Selasa, 10 April 2018

Cara Mulai Investasi Saham Secara Online Bagi Pemula

Belajar Cara Investasi Saham
Inilah pentingnya belajar cara investasi saham secara online. Seiring waktu kebutuhan hidup akan semakin meningkat, ditambah lagi dengan meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok akibat dari inflasi. Sedangkan, semakin tua umur seseorang akan semakin berkurang produktifitasnya. Bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan hidup dimasa mendatang?

Apakah dengan menabung saja sudah cukup? Tidak, nilai uang Anda akan semakin berkurang meski nominalnya tidak berubah. Sebagai contoh, apa saja yang bisa Anda dapatkan ketika pergi ke pasar dengan membawa uang Rp. 100.000,- di tahun 2000? Bandingkan dengan apa yang bisa Anda dapat jika Anda membawa uang yang sama ke tempat yang sama saat ini?

Oleh sebab itu Anda perlu menumbuhkan uang simpanan Anda atau disebut sebagai Investasi. Ada banyak sekali instrumen investasi yang bisa Anda pilih seperti investasi saham, investasi reksadana, investasi pada peer-to-peer lending, dsb. Belajar cara investasi saham merupakan hal yang cukup penting untuk meningkatkan taraf hidup terutama bagi pemula yang baru mengenal jenis investasi ini.

Pengertian Investasi Saham Dan Istilah Didalamnya

Dalam belajar cara investasi saham, sebaiknya kita mengetahui apa itu investasi saham. Investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup banyak diminati karena menjanjikan penghasilan yang cukup besar jauh melampaui instrumen investasi lainnya. Sudah banyak orang-orang yang menjadi kaya karena investasi di pasar saham.

Saat ini pun pemerintah sedang gencar mempromosikan program “ayo menabung saham”. Beberapa langkah kebijakan pemerintah untuk mendorong masyarakat agar mau belajar investasi di pasar saham adalah dengan memperkecil jumlah lembar saham dalam satu lot yang sebelumnya 1 Lot = 500 Lembar saham, kini 1 Lot = 100 Lembar saham sehingga kini Anda dapat bermain saham dengan modal kecil.

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan begitu, jika Anda membeli saham suatu perusahaan maka sama artinya Anda memiliki perusahaan tersebut sebesar persentase saham yang Anda miliki dibanding jumlah total saham yang diterbitkan perusahaan dan berhak untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Menerbitkan saham merupakan salah satu metode perusahaan untuk mendapatkan modal tambahan. Saham yang pertama kali diterbitkan disebut dengan Initial Public Offering (IPO) yang kemudian dijual di pasar saham Primer & Sekunder.

Minimum pembelian saham adalah 1 lot, pembelian ini dapat Anda lakukan setelah Anda memiliki rekening saham yang diajukan pada perusahaan sekuritas. Di Indonesia, pusat perdagangan saham (Stock Exchange) berada di Bursa Efek Jakarta atau dikenal luas sebagai BEI.

Untuk saat ini beberapa perusahaan sekuritas sudah menyediakan fasilitas online trading sehingga Anda bisa melakukan pembelian saham dimanapun secara online melalui aplikasi yang disediakan masing-masing perusahaan sekuritas. Jika Anda ingin belajar cara investasi saham, sebaiknya disertai dengan membuat rekening saham agar dapat mempraktekan ilmu yang didapat.

Harga saham sangat berfluktuasi tergantung pada kondisi kepercayaan pasar (liquiditas saham) terhadap saham tersebut. Penilaian kepercayaan pasar biasanya dipengaruhi oleh kondisi internal perusahaan (fundamental perusahaan) dan kondisi ekonomi lingkungan perusahaan seperti keamanan dan kebijakan yang dikeluarkan negara dimana perusahaan tersebut beroperasi.

Saat ini persentase kepemilikan saham di Indonesia sebagian besar masih dipegang oleh asing, sehingga perubahan kebijakan luar negeri pun dapat mempengaruhi pasar saham. Statistik pergerakan harga saham di Indonesia secara keseluruhan digambarkan oleh Index Harga Saham Gabungan (IHSG).




Keuntungan Investasi Saham

Hal paling menarik dalam belajar cara investasi saham adalah mengetahui keuntungan investasi yang bisa didapat. Secara umum keuntungan dalam berinvestasi saham bisa Anda dapatkan dalam dua bentuk yaitu berupa Dividen maupun Capital Gain.

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada pemilik saham dan berasal dari keuntungan bersih yang dihasilkan perusahaan. Dividen yang dibagikan merupakan hasil kesepakatan para pemegang saham dalam RUPS. Jika Anda ingin memperoleh Dividen maka Anda harus memegang saham tersebut relatif lama dan berada dalam periode yang diakui berhak atas dividen tersebut.

Dividen yang dibagikan dapat berupa uang tunai dalam jumlah tertentu untuk per lembar saham, atau perusahaan dapat pula memberikan dividen berupa tambahan saham sehingga jumlah saham yang Anda miliki akan bertambah. Biasanya pembagian Dividen berupa saham ini dikeluarkan jika dirasa harga saham sudah terlalu tinggi sehingga dengan menambahkan jumlah saham yang beredar dapat mengurangi harga jualnya sehingga lebih tejangkau lagi oleh investor menengah kebawah dan pasar saham tersebut semakin liquid.

Anda bisa memilih beberapa saham pilihan dari indeks IDX High Dividend 20 yang dirilis oleh BEI sejak bulan Mei 2018 lalu. Analisa lebih lanjut dapat dilihat pada artikel Saham Dividend Yield Tertinggi Versi IDX High Dividend 20.

2. Capital Gain

Seperti yang dijabarkan sebelumnya bahwa harga saham sangat berfluktuasi, hal ini bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk memperoleh keuntungan dari meningkatnya harga jual saham dibanding harga belinya yang disebut sebagai Capital Gain (pertumbuhan harga saham). Sebagai ilustrasi ketika Anda membeli salah satu lot (100 lembar) saham perusahaan Ritel saat ini dengan harga Rp. 200,- / lembar (sebesar Rp. 200,- x 100 lembar = Rp. 20.000),- kemudian dalam waktu satu tahun berikutnya Anda menjual saham tersebut ketika harga saham perusahaan tersebut menjadi Rp. 250,- / lembar (total Rp. 25.000,- / lot) maka Anda sudah mendapatkan Capital Gain sebesar 25% (Rp. 5.000,-) dari penjualan tersebut.



Resiko Kerugian Investasi Saham

Kurang lengkap rasanya bila kita belajar cara investasi saham hanya mengetahui keuntungannya saja tanpa mempertimbangkan resiko yang ada. Diluar keuntungan yang begitu menjanjikan, tentu dalam berinvestasi saham juga memiliki resiko kerugian yang sebanding antara lain adalah Capital Loss dan Liquidasi perusahaan.

1. Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan dari Capital Gain dimana pemilik saham menjual sahamnya dibawah harga belinya. Hal ini biasanya dilakukan oleh pemilik saham yang khawatir bahwa harga saham tersebut akan semakin menurun sehingga mereka memilih untuk menjual saham yang dimiliki dan mengurangi potensi kerugian yang lebih besar.

2. Resiko Likuidasi

Resiko ini terjadi ketika perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan karena suatu alasan. Maka para pemilik saham akan menjadi prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan tersebut terpenuhi seperti untuk pembayaran hutang, pesangon karyawan dan sebagainya.

Sisa dari penjualan seluruh aset perusahaan baru akan dibagikan kepada para pemilik saham sesuai besar kepemilikan saham setelah dikurangi pelunasan kewajiban perusahaan. Jika ternyata hasil pemenuhan kewajiban tersebut tidak memiliki sisa, maka para pemilik saham tidak akan menerima apa pun. Oleh sebab itu, sebagai pemilik saham sebaiknya Anda terus memantau kondisi perusahaan dan kebijakan-kebijakan yang dibuat.



Cara Investasi Saham Dengan Membuka Rekening Saham

1. Anda perlu mengisi formulir yang disediakan oleh pihak Perusahaan Sekuritas, berupa formulir Pembukaan Sub Rekening Efek dan formulir Rekening Dana Investor (RDI). Biasanya akan diminta menempelkan materai 6000 di surat perjanjian.

2. Memberikan dokumen yang diperlukan, antara lain fotokopi KTP yang masih berlaku dan (jika ada) NPWP serta fotokopi halaman depan buku tabungan yang akan didaftarkan dalam formulir Pembukaan Sub Rekening Efek.

3. Memberikan setoran dana awal ke rekening di bank RDI atas nama calon investor saham. Masing-masing broker menentukan deposit yang berbeda-beda (minimum dimulai dari Rp. 100.000,-).

4. Setelah disetujui, maka Anda telah siap untuk berinvestasi saham.

Untuk daftar Perusahaan Sekuritas di Indonesia dapat Anda temukan di website yuknabungsaham.

Pengalaman penulis saat ini bergabung dengan sekuritas Indopremier karena bisa melakukan pendaftaran secara online. Baca artikel lengkap tentang cara membuka rekening saham di Indopremier.



Tips dalam Investasi saham.

1. Sebelum membuka rekening saham, pilih Perusahaan Sekuritas yang credible dan menetapkan biaya transaksi yang kecil. Penetapan biaya transaksi akan berbeda-beda pada masing-masing perusahaan sekuritas.

2. Setiap perusahaan sekuritas akan bekerja sama dengan Bank tertentu, maka sebaiknya Anda memilih perusahaan sekuritas yang menggunakan Bank yang sama atau membuka rekening baru yang sama dengan Bank perusahaan sekuritas tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya administrasi transfer antar Bank ketika Anda melakukan top-up ke RDI (Rekening Dana Investor) atau menarik saldo RDI ke rekening Anda.

3. Sebelum membeli saham suatu perusahaan untuk Investasi, sebaiknya Anda mengenali fundamental perusahaan. Bentuk fundamental perusahaan dapat dikenali dari profil manajemen, seluk beluk bidang yang digeluti oleh perusahaan dan potensi pasar di masa mendatang, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan dengan memperhatikan kinerja laporan keuangan perusahan dari tahun ke tahun. Ketahui rasio-rasio penting dalam laporan keuangan perusahaan dalam artikel Cara Menilai Saham Dari Laporan Keuangan.

Kini setelah mengetahui cara investasi saham, Anda telah siap untuk berinvestasi saham. Segera mulai buka rekening saham saat ini juga dan nikmati hasil dari investasi saham.


Jangan menunggu; tidak akan pernah ada waktu yang tepat.
Mulailah di mana pun Anda berada, dan bekerja dengan alat apa pun yang Anda miliki.
Peralatan yang lebih baik akan ditemukan ketika Anda melangkah.” – Napoleon Hill

Disqus Comments