Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama

Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kerjasama
Dalam memulai atau mengembangkan suatu usaha bukan hal yang mudah untuk dilakukan sendiri. Dengan mengajak kerjasama beberapa rekan bisa meningkatkan kesuksesan bisnis Anda sekaligus mengurangi potensi kerugian total. Bagi sebuah perusahaan besar berbadan PT mungkin bisa mendapatkan modal dengan mengeluarkan lembaran saham untuk dijual ke masyarakat dengan pembagian keuntungan / dividen sesuai persentase kepemilikan saham setelah dikurangi biaya operasional dan pengembangan usaha. Namun bagaimana cara pembagian hasil usaha untuk kerjasama perusahaan startup, CV, atau usaha yang baru berjalan?

Pada dasarnya, untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha diperlukan tiga bentuk modal awal yaitu:

1. Materi

Modal materi merupakan modal yang dapat terukur dalam nominal mata uang. Sebagai contoh menyediakan tempat usaha, membeli stok barang atau peralatan, atau bisa dengan bentuk uang untuk dikelola.

2. Pengelola

Merupakan usaha yang mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengelola perusahaan. Dalam hal ini pengelola perusahaan bisa saja digantikan oleh karyawan dengan gaji tetap.

3. Marketing

Menjual merupakan bagian yang paling penting dalam suatu perusahaan. Banyak orang yang mampu membuat produk luar biasa tetapi kurang baik dalam hal marketing sehingga produk yang dijualnya tidak laku atau terjual dibawah harga normal. Meski biasanya posisi seorang marketing juga dirangkap oleh pengelola atau pemilik modal namun posisi ini juga perlu diperhitungkan dalam pembagian keuntungan.





Dalam pembagian keuntungan usaha tidak ada undang-undang yang menentukan perhitungannya. Namun setiap badan usaha dilindungi oleh pasal 1633 hingga pasal 1635 KUHP yang menyatakan cara pembagian keuntungan disesuaikan oleh perjanjian sekutu (semua pihak terkait) dengan batasan keuntungan tidak boleh diberikan hanya pada salah satu pihak namun dalam perjanjian dibolehkan kerugian menjadi beban salah satu pihak saja dan tidak boleh ada penetapan keuntungan pada pihak ketiga (pihak yang tidak terkait dalam bisnis). Sehingga diharapkan setiap pihak yang ikut serta didalamnya tidak ada yang merasa dirugikan atau mengambil keuntungan sepihak.

Untuk bentuk pembagian keuntungan dibagi dalam dua tipe:

1. Keuntungan tetap

Keuntungan tetap merupakan keuntungan yang nominalnya ditentukan secara tetap berapapun hasil usaha yang didapatkan. Sebagai contoh A mengeluarkan modal 10 Juta, dengan pendapatan perbulan diperoleh 500 ribu per bulan selama jangka waktu tertentu atau selama perusahaan tersebut masih beroperasi. Biasanya bentuk keuntungan ini digunakan 

2. Keuntungan dinamis

Keuntungan dinamis dihitung berdasarkan persentase perolehan dari sisa hasil usaha sesuai jumlah perbandingan modal. Ketika hasil usaha yang diperoleh meningkat, maka masing-masing pihak akan menerima hasil lebih, begitu pula sebaliknya.

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa tidak ada ketetapan perhitungan dalam pembagian hasil usaha namun perhitungan pembagian hasil usaha perlu ditetapkan oleh sekutu dalam sebuah perjanjian kerjasama sebelum usaha dijalankan. Dengan mempertimbangkan 3 bentuk modal dan tipe pembagiannya seperti yang disebutkan diatas dapat diperkirakan perolehan masing-masing pihak.





Contoh ilustrasi:
Anto memiliki ide untuk mendirikan usaha persewaan panggung dengan perkiraan modal 100 Jt, namun modal yang dimilikinya hanya 40 Jt, oleh sebab itu ia mengajak rekannya Budi untuk bekerjasama mendirikan usaha. Budi setuju untuk memberi modal kepada Anto sebesar 60 Jt, namun Budi cukup sibuk dengan rutinitasnya sehingga ia tidak dapat terlibat langsung dengan bisnis tersebut. Maka Anto lah yang menjalankan usaha tersebut, dengan modal bersama ia membeli beberapa peralatan panggung dan untuk mendirikan panggung ia harus menyewa 5 orang crew. Dalam satu bulan, Anto berhasil menyewakan panggungnya sebanyak 10 kali dan mendapat penghasilan total 200 Jt. Dipotong biaya operasional, menyewa crew dan untuk pengembangan aset, didapatlah keuntungan bersih sebesar 90 Jt. Dalam perjanjian awal, karena Anto bertindak sebagai pengelola dan juga marketing, maka Anto berhak mendapat fee sebesar 1 Jt setiap kali ia berhasil menyewakan panggung. Dengan total 10 kali persewaan, maka Anto mendapat fee sebesar 10 Jt dari total keuntungan bersih sehingga tersisa 80 Jt. Dengan perbandingan modal awal, masing-masing mendapat bagian untuk Anto sebesar 40% dan Budi sebesar 60%. Maka pada bulan tersebut Budi mendapat keuntungan sebesar 80 Jt x 60% = 48 Jt dan Anto sebesar 80 Jt x 40% = 30 Jt + Fee sebesar 10 Jt.

Mungkin dalam benak sebagian orang akan mengatakan, enak sekali Budi tidak perlu bersusah payah mengurus bisnisnya namun mendapat keuntungan lebih besar. Sekilas memang terlihat seperti tidak adil, namun pernahkah Anda berfikir bahwa Budi pun telah bekerja keras untuk menabung modal sebesar 60 Jt tersebut dan ia memiliki resiko kehilangan modal lebih besar dibandingkan Anto. Sebagai catatan bahwa cerita diatas hanya sebuah ilustrasi yang dalam praktek sebenarnya bisa berbeda karena semua keputusan pembagian hasil usaha didasarkan oleh kesepakatan dan perjanjian sekutu.

Tips dalam melakukan kerjasama bisnis:

1. Buat perjanjian tertulis secara detail dilengkapi materai.
2. Pastikan hasil penjualan Anda potong terlebih dahulu sebagai kas pengembangan usaha dan untuk modal operasional sebelum dibagian kepada seluruh pihak.
3. Catat setiap bentuk transaksi secara detail agar tidak ada pihak yang merasa ditipu akibat pencatatan dan perhitungan administrasi yang tidak tepat.
4. Dalam setiap bentuk kerjasama, kepercayaan merupakan modal terpenting oleh sebab itu jagalah selalu kepercayaan Anda terhadap rekan bisnis Anda.

Jangan lupa untuk terus belajar mengenai manajemen bisnis dan antisipasi kemungkinan terburuk tentang bagaimana mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis maupun tips pengembangan bisnis.

Media Online Berita Bisnis Indonesia

Media Online Berita Bisnis Indonesia
Seperti yang kita semua ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya raya baik dari sumber daya alam maupun dari manusianya. Kekayaan negeri ini tentunya akan sangat menguntungkan jika dapat dikelola sendiri oleh warganya dengan sangat baik. Sayangnya, kesadaran dan pengetahuan warga untuk berwirausaha masih tergolong minim sehingga pengusaha asing masih menjadi investor terbesar bagi sebagian besar perusahaan di Indonesia. Oleh sebab itu, kini sebaiknya Anda mulai belajar dan mendalami pengetahuan bisnis melalui portal-portal media berita dan pengetahuan bisnis Indonesia secara online.


5 Alasan mengapa Anda perlu berlangganan berita bisnis dari media online Indonesia adalah:

1. Up to date

Dengan adanya Internet saat ini, segala informasi bisa kita dapatkan dengan sangat cepat. Begitu pula dengan portal-portal berita saat ini yang sebagian besar sudah menyediakan layanan Subscribe sehingga mereka dapat segera memberitahu Anda mengenai berita-berita pilihan terbaru langsung ke alamat email Anda.

2. Mudah

Akses internet juga mempermudah Anda untuk membaca berita terbaru lewat genggangman tangan Anda dari layar ponsel. Saat ini perlahan penggunaan kertas koran sudah semakin ditinggalkan karena dianggap kurang praktis, tidak berwarna dan berdampak buruk pada lingkungan. Tetapi dibalik kemudahan internet, sebaiknya Anda juga berhati-hati karena saat ini mulai banyak situs tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita tidak benar hanya asal menarik pengunjung saja. Jadi kembali telusuri setiap berita yang Anda baca agar didapat kebenarannya.

3. Murah

Dari segi ekonomis, media berita online dianggap lebih murah karena tidak memerlukan banyak media seperti kertas dan mesin pencetak. Dengan membaca berita secara online Anda telah sedikit lebih berhemat dan ikut serta dalam menjaga kelestarian alam dalam upaya mengurangi penggunaan kertas.

4. Berwawasan

Tentu saja dalam kegiatan membaca, apapun sumber bacaannya, akan memberi Anda wawasan yang lebih luas. Terutama terkait kabar-kabar terbaru dan mungkin dalam berita-berita Bisnis, Anda akan menemukan istilah asing, yang dapat segera Anda telusuri saat itu juga ketika Anda menggunanakaan layanan situs berita online.

5. Memiliki Pandangan Kedepan

Dengan berbagai pengetahuan yang telah Anda dapatkan dari berita, Anda bisa mengambil beberapa kesimpulan dan prediksi masa depan dengan lebih percaya diri. Kebanyakan pola bisnis sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah daerah , nasional maupun dunia. Dalam berita Anda juga dapat menemukan potensi bisnis yang lebih baik misalnya saat ini di seluruh dunia sedang gempar terkait harga Bitcoin yang sebelumnya tidak begitu dianggap keberadaannya di awal diluncurkan sekitar tahun 2009, tetapi saat ini bisa berharga hingga puluhan juta rupiah per koin. Seperti yang kami angkat dalam artikel Bitcoin dan cara mendapatkannya.


Di jagad internet cukup banyak situs berita yang dapat Anda pantau, namun hanya beberapa saja yang benar-benar mengangkat berita khusus terkait dunia bisnis. Dan sekali lagi i-Bisnis menyarankan agar Anda menerima berita dari situs yang benar-benar terpercaya. Berikut ini lima situs penyedia berita bisnis terbaik yang dapat Anda pantau langsung:


Tentu saja, selain kelima media online penyedia berita bisnis Indonesia tersebut, Anda wajib subscribe situs i-Bisnis.com karena hanya disini Anda bisa belajar mengenai dunia bisnis dengan ulasan tuntas.


Perhatikan Kemasan Produk Anda Untuk Meningkatkan Penjualan

Kemasan Produk, pengertian, tujuan, fungsi
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kemasan merupakan hal yang penting bagi setiap produk. Pengertian kemasan menurut Marianne Rosner Klimchuk, & Sandra A. Krasovec (2007), adalah desain kreatif yang mengaitkan struktur, bentuk, warna, material, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, menyimpan, mengeluarkan, membedakan dan mengidentifikasi sebuah produk di pasar.

Kemasan merupakan kesan pertama yang dilihat oleh calon pembeli. Suatu kemasan sebaiknya bersifat unik, menarik, aman, informatif, dan jujur. Dengan ke lima sifat tersebut diharapkan pembeli tidak hanya tertarik, namun juga merasa puas dengan isi produk di dalamnya. Di era modern seperti ini, persaingan produk menjadi sangat ketat, banyak plagiat yang menjual produk yang sama. Yang menjadi pembeda tentu saja merek dan kemasan produk. Oleh sebab itu fungsi kemasan menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan pembeli.

Jenis-Jenis Kemasan Produk

Secara struktural, kemasan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Kemasan Primer

Merupakan kemasan yang bersinggungan / berhubungan langsung dengan produk seperti botol minuman, kaleng sarden, plastik makanan, dan lainnya.

2. Kemasan Sekunder

Ini merupakan lapisan kedua setelah kemasan primer yang digunakan untuk mengelompokan produk. Sebagai contohnya adalah bungkus plastik pada kemasan Yakult atau kardus kemasan Aqua gelas, dsb.

3. Kemasan Tersier dan Kuarter

Kemasan ini hampir seperti kemasan sekunder, hanya saja lebih diperuntukan untuk mengamankan produk selama masa pengiriman. Contohnya adalah packing kayu, krat pada minuman botol, dsb.


Tujuan Kemasan dan Label Produk

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
  • Physical Production : Melindungi kualitas produk dari dalam sejak masa produksi.
  • Barrier Protection : Melindungi produk dari pencemaran dari luar seperti debu, udara, air, dsb.
  • Containment or Agglomeration : Pengelompokan produk agar mudah dibawa atau melindungi agar produk kecil tidak tercecer.
  • Information Transmission : Menyampaikan informasi terkait produk dan kemasan kepada pelanggan agar tidak terjadi penyalahgunaan dan demi keamanan pengguna maupun lingkungan.
  • Reducing Theft : Kemasan dapat digunakan sebagai jaminan keamanan produk seperti kemasan yang rusak setelah dibuka sehingga tidak dapat digunakan atau diperjualbelikan kembali.
  • Convenience : Menambahkan nilai kenyamanan dalam penggunaan produk seperti mudah dibawa, anti tumpah, mudah diambil dan dapat ditutup kembali.
  • Marketing : Dari segi marketing, kemasan dapat menjadi pemikat produk yang membuat pembeli tertarik dan membeli produk tersebut.


Begitu pentingnya kemasan dalam mempengaruhi penjualan sebuah produk sehingga Anda perlu mencari ide kemasan bagi produk Anda. 12 Ide Kemasan produk dari situs Hipwee ini sangat unik dan mungkin dapat Anda tiru dan modifikasi agar sesuai dengan produk Anda. Hati-hati pula dalam mengatur kemasan Anda agar tidak mengecewakan pembeli. Saat ini banyak sekali pembeli yang merasa tertipu dengan kemasan besar namun tidak sesuai dengan jumlah isinya, atau informasi kemasan yang menjanjikan banyak hal berbeda dengan kenyataan. Ingat bahwa kepercayaan dan pengalaman pengguna merupakan kunci kesuksesan suatu produk.


Cara Mendapatkan Bitcoin dan Altcoin Tanpa Kerja Keras

Cara Mendapatkan Bitcoin Tanpa Kerja Keras
Ini nyata, judul tersebut bukan mengada-ada atau sensasi belaka. Siapa saja tentunya ingin memperoleh pendapatan pasif tanpa harus kerja keras bukan? Mungkin Anda sendiri pernah mendengar ini sebelumnya. Koin-koin ini merupakan koin virtual yang disebut Crypto Currency. Salah satu koin yang terkenal ini adalah Bitcoin (BTC). Bitcoin merupakan sebuah mata uang digital yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin merupakan Crypto Currency (mata uang kriptografi) yang tidak tersentralisir, berbeda dengan uang umum yang tersentral pada Bank yang dipengaruhi sistem pemerintahan. Crypto Currency merupakan sebuah database yang memiliki jumlah tetap dan tersebar pada berbagai Node jaringan Peer to Peer ke jurnal transaksi. Selain Bitcoin, kini sudah bermunculan Altcoin (koin alternatif) seperti Ether (ETH), Dash, Monero, Litecoin, dsb. yang memiliki prinsip kerja mirip dengan Bitcoin, hingga saat ini nilai Altcoin terbilang lebih kecil daripada Bitcoin. Koin-koin ini hampir sama berharganya dengan emas sehingga mulai banyak orang yang memperebutkannya. Sebagai gambaran, tahun 2015 lalu nilai kurs Bitcoin hanya berkisar 5 Juta / BTC, tetapi kini melonjak hingga menyentuh angka 40 Juta / BTC. Bagaimana dengan 5 tahun berikutnya?

Mendapatkan Loyalitas Pelanggan Hanya Dengan 3 Hal Ini

3 Hal yang membuat pelanggan loyal
Beberapa hari lalu i-Bisnis mengunjungi salah satu warung yang menjual menu utama Bakso di daerah Singosari, Kab. Malang. Nama warung tersebut Bakso Cak Kar. Ada beberapa hal unik yang i-Bisnis temukan dalam usaha tersebut. Keunikan yang membuat i-Bisnis belajar mengenai loyalitas pelanggan. Hal tersebut karena secara lokasi, warung Bakso ini terletak cukup tersembunyi dan cukup jauh dari jalur utama kota. Tetapi warung ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, bahkan banyak sekali pengunjung dengan kendaraan luar kota yang menikmati hidangan warung ini. Perjuangan Bapak Karsono sebagai pendiri warung Bakso ini memang tidak mudah dan butuh waktu bertahun-tahun dari berjualan dengan dipikul, menggunakan gerobak, hingga membuka warung seramai ini. Dari berjualan keliling tersebut, Pak Karsono telah membuat sebuah hubungan dengan pembeli secara baik. Meski sudah tidak berkeliling lagi, namun bisnis Bakso Cak Kar justru semakin berkembang pesat.

Inilah 3 hal yang membuat pelanggan menjadi loyal terhadap bisnis Bakso Cak Kar tersebut:

1. Kualitas Produk

Bakso yang dihasilkan warung ini memang sangat nikmat karena terbuat dari bahan-bahan berkualitas sehingga siapa pun yang mencobanya pasti ingin kembali lagi kesana untuk merasakan nikmatnya Bakso dengan cita rasa khas tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas merupakan unsur utama yang dicari oleh pelanggan ketika mencari suatu produk atau layanan. Pelanggan hanya akan benar-benar puas jika produk yang dicarinya memiliki kualitas yang baik. Terlebih jika Anda dapat menyajikan pengalaman yang lebih baik lagi maka pelanggan tidak akan pernah berpaling lagi dari bisnis Anda.

2. Kreatifitas

Hal kedua yang membuat pelanggan menjadi loyal adalah kreatifitas. Ketika Anda mengunjungi warung Bakso ini, Anda akan disuguhi berbagai macam jenis bakso. Bakso Cak Kar terkenal dengan Bakso Mercon-nya (mercon = petasan) yang begitu pedas hingga terasa seperti meledak didalam mulut ketika dinikmati pembeli. Tidak hanya bakso mercon, Anda juga bisa menemukan bakso isi keju, jamur, otak sapi, bakso urat, dan berbagai macam menu lainnya yang sangat bervariasi. Moto utama warung Bakso ini adalah ‘Kami akan selalu berinovasi demi kepuasan pembeli’. Dengan kreatifitas akan muncul berbagai inovasi yang membuat pelanggan tidak pernah merasa jenuh dengan produk yang ditawarkan. Inovasi merupakan nafas sebuah usaha. Ketika sebuah usaha berhenti berinovasi, lambat laun ia akan mati tertinggal oleh perkembangan lingkungan.

3. Pelayanan

Pertama kali i-Bisnis mengunjungi warung tersebut sekitar tahun 2014, warung ini masih cukup terbilang sederhana namun tertata dengan sangat baik. Tidak ada sedikitpun kesan kotor atau berantakan meski pengunjung warung cukup banyak. Saat beberapa hari lalu i-Bisnis kembali berkunjung, warung ini sudah berkembang dengan lokasi yang diperluas, dengan penataan yang telah berubah namun masih terjaga kerapihannya. Kini warung ini pun sudah memiliki lebih banyak pelayan dibanding beberapa tahun lalu. Namun kesan keramahan dan pelayanannya tidak pernah berkurang sedikit pun.

Untuk memancing pelanggan agar menjadi loyal terhadap bisnis yang Anda jalankan adalah dengan menempatkan diri Anda sendiri sebagai seorang pelanggan. Pelanggan Anda akan merasa puas jika Anda menyuguhkan 3 hal diatas secara terus menerus kepada pelanggan. Pelanggan yang loyal adalah pelanggan yang merasa puas. Ketika pelanggan terpuaskan, maka mereka akan kembali kepada Anda tanpa Anda mencari mereka, bahkan tanpa diminta pun mereka akan menyarankan produk Anda pada kenalan-kenalan mereka.


5+ Tips Mempertahankan Bisnis Ketika Kesulitan Menghadapi Krisis

5+ Tips Mempertahankan Bisnis Ketika Kesulitan Menghadapi Krisis
Layaknya roda yang berputar ada kalanya bisnis yang dijalankan berkembang begitu pesat namun suatu saat akan ada bahaya krisis yang menguji Anda. Bagaimana mempertahankan bisnis ketika menghadapi masa krisis? Perjalanan dalam berbisnis tidak akan selamanya mulus sesuai dengan harapan Anda. Setiap permasalahan bisnis merupakan suatu proses pendewasaan bisnis. Ketika Anda berhasil menghadapi setiap permasalahan, maka saat itu pula bisnis yang Anda jalankan menjadi semakin kuat. Tentu saja, menghadapi sebuah krisis dalam bisnis bukan perkara yang mudah. Setiap keputusan yang Anda buat dapat menjadi penentu keberlangsungan bisnis Anda.

Inilah 5 Tips untuk mempertahankan Bisnis ketika masa sulit dalam menghadapi krisis:

1. Jangan takut membuat perubahan

Masa krisis dapat terjadi akibat adanya perubahan kondisi dalam lingkungan eksternal maupun perubahan dalam internal perusahaan. Kondisi-kondisi eksternal dapat dipacu oleh kebijakan pemerintah, kondisi pasar global, persaingan atau pun bencana. Sedangkan perubahan internal yang membahayakan perusahaan dapat terjadi karena perubahan arah budaya karyawan, kriminalitas, atau kebijakan perusahaan yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi lingkungan.
Untuk menghadapi perubahan tersebut, maka perusahaan harus bisa beradaptasi dengan melakukan inovasi-inovasi baru. Inovasi tidak harus dari level menejerial namun juga perlu eksplorasi dari karyawan yang lebih sering bersinggungan langsung terhadap operasional.

2. Menjaga kas minimum untuk 3 bulan kedepan

Krisis dalam bisnis dapat terjadi kapan saja. Untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis, sebuah perusahaan sebaiknya memiliki kas operasional untuk bertahan selama minimum 3 kedepan meski tanpa adanya pemasukan apapun. Waktu selama 3 bulan ini merupakan batas minimum ideal untuk memberi kesempatan bagi perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

3. Mengoptimalkan segala sumber daya

Mengoptimalkan sumber daya masih menjadi alternatif terbaik untuk mempertahankan bisnis dalam menghadapi masa krisis. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari potensi-potensi yang dapat mengurangi pemborosan tanpa harus mengorbankan beberapa kebijakan. Beberapa diantaranya adalah penggunaan peralatan / fasilitas kantor secara lebih efisien, memanfaatkan kertas bekas untuk digunakan kembali, memanfaatkan kinerja SDM dengan lebih maksimal dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang dirasa kurang produktif, dsb.

4. Ambil setiap peluang meski terlihat kecil

Mungkin dalam perjalanan bisnis Anda selama ini ada beberapa kesempatan yang dengan sengaja Anda tolak untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Ketika kondisi bisnis Anda stabil, itu bukan masalah yang besar dan bisa menjadi keputusan yang tepat untuk meningkatkan fokus dan kualitas layanan Anda. Namun ketika bisnis Anda mengalami krisis, hal-hal kecil tersebut akan menjadi sangat berarti dan bahkan dari kesempatan kecil tersebut Anda bisa membantu menumbuhkannya menjadi kesempatan yang lebih besar. Buka lebar-lebar pintu Anda untuk segala kesempatan.

5. Hindari melakukan pengurangan karyawan

Banyak perusahaan yang mengambil tindakan pengurangan karyawan / PHK sebagai pemecah masalah ketika menghadapi krisis. Padahal itu malah akan menimbulkan permasalahan baru karena secara tidak langsung Anda telah kehilangan karyawan berpengalaman, selain itu, pemutusan hubungan kerja dapat memicu kontra bagi karyawan lain sehingga performa SDM akan menurun. Pastikan Anda telah melakukan empat langkah diatas sebelum memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan.

Jika Anda telah melakukan kelima tips tersebut, maka tips terakhir yang dapat i-Bisnis berikan adalah bersabar dan terus berdoa agar keadaan kembali kondusif bagi bisnis Anda. Setelah krisis berakhir bukan seketika Anda dapat kembali tenang. Setelah masa krisis berakhir hal yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah melakukan recovery, atau mengembalikan kondisi perusahaan agar lebih teratur dan terarah. Itulah lima tips mempertahankan bisnis Anda ketika menghadapi kesulitan selama masa krisis.

Gunakan 5 Cara Ini Untuk Menemukan Ide Bisnis!

Cara Menemukan Ide Bisnis
Polemik yang sama dan terus terjadi di masyarakat yaitu tentang bagaimana menemukan ide bisnis yang sesuai. Banyak orang ingin memulai bisnis namun bingung karena metode yang salah. Orang-orang sangat senang membicarakan ide-ide bisnis dengan kerabat maupun rekan-rekannya. Sebagian besar tujuan masyarakat ingin berbisnis adalah untuk terbebas dari perusahaan dan untuk memperoleh kebebasan dalam finansial. Hingga berbagai informasi pun diterima setengah matang yang justru membuat keraguan semakin besar untuk memulai bisnis. Dalam hal ini Anda harus fokus pada tujuan utama dan melupakan mitos wirausahawan yang beredar di masyarakat.

Berikut ini 5 cara menemukan ide bisnis yang sebaiknya Anda coba:

1. Mengetahui hal-hal yang Anda suka

Menjalankan bisnis sesuai dengan hobi atau hal-hal yang Anda suka akan sangat membantu Anda untuk fokus pada bisnis yang Anda geluti. Namun menemukan hobi atau cara yang tepat agar dapat menghasilkan keuntungan merupakan hal yang tidak mudah meski bukan hal yang mustahil juga. Hal pertama yang harus Anda lakukan hanya melakukannya secara berkesinambungan dan menghasilkan lebih banyak dari yang biasa Anda lakukan untuk dijual. Selain dengan menjual produk riil hasil hobi Anda secara langsung, Anda dapat menjual jasa dari hobi Anda. Hampir tidak ada hobi yang tidak menghasilkan. Jika Anda tidak melihat ada keuntungan dalam hobi Anda maka coba untuk melihatnya dari sisi lain. Sebagai contoh jika Anda hobi bermain game, Anda dapat mencari keuntungan dengan membuat blog atau video youtube mengenai game dan mendaftarkannya pada layanan Google AdSense untuk mendapatkan penghasilan dari media tersebut.

2. Memanfaatkan keterampilan yang dimiliki

Cara ke dua dalam menemukan ide bisnis adalah dengan memanfaatkan keterampilan yang Anda miliki. Banyak pengusaha berhasil meskipun hanya lulusan sekolah menengah atau SMK. Sebagian besar pengusaha mendapatkan ide usaha dari ketrampilan yang mereka miliki. Keterampilan tersebut bisa Anda dapat selama sekolah hingga kuliah, mengikuti kursus, atau dari pengalaman Anda dalam pergaulan sehari-hari. Dengan berbekal keterampilan tersebut tentunya Anda dapat memulai bisnis sambil terus mengasah keterampilan yang Anda miliki.

3. Mengambil kesempatan dari lingkungan sekitar

Salah satu kunci keberhasilan beberapa pengusaha adalah bagaimana mereka melihat kesempatan yang ada dari lingkungan disekitar mereka. Kunci dalam melihat kesempatan ini dapat Anda temukan melalui problem yang terjadi di masyarakat yang ada dan menemukan solusinya, atau dengan melihat keunggulan tempat lain yang masih belum diterapkan dilokasi Anda tinggal. Perlu Anda ingat, bahwa dimana ada masalah, disana ada kesempatan untuk memperbaikinya dan merubahnya menjadi sebuah keuntungan.

4. Mencontoh keberhasilan orang lain

Ini merupakan metode dalam menemukan ide bisnis yang umum dilakukan masyarakat, yaitu dengan mencontoh keberhasilan orang lain. Namun dalam mencontoh keberhasilan seseorang sebaiknya Anda tidak hanya melihat dari hasil akhirnya saja, tetapi Anda harus bisa mencari tahu bagaimana memulai dan menjalankan proses bisnis tersebut hingga menjadi sukses. Banyak orang melakukan kesalahan karena mereka hanya melihat hasil akhir tanpa memahami proses yang mengakibatkan rasa tidak puas dan akhirnya berhenti menjalankan usahanya.

5. Mencoba dan terus belajar

Pengalaman merupakan guru terbaik. Seorang pengusaha mendapat pertanyaan tentang bagaimana ia berhasil, dan jawabannya adalah dari keputusan yang tepat. Lalu bagaimana ia memperoleh keputusan yang tepat? Yaitu dengan melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut. Tidak ada keberhasilan yang dapat diperoleh secara instan. Kebanyakan orang menginginkan kesuksesan yang cepat, tetapi perlu Anda ingat pepatah “easy come, easy go.”. Hal yang mudah didapat akan mudah berakhir pula.

Tidak ada bisnis yang berhasil dengan cepat kecuali Anda melakukannya dengan tekun, konsisten dan cerdas. Cobalah membuat daftar dari 5 metode tersebut untuk menemukan ide bisnis yang tepat bagi Anda. Buat susunan perencanaan dan kemungkinan yang bisa terjadi dari setiap ide tersebut. Pilih salah satu yang menurut Anda mampu Anda jalankan. Dan terakhir, lakukan. Bisnis yang gagal adalah bisnis yang berhenti dijalankan. Selama Anda masih mampu menjalankannya dengan terus belajar dari pengalaman maka bisnis tersebut masih berpotensi berhasil. Mulailah bisnis Anda dari kecil untuk meminimalkan dampak kerugian, setelah Anda yakin dan memahami bisnis tersebut maka selamat, Anda calon pengusaha berhasil selanjutnya.