelestarian alam dalam upaya mengurangi penggunaan kertas.

4. Berwawasan

Tentu saja dalam kegiatan membaca, apapun sumber bacaannya, akan memberi Anda wawasan yang lebih luas. Terutama terkait kabar-kabar terbaru dan mungkin dalam berita-berita Bisnis, Anda akan menemukan istilah asing, yang dapat segera Anda telusuri saat itu juga ketika Anda menggunanakaan layanan situs berita online.

5. Memiliki Pandangan Kedepan

Dengan berbagai pengetahuan yang telah Anda dapatkan dari berita, Anda bisa mengambil beberapa kesimpulan dan prediksi masa depan dengan lebih percaya diri. Kebanyakan pola bisnis sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah daerah , nasional maupun dunia. Dalam berita Anda juga dapat menemukan potensi bisnis yang lebih baik misalnya saat ini di seluruh dunia sedang gempar terkait harga Bitcoin yang sebelumnya tidak begitu dianggap keberadaannya di awal diluncurkan sekitar tahun 2009, tetapi saat ini bisa berharga hingga puluhan juta rupiah per koin. Seperti yang kami angkat dalam artikel Bitcoin dan cara mendapatkannya.


Di jagad internet cukup banyak situs berita yang dapat Anda pantau, namun hanya beberapa saja yang benar-benar mengangkat berita khusus terkait dunia bisnis. Dan sekali lagi i-Bisnis menyarankan agar Anda menerima berita dari situs yang benar-benar terpercaya. Berikut ini lima situs penyedia berita bisnis terbaik yang dapat Anda pantau langsung:


Tentu saja, selain kelima media online penyedia berita bisnis Indonesia tersebut, Anda wajib subscribe situs i-Bisnis.com karena hanya disini Anda bisa belajar mengenai dunia bisnis dengan ulasan tuntas.


Kemasan Merupakan Pintu Awal Mengenalkan Produk

Kemasan Produk, pengertian, tujuan, fungsi
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kemasan merupakan hal yang penting bagi setiap produk. Pengertian kemasan menurut Marianne Rosner Klimchuk, & Sandra A. Krasovec (2007), adalah desain kreatif yang mengaitkan struktur, bentuk, warna, material, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, menyimpan, mengeluarkan, membedakan dan mengidentifikasi sebuah produk di pasar.

Kemasan merupakan kesan pertama yang dilihat oleh calon pembeli. Suatu kemasan sebaiknya bersifat unik, menarik, aman, informatif, dan jujur. Dengan ke lima sifat tersebut diharapkan pembeli tidak hanya tertarik, namun juga merasa puas dengan isi produk di dalamnya. Di era modern seperti ini, persaingan produk menjadi sangat ketat, banyak plagiat yang menjual produk yang sama. Yang menjadi pembeda tentu saja merek dan kemasan produk. Oleh sebab itu fungsi kemasan menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan pembeli.

Jenis-Jenis Kemasan Produk

Secara struktural, kemasan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Kemasan Primer

Merupakan kemasan yang bersinggungan / berhubungan langsung dengan produk seperti botol minuman, kaleng sarden, plastik makanan, dan lainnya.

2. Kemasan Sekunder

Ini merupakan lapisan kedua setelah kemasan primer yang digunakan untuk mengelompokan produk. Sebagai contohnya adalah bungkus plastik pada kemasan Yakult atau kardus kemasan Aqua gelas, dsb.

3. Kemasan Tersier dan Kuarter

Kemasan ini hampir seperti kemasan sekunder, hanya saja lebih diperuntukan untuk mengamankan produk selama masa pengiriman. Contohnya adalah packing kayu, krat pada minuman botol, dsb.


Tujuan Kemasan dan Label Produk

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
  • Physical Production : Melindungi kualitas produk dari dalam sejak masa produksi.
  • Barrier Protection : Melindungi produk dari pencemaran dari luar seperti debu, udara, air, dsb.
  • Containment or Agglomeration : Pengelompokan produk agar mudah dibawa atau melindungi agar produk kecil tidak tercecer.
  • Information Transmission : Menyampaikan informasi terkait produk dan kemasan kepada pelanggan agar tidak terjadi penyalahgunaan dan demi keamanan pengguna maupun lingkungan.
  • Reducing Theft : Kemasan dapat digunakan sebagai jaminan keamanan produk seperti kemasan yang rusak setelah dibuka sehingga tidak dapat digunakan atau diperjualbelikan kembali.
  • Convenience : Menambahkan nilai kenyamanan dalam penggunaan produk seperti mudah dibawa, anti tumpah, mudah diambil dan dapat ditutup kembali.
  • Marketing : Dari segi marketing, kemasan dapat menjadi pemikat produk yang membuat pembeli tertarik dan membeli produk tersebut.


Begitu pentingnya kemasan dalam mempengaruhi penjualan sebuah produk sehingga Anda perlu mencari ide kemasan bagi produk Anda. 12 Ide Kemasan produk dari situs Hipwee ini sangat unik dan mungkin dapat Anda tiru dan modifikasi agar sesuai dengan produk Anda. Hati-hati pula dalam mengatur kemasan Anda agar tidak mengecewakan pembeli. Saat ini banyak sekali pembeli yang merasa tertipu dengan kemasan besar namun tidak sesuai dengan jumlah isinya, atau informasi kemasan yang menjanjikan banyak hal berbeda dengan kenyataan. Ingat bahwa kepercayaan dan pengalaman pengguna merupakan kunci kesuksesan suatu produk.