13 Contoh Ide Memperoleh Pendapatan Pasif

13 Contoh Ide Memperoleh Pendapatan Pasif
Setiap orang ingin sekali merasakan kebebasan finansial, menghabiskan waktu bersama keluarga, berlibur, bersenang-senang, tanpa perlu lagi memikirkan mengenai bagaimana memenuhi kebutuhan hidup untuk esok hari. Sebagian besar orang dewasa saat ini bisa memperoleh pendapatannya dengan bekerja sepanjang hari bahkan ada yang merelakan waktunya di akhir pekan untuk memperoleh pendapatan lebih. Sebuah kalimat dari Warrent Buffet yang selalu memotivasi penulis untuk mencari berbagai contoh ide memperoleh penghasilan pasif berikut:

“If You don’t find a way to make money While You Sleep, You will work until you die.”

‘Jika Anda tidak menemukan cara untuk memperoleh uang saat Anda terlelap, Anda akan terus bekerja hingga mati’. Menyakitkan, namun kalimat tersebut benar pada kenyataannya. Mungkinkah Anda akan terus bekerja sementara keadaan biologis Anda semakin melemah seiring usia? Kapan Anda ingin mulai mencari penghasilan pasif untuk menikmati hidup Anda dan bekal bagi anak-anak Anda kelak? Sebelum kita melangkah pada cara memperoleh penghasilan pasif, sebaiknya Anda membaca Cara Orang Kaya Mengelola Keuangannya.

Inilah contoh ide cara memperoleh pendapatan pasif:


1. Membangun Bisnis

Pilihan pertama yang kami sarankan adalah dengan membangun bisnis. Anda tidak harus terjun langsung untuk mengelola bisnis ini, namun dengan mempekerjakan beberapa karyawan dibawah pantauan Anda. Membangun sebuah bisnis sebenarnya cukup mudah, pelajari 5 Cara Kreatif Menemukan Ide Bisnis. Dengan memiliki bisnis, Anda dapat terbebas dari ikatan korporasi, bahkan Anda bisa membantu membuka lapangan kerja baru. Terus ikuti tips-tips dan peluang bisnis dari kami secara gratis dengan mendaftarkan email Anda pada kolom berlangganan dibagian bawah.

2. Franchise

Saat ini bisnis Franchise / Wara laba sudah sangat menjamur karena kemudahan dalan menjalankannya serta bagi pemilik Franchisee (pengguna merk dagang) dan Franchisor (pemilik merk dagang) yang saling menguntungkan. Jika Anda sebagai Franchisor, maka Anda akan terus mendapatkan loyalti dari Franchisee, sedangkan Franchisee mendapatkan keuntungan dagang dengan mendapatkan sistem dan hak guna merk bisnis tanpa harus memulai dari awal. Pahami cara kerja bisnis Franchise di Indonesia.

3. Blogging

Blogging bisa menjadi ide yang tepat untuk memperoleh pendapatan pasif bagi siapa pun. Selain modal yang dibutuhkan cukup kecil, Anda bisa bisa melakukannya di waktu-waktu senggang. Banyak orang yang telah merubah hidupnya dengan menjadi penulis blog. Membangun merk sebuah blog memang butuh sedikit kerja keras dan belajar, namun kegiatan blogging masih tergolong cukup mudah. Banyak blogger baru yang sudah bisa menghasilkan uang dalam waktu kurang dari 6 bulan. Kelebihan dari blog adalah, Anda tidak perlu selalu menulis setiap hari, selama orang-orang tertarik dengan informasi yang Anda tulis dalam blog maka Anda akan terus mendapatkan penghasilan secara pasif.


4. Menulis dan Menerbitkan Ebook

Dibandingkan dengan menerbitkan buku cetak, menerbitkan e-book terbilang lebih mudah karena tidak terlalu banyak persyaratan khusus. Terutama di era digital seperti saat ini, menyimpan e-book jauh lebih ringkas daripada harus membawa-bawa buku cetak yang tebal. Berbagai kelebihan e-book ini bisa menjadi peluang yang menarik bagi Anda untuk mendapatkan penghasilan pasif. Anda bisa menulis apapun yang Anda kuasai dan menjualnya melalui google play.

5. Membuat Kursus Online

Kelebihan kursus secara online adalah tidak perlu adanya pertemuan langsung secara tatap muka, hal ini cara yang baik sebagai salah satu ide memperoleh pendapatan pasif. Diluar sana telah banyak yang mendirikan kursus online seperti kursus bahasa Inggris, kursus penggunaan software tertentu, dan berbagai kursus lainnya yang kadang cukup sederhana. Dengan memanfaatkan kelebihan kursus online tersebut, maka Anda hanya cukup membuat tutorial untuk dipahami oleh murid Anda, dan mengaktifkan tutorial tersebut secara bertahap secara otomatis ketika murid Anda telah menyelesaikan tutorial sebelumnya. Hal terakhir yang perlu Anda lakukan hanyalah menjelaskan pertanyaan user dan mengarahkannya jika mereka mengalami kesulitan.

6. Affiliate Marketing

Cara kerja seorang Affiliate Marketing hampir seperti seorang blogger, namun sebagai seorang Affiliate Marketing lebih terfokus pada bagaimana memasarkan sebuah produk dan mendapatkan fee dari hasil pemasarannya. Teknik melakukan Affiliate Marketing cukup beragam, bisa dengan memanfaatkan menulis review dan memberikan Affiliate Link (untuk produk yang dijual online) atau bertindak sebagai ‘calo’ untuk memasarkan produk offline. Dalam hal ini kemampuan persuasif Anda sangat diperlukan untuk membujuk pelanggan.

7. Membuat Aplikasi Smartphone

Mungkin ketika Anda melihat di Google Play milik Google atau App Store milik Apple Anda dihadapkan banyak sekali pilihan aplikasi yang kadang membuat Anda bingung. Meski begitu, kesempatan sebagai seorang App developer  masih cukup terbuka lebar. Rate iklan dari aplikasi dinilai lebih besar dibanding iklan Youtube atau Blog. Selain itu dengan menjual fitur premium, Anda bisa mendapatkan penghasilan lebih. Membuat sebuah aplikasi yang menarik bisa menjadi kesempatan emas bagi para developer untuk memperoleh pendapatan pasif.

8. Menyewakan Properti

Menyewakan properti tidak hanya tentang kontrak rumah, kos-kosan, dsb. Namun Anda juga bisa menyewakan properti lain seperti kendaraan yang jarang Anda gunakan, peralatan bayi atau mainan bekas anak Anda yang sudah tidak terpakai, atau barang-barang lain yang sudah kurang maksimal Anda manfaatkan. Daripada hanya memenuhi gudang, mengapa tidak Anda coba untuk menyewakannya dan mendapatkan keuntungan finansial dari barang-barang tersebut.

9. Menjual produk Digital

Jika Anda mencintai photografi, graphic design, animasi dan produk-produk digital lainnya, hal ini bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi Anda. Dalam era digital seperti saat ini hal-hal tersebut banyak dibutuhkan oleh orang. Beberapa hal yang cukup laris dan dapat Anda buat sebagai penghasilan pasif untuk digunakan lebih dari satu kali antara lain dengan membuat template web/blog, template kartu nama / kartu ucapan, photo dengan tema general, template animasi, dsb.


10. Video Tutorial Youtube

Jika membuat kursus online masih cukup rumit bagi Anda, maka alternatif lain untuk memperoleh penghasilan pasif dari video adalah dengan menguploadnya pada youtube dan me-monetize video Anda agar dapat menampilkan iklan dari Google AdSense. Selanjutnya yang perlu Anda lakukan hanya meningkatkan jumlah penonton dan biarkan penonton yang memberikan pundi-pundi uang pada Anda. Meski saat ini persyaratan untuk dapat menampilkan iklan pada video youtube semakin ketat, namun menurut para youtuber, penghasilan yang didapat cukup menggiurkan. Pelajari mengenai cara memperoleh penghasilan dari hobi melalui video Youtube dan Blog dengan Google AdSense.

11. Deviden Saham

Membeli saham suatu perusahaan sama halnya dengan memiliki sebagian dari perusahaan tersebut. Dengan begitu maka Anda pun berhak mendapat pembagian keuntungan perusahaan / deviden sesuai jumlah persentase saham yang Anda miliki. Selain dari pembagian deviden, Anda juga bisa mendapat keuntungan dari peningkatan harga saham jika perusahaan yang Anda pilih memiliki fundamental yang baik.

12. Reksadana

Jika Anda kesulitan dalam menilai fundamental perusahaan atau kurang memiliki pengetahuan terkait investasi modal, ada baiknya Anda mulai dengan mencoba reksa dana. Reksa dana merupakan fasilitas untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk dikelola secara bersama-sama oleh Manajer Investasi dalam bentuk pembelian saham, forex, atau surat berharga. Keuntungan yang Anda dapat dari reksadana adalah ketika terjadi peningkatan Nilai Aktiva Bersih (harga reksa dana) sesuai dengan peningkatan keuntungan investasi. Kenali bentuk-bentuk reksa dana dan cara memulainya dalam artikel Mulai Investasi Reksa Dana Mudah, Murah dan Menguntungkan.

13. Peer to Peer Lending

Produk berbasis Fintech (Financial Technology) ini masih cukup terbilang baru. Peer to peer Lending merupakan cara baru untuk memenuhi kebutuhan modal pengusaha kecil dengan memberikan pinjaman ringan yang didapat dari para pemberi modal. Jika Anda memiliki kelebihan finansial, dapat Anda investasikan pada P2P Lending dan mendapatkan return dari bunga pinjaman. Selain itu, Anda juga berkontribusi dalam memajukan UMKM dalam negri. Ketahui cara kerja Peer to Peer Lending sebagai salah satu cara memperoleh pendapatan pasif.

Cobalah beberapa contoh ide dalam memperoleh pendapatan pasif tersebut sesuai dengan kondisi kemampuan Anda dalam mengelolanya. Tanamkan dalam pikiran Anda kata-kata dari Warrent Buffet diatas sebagai motivasi Anda untuk mendapatkan kebebasan finansial dan mendapatkan kembali waktu berharga Anda bersama keluarga.


Pekerjaan Yang Membuat Kaya Tanpa Keluar Rumah

Kerja Tanpa Keluar Rumah yang Bisa Membuat Kaya
Apa yang Anda pikirkan ketika Anda mendengar salah satu tetangga Anda berhenti dari pekerjaannya, Ia tidak terlihat sedang manjalankan suatu bisnis, dan jarang sekali terlihat sibuk keluar rumah tetapi setiap bulan bisa berlibur, dalam beberapa bulan punya kendaraan baru, dan sebagainya? Mungkinkah tetangga Anda tersebut memiliki makhluk gaib, pesugihan, atau ilmu terlarang lain? Jangan berprasangka buruk dahulu.

Kini dengan perkembangan teknologi, semakin banyak pilihan penghasilan yang bisa kita kerjakan tanpa harus keluar rumah dan bahkan hal sederhana ini jika dikembangkan bisa menjadikan kita kaya. Tentu saja dengan sedikit memanfaatkan perkembangan internet di era global ini, bukan hanya target pasar nasional saja yang bisa kita bidik, namun juga hingga ke seluruh belahan dunia. Menariknya lagi, dengan mendapatkan penghasilan di dalam rumah, Anda bisa terus berkumpul bersama keluarga tercinta setiap hari. Seperti mimpi bukan? Terutama bagi pemilik kepribadian introvert yang kurang suka bertemu banyak orang / orang asing.

Inilah beberapa kegiatan yang bisa membuat Anda kaya tanpa harus keluar rumah:

1. Trader

Banyak orang kaya mendadak karena menjadi trader pada bursa efek, bermain forex, atau binnary. Beberapa orang menganggap kegiatan ini seperti sebuah perjudian, ya, itu jika Anda tidak mengerti apa yang Anda lakukan saat trading dan hanya mengandalkan keberuntungan saja. Namun seorang trader sejati sesungguhnya memerlukan keahlian dengan mempelajari apa yang akan mereka beli dan menentukan waktu yang tepat untuk menjual sesuai target yang mereka harapkan. Menjadi seorang trader memiliki resiko yang sangat besar, namun hal ini cukup sebanding dengan yang mereka peroleh mengingat banyak orang yang bisa kaya mendadak tanpa harus keluar rumah dengan menjadi trader.

2. Investasi

Berbeda dengan trader, seorang investor menempatkan modalnya untuk investasi jangka panjang dan memperoleh keuntungan pasif dari hasil investasinya. Warren Buffet merupakan salah satu investor yang paling sukses yang menempatkan investasinya pada saham-saham perusahaan pilihan. Ia mengaku bahwa selama berinvestasi, ia tidak akan pernah menjual saham investasinya selama ia meyakini bahwa ia menempatkan investasi pada perusahaan yang tepat. Bagaimana dengan masyarakat yang masih awam terkait investasi saham? Selain investasi saham, banyak pilihan investasi lain yang tidak memerlukan keahlian khusus seperti Reksa Dana, Emas, Properti, dan lainnya. Kenali jenis investasi yang cocok bagi Anda melalui Tips Investasi Bagi Orang Awam.

3. Blogger

Benarkah dengan menulis blog Anda bisa menjadi kaya? Jika Anda mencari di Google, Anda bisa menemukan banyak sekali orang yang berubah hidupnya dengan menjadi penulis blog. Dengan mengasah keterampilan Anda dalam dunia blogging, mengetahui cara membuat kata kunci, mengenal optimasi SEO, dan tips blogging lainnya, tidak mustahil Anda bisa menjadi kaya tanpa keluar rumah hanya dengan menulis blog.





4. Freelance

Kini kegiatan freelance tidak harus dengan bekerja paruh waktu di restoran, toko, percetakan, dll. Anda bisa dengan mudah mencari pekerjaan freelance yang dibutuhkan secara online dalam berbagai situs yang menghubungkan pemilik proyek dengan freelancer. Bahkan menariknya, banyak pekerjaan mudah yang mereka cari seperti copy writter, data entry, data research, dsb. Beberapa pekerjaan yang secara umum banyak peminatnya antara lain graphic designer, penerjemah, programmer, dan penulis artikel. I-Bisnis tambahkan sedikit tips bagi freelancer, selalu utamakan kepuasan pelanggan Anda, semakin baik reputasi Anda maka akan semakin banyak yang akan mencari jasa Anda.

5. Dropship

Dengan semakin maraknya toko online merupakan sebuah penanda bahwa saat ini orang-orang cukup senang berbelanja secara online dengan segala kemudahannya. Anda pun bisa menjual produk orang lain tanpa harus memiliki produk tersebut atau dikenal sebagai dropshiper. Anda bisa menjual produk yang diproduksi warga sekitar Anda secara online, atau membantu pelanggan Anda mendapatkan produk impor yang membutuhkan akun khusus dan mengirimkannya langsung ke tempat tujuan. Tertarik menjadi importir? Baca artikel: Menjadi Reseller Barang Impor Ternyata Mudah.

6. Penulis Buku

Cara ke enam untuk menjadi kaya tanpa keluar rumah adalah dengan menjadi penulis buku. Memang untuk menulis sebuah buku dibutuhkan pengetahuan yang memadai dan waktu yang tidak bisa dikatakan cepat. Namun dengan menulis buku, Anda bisa memperoleh penghasilan secara berkelanjutan selama ada orang yang membeli buku ciptaan Anda. Banyak orang  memilih profesi sebagai penulis buku mengingat pendapatan yang dihasilkan dari menjual sebuah buku bisa cukup fantastis. Bahkan kini Anda tidak perlu mencetaknya pada kertas, Anda bisa menjual buku tersebut dalam bentuk file dan menjualnya online sebagai sebuah e-book. Salah satu penyedia layanan penjual e-book ini adalah play store oleh google.

7. Jasa Kursus Online

Jika Anda memiliki keahlian khusus pada suatu bidang, tidak ada salahnya Anda mencoba menyediakan jasa kursus online. Jasa kursus online kini banyak diminati karena kemudahan aksesnya tanpa harus bertatap muka langsung dan pemilihan waktunya lebih flexibel. Ada beberapa cara memasarkan jasa kursus online anda yaitu dengan membuat pendaftaran situs, atau video tutorial yang bisa Anda upload secara online. Selain penghasilan dari keahlian yang Anda ajarkan, Anda juga memperoleh penghasilan lain dengan menempatkan iklan pada situs / video yang Anda buat.

Jika Anda melihat tetangga Anda yang tidak memiliki pekerjaan namun bisa semakin kaya tanpa keluar rumah, mungkin tetangga Anda merupakan salah satu pembaca artikel ini.


Tips Mulai Investasi Untuk Orang Awam

Mulai Investasi Untuk Orang Awam
Sebagian besar masyarakat masih cukup awam mengenai cara memulai investasi. Kebanyakan orang masih mengandalkan upah pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Investasi merupakan hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan Anda dimasa depan. Dengan semakin meningkatnya jumlah populasi, tingkat pertumbuhan karir seseorang di suatu perusahaan pun semakin melambat. Jika beberapa tahun sebelumnya perusahaan masih menjanjikan karir yang tepat bagi setiap karyawannya, kini perusahaan lebih dominan mengambil tenaga baru yang lebih sesuai bidang pendidikannya. Dalam sebuah perusahaan mungkin hanya membutuhkan 2-3 orang manajer untuk perusahaan, sedangkan jumlah karyawan dibawah manajer bisa puluhan hingga ratusan orang. Itupun jika perusahaan tidak langsung mengambil manajer dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Jadi apakah Anda masih mengharapkan peningkatan pendapatan dari karir?

Sedangkan, untuk kenaikan upah Anda tiap tahun hanya mengikuti besaran inflasi per tahun. Pada dasarnya inflasi terjadi jika harga kebutuhan pokok semakin mahal, itu berarti upah Anda sebenarnya tidak meningkat, hanya mengikuti harga kebutuhan pokok. Sedangkan dalam kehidupan, setiap orang akan mengalami peningkatan kebutuhan, jika dahulu upah Anda cukup untuk hidup sendiri, kemudian Anda harus menghidupi kebutuhan istri dan anak, mendaftarkan anak ke sekolah, dan membayar kebutuhan tak terduga lainnya. Hal ini yang sering membuat orang tua semakin frustasi terhadap kebutuhan finansial mereka. Disinilah manfaat memulai investasi mulai dirasa penting.

Anda mungkin bisa menabung dan menyisihkan sedikit sisa pengeluaran saat ini untuk mempersiapkan kebutuhan dimasa depan. Namun sekali lagi, tabungan Anda yang tidak dapat tumbuh semakin dikalahkan oleh pertumbuhan inflasi yang terjadi. Untuk mengatasinya, Anda perlu berinvestasi entah itu dalam bentuk bisnis yang dikelola, atau melalui bentuk investasi lainnya. Bagaimana memulai sebuah investasi yang tepat bagi masing-masing orang?


Inilah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai investasi:

1. Kenali perbedaan Keinginan dan Aset

Sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya Anda mengetahui perbedaan antara keinginan dan aset. Aset merupakan hal yang memiliki nilai tambah dibanding harga belinya seiring waktu atau setiap digunakan. Apakah membeli mobil mewah merupakan Aset atau Keinginan? Jika Anda membeli mobil tersebut untuk keperluan sehari-hari maka hal itu lebih dianggap sebagai keinginan, namun mobil tersebut bisa menjadi sebuah aset jika Anda gunakan untuk rental, travel, dsb. Berinvestasi berarti Anda menyimpan Aset yang memiliki nilai tambah bukan sekedar kepemilikan.

2. Mengenal sumber dana investasi

Dalam hal ini, Anda lebih mengetahui dari mana Anda mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari. Dana untuk memulai investasi bisa Anda gunakan dari tabungan, gaji, bonus, atau hasil usaha sampingan yang Anda kerjakan. Dalam perolehan dana investasi, kami sangat tidak menganjurkan Anda untuk mendapatkannya dari hutang mengingat resiko berinvestasi yang bisa berubah setiap saat.

3. Mengatur pendapatan dan kebutuhan pokok

Seberapa besar kebutuhan pokok yang Anda keluarkan setiap bulannya dibanding pendapatan Anda? Pada umumnya, para ahli investasi merekomendasikan persentase dana investasi sebanyak 10-20% dari pendapatan. Bagaimana jika sisa pendapatan Anda kurang dari persentase tersebut? Sebaiknya Anda mulai mengkoreksi kembali kebutuhan Anda untuk lebih berhemat. Seperti mengurangi biaya tagihan listrik, telepon, dsb.

4. Besar anggaran investasi

Dengan mengetahui besaran dana yang dialokasikan untuk memulai investasi, maka Anda bisa memilah bentuk investasi sesuai anggaran. Jika tabungan dan anggaran Anda cukup untuk membeli sebuah properti, mungkin properti bisa menjadi salah satu pilihan investasi Anda. Jika Anda ingin berinvestasi emas, itu berarti besaran anggaran investasi Anda harus lebih besar dari harga emas per gram saat ini. Bagaimana jika lebih kecil dari itu? Sebenarnya masih cukup banyak bentuk investasi lain saat ini yang cukup terjangkau seperti investasi reksadana yang bisa dibeli mulai Rp.100.000,- , atau investasi online lain tanpa modal yang dapat Anda baca pada artikel Investasi Online Dengan Aset Digital.

5. Pengelola investasi

Hal ini cukup penting untuk sebelum mulai berinvestasi sebaiknya diperhatikan apakah Anda akan mengelola Aset tersebut sendiri atau dengan bantuan Manajer Investasi seperti pada Reksadana. Jika mengelola investasi secara pribadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lain untuk ongkos jasa, tetapi Anda perlu mempelajari bentuk investasi tersebut dengan mendalam agar tidak sampai terjadi kerugian. Sedangkan dengan memanfaatkan keahlian Manajer Investasi, Anda tidak perlu repot mempelajari investasi Anda secara mendalam, namun dalam hal ini Anda perlu mengenal dan memperhatikan kinerja Manajer Investasi sebelumnya untuk mempercayakan pengelolaan aset Anda.


6. Memilih investasi berdasar resiko dan hasil

Mulai berinvestasi dengan memilih investasi yang sesuai dengan profil resiko dan tujuan Anda. Tidak ada hal yang pasti dalam berinvestasi, karena hal ini menyangkut masa depan yang tidak ada satu orang pun bisa benar-benar memastikan apa yang terjadi di masa depan. Namun Anda dapat mengurangi resiko ini dengan mempelajari kejadian di masa lalu untuk mempertimbangkan apakah investasi tersebut layak dimiliki atau tidak. Dalam berinvestasi dikenal sebuah prinsip “higher risk, higher profit”, semakin besar keuntungan yang ingin Anda dapat maka semakin besar resiko yang perlu Anda kendalikan.

7. Cara mengelola investasi

Cara mengelola investasi setiap bentuk investasi akan berbeda-beda, namun ada beberapa tips yang cukup membantu Anda, antara lain:

- Diversifikasi

Hal pertama yang perlu kita pelajari dari para investor berpengalaman adalah jangan menaruh seluruh investasi Anda pada satu Aset yang sama. Meskipun aset tersebut cukup menjanjikan, tapi seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada hal yang pasti di masa depan. Dengan membagi investasi dalam beberapa aset atau dikenal dengan istilah diversifikasi, maka ketika salah satu aset Anda mengalami kerugian, masih bisa terkurangi dampaknya oleh aset yang lain.

- Timing

Pemilihan waktu yang tepat ketika membeli atau menjual aset Anda bisa memberikan dampak yang cukup besar. Jangan mudah panik ketika mendengar kabar buruk mengenai aset Anda, telusuri kebenaran dan dampaknya terlebih dahulu sebelum Anda mengambil keputusan. Percayalah pada pendirian Anda dibanding isu yang disebarkan orang lain.

Itulah tujuh hal yang perlu Anda ketahui sebelum mulai berinvestasi agar tujuan investasi Anda dapat tercapai sesuai harapan. Waktu terbaik untuk mulai berinvestasi sebaiknya dimulai saat ini, semakin cepat Anda memulai, semakin lama Anda menyimpan aset, semakin besar keuntungan yang bisa didapat. Selamat berinvestasi.

Review Pengalaman Hasil Investasi Reksadana

Review Pengalaman Investasi Reksadana
Sudah seberapa banyak tabungan Anda di Bank? Sudah berapa lama Anda mengendapkan uang Anda di Bank? Lalu, apakah uang Anda di bank semakin bertambah atau justru menyusut? Bisa jadi semakin bertambah karena Anda rajin menabung atau Anda tempatkan pada deposito, atau justru berkurang akibat biaya administrasi dan kemudahan penarikan dana yang menggoda Anda untuk berbelanja. Fakta inilah yang dirasakan oleh salah seorang narasumber kami yang demi menjaga privasi dan keamanan tidak akan kami sebutkan namanya. Di akhir artikel, Beliau akan menuturkan sedikit pengalamannya dalam mencari-cari penghasilan tambahan hingga akhirnya terpaut pada investasi reksadana.

Sekilas Mengenal Reksadana

Seperti yang kami sebutkan dalam artikel Memulai Investasi Reksadana bahwa Reksadana bersifat seperti sebuah wadah yang menampung dana dari investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi dalam berbagai bentuk investasi berupa Saham, Surat Berharga, Obligasi, Pasar Index, dan sebagainya sesuai dengan jenis reksadana yang dipilih oleh investor dalam bentuk portofolio Unit Penyertaan (UP). Seiring dengan keuntungan yang didapat oleh Manajer Investasi akan membuat nilai aktiva bersih (NAB) meningkat. Ilustrasi singkatnya ketika Anda membeli suatu reksadana sejumlah Rp. 100.000,- dengan NAB Rp. 2.000,- Anda akan mendapat 50 Unit Penyertaan, dalam kurun waktu 1 tahun NAB meningkat menjadi Rp. 3.000,- maka nilai investasi Anda menjadi 50 UP x Rp. 3.000,- = Rp.150.000,-. Begitu pula jika terjadi depresiasi, Anda pun bisa mengalami kerugian tetapi hal ini jarang terjadi jika Anda melakukan investasi jangka panjang. Namun dalam berinvestasi reksadana tidak diperlukan banyak pengalaman.







Alasan Memilih Investasi Reksadana

1. Mendapat penghasilan pasif

Mengingat kata-kata dari investor dunia Warren Buffet yang mengatakan “Jika Anda belum bisa menghasilkan uang ketika tidur, maka Anda akan bekerja seumur hidup”. Kalimat ini cukup singkat namun benar adanya. Berapa lama Anda akan terus bekerja? Tentu setiap orang ingin menikmati hidupnya di masa-masa akhir setelah berjuang cukup lama untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mempersiapkan generasi penerus. Namun pernahkah Anda mentukan kapan mulai pensiun? Dan bagaimana Anda akan bertahan selama pensiun? Reksadana bisa menjadi salah satu solusi bagi Anda yang ingin mempersiapkan masa depan. Mengingat Indonesia masih menjadi salah satu negara berkembang maka potensi Anda untuk mendapatkan keuntungan berinvestasi masih terbuka lebar.

2. Mempercepat mencapai tujuan investasi

Anda ingin membeli rumah? Mobil? Mempersiapkan kuliah anak? Atau pergi Haji ke tanah suci dalam beberapa tahun mendatang? Jika Anda hanya mengandalkan tabungan dari gaji/pendapatan saat ini tentu jalan yang Anda tempuh akan cukup terjal karena semakin lama harga-harga kebutuhan pokok terus meningkat sedangkan tabungan Anda akan semakin tergerus inflasi. Dengan berinvestasi pada reksadana, Anda bisa mengungguli kenaikan inflasi dan membuat tabungan Anda semakin bertambah seiring waktu.

3. Resiko lebih kecil

Seperti yang i-Bisnis sebutkan sebelumnya bahwa resiko berinvestasi di reksadana cukup kecil karena investasi Anda dikelola oleh Manajer Investasi yang sudah cukup ahli dalam bidangnya. Dibandingkan dengan harus mengambil resiko sendiri dengan pengetahuan investasi yang ala kadarnya Anda justru akan kesulitan mengatur investasi Anda dan beresiko kehilangan investasi lebih besar. Seperti kata pengalaman mereka yang telah berinvestasi pada reksadana.

4. Dapat dicairkan sewaktu-waktu

Meski memiliki sifat hampir seperti Deposito, namun keunggulan reksadana adalah Anda tidak terikat oleh jangka waktu investasi. Anda bisa mengambil sebagian atau keseluruhan investasi Anda kapanpun tanpa dikenakan denda dan tidak ada batas minimum sisa saldo.

5. Nilai minimum investasi tergolong murah

Dibandingkan jenis investasi lain seperti rumah yang pasti berharga ratusan juta per unit atau emas yang saat ini per satu gram berharga Rp. 600.000,-an tentu investasi reksadana jauh lebih murah. Anda dapat mulai berinvestasi reksadana hanya dengan Rp.100.000,- atau lebih.

6. Membantu menyelamatkan aset negara

Terdengar sedikit patriotik, namun tahukah Anda bahwa saat ini lebih dari 70% saham-saham terbuka yang dijual oleh bursa efek dimiliki oleh asing, dan saat ini hanya sekitar 10% dari total penduduk Indonesia yang menempatkan investasinya dipasar modal. Hal ini cukup membahayakan jika suatu saat para investor tersebut menarik keseluruhan investasi mereka maka Indonesia bisa dilanda krisis ekonomi. Dengan berinvestasi pada reksadana meski hanya sekecil apa pun jika dilakukan oleh sebagian besar masyarakat tentu bisa perlahan menggeser kepemilikan modal asing dan menyelamatkan negri ini.






Review Hasil Pengalaman Narasumber Berinvestasi Reksadana

Sebelumnya kita kenali narasumber kita sebagai seorang karyawan swasta disebuah kota kecil di wilayah Kalimantan Timur. Tuntutan pekerjaan yang mengharuskan bekerja dari pagi hingga petang membuat Beliau tidak memiliki waktu untuk menjalankan bisnis meski sudah menjadi impiannya untuk memiliki usaha dan mendapatkan penghasilan pasif dari usahanya (jika sudah memiliki karyawan dalam bisnis). Karena keterbatasan tersebut mendorong Beliau untuk mencoba berbagai jenis hal yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan mulai dari menjadi seorang freelance designer, Online shop dari barang impor, Blogging, hingga program peer to peer lending dan akhirnya dari berbagai pengalaman tersebut membawanya berlabuh pada investasi Reksadana dan saat ini mengaku terinspirasi oleh Warren Buffet untuk mempelajari pasar saham.

Dari kegiatan Freelance dengan keahlian seadanya ternyata cukup sulit menghadapi persaingan dengan para ahli dibidangnya, meski hasil yang diperoleh pun cukup menarik karena terbayarkan dalam mata uang USD. Usaha online shop yang dijalankan sebenarnya cukup menarik, namun karena terkendala kurangnya waktu luang membuat Beliau kerepotan mengatasi impor barang dan permintaan yang ada lalu akhirnya menutup toko untuk menghindari kekecewaan pelanggan. Sambil mengisi waktu luang narasumber kami pun membuat beberapa tulisan dalam dua blog yang dikelolanya hingga saat ini sebagai sumber pendapatan pasif lainnya. Mendengar saat ini sedang booming adanya program peer to peer lending membuat beliau penasaran dan mencoba, setelah bergabung dengan salah satu penyedia layanan P2P Lending dan mulai menanamkan modalnya, beliau mengaku belum merasa puas dengan yang dihasilkannya dari program tersebut, namun program ini bisa membantu banyak wirausahawan dalam negri untuk berkembang sehingga beliau tetap menyimpan sebagian modalnya dalam program tersebut.

Setelah beberapa minggu mencari jenis investasi lainnya, beliau menemukan investasi reksadana dan semakin tertarik untuk mempelajarinya dan hingga akhirnya saat ini beliau merasa bahwa investasi reksadana masih menjadi investasi terbaik yang pernah dikenalnya.


Berapa return / pendapatan yang diperoleh dari reksadana?

Dalam investasi reksadana, Anda tidak dapat menentukan besaran pendapatan yang akan diperoleh karena banyak sekali faktor yang menentukan, tetapi Anda dapat memperkirakannya dari kinerja reksadana di masa lalu dan mengikuti perkembangan perekonomian dalam negri maupun perekonomian dunia. Namun narasumber kami mengungkapkan sedikit mengenai return yang diperoleh hingga saat ini sangat memuaskan untuk sebuah investasi dengan modal kecil. Narasumber mengaku mulai berinvestasi pada minggu kedua bulan januari ’17, awalnya hanya mencoba terjun untuk memuaskan rasa penasaran setelah berminggu-minggu mempelajari seluk beluk investasi reksadana. Selang 3 hari ternyata perolehannya cukup mengejutkan sehingga Beliau menambahkan investasinya saat itu juga dan membagi dalam empat pilihan reksadana. Alhasil, dalam kurun waktu kurang dari 3 minggu, dari jumlah modal sebesar dari 8,5 Juta sudah bisa didapat hasil hampir Rp. 429.000,- atau tumbuh sebesar 5,05%. Hal ini dirasa jauh lebih baik dari berbagai bentuk investasi yang pernah narasumber coba sebelumnya.

Review Pendapatan Investasi Reksadana.jpeg
Review Pendapatan Investasi Reksa Dana

Beberapa pengakuan investor reksadana lainnya

Selain dari pengakuan narasumber kami, Anda juga bisa menemukan banyak sekali cerita pengalaman investasi di reksa dana dalam penelusuran Google. Sebagai contoh kami mengambil sebuah thread dari kaskus.co.id mengenai testimoni tiga investor reksa dana yang kami rangkum berikut:

1. Muhammad Fath
Pengalaman beliau awalnya berencana berinvestasi untuk biaya sekolah anaknya yang baru lahir tahun 2014 silam. Beliau mulai Investasi reksadana sejak tahun 2013 dan memang memiliki tujuan jangka panjang sehingga dipilihnya reksa dana saham. Ia mengaku bahwa reksa dana dipilihnya karena cukup ringkas tidak perlu mengecek setiap waktu, tingkat resiko reksa dana pun dinilai lebih aman dengan return lebih besar dari deposito. Meski kadang reksa dana saham sering berfluktuasi namun ia merasa cukup tenang karena meski kadang terjadi penurunan, namun biasanya pada akhir tahun akan kembali melonjak. Ia pun berencana untuk semakin meningkatkan investasinya untuk kelanjutan biaya kuliah anaknya kelak.






2. Maya Triana
Ibu rumah tangga ini menjadi semakin ketagihan berinvestasi pada reksa dana setelah pengalaman pertama kali mencoba. Awalnya beliau mengetahui adanya reksa dana dari sebuah acara televisi dan tertarik untuk mencobanya. Meski awalnya sang suami tidak menyetujuinya, ia nekat menanamkan modalnya sebesar Rp. 500,000,- dan rutin melakukan top-up setiap tiga bulan. Tanpa mengetahui saldo akhir reksa dana yang dimilikinya, pada bulan ke delapan ia mencoba mengambil seluruh investasinya dan terkejut. Tanpa disangka, ternyata dari keseluruhan modal yang ditanamnya telah tumbuh sebesar 10%. Ia pun menceritakan pada sang suami, kini mereka berdua semakin tertarik dan rutin menyisihkan 10-20% dari pendapatan sang suami setiap awal bulan.

3. M. Zabidin
Meski telah memiliki pengalaman sebagai seorang pengusaha batu bara dan kelapa sawit ini, namun tetap berinvestasi pada reksa dana saham. Beliau memilih reksa dana karena tidak seperti ketika berinvestasi saham, reksa dana dinyatakan lebih aman meski kadang ada penurunan, pada akhirnya akan tetap meningkat. Kemudahan dalam berinvestasi juga menjadi salah satu poin yang diunggulkannya. Tidak perlu lagi mendatangi kantor broker untuk berinvestasi, kini cukup dengan klik beli pada jenis reksa dana yang diinginkan, transfer dan selesai. Dana Anda akan dikelola oleh para ahli sebagai Manajer Investasi.



Mulai Investasi Reksa Dana Mudah, Murah dan Menguntungkan

Mulai Investasi Reksa dana Mudah dan Menguntungkan
Bagi Anda yang ingin mengembangkan tabungan dari sebagian penghasilan Anda ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan. Secara umum orang menyimpan tabungan mereka di Bank dengan mengharapkan bunga Bank. Namun, bukannya semakin bertambah, secara tidak langsung, tabungan mereka justru semakin berkurang akibat biaya administrasi Bank. Meski ada fasilitas Bank lainnya yang menjanjikan return (kembalian) cukup tinggi seperti Deposito, namun nilainya tidak sebanding dengan besarnya inflasi setiap tahunnya. Lalu, bagaimana kita bisa mengembangkan tabungan kita?


Apa itu reksa dana?

Reksa dana adalah sebuah wadah yang menerima modal / dana dari berbagai investor untuk dikelola oleh Manajer Investasi (MI) dengan membeli Saham, Obligasi, Pasar Uang, index, dan lainnya dalam bentuk unit penyertaan (UP) yang akan menjadi portofolio Anda. Membeli reksa dana sama halnya dengan Anda menabung, yang mana tabungan Anda dalam Bank Kustodian akan dikelola oleh Manager Investasi untuk diinvestasikan sesuai dengan pilihan jenis investasi Anda. Dalam berinvestasi reksa dana pun Anda tidak terikat oleh waktu, Anda bisa kapan saja menjual reksa dana milik Anda yang akan di proses biasanya antara 2-4 hari kerja.


Mengapa perlu berinvestasi di reksa dana?

Bagi sebagian orang, berinvestasi banyak sekali macamnya, ada yang memilih deposito, aset properti atau emas dan juga saham. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa dengan deposito, Anda mungkin akan mendapat return 6-8% per tahun, sedangkan rata-rata inflasi bisa mencapai 5-20%, maka deposito Anda tetap akan tergerus inflasi. Sedangkan untuk berinvestasi properti memang cukup menggiurkan, dimana harga properti akan terus meningkat cukup tajam, namun untuk berinvestasi properti dibutuhkan modal yang cukup besar hingga ratusan juta rupiah, selain itu dengan maraknya penipuan yang menawarkan rumah murah, namun akhirnya terdapat sengketa atau bahan bangunan yang tidak berkualitas sehingga bangunan rentan dan tidak bertahan lama.

Investasi emas saat ini memang cukup aman karena kita tidak lagi harus menyimpannya secara langsung, namun kita tetap diminta membayar biaya penyimpanannya, atau walaupun kita menyimpanan secara langsung, saat Anda ingin menjualnya, tentu toko emas akan menawar dengan harga dibawah harga pasar, hal ini pun akan mengurangi keuntungan investasi Anda. Dalam berinvestasi saham saat ini memang sudah cukup terjangkau dibanding beberapa tahun lalu dimana saat ini jumlah per satu lot saham diperkecil menjadi hanya 100 lembar yang sebelumnya 500 lembar/lot. Dengan fluktuatif harga saham yang sangat cepat, Anda harus mengetahui seluk beluk saham dari perusahaan yang ingin Anda beli secara pasti, kebanyakan investor pemula trauma berinvestasi karena mereka kurang memiliki pengetahuan itu dan hanya berharap pada keberuntungan. Maka disinilah Anda memerlukan manajer investasi yang akan mengendalikan modal Anda dalam reksadana.

Untuk berinvestasi dalam reksa dana, Anda tidak perlu terlalu khawatir akan mengalami kerugian besar karena modal anda akan dibagi (diversifikasi) dalam beberapa instrumen berbeda untuk mengurangi resiko dan meningkatkan keuntungan. Menariknya lagi, jika Anda berinvestasi saham, maka investasi Anda dikenakan pajak dan Anda wajib menuliskannya pada SPT, tetapi tidak untuk reksadana, karena reksadana bukanlah salah satu objek pajak.


Macam-macam bentuk reksa dana

Ada cukup banyak bentuk reksa dana yang ditawarkan oleh Manajer Investasi, namun secara umum Anda perlu memahami 5 bentuk reksadana berikut ini:

1. Reksa Dana Saham (RDS) 

Reksa dana yang melakukan investasi portofolionya lebih dari 80% ke dalam efek bersifat ekuitas (saham). Efek saham umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan pembagian keuntungan (dividen) namun dalam reksa dana dividen yang diterima tidak akan dibagikan secara langsung pada pemilik reksadana namun diinvestasikan kembali oleh manajer investasi sehingga meningkatkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana, dengan adanya reinvest tersebut dapat mengurangi besar kerugian ketika harga saham jatuh, tetapi juga meningkatkan keuntungan ketika harga saham naik. Reksa dana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling besar namun juga memiliki resiko yang besar.

2. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Reksa dana yang melakukan investasi 80% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka waktu kurang dari satu tahun, seperti SBI, deposito. Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang memiliki risiko terendah namun juga memberikan return yang terbatas.





3. Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang malakukan investasi lebih dari 80% pada portofolio yang dikelolanya ke dalam surat hutang (obligasi). Risiko investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi tetapi tetap lebih rendah daripada reksadana campuran atau saham.

4. Reksa Dana Campuran (RDC)

Reksa dana ini melakukan investasi dalam efek ekuitas (saham) dan efek hutang (obligasi) yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham. Potensi hasil dan risiko reksa dana campuran dapat lebih besar dari reksa dana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksa dana saham.

5. Reksa Dana Index (RDI)

Reksa dana Index merupakan reksa dana yang isinya adalah sebagian besar dari index tertentu (tidak semua, yang penting merefleksikan index tersebut) dan dikelola secara pasif, artinya tidak melakukan jual beli di bursa, kecuali ada subscription (pembelian) baru atau redemption (penjualan), oleh karenanya reksadana index biasanya keuntungan dan kerugiannya sebanding dengan index tersebut (jika ada selisih, biasanya selisihnya kecil). Jika reksadana tersebut diperjualbelikan di bursa, maka disebut Exchange Traded Fund (ETF) dan harganya berfluktuasi tiap detiknya, sehingga membuatnya mirip saham.


Memilih Resadana yang sesuai dengan profil resiko Anda

Sesuai dengan kebijakan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa setiap penyedia layanan keungan wajib mengetahui profil resiko investornya. Ketika Anda mendaftar pada layanan tersebut maka mereka akan membantu Anda mengenali jenis profil resiko yang tepat untuk Anda. Meskipun pada kenyataanya, Anda lah yang akan menentukan bentuk investasi tersebut. Dalam menentukan profil resiko ada beberapa hal yang menjadi penilaian antara lain: usia, besaran pendapatan, tujuan investasi, pengetahuan mengenai investasi, dll. Secara garis besar profil resiko investor dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
- Agresif : Cenderung mencari keuntungan lebih besar dan berani menanggung resiko yang besar pula. Reksa dana yang sesuai: RDS & RDI.
- Moderate : Mencari keuntungan yang cukup besar namun cukup berhati-hati dalam menilai resikonya. Reksa dana yang sesuai: RDC & RDPT.
- Konservatif : Investor yang lebih mengutamakan keamanan modal dengan mendapat keuntungan yang tidak begitu signifikan. Reksadana yang sesuai: RDPU & RDPT.

Bagaimana cara membeli reksa dana?

Saat ini terdapat puluhan Manajer Investasi yang tersedia dengan beragam produk investasi. Anda bisa mengunjungi kantor mereka atau jika Anda tidak memiliki waktu atau akses langsung, Anda kini bisa mendaftar secara online. Dari pengalaman penulis saat ini menggunakan layanan dari Bareksa.com sebagai supermarket dimana Anda bisa menemukan puluhan manajer investasi reksa dana disana dengan produk-produk unggulannya. Indikator-indikator yang diberikan pun cukup lengkap dan sederhana sehingga cukup membantu bagi investor pemula atau bahkan yang sudah cukup ahli. Bareksa pun telah terdaftar dalam OJK sehingga cukup terjamin keamanannya. Untuk mendaftar secara online Anda akan diminta mengisi formulir profil dengan lampiran scan KTP, NPWP, dan buku tabungan. Setelahnya Anda akan diminta memberikan tandatangan elektronik pada dokumen yang dikirimkan ke email Anda (disarankan membuka melalui perangkat touch screen untuk mempermudah). 


Indikator penting untuk diketahui sebelum membeli reksadana

Seperti halnya ketika Anda ingin membeli kendaraan, Anda harus tahu performa kendaraan tersebut dan spesifikasinya bukan? Begitu pula dengan reksa dana yang merupakan kendaraan Anda menuju tujuan investasi Anda. Sebelum membeli portofolio reksa dana ada banyak indikator yang bisa menjadi acuan Anda dalam memilih suatu reksa dana. Dari sekian banyak indikator, setidaknya Anda perlu mengetahui indikator berikut ini:





1. Prospectus & Fund Fact Sheet

Prospectus merupakan penawaran yang diberikan oleh manajer investasi dan beberapa peraturan yang perlu diketahui oleh investor. Fund Fact Sheet berisi profil secara umum mengenai profil manajer / produk investasi. Dalam Fund Fact Sheet Anda akan menemukan kemana manajer investasi akan menggunakan modal Anda dan bagaimana performa investasi yang mereka kelola selama ini. Di bidang apa mereka akan menggunakan modal Anda.

2. Beta

Beta merupakan index resiko investasi. Hal ini sebanding dengan nilai kemungkinan return yang diperoleh. Semakin tinggi nilai beta maka bisa jadi Anda mendapat keuntungan yang tinggi pula. Namun selalu ingat bahwa “keuntungan investasi yang tinggi diikuti resiko yang tinggi” begitu pula sebaliknya.

3. Grafik NAB

Berbeda dengan saham, keuntungan reksadana tidak dipengaruhi oleh seberapa banyak portofolio yang Anda miliki tetapi seberapa besar peningkatan Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau persentase peningkatan harga jual reksadana. Dalam grafik tersebut anda bisa menilai apakah reksadana tersebut memiliki performa baik di masa lalu dan apakah masih akan berpotensi meningkat. Meski hal ini berfluktuasi, namun pada umumnya dalam jangka panjang nilai reksada akan terus meningkat seiring dengan index IHSG.

4. Return & Risk

Seperti halnya index Beta, namun dalam situs Bareksa, Anda akan menemukan indikator Return dan Risk yang terpisah dalam 5 tingkatan. Hal ini akan cukup membantu Anda dalam memutuskan reksa dana mana yang terbaik. Biasanya tingkat return akan sebanding dengan tingkat resiko (risk), namun jika Anda menemukan reksa dana dengan return tinggi namun risk rendah, maka resadana tersebut cukup layak untuk dibeli.

5. Barometer Bareksa

Ini merupakan indikator terbaik yang hanya ada di Bareksa untuk menilai apakah reksa dana tersebut layak untuk investasi atau tidak. Indikator ini terlihat dalam 5 tingkatan dengan lingkaran yang memiliki warna khusus sesuai jumlah dana kelolaan manajer investasi.

Indikator Penting Reksadana


Tips dalam bertransaksi reksa dana:

1. Bedakan Investasi dengan Spekulasi

Inilah yang kadang salah diartikan oleh sebagian orang. Berinvestasi itu membutuhkan waktu lebih panjang bukan keuntungan sesaat. Anda mungkin bisa mengambil keuntungan dari kenaikan harga reksadana, dengan membeli ketika harga rendah, dan menjual ketika harga tinggi. Tapi dalam berinvestasi hal itu berarti Anda membantu perusahaan yang sedang membutuhkan dana untuk berkembang. Percayalah pada perusahaan yang Anda perkirakan akan tumbuh. Anda akan mendapatkan keuntungan lebih dari sekedar berspekulasi pada kemungkinan naik turunnya harga.

2. Tentukan target dan tujuan investasi

Bermacam-macam orang melakukan investasi dengan tujuan untuk membeli rumah dalam 10-20 tahun kedepan, atau berinvestasi untuk biaya kuliah anak beberapa tahun kedepan, atau Anda mungkin ingin membeli mobil atau untuk pensiun dini dari hasil investasi. Disinilah perlunya mengetahui tujuan dan jangka waktu yang ditargetkan untuk mengetahui seberapa besar sebaiknya Anda menyisihkan tabungan untuk berinvestasi. Anda dapat menggunakan alat simulasi reksa dana yang disediakan oleh Bareksa.

3. Ketahui kemana uang Anda akan diinvestasikan

Seperti yang kita ketahui, bahwa ada banyak pilihan reksa dana yang tersedia, dalam Fund Fact Sheet Anda dapat menemukan perusahaan atau pasar apa Manajer Investasi Anda mengalokasikan dana dari Anda. Hal ini penting diketahui, dengan mengenal apa yang Anda beli, maka Anda pun dapat memperkirakan apakah kemungkinan reksa dana Anda akan tumbuh dimasa mendatang atau bahkan akan turun.

4. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang

Meski Anda melihat ada satu manajer investasi terbaik, jangan Anda tempatkan seluruh tabungan Anda disana. Ambil beberapa reksa dana, karena Anda tidak akan pernah tahu jika tiba-tiba terjadi penurunan.

5. Kendalikan emosi, yakinkan pada diri sendiri

Meski fluktuasi reksadana tidak setajam saham, namun akan tetap ada fluktuasi yang terjadi. Harga protofolio Anda bisa bergerak naik atau turun. Disinilah seringnya investor pemula menjadi panik ketika ada penurunan harga atau terlalu gembira ketika ada kenaikan harga tiba-tiba. Sehingga mereka menjual reksa dananya karena takut rugi terlalu banyak padahal saat itu perusahaan sedang memulai kebangkitannya atau karena takut harga akan jatuh saat sudah tinggi padahal kenaikan masih akan terus terjadi.

Tertarik untuk berinvestasi? Mulailah saat ini juga, semakin lama Anda menaruh investasi Anda di pasar yang tepat, maka keuntungan Anda akan semakin berlipat-lipat.

Peer to Peer Lending Mempertemukan Investor Dengan Pengusaha

Peer to Peer Lending Mempertemukan Investor Dengan Pengusaha
Tidak jarang, ada beberapa orang yang memiliki tabungan modal cukup namun tidak tahu kemana harus mengalokasikan modal tersebut, sehingga modal tersebut hanya bertumpuk di rekening bank dan semakin tergerus kebutuhan dan potongan transaksi bank. Di lain pihak, ada pengusaha yang siap menjalankan usahanya, atau ingin mengembangkan usahanya untuk memenuhi permintaan pelanggan namun terkendala pada permodalan, ingin meminjam uang pada bank namun bunga dan aturan-aturan bank cukup mempersulit pengusaha untuk memperoleh dan mengembangkan bisnisnya. Untuk mengatasi hal tersebut muncullah perusahaan finansial berbasis teknologi atau biasa disebut sebagai Fintech (Financial Technology) yang berkomitmen membantu perusahaan-perusahaan dan investor mengatasi permasalahan finansialnya.

Peer to Peer (P2P) Lending sebagai bagian dari Fintech

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa Fintech merupakan badan usaha keuangan yang menggunakan teknologi sebagai basis operasinya. Cukup banyak jenis layanan Fintech yang ada, mulai dari e-wallet, Reksadana & Saham online, Pengamat dan survey, serta layanan P2P (Peer to Peer) Lending atau jasa penghubung antara pemodal dan pemilik usaha. Jika Anda merupakan salah satu orang yang mengalami permasalahan modal atau investasi, layanan ini akan menjadi solusi bagi Anda.

Banyak pihak yang mendukung layanan P2P lending ini karena dengan kemudahannya mampu merangsang pertumbuhan UMKM dan bisa menjadi lahan investasi yang lebih menguntungkan dibanding deposito bank. Hal ini lah yang sering menjadi polemik dimana perusahaan Fintech dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan bank konvensional. Menariknya, justru kesempatan ini menjadi peluang bank-bank kelas menengah untuk berkembang dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan Fintech untuk membuat Escrow Account.

Sistematika P2P Lending dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dalam prosesnya, perusahaan P2P Lending sebagai perantara yang membantu dalam menilai dan menganalisa proposal usaha dan resikonya serta menampilkan dalam beberapa kategori yang mempermudah investor untuk membuat keputusan. Namun seperti jasa permodalan pada umumnya, tentunya setiap modal akan tetap memiliki resiko untung / rugi. Sayangnya belum ada perusahaan P2P yang berani memberikan jaminan modal kembali jika terjadi kegagalan. Untuk melindungi pemodal dari kerugian, perusahaan Fintech akan meneliti secara ketat pengajuan proposal permintaan modal dan tak jarang perusahaan Fintech akan meninjau secara langsung usaha tersebut.

Peer to Peer Lending


Dengan membawa pengaruh ekonomi yang cukup besar, maka penyelenggara Peer to Peer Lending harus berada dalam pengawasan OJK untuk melindungi nasabah dan mengawasi berjalannya keuangan dalam negri. Hingga per tanggal 29 Desember 2016 lalu, akhirnya OJK mengeluarkan Peraturan OJK dengan nomor 77/POJK.01/2016. Berikut 4 poin penting mengenai peraturan tersebut:

1. Kepemilikan saham asing maksimal 85%

Pada peraturan pasal 3 yang dikeluarkan oleh OJK membatasi kepemilikan saham maksimal yang boleh dimiliki oleh asing yaitu sebebsar 85%. Selain itu OJK pun memberikan ijin bagi asing sebagai pemberi pinjaman tetapi tidak memperbolehkan bertindak sebagai peminjam. Selain itu, Perusahaan Peer to Peer Lending harus terdaftar sebagai anggota asosiasi yang ditunjuk OJK.

2. Modal minimal sebesar Rp. 2,5 Miliar untuk mendirikan perusahaan Peer to Peer

OJK mengharuskan perusahaan Peer to Peer Lending agar memiliki modal minimal Rp. 1 Miliar pada saat pendaftaran dan modal perusahaan harus telah mencapai Rp. 2,5 Miliar saat mengajukan perijinan. Hal ini lebih ringan dibanding rancangan peraturan OJK sebelumnya yang mengharuskan perusahaan memiliki modal Rp. 2 Miliar ketika pendaftaran dan modal Rp. 5 Miliar ketika mengajukan perijinan.

3. Nilai maksimal dan penetapan bunga pinjaman

Dalam hal ini OJK memberi batasan nominal pinjaman yang boleh diberikan yaitu maksimal sebesar Rp. 2 Miliar. Tetapi dalam peraturan ini OJK tidak menyebutkan batasan nominal bunga yang diijinkan, hal ini berbeda dari rancangan peraturan OJK sebelumnya. Pada rancangan peraturan OJK sebelumnya disebutkan bahwa tingkat suku bunga yang diijinkan yaitu 7 kali dari BI- 7-day Repo Rate per tahun.

4. Perusahaan P2P wajib membuat Escrow Account

Dalam operasional perusahaan Peer to Peer Landing tidak diperbolehkan menyentuh sepeser pun dana pinjaman dari pemberi pinjaman ke penerima pinjaman maupun sebaliknya. Perusahaan hanya diperbolehkan menerima komisi atas transaksi pinjaman yang terjadi dalam platform tersebut. Untuk memastikannya maka OJK mewajibkan perusahaan untuk membuat virtual account bagi penggunanya dan menyediakan Escrow Account sebagai rekening bersama bagi peminjam maupun investor.

Saat ini sudah cukup banyak perusahaan Fintech di Indonesia yang bergerak dalam bidang Peer to Peer Landing dan telah terdaftar di OJK. Empat diantaranya yang hingga saat ini masih memiliki reputasi baik yaitu, Modalku, Investree, KoinWorks, dan Amartha. Masing-masing penyedia layanan memberikan pengalaman yang berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh sebab itu sebaiknya Anda mencari tahu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing perusahaan Peer to Peer tersebut sebelum bergabung.

Memanfaatkan Pekarangan Kosong Untuk Bisnis 5 Jenis Tanaman Ini

Memanfaatkan Pekarangan Kosong Untuk Bisnis
Ketika Anda mencari halaman ini, Anda pasti ingin tahu bagaimana menjalankan bisnis dengan memanfaatkan halaman pekarangan kosong di rumah Anda. Pada dasarnya, ada cukup banyak potensi yang bisa dihasilkan, namun jika Anda tidak ingin terlalu report, Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah Anda untuk menanam beberapa jenis tanaman yang mudah perawatannya dan bernilai jual tinggi. Selain itu, tanaman-tanaman ini pun bisa Anda manfaatkan sendiri untuk kebutuhan rumah pribadi dan keluarga. Langsung saja kita simak apa saja tanaman hasil pekarangan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan bisnis berikut ini.

5 Jenis tanaman pekarangan yang bisa Anda jual sebagai lahan bisnis:

5. Tanaman Hias / Bunga

Tanaman hias dan bungan bisa menjadi lahan bisnis yang bagus, selain bisa mempercantik pekarangan rumah Anda sendiri harga tanaman hias bisa menjadi bernilai sangat tinggi pada waktu-waktu tertentu. Namun di lain sisi harga tanaman bunga bisa menjadi fluktuatif ketika ada pemain besar yang mendominasi pasar memainkan harga. Namun jika Anda bisa menikmatinya sebagai hobi, sepertinya harga bukan suatu masalah yang serius. Sedang untuk penjualannya pun menyasar pada kalangan khusus pecinta tanaman hias. Beberapa tanaman hias yang cukup bernilai tinggi antara lain: Kaktus, Bonsai, Anthurium, Aglaonema, Philodendron, Sansevieria, Puring, Kantung Semar, Anggrek, Adenum, dsb.

4. Buah-buahan

Berikutnya yang menjadi favorit adalah buah-buahan. Selain nikmat untuk dikonsumsi sendiri, jika hasil kebun Anda berlimpah bisa menjadi lahan bisnis yang baik. Buah-buahan memiliki target pasar yang tak terbatas karena hampir semua orang menyukai buah-buahan apapun. Oleh sebab itu buah-buahan memiliki potensi yang baik sebagai hasil pekarangan untuk berbisnis. Anda bisa menyesuaikan jenis tanaman dengan luas pekarangan Anda. Jika pekarangan Anda cukup kecil, Anda bisa menanam tanamanan buah dalam pot (tabulampot) seperti strawberry, nanas, jeruk nipis, dsb. Namun jika Anda memiliki pekarangan cukup luas, Anda bisa menanam tanaman teduh penghasil buah seperti mangga, Pisang, Nangka, dsb.

3. Bumbu Dapur

Bumbu dapur bisa menjadi sangat berharga karena menjadi salah satu kebutuhan hampir di setiap rumah tangga. Dengan menanam bumbu dapur ini juga bisa menghemat pengeluaran Anda dalam keperluan memasak atau bahkan jika Anda kehabisan bumbu di tukang sayur, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke pasar untuk mencarinya. Beberapa bumbu dapur yang sering mengalami fluktuasi harga cukup tinggi biasanya adalah cabai, dan tomat. Selain itu Anda bisa menanam Jahe, Kunyit, Kunir, pohon salam, pandan, dsb.

2. Tanaman Obat

Urutan berikutnya adalah TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Obat herbal masih menjadi buruan masyarakat karena dipercaya lebih sehat dan minim efek samping dibandingkan dengan obat generik yang ada. Oleh sebab itu tanaman obat segar maupun olahan herbal siap pakai bisa menjadi sangat bernilai di masyarakat. Keunikan bentuk tanaman toga juga cukup menarik sebagai penghias rumah. Selain memiliki harga jual tinggi, secara tidak langsung Anda juga telah membantu menyelamatkan seseorang. Beberapa tanaman obat yang cukup banyak dicari orang antara lain: Rosela, Mengkudu, Bawang Dayak, Sambiloto, Sirih, dsb.

1. Hidroponik

Terakhir, tanaman yang bernilai tinggi adalah tanaman hidroponik. Tanaman hidroponik memiliki nilai tinggi karena dianggap lebih higienis dan lebih segar dibanding tanaman yang ditanam dengan media tanah. Hidroponik pilihan yang tepat bagi Anda yang hanya memiliki lahan terbatas dan biaya yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar. Anda bisa membaca penjelasan lebih rinci mengenai persiapan, biaya dan keuntungan bisnis tanaman hidroponik pada artikel peluang bisnis hidroponik rumahan


Cara menjual hasil tanaman pekarangan

Anda kini telah memiliki gambaran mengenai jenis tanaman apa yang tepat untuk pekarangan Anda. Kini permasalahan berikutnya adalah bagaimana menjual hasil pekarangan tersebut pada konsumen. Berikut ini empat cara yang bisa Anda gunakan untuk menjual hasil dari tanaman pekarangan Anda:

1. Jual hasil dalam kemasan atau hasil olahan siap pakai

Cara ini sangat efektif jika hasil pekarangan Anda cukup melimpah sehingga Anda bisa menjualnya secara per kemasan dengan berat atau jumlah minimum yang Anda tentukan. Cara ini akan membantu Anda dalam proses penjualan yang lebih praktis dan mengurangi adanya sisa produk. Selain itu dengan pengemasan yang baik bisa meminimalisir pembusukan pada hasil panen yang mengakibatkan produk rusak dan tidak layak konsumsi.

2. Menjual produk segar pada masyarakat sekitar

Bisa jadi tanaman yang ada di pekarangan rumah Anda saat ini sedang dibutuhkan kerabat, tetangga, teman, atau orang lain. Anda bisa membicarakan tanaman / hasil panen yang ingin Anda jual saat berkumpul dengan masyarakat sehingga informasi tersebut bisa meluas dan siapa pun yang kebetulan membutuhkannya akan menghubungi Anda. Cara ini cukup baik jika Anda ingin menjual santai hasil pekarangan Anda.

3. Jual bibit dan tanaman siap panen pada event tertentu

Anda bisa memanfaatkan momen atau event yang ada di wilayah Anda untuk menjajakan hasil pekarangan Anda. Anda bisa menjualnya pada event free car day, atau saat perayaan hari kemerdekaan, atau saat-saat tertentu dimana banyak orang berkumpul ditempat itu. Manfaatkan event-event tersebut untuk memperoleh pembeli dan mendapatkan keuntungan lebih.

4. Menjual pada pedagang untuk dijual kembali

Ketika musim mangga, penulis sering mendapattawaran dari beberapa pedagang yang ingi memborong buah mangga dari pohon yang penulis tanam dipekarangan rumah. Karena hasilnya cukup melimpah dan sudah cukup dinikmati sendiri maka tawaran tersebut diterima dengan harga yang sesuai dan tentu saja hanya mangga-mangga yang sudah cukup masak saja yang diijinkan untuk diunduh. Keuntungan yang didapat cukup lumayan daripada buah-buahan tersebut membusuk di pohon. Jika kebetulan tidak ada pedagang yang menawar, Anda bisa menawarkannya sendiri pada pedagang disekitar wilayah Anda, atau Anda bisa tawarkan pada tukang sayur keliling tentu dengan pembagian keuntungan yang adil.

Untuk model pemasaran bisa dilakukan secara langsung dengan menawarkannya pada masyarakat maupun media online seperti grup Whatsapp dan Facebook. Kini Anda sudah memiliki gambaran bisnisnya dan siap untuk memulai. Jika bisa memanfaatkan pekarangan untuk keuntungan mengapa tidak?