Ilmu Bisnis

Ilmu Bisnis

6/16/21

Robot Trading Crypto Terbaik dan Gratis

Robot Trading Crypto Terbaik dan Gratis

Penggunaan Robot trading cryptocurrency bukan lagi hal yang perlu ditakuti karena telah ada  aplikasi robot trading criptocurrency gratis dan anti penipuan karena semua aktivitas perdagangan serta keuntungan trading akan langsung terintegrasi dengan saldo dompet digital Anda. Hal itu dapat dilakukan karena Robot trading cryptocurrency ini menggunakan sistem API (Aplication Programming Interface) yang dapat mengintegrasikan data antara dua aplikasi berbeda.

Aplikasi Robot trading cryptocurrency tersebut bernama BitUniverse. Sayangnya tidak semua exchange cryptocurrency dapat terintegrasi dengan aplikasi ini, hingga saat ini Indodax merupakan satu-satunya exchange cryptocurrency di Indonesia yang dapat terintegrasi dengan BitUniverse. Namun jika Anda pengguna exchange global, BitUniverse pun telah terintegrasi dengan banyak platform exchange cryptocurrency seperti Binance, Gate.io, Huobi.Pro, Poloniex, dll. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu bahwa platform exchange kalian telah memiliki fitur API.

A. Membuat Akun Robot Trading BitUniverse

Berikutnya Anda hanya perlu download aplikasi BitUniverse di AppStore milik Apple atau Google Play untuk Android. Selanjutnya Anda dapat mengikuti langkah berikut:
  1. Pilih tombol Me di sisi kanan bawah
  2. Klik pada Sign in / Sign up
  3. Klik lagi pada Sign up >
  4. Isi alamat email dan password untuk mendaftar
  5. Klik Send untuk memperoleh kode verifikasi
  6. Buka email yang Anda terima dari BitUniverse lalu masukan kode verifikasi pada kotak tersebut
  7. Terakhir klik Sign up dan Anda akan langsung berada pada halaman utama BitUniverse.

B. Membuat koneksi API Robot Trading BitUniverse dengan akun Indodax

Untuk langkah awal pendaftaran telah kita lewati, kini kita lanjutkan pada tahap menghubungkan akun BitUniverse dengan Indodax sebelum Anda dapat menggunakan Robot trading Cryptocurrency tersebut. Integrasi antara BitUniverse dan Indodax akan dilakukan menggunakan kode API yang hanya dapat kita temukan pada Indodax versi website. Maka siapkan browser Anda dan ikuti langkah-langkah berikut:

  • Setelah melakukan Login pada akun Indodax Anda pada web browser, silahkan pilih Menu kemudian Trade API
  • Berikan nama Label, Anda bebas menuliskan apapun, untuk sementara kita beri nama “BitUniverse1”
  • Untuk bagian Permission cukup kita tambahkan opsi Trade
  • Berikan persetujuan pada Syarat dan Ketentuan
  • Klik pada tombol Kirim Pin SMS untuk memperoleh kode keamanan
  • Masukan kode yang Anda terima pada kotak nomor 6
  • Lalu klik pada tombol Aktifkan Trade API

  • Pihak Indodax akan mengirimkan email konfirmasi untuk mengaktifkan fitur API, lanjutkan dengan klik pada link yang diberikan
  • Selanjutnya Anda akan dibawa pada halaman yang berisi QR Code, API Key dan Secret Key. Untuk sementara abaikan halaman tersebut karena kita harus berpindah pada aplikasi Robot trading cryptocurrency yang sudah kita lakukan pendaftaran sebelumnya yaitu BitUniverse.
  • Pada halaman utama BitUniverse, Pastikan Anda telah memilih tab Portfolio yang berada disisi kiri bawah
  • Selanjutnya klik pada tombol + pada pojok kanan atas lalu Anda akan dibawa pada halaman yang berisi daftar platform yang dapat terintegrasi dengan BitUniverse
  • Untuk mempermudah dalam menemukan platform Indodax silahkan klik pada tombol pencarian di pojok kanan atas
  • Ketikan Indodax pada kolom pencarian, lalu kik pada ikon Indodax dari hasil pencarian
  • Disini kita menemukan dua kotak kunci integrasi API, silahkan copy satu per satu antara API Key dan API Secret yang kita dapat dari langkah nomor 9
  • Terakhir tinggal kita hubungkan dengan klik tombol Import
Voila!! Kini Robot BitUniverse kita sudah terhubung dengan akun Indodax dan siap untuk melakukan trading cryptocurrency. Anda dapat membuat lebih dari dua koneksi API untuk berjaga-jaga jika salah satunya mengalami error. Persiapan kita belum selesai di sini, kita perlu melanjutkan pada tahap Setup sebelum membiarkan Robot trading cryptocurrency kita siap untuk berjalan secara otomatis.


C. Membuat Robot Trading Cryptocurrency Indodax

Sebelum Robot kita siap untuk melakukan trading kita perlu mengetahui bagaimana cara kerja robot tersebut dan bagaimana membuat pengaturan yang terbaik. Untuk memudahkan pemahaman mari kita buat contoh membuat trading robot untuk pair BCD/IDR sebagai berikut:
  1. Buka tab Trade di bagian bawah tengah dari BitUniverse, lalu pilih Bot di bagian atas tengah, kemudian di bawah Bot bisa kita temukan Pair dengan anak panah ke bawah, silahkan klik pada pair tersebut.
  2. Karena kita akan menggunakan pair IDR maka silahkan pilih tab IDR di bawah tulisan Indodax. Maka kita akan disuguhkan dengan deretan koin-koin yang juga sama persis terdapat pada platform Indodax. Silahkan Scroll atau klik tombol pencarian untuk menemukan pair BCD/IDR lalu pilih pair tersebut.
  3. Sekarang kita sudah dapat membuat Robot untuk pair BCD/IDR. Klik pada tombol +Create a bot (BCD/IDR)

  4. Selanjutnya akan muncul halaman untuk pembuatan Robot pertama kita. Saat ini BitUniverse hanya memiliki satu jenis robot yaitu Grid Trading Bot. Grid Trading Bot bekerja dengan cara membagi dana investasi kita ke dalam beberapa Grid (titik jual/beli) seluas Lower Limit dan Upper Limit yang ditetapkan. Kita bebas memilih langsung menggunakan opsi Use AI strategy atau menggunakan pengaturan sendiri dengan memilih Set myself, untuk pemahaman yang lebih detail kita coba menggunakan Set Myself


  5. Untuk menentukan Lower Limit dan Upper Limit sebaiknya kita menggunakan prinsip Support/Resistant pada analisa teknikal. Sebagai contoh analisa sebagai berikut:
    Seperti yang terlihat bahwa BCD sering kali mengalami sideways panjang di area 29.400-51.800 Rupiah dan saat ini harga BCD berada di antara kedua range harga tersebut, maka area tersebut merupakan area yang cocok untuk digunakan sebagai lahan yang dapat digunakan oleh robot untuk membagi jumlah investasi kita.
    Namun karena keterbatasan budget dan untuk mempersempit jarak antar grid maka Lower Limit bisa kita ambil target yang lebih mendekati titik start kita maka hasil akhir kita dapatkan range 36.600-51.800. Nilai minimum yang direkomendasikan per grid oleh robot saat itu senilai 0,278 BCD (Nilai dapat berubah-ubah tergantung harga koin saat itu). Untuk pair yang berbeda pun akan memiliki nilai minimum berbeda pula. Di sinilah kita perlu bereksperimen untuk memaksimalkan antara modal dengan jumlah grid.
    Pertama kita tentukan jumlah koin per grid yang kita harapkan semisal kita bulatkan sebesar 0.3 BCD, lalu dengan estimasi contoh modal yang ingin kita tempatkan maksimum sebanyak Rp. 500.000,- selanjutnya kita coba mengatur jumlah grid, dalam contoh berikut jumlah maksimum grid yang dapat kita buat sebanyak 36 grid dengan nominal yang diperlukan sebanyak Rp. 487.535,80 dan estimasi profit per grid yang tereksekusi sebanyak 0,84%-1.18%.
  6. Setelah seluruh pengaturan selesai kita tentukan terakhir kita tekan tombol Create. Lalu klik Confirm jika muncul popup Hint.

Nah, begitulah cara pembuatan robot trading cryptocurrency menggunakan BitUniverse yang terintegrasi langsung dengan akun Indodax. Kini yang menjadi pertanyaan kita ialah bagaimana kita dapat memilih pair yang cocok untuk digunakan pada robot trading?

D. Tips memilih pair cryptocurrency yang cocok digunakan pada robot trading

Tidak semua koin Cryptocurrency cocok untuk diperdagangkan menggunakan robot grid trading. Grid trading paling cocok digunakan pada saat trend bullish & sideways. Maka sebaiknya kita perlu lebih selektif dalam memilih pair. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan sebelum memilih pair untuk digunakan pada robot:
  1. Likuiditas
    Pastikan bahwa koin cryptocurrency yang Anda pilih memiliki likuiditas yang cukup sehingga setiap open order yang dibuat oleh robot trading dapat diserap oleh pasar dengan baik. Untuk menilai tingkat likuiditas, Anda dapat memperhatikan jumlah volume trading harian.
  2. Membentuk Base
    Base merupakan rentang harga yang cukup lama berlangsung dalam trend sideways. Sebagai contoh dapat Anda perhatikan bagaimana kami memilih BCD/IDR dengan rentang harga 29.400-51.800 pada langkah pembuatan robot trading sebelumnya.
  3. Start robot saat di dekat Support
    Karena robot tersebut akan lebih optimal bekerja pada trend bullish dan sideways maka sebaiknya Anda menunggu momen yang tepat untuk mulai menjalankan robot tersebut. Setidaknya jalankan robot dari bawah pertengahan rentang harga yang Anda tentukan.
  4. Menyesuaikan jarak antar grid (profit/grid)
    Semakin lebar jarak antar grid memang memberikan potensi persentase profit yang lebih besar tetapi grid yang dibuat oleh robot akan semakin lama dicapai oleh pasar. Begitu pula sebaliknya.
  5. Set alarm  ketika harga keluar dari range
    Sayangnya sistem pada robot BitUniverse untuk saat ini belum tersedia fitur Stop Loss atau Take Profit yang dapat menghentikan robot ketika harga bergerak di luar rentang harga yang kita tentukan. Oleh sebab itu sebaiknya Anda menggunakan fitur alarm yang dapat memberikan notifikasi ketika harga bergerak di luar ekspektasi.

Catatan: Pihak BitUniverse mengkonfirmasi bahwa API pada platform Indodax hanya dapat menerima 60 open order (buy & sell) per menit. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengatur agar total grid yang dibuat pada robot tidak melebihi 60 grid untuk mengantisipasi munculnya error API. Atau jika Anda menghendaki kenyamanan lebih Anda dapat menggunakan platform Binance yang tidak memiliki batas open order. Atau Anda dapat menggunakan robot rekanan BitUniverse yang bernama Pionex yang tidak memerlukan API tetapi Anda harus melakukan deposit ke platform tersebut. Dikarenakan platform Binance dan Pionex merupakan platform global maka mereka menggunakan USDT sebagai default currency. 

Kelebihan dan kekurangan masing-masing robot:
  • BitUniverse feat Indodax: Proses deposit, withdraw, buy dan sell berlangsung pada akun Indodax atas perintah robot BitUniverse sehingga Anda dapat bertransaksi menggunakan pair /IDR. Tetapi sering muncul error akibat keterbatasan sistem API Indodax.
  • BitUniverse feat Binance: Proses deposit, withdraw, buy dan sell berlangsung pada akun Binance atas perintah robot BitUniverse sehingga untuk dapat bertransaksi perlu memiliki USDT. Sistem API pada Binance tidak memiliki batasan seperti pada Indosax sehingga hampir tidak pernah ditemukan error API.
  • BitUniverse vs Pionex: BitUniverse hanya berlaku sebagai pemberi perintah jual-beli sehingga keseluruhan saldo Anda akan tetap aman pada platform exchange utama Anda. Sedangkan untuk menggunakan Pionex. Anda harus melakukan deposit terlebih dahulu dan tidak dapat menggunakan pair IDR sehingga cukup merepotkan, Pionex memiliki 12 fitur trading bot dan fitur Arbitrage, serta dengan melakukan deposit maka Anda tidak perlu malakukan setup API dsb.

Aplikasi dapat didownload melalui link berikut (gunakan kode referral untuk memperoleh bonus menarik dari masing-masing platform).
Indodax : AppStore || PlayStore || Web Browser
BitUniverse : AppStore || PlayStore || Web Browser
Binance : AppStore || PlayStore || Web Browser || Refferal: YM7FHTF1
Pionex : AppStore || Playstore || Web Browser || Refferal: VUQqR8B6



7/23/20

Cara Pakai Robot IPOT (ATM) Android / iOS

Cara Pakai Robot IPOT (ATM) Android / iOS

Akhirnya pada tanggal 25 Mei 2020, Indo Premier Sekuritas mengeluarkan aplikasi mobile terbaru mereka. Masih mengusung nama yang sama yaitu IPOT (Indo Premier Online Technology), namun kali ini aplikasi IPOT terbaru akan mampu mewakili kegunaan dari keseluruhan jenis aplikasi IPOT pendahulunya (IPOT GO, IPOT Ultima dan IPOT News) dengan tampilan yang jauh lebih sederhana dan lebih mudah digunakan. Cara trading di aplikasi ipot terbaru juga tidak jauh berbeda dengan konsep cara menggunakan ipot ultima. Fasilitas IPOT Robo Trader (IPOT Robot) atau sebelumnya dikenal dengan IPOT ATM (Auto Trading Machine) yang pertama kali diluncurkan pada IPOT Ultima.
Sebelum kita menggunakan Robot IPOT, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda sudah menggunakan aplikasi IPOT versi terbaru yang bisa diunduh melalui Play Store (Android) atau App Store (iOS) dengan ikon yang terlihat pada Gambar 1.

Gambar 1 - Logo Aplikasi IPOT terbaru

Cara pakai IPOT Robot sangat sederhana namun Anda harus memahami bahwa robot ini hanya bekerja sebagai Auto Executor, dengan begitu Anda tetap harus melakukan analisa sendiri lalu menentukan jenis eksekusi yang Anda harapkan dapat terjadi menurut hasil analisa Anda. Berikutnya langsung saja kita jelajahi aplikasi tersebut.

2/12/20

Equity Crowdfunding Indonesia, solusi investasi pada UKM

Equity Crowdfunding Indonesia, solusi investasi pada UKM

Perusahaan Equity Crowdfunding OJK di Indonesia
Memiliki sebuah bisnis merupakan suatu impian hampir bagi setiap orang. Namun untuk dapat membangun sebuah bisnis dari awal akan membutuhkan banyak sumber daya, fokus dan pengalaman. Seiring perkembangan jaman, muncul sebuah inovasi untuk menghimpun masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi sebagai investor dalam membangun maupun mengembangkan sebuah wirausaha dalam skala UKM melalui suatu platform online yang disebut Equity Crowdfunding.

Dengan deskripsi singkat tersebut mungkin Anda akan membayangkan sebuah platform seperti Peer to Peer Lending yang pernah i-bisnis perkenalkan dalam artikel lalu. Meski memiliki prinsip kerja yang mirip dengan P2P Lending, namun Equity Crowdfunding menawarkan profit yang berkelanjutan. Berbeda dengan P2P Lending yang hanya memberikan return berupa bunga pinjaman hingga akhir masa tenor, Equity Crowdfunding menawarkan return berupa Dividend layaknya berinvestasi saham di pasar modal. Dengan kata lain Equity Crowdfunding adalah bursa efek skala mikro yang berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai pertukaran kepemilikan saham suatu perusahan UKM.

Ini merupakan bagian paling menarik ketika berinvestasi lewat perusahaan Equity Crowdfunding di Indonesia dibandingkan dengan berinvestasi saham, ketika rata-rata saham hanya menawarkan dividend yield sekitar 2%-8%, namun pada Equity Crowdfunding dapat menawarkan dividend yield sebesar 10%-30%. Tidak hanya itu, masing-masing UKM yang terdaftar pada platform Equity Crowdfunding Indonesia juga bebas menentukan jangka waktu pembagian dividend mulai dari setiap bulan, 3 bulanan, 6 bulanan, hingga paling lama dalam jangka 12 bulan bergantung pula pada kebijakan masing-masing platform. Seperti halnya saham, pembagian nilai dividend ini tidak tetap, namun dimungkinkan dalam beberapa kondisi seperti ketika perusahaan sedang tidak tidak memperoleh untung, maka bisa saja tidak ada pembagian dividend pada periode tersebut.

Kembali pada prinsip higher risk – higher return, meski menawarkan imbal hasil jauh lebih tinggi dibanding saham di bursa efek, berinvestasi pada perusahaan Equity Crowdfunding di Indonesia tidak memiliki likuiditas saham alias sahamnya tidak dapat diperjual-belikan secara umum seperti saham perusahaan terbuka (Tbk.) di bursa efek. Lalu bagaimana jika ternyata investasi kita di Equity Crowdfunding mengalami kegagalan semisal UKM tersebut mengalami bankrupt? Maka akan kembali pada aturan OJK mengenai pembagian nilai aset setelah hutang kepada pemilik saham sebesar persentase kepemilikan.

Oleh sebab itu dalam memilih perusahaan Equity Crowdfunding di Indonesia untuk berinvestasi, Anda perlu memperhatikan apakah platform tersebut telah memiliki ijin resmi dari OJK dan benar-benar terpublikasi dalam situs OJK. Berhati-hatilah terhadap modus penipuan karena ada beberapa platform yang mengaku memiliki ijin OJK namun ijin tersebut palsu atau belum diakui secara resmi oleh OJK.

Perusahaan Equity Crowdfunding di Indonesia yang secara resmi telah terdaftar di situs OJK:

1. Santara

Santara merupakan Equity Crowdfunding pertama di Indonesia yang berhasil memegang ijin OJK dengan nomor KEP-59/D.04/2019 sejak tanggal 06 Sept 2019 lalu. Bertempat di Sleman – Yogyakarta dengan nama PT. Santara Daya Inspiratama didirikan oleh Avesena Reza sebagai founder bersama rekan-rekannya, Krishna Wijaya dan Mardigu Wowiek. Sejak berdiri, Santara terus berupaya mengembangkan fasilitasnya untuk mempermudah pengguna layanannya salah satunya dengan menciptakan aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui Google Play (Android) maupun AppStore (iOS). Selain itu Santara juga sedang berupaya agar dapat bekerjasama dengan KSEI sebagai penjamin efek agar investor dapat berinvestasi dengan lebih nyaman. Tidak hanya itu, Santara juga menawarkan fasilitas perdagangan efek yang hanya dilakukan sebanyak 2 periode dalam 1 tahun. Fasilitas yang akan didapat oleh investor berupa laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan setiap bulan demi menjaga keterbukaan informasi terhadap investor.

Sayangnya pembagian dividen dalam platform ini kurang fleksibel karena sudah ditentukan setiap 6 bulan sekali. Saat artikel ini ditulis, Santara menyebutkan bahwa telah ada 4.325 UKM yang berusaha mendaftar, namun dengan metode penyaringan yang cukup ketat baru 23 UKM yang diloloskan. Hal ini menjadi bukti keseriusan Santara dalam menjaga kepercayaan investor.

Santara Equity Crowdfunding OJK


Update Review Pengalaman Investasi di Santara:
Sejak adanya pergantian kepemimpinan dan kepengurusan, performa Santara justru semakin memburuk ditandai dengan banyaknya keluhan investor yang merasa dirugikan akibat laporan usaha yang tidak konsisten, pembagian dividen yang semakin jauh dari kesepakatan, aksi buy-back pengusaha yang tidak mengikuti harga aktual, maupun beberapa error dalam aplikasi seperti problem withdrawal dan KYC yang berulang-ulang. Jika Anda berencana untuk berinvestasi pada Santara sebaiknya Anda lebih waspada dalam memilih emiten yang listing.

2. Bizhare

Equity Crowdfunding Indonesia yang sudah terdaftar di OJK berikutnya adalah Bizhare dengan nomor KEP-59/D.04/2019 yang diterbitkan per tanggal 06 Nov 2019. Platform Bizhare didirikan di tahun 2017 oleh Heinrich Vincent dengan nama PT. Investasi Digital Nusantara dan berkantor di daerah Menteng – Jakarta Pusat. Keunikan yang ditawarkan oleh Bizhare yaitu platform ini hanya terfokus pada jenis bisnis franchise yang sudah memiliki sistem bisnis tertata dan teruji. Selain itu, masing-masing entitas bisnis bebas menentukan interval pembagian dividend-nya. Dalam hal aplikasi mobile, Bizhare menyediakan versi web-app, suatu aplikasi mobile berbasis website yang tidak tersedia di Play Store maupun AppStore, untuk menginstall aplikasi tersebut pada perangkat Anda, Anda cukup membuka website bizhare.id melalui browser bawaan perangkat Anda. Pada website tersebut nantinya akan muncul sebuah pop-up yang menawarkan instalasi aplikasi ke perangkat Anda. Seperti halnya pada platform Santara, Bizhare juga menyajikan Laporan keuangan setiap bulan kepada para investor atas setiap bisnis yang dipilih.

Bizhare Equity Crowdfunding OJK


3. CrowdDana

Tepat pada penutupan akhir tahun 2019, CrowdDana menyusul sebagai Equity Crowdfunding yang berhasil mendapatkan ijin dari OJK dengan nomor KEP-93/D.04/2019 yang dirilis tepat tanggal 31 Desember 2019. CrowdDana yang didirikan oleh James Wiryadi, Stevanus Halim dan Handison Jaya terfokus pada pendanaan pada proyek properti. Bisnis properti memang merupakan bisnis yang tidak hanya terbilang aman namun juga mememberikan return cukup tinggi karena nilai properti yang selalu naik. Keuntungan yang bisa didapat oleh Equity Crowdfunding ini berupa Dividend Yield sebesar 11%-25% serta Capital Gain sebesar 5% karena pertumbuhan nilai aset (pertumbuhan rata-rata harga properti). Seperti pada platform Santara, CrowdDana juga menyediakan perdagangan saham di pasar sekunder sebanyak 2x setiap tahunnya demi menjaga nilai likuiditas saham.

Dalam pengembangan platform, mereka telah merilis aplikasi mobile yang dapat diunduh di google play, CrowdDana juga berencana mengembangkan platform miliknya untuk menggandeng lini bisnis lain seperti kuliner dan jasa.



Berinvestasi dalam platform Equity Crowdfunding Indonesia terbilang cukup aman dibanding berinvestasi sendiri secara langsung karena penyedia layanan tersebut tidak hanya menjadi perantara saja namun juga memiliki para ahli penilai risiko yang akan memilih UKM yang benar-benar memiliki prospek kinerja yang baik. Selain itu mereka memiliki team manajemen bisnis berpengalaman yang bertugas untuk memberikan edukasi kepada UKM dan memperbaiki sistem tata kelola agar lebih efisien.

Setiap platform Equity Crowdfunding tersebut juga menerapkan peraturan OJK mengenai kepemilikan dan permodalan badan usaha skala UKM yaitu:

  1. Setiap pemodal dengan penghasilan sampai dengan Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) per tahun, maka batas maksimal investasi pemodal tersebut adalah 5% dari jumlah pendapatan per tahun.
  2. Setiap pemodal dengan penghasilan lebih dari Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) per tahun, maka batas maksimal investasi pemodal tersebut adalah 10% dari jumlah pendapatan per tahun.
  3. Poin 1 dan 2 tidak berlaku dalam hal pemodal merupakan badan hukum atau pemodal yang telah memiliki pengalaman berinvestasi di pasar modal yang dibuktikan dengan kepemilikan rekening efek paling sedikit 2 tahun sebelum penawaran saham.
  4. Jumlah kepemilikan UKM tidak boleh lebih dari 300 pihak individu maupun lembaga.
  5. Maksimum dana yang dapat dihimpun dari masyarakat melalui platform Equity Crowdfunding sebanyak 10 Miliar Rupiah.


Oleh karena aturan-aturan tersebut, harga per satu lot (jumlah minimum pembelian setiap entitas bisnis akan berbeda-beda) saham yang ditawarkan melalui Equity Crowdfunding di Indonesia terbilang cukup mahal. Bagaimanapun juga, kemampuan dan keputusan berinvestasi sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab investor. Sebelum Anda berinvestasi pada UKM yang ditawarkan oleh platform Equity Crowdfunding sebaiknya Anda membaca Prospektus dan Profile Perusahaan yang telah disediakan oleh masing-masing platform. Anda juga perlu mencari tahu lebih dalam mengenai prospek bisnis kedepan maupun beberapa review terhadap bisnis tersebut atau bisnis yang serupa.

Jika Anda tertarik untuk ikut berinvestasi sambil membantu UKM di Indonesia agar dapat berkembang lebih pesat, Anda dapat mengunjungi situs di masing-masing platform tersebut. Cara pendaftaran pada platform tersebut pun tergolong mudah dan sepenuhnya dapat dilakukan secara online.

“Anda tidak harus hebat untuk memulai, tapi Anda harus memulai untuk menjadi orang hebat.” – Zig Ziglar

12/26/19

Jago Investasi Saham Dengan Aturan Dow Theory

Jago Investasi Saham Dengan Aturan Dow Theory



Dow Theory dikenal sebagai awal kehadiran analisa teknikal dalam pasar finansial. Dow Theory ditemukan pada tahun 1800-an oleh Charles Henry Dow bersama rekan-rekannya Edward Jones dan Charles Bergstresser. Mereka para pendiri Dow Jones & Company, Inc. dan merumuskan DJIA (Dow Jones Industrial Index). Dow Theory pertama kali dipublikasikan melalui seri artikel dalam Wall Street Journal yang juga mereka temukan bersama.

Sayangnya ketika Charles Dow wafat di tahun 1902, teori tersebut belum terpublikasikan hingga tuntas. Namun dari teori-teori yang ada telah menginspirasi para pengamat pasar finansial dan terus berkembang hingga saat ini dengan masih berdasar pada Dow Theory yang semula.

Seperti yang umumnya diketahui untuk membuat analisa saham dapat dilakukan dengan metode Fundamental Analysis dan atau Technical Analysis. Sebagian besar seminar-seminar yang diadakan oleh Sekuritas maupun para pengamat saham akan selalu mengajarkan untuk menilai saham dari Fundamental Analysis. Fundamental Analysis memang teori paling utama ketika kita berinvestasi pada saham dan memegang peranan paling penting dalam pemilihan saham-saham yang beredar. Namun, kita akan sering menemukan kondisi dimana Emiten (Perusahaan yang terdaftar di bursa) yang memiliki performa baik secara Fundamental namun harga sahamnya semakin menurun.

Kondisi tersebut cukup membingungkan para investor, alih-alih bersuka cita karena memperoleh perusahaan dengan harga lebih murah, justru menekan psikologis mereka dan membuat tidak tenang dalam berinvestasi saham. Hingga pada puncaknya mereka semakin panik lalu menjual rugi seluruh kepemilikan sahamnya untuk memasuki saham lain yang harganya sedang bergerak naik. Kesalahan berikutnya terulang, karena tanpa sadar mereka justru membeli saham ketika sedang berada di puncak harganya dan portofolio mereka kembali terhempas.

Atau dalam kasus lain, ditemukan emiten yang memiliki performa sangat baik, namun secara perhitungan analisa fundamental saham tersebut seharusnya sudah terlalu mahal. Para Fundamentalis akan menunggu hingga harga emiten incarannya tersebut mencapai harga wajarnya namun yang terjadi malah harga saham perusahaan terus menanjak sehingga mereka tak kunjung berinvestasi pada saham tersebut.

Analisa Teknikal hadir untuk menjawab kekhawatiran tersebut, analisa teknikal menilai suatu emiten dengan beracuan pada Price Action di masa lalu sehingga pada akhirnya muncul Trend harga untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa mendatang sehingga investor maupun trader dapat memprediksi besar potensi dan risikonya untuk mempertimbangkan waktu yang paling tepat dalam membuat keputusan ketika investasi saham. Seperti yang dikemukakan di awal mula penemuannya, bahwa analisa teknikal dengan Dow Theory juga dapat digunakan untuk hampir semua jenis produk pasar finansial seperti Forex, komoditas, dan sebagainya.

Inilah 6 poin Dow Theory yang dapat digunakan jika ingin jago berinvestasi saham:

1. The Market Discount Everything

Dow Theory menyatakan bahwa pasar akan mempertimbangkan informasi apapun yang mereka dapat untuk menentukan nilai saham di bursa sehingga harga saham mencerminkan nilai aktualnya. Hal ini sejalan dengan teori Efficient Market Hypothesis (EMH) dimana informasi tersebut dapat berupa kondisi pencapaian perusahaan, keunggulan kompetitif, kompetensi managemen, kondisi ekonomi global maupun domestik, faktor psikologis pelaku pasar, hingga kejadian yang mungkin akan berlangsung di masa depan.

Meskipun tidak semua informasi di dapat oleh setiap pelaku pasar namun Price Action yang dilakukan oleh pelaku pasar akan tercermin dalam harga saham saat itu juga. Hal inilah yang membuat harga saham bergerak fluktuatif mengikuti keinginan pelaku pasar. Teori ini juga menjawab pertanyaan mengapa emiten dengan fundamental baik terkadang harganya malah semakin menurun atau sebaliknya.

Dengan beracuan pada Price Action, analisa teknikal akan mengabaikan segala jenis rumor yang beredar sehingga analisa yang didapat lebih stabil namun juga tetap mengikuti kondisi pergerakan harga saham sedang yang berlangsung.

2. There Are Three Primary Kinds of Market Trends

Menurut Dow Theory, pergerakan harga saham terbagi ke dalam tiga jenis trend yaitu Trend Primer yang berlangsung lebih dari 1 tahun, didalamnya terdapat Trend Sekunder yang melawan arah Trend Primer. Seperti ketika Trend sedang Bullish (Uptrend) maka Trend Sekunder muncul membentuk  trend Bearish (Downtrend) yang hanya berlangsung selama 3 minggu hingga 3 Bulan, atau sebaliknya ketika Trend Primer berlangsung Bearish, maka Trend Sekunder akan bergerak Bullish. Sedangkan trend yang lebih pendek disebut sebagai Trend Minor yang berlangsung kurang dari 3 minggu kurang dari 3 minggu yang melawan Trend Sekunder atau beriringan dengan Trend Primer.

Pemisahan 3 jenis trend dalam Dow Theory ini akan sangat membantu ketika investasi saham terutama di bursa Indonesia dimana kita hanya bisa mengambil keuntungan ketika market bergerak Bullish (Jika dibandingkan dengan bursa Amerika dimana investor dapat memasang posisi Short untuk menjual saham tanpa harus memiliki saham tersebut ketika pasar bergerak Bearish dan baru menebusnya ketika harga saham sudah berada di posisi lebih rendah).

Dengan memahami tiga jenis trend tersebut kita dapat memilah saham-saham yang layak beli yaitu saham-saham yang Trend Primer-nya sedang bergerak Bullish. Cara termudah untuk mengidentifikasinya yaitu dengan memperhatikan posisi chart dalam interval yang berbeda. Kita dapat menggunakan chart dengan interval Monthly untuk mengidentifikasi Trend Primer, lalu chart Weekly untuk mengidentifikasi Trend Sekunder dan menggunakan interval Daily untuk mengidentifikasi Trend Minor.


3. Primary Trends Have Three Phases

Dari keseluruhan trend yang disebutkan pada poin ke-2, Dow Theory juga mengemukakan adanya tiga fase pergerakan trend. Ketika pasar bergerak Bullish, akan dimulai dengan fase pertama yaitu saat dimana para investor menilai saham tersebut relatif cukup murah (under value) dan mulai mengkoleksi secara berangsur-angsur sehingga semakin meningkatkan jumlah permintaan saham tersebut dalam beberapa waktu yang disebut sebagai Accumulation Phase. Ketika saham sudah mulai bergerak naik akan semakin banyak investor-investor lain yang mengikuti arus pergerakan saham sehingga harga saham semakin bergerak naik yang disebut sebagai Participation Phase. Trend bullish akan terus berlanjut hingga saatnya para investor menilai harga saham terlampau mahal dan mulai menjual kepemilikan mereka untuk memperoleh profit yang disebut sebagai Excess Phase.

Seperti halnya dalam trend Bullish, tiga jenis fase ini juga terjadi ketika trend Bearish yang dimulai dengan Distribution Phase ketika investor mulai berangsur-angsur menjual sahamnya karena dianggap relatif cukup mahal untuk mengambil keuntungan. Ketika harga saham berangsur-angsur turun maka akan lebih banyak lagi investor lain yang ikut menjual kepemilikan sahamnya yang disebut sebagai Participation Phase. Pada titik terendah terjadi lonjakan penawaran saham oleh investor-investor yang khawatir bahwa penurunan harga saham akan terus berlangsung yang disebut sebagai Panic / Despair Phase.

Pengetahuan ini dimanfaatkan oleh Warren Buffett dalam berinvestasi, beliau pernah mengatakan “Be fearful when others greed and greedy only when others are fearful” (khawatirlah ketika orang lain menjadi rakus dan rakuslah hanya ketika orang lain ketakutan). Warren Buffett justru menyarankan untuk memborong saham ketika harga turun dan menjual saat harga naik. Hal ini sering disalahartikan oleh investor awam, mereka menelan strategi investor nomor satu di dunia tersebut mentah-mentah tanpa memahami tiga fase dari Dow Theory ini. Alih-alih memperoleh keuntungan, justru portofolio mereka merah karena tidak tahu kapan trend penurunan harga tersebut akan berakhir.
Sementara di kalangan trader atau analis menyebut peristiwa tersebut sebagai “catching a falling knive”. Harga yang sedang turun diibaratkan seperti sebuah pisau yang jatuh yang ingin Anda dapatkan, maka akan lebih bijak jika membiarkan pisau itu terjatuh hingga berhenti mencapai tanah sebelum mendapatkannya.


4. Volume Must Confirm The Trend

Mengikuti pola 3 fase pada poin nomor 3, Dow Theory juga menyimpulkan bahwa Trend yang terjadi harus diikuti dengan Volume transaksi yang juga meningkat. Sebagai contoh ketika pasar sedang bergerak Bullish maka seharusnya diikuti dengan volume permintaan yang juga meningkat, penurunan volume transaksi mengisyaratkan adanya pelemahan trend dan kemungkinan trend akan segera berubah.

Dengan mengamati rata-rata volume bergerak kita dapat memastikan kekuatan sebuah trend atau bersiap ketika mengidentifikasi potensi perubahan trend atau bahkan dapat menyelamatkan kita dari false signal dimana trend terlihat berubah arah tanpa diikuti oleh peningkatan volume dan hanya berlangsung singkat.


5. Indices Must Confirm Each Other

Tidak hanya dikonfirmasi oleh volume, dalam Dow Theory juga disebutkan bahwa pergerakan indeks antara satu dengan lainnya harus saling mengkonfirmasi. Dow Theory tercipta pada masa kebangkitan industri yang tersebar luas di berbagai penjuru Amerika. Sedangkan untuk menunjang distribusinya biasanya menggunakan jalur rel. Inilah yang menjadi perhatian Dow dan rekan-rekan untuk membuat dua indeks pergerakan rata-rata yaitu Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Dow Jones Transportation Average (DJTA). Dengan asumsi bahwa hasil industri yang bertumbuh akan memerlukan transportasi sebagai alat distribusi menuju konsumen, sehingga seharusnya keduanya bergerak searah, jika terjadi perbedaan arah, maka ada sesuatu yang salah di antara keduanya.

Penerapan teori ke-5 ini mungkin akan sedikit berbeda pada era ekonomi global seperti saat ini terutama di bursa negeri kita tercinta Indonesia. Akan muncul banyak sekali pertimbangan dalam memperkirakan sentimen pasar untuk memprediksi kondisi yang sedang atau akan terjadi. Jenis pendekatan untuk menilai potensi pada bursa kita umumnya menggunakan pendekatan Top to Bottom, yaitu dengan berurutan menilai:

  • Kondisi Global : pertumbuhan ekonomi, keamanan dari peperangan, kebijakan ekspor-impor antar negara, suku bunga acuan dari Bank Dunia, musim yang akan terjadi, dsb.
  • Kondisi Dalam Negeri : arah kebijakan pemerintah, pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, pertumbuhan ekspor-impor, suku bunga acuan BI, pertumbuhan konsumsi masyarakat, dll.
  • Performa Perusahaan / Emiten : sektor bergeraknya perusahaan, pertumbuhan rasio pendapatan, pertumbuhan jumlah aset, kondisi hutang, arus kas, kemampuan manajemen, persaingan bisnis, keamanan dari konflik lingkungan internal maupun eksternal, dsb.

Namun para analis teknikal memiliki cara tersendiri dalam membuat perbandingan antar Indeks. Masih dengan menggunakan pendekatan Top to Bottom, analis teknikal akan menilai kondisi dari pergerakan indeks luar negeri (Nasdaq, DJI, Hang Seng, Nikkei) untuk menilai potensi emiten dengan pangsa pasar ekspor. Berikutnya menilai kondisi bursa nasional melalui indeks IHSG serta indeks sektoral (manufacture, misc-industry, basic-industry, consumer, trade, property, infrastructure, finance, mining, agri). Bagian terakhir terakhir memperhatikan trend pada chart emiten itu sendiri.


6. Trends Persist Until a Clear Reversal Occurs

Dow Theory ke-6 menyebutkan bahwa trend akan terus berlanjut hingga muncul tanda-tanda yang jelas mengenai adanya perubahan trend. Seperti yang telah disebutkan dalam poin ke-2, ke-3 dan ke-4 mengenai bentuk trend, fase terjadinya trend, hingga bagaimana volume transaksi mendukung perubahan trend. Pada Dow Theory ke-6 ini akan menenangkan para analis agar tidak mudah panik dalam menilai pergerakan harga saham yang volatile.

Menilai perubahan trend memang bukan hal yang mudah dan butuh ketelitian serta kesabaran untuk memastikan sinyal perubahan trend tersebut terkonfirmasi sempurna. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam menilai perubahan trend yaitu antara lain:
  • Penurunan volume transaksi.
  • Mencari Divergensi menggunakan indikator tipe oscillator.
  • Membandingkan posisi high & low trend terakhir dibanding trend sebelumnya.
  • Membuat batas trend menggunakan Trend Line.
  • Memperhatikan pergerakan chart terhadap Support & Resistant.

Itulah enam poin Dow Theory yang sangat membantu para analis di pasar finansial sejak jaman dahulu kala dan bahkan hingga saat ini pun masih digunakan dan diadaptasi dengan berbagai strategi investasi lainnya. Berminat untuk menerapkan teori tersebut dalam investasi Anda?


“Dengan gagal merencanakan, Anda sedang merencanakan kegagalan.” – Benjamin Franklin



7/31/19

Situs Terbaik Penyedia Chart Saham Gratis (Updated)

Situs Terbaik Penyedia Chart Saham Gratis (Updated)

Situs terbaik penyedia chart saham gratis
Dimanakah situs terbaik untuk membaca dan membuat analisa pergerakan grafik saham? Kemampuan membaca dan menganalisis grafik atau chart saham merupakan salah satu keunggulan yang tidak dapat diabaikan jika Anda ingin terjun ke dunia pasar modal. Analisa grafik atau biasa disebut sebagai Analisa Teknikal memegang peranan penting tidak hanya bagi trader saham, namun juga bagi investor saham jangka panjang. Dengan memahami analisa teknikal, minimal kita dapat mengetahui pergerakan trend harga saham, kondisi harga saham dalam fase overpriced / underprice, mengetahui kapan harus membeli di harga rendah atau memaksimalkan pendapatan dengan menjual di harga tinggi. Dengan begitu bermanfaatnya kemampuan menganalisis grafik saham, sering kita temukan penawaran software charting berbayar, maupun software gratis dengan batasan fitur. Bagi trader atau investor pemula, tentunya hal itu cukup memberatkan. Kabar baiknya, bahwa ada website / situs chart saham gratis yang sudah cukup mumpuni untuk membuat analisa chart saham.

Inilah kelebihan analisa saham menggunakan Chart website vs Chart Aplikasi / Software:

  1. Tidak memerlukan instalasi software yang dapat mengurangi kapasitas komputer.
  2. Bisa diakses di mana pun dengan perangkat apa pun yang terhubung ke internet
  3. Bisa membuka lebih dari satu chart dalam satu browser dan memudahkan dalam memantau berbagai chart saham dalam satu waktu.

Berikut pilihan situs / website terbaik untuk membaca chart saham gratis dan membuat analisa teknikal:

A. Investing - Indonesia (https://id.investing.com/)

Chart yang disajikan oleh situs investing.com terbilang cukup lengkap. Berikut ini beberapa fasilitas yang tersedia dalam Chart saham gratis yang disediakan investing.com:
  • Interval : 5 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit, 1 jam, 2 jam, 4 jam, 5 jam, 1 hari, 1 minggu dan 1 bulan.
  • Chart Type : Bars, Candles, Hollow Candles, Heikin Ashi, Line, Area, Baseline, Renko, Line Break, Kagi, Point & Figure
  • 78 Types of Indicator
  • Chart Comparation
  • Chart Auto Notification
  • Snapshot
  • Multy Frame Viewer
  • Save & Load Chart Layout
  • Chart Drawing Tools & Setup
  • Zoom In/Out
Dengan Sekian banyak kelengkapan fitur yang disuguhkan secara gratis, i-bisnis merekomendasikan situs ini sebagai website pengolah grafik saham terbaik hingga saat ini. Sayangnya untuk menampilkan workframe grafik tersebut tidak dapat dilakukan dalam sekali klik.

Inilah tahapan cara membuka workframe lengkap grafik saham investing.com:

1. Silahkan membuka situs investing.com. Kemudian pada kolom pencarian ketikan kode emiten saham / nama perusahaan yang ingin di cari hingga muncul menu drop down berisi pilihan keyword yang sesuai. Klik pada kode saham yang dimaksud (perhatikan jenis instrumen pada tulisan berwarna abu-abu agar tidak salah memilih.
chart saham gratis investing com 1 Pencarian


2. Selanjutnya Anda akan dibawa pada halaman berisi segala sesuatu mulai dari informasi umum, grafik, Berita, laporan finansial, analisa teknikal otomatis, hingga forum publik yang terfokus khusus mengenai emiten saham tersebut. Untuk membuka chart lengkap, Anda dapat memilih menu Grafik lalu pilih Grafik Streaming (poin No. 1. Setelah itu Anda akan disuguhi sebuah mini-chart sederhana. Untuk melanjutkan membuka versi Full Frame, Anda dapat klik pada tobol bergambar empat panah keluar (poin No. 2).
chart saham gratis investing com 2 Grafik

3. Kini Anda sudah siap membuat pengaturan tipe grafik, menambahkan indikator-indikator favorit, dan dapat memanfaatkan fitur Draw untuk membuat garis-garis untuk memulai analisa grafik tersebut.
chart saham gratis investing com 3 Analisa Teknikal

Note: Agar Anda tidak kehilangan setup grafik yang Anda buat, Anda bisa menyimpannya dengan klik pada tombol save (simbol awan dengan panah hitam ke atas). Namun untuk menggunakan fitur ini, Anda harus memiliki akun pada Investing.com dengan mendaftarkan email Anda tanpa dikenai biaya berlangganan.

Warning! Berhubungan dengan diblokirnya situs investing.com oleh Bappebti sehingga tidak dapat diakses menggunakan server dari Indonesia, maka diperlukan trik khusus untuk mengaksesnya. Untuk sementara situs investing.com masih dapat diakses menggunakan browser Mozzilla Firefox yang dilengkapi add-on Anonymox. Pastikan Anda telah mengaktifkan fitur tersebut sebelum mengakses situs investing.com. 

Up Date:
Blokir situs investing.com kini sudah dibuka kembali.

B. Yahoo Finance (https://finance.yahoo.com/)

Chart saham gratis berikutnya merupakan chart yang pertama kali i-bisnis gunakan ketika mulai mempelajari analisa teknikal. Chart saham gratis dari Yahoo ini merupakan Chart yang cukup sederhana namun juga cukup lengkap serta menyajikan beberapa alat dan indikator yang sedikit berbeda dibanding situs lainnya. Secara tampilan, Chart saham pada Yahoo Finance tergolong mudah untuk dipahami, hal ini akan sangat membantu Anda yang baru mulai mempelajari Analisa Teknikal saham. 

Perlu diketahui, bahwa Yahoo Finance merupakan chart Global, sehingga untuk mencari kode saham-saham di Indonesia, Anda perlu menuliskannya <Kode Saham><titik>JK (contoh: ICBP.JK) dan untuk mencari chart Indeks menggunakan <^><Kode Indeks> (Contoh: ^JKSE untuk indeks IHSG, ^JKLQ45 untuk indeks LQ45).

Untuk mulai menggunakan Chart saham gratis dari Yahoo Finance, Anda dapat mengikuti tahapan berikut:

1. Pertama kita buka terlebih dahulu website Yahoo Finance. Lalu ketikan perlahan kode emiten yang ingin Anda cari hingga Yahoo memunculkan beberapa pilihan keyword, pilih yang memiliki keyword paling sesuai seperti pada aturan sebelumnya.
chart saham gratis yahoo finance 1 Pencarian

2. Pada halaman berikutnya Anda akan menemukan sebuah grafik kecil yang menampilkan kondisi pergerakan pada hari tersebut atau pada penutupan pasar terakhir. Langkah selanjutnya Anda hanya perlu menekan tombol Full Screen untuk langsung masuk pada Full Frame Chart.
chart saham gratis yahoo finance 2 Halaman muka

3. Kini Anda sudah siap untuk mulai membuat pengaturan chart dengan memilih tipe chart, menambahkan indikator favorit serta mulai membuat coretan dalam chart.
chart saham gratis yahoo finance 3 Analisa Teknikal

Untuk mempermudah, berikut ini sedikit penjelasan mengenai fitur yang tersedia pada Chart Yahoo Finance:

  • 111 macam Indikator teknikal
  • Comparasion untuk membandingkan pergerakan beberapa emiten atau indeks dalam satu tampilan chart
  • Show / Hide Event untuk memilih jika Anda ingin menyertakan Corporate Action dalam chart
  • Date Range 1D 5D 1M 3M 6M YTD 1Y 2Y 5Y MAX untuk membuat batasan rentang waktu yang ingin ditampilkan pada chart
  • Interval / Time Frame merupakan pilihan untuk menampilkan rentang waktu dalam setiap Bar. Pada Yahoo Finance Anda dapat menemukan pilihan Interval 1 menit, 2 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 Jam, 4 Jam, 1 harian, 1 mingguan, 1 bulanan hingga interval 1 tahunan.
  • Chart Type dalam Yahoo Finance hanya memiliki 6 tipe grafik yaitu Line, Area, Candle, Hollow Candle, Bar, dan Colored Bar.
  • Draw Mode, dengan mengaktifkan fitur ini, Anda bisa menambahkan coretan dalam berbagai tipe garis, Simbol, Text, Fibonaci, dsb.
  • Serta menu pengaturan tambahan untuk menentukan skala grafik, Background, dsb.
  • Tombol Share untuk membagikan grafik Anda, dan tombol Reset untuk menghapus semua pengaturan dan mengembalikan pada tampilan awal grafik
Hal yang menarik adalah, Anda tidak perlu melakukan pendaftaran untuk menyimpan pengaturan chart yang sudah Anda buat. Pengaturan tersebut akan tersimpan dalam cache browser milik Anda. Setiap kali Anda membuka chart lain dalam Tab baru, Anda akan langsung melihat tampilan dari pengaturan yang terakhir Anda buat.

Kelemahan dari Chart Yahoo Finance adalah grafik yang ditampilkan akan mengalami delay 15 menit dari waktu sesungguhnya. Oleh sebab itu, penggunaan chart pada Yahoo Finance tidak cocok digunakan untuk micro trader atau scalper.

C. RTI – Trading View Chart (https://analytics.rti.co.id/tview/index_tview.jsp)

Aplikasi RTI Mobile cukup banyak dikenal para investor saham karena user interface yang cukup sederhana sehingga mudah digunakan dan juga data-data yang ditampilkan terkait dengan Key Statistic Fundamental emiten pun cukup lengkap dan up to date.

Beberapa bulan lalu RTI telah meng-update aplikasinya juga versi website mereka dengan menambahkan  Technical Chart sehingga sangat membantu para investor maupun trader sebelum menentukan keputusan jual-beli. Kalian dapat mengakses chart tersebut secara langsung melalui link: https://analytics.rti.co.id/tview/index_tview.jsp

chart saham gratis RTI Trading View


Mengusung kerjasama dengan Trading View, maka Chart yang ditampilkan pun memiliki tampilan khas dari Trading View, namun kali ini Kita dapat menggunakannya secara gratis tanpa harus melakukan registrasi seperti pada website Trading View. Ada pun beberapa fasilitas yang dapat kita gunakan antara lain:

  • Timeframe : 5 menit, 15 menit, 1 hari, 1 minggu dan 1 bulan.
  • Chart Type : Bars, Candles, Hollow Candles, Heikin Ashi, Line, Area, Baseline
  • Chart Comparation
  • 81 Types of Indicator
  • Snapshot
  • Multy Frame Viewer (Add symbol in Chart Comparation)
  • Drawing Tools & Setup
  • Zoom In/Out


Meskipun fasilitas yang ada cukup terbatas, namun Chart ini cukup mudah digunakan hampir seperti pada penggunaan chart pada situs Investing.com. Sayangnya, kita tidak dapat menyimpan template drawing kita, sehingga ketika kita close situs tersebut dan kita buka ulang, maka chart akan kembali pada tampilan Default dan kita akan kehilangan seluruh pengaturan kita sebelumnya.


Tiga situs chart saham gratis tersebut sudah cukup mumpuni bagi Anda yang ingin mempraktikkan ilmu analisa teknikal tanpa harus mengeluarkan biaya apa pun.  Selamat bereksperimen dan berlatih dengan ilmu analisa teknikal untuk memperoleh pendapatan dari saham secara lebih maksimal.


Orang yang memiliki sasaran, sukses karena mereka tahu ke mana akan pergi.” – Earl Nightingale


9/17/18

Sejarah Pasar Modal di Dunia dan di Indonesia

Sejarah Pasar Modal di Dunia dan di Indonesia


Banyak orang meragukan manfaat adanya pasar modal. Bahkan sebagian masyarakat umum menganggap pasar modal sebagai tempat perjudian yang harus dihindari. Hal ini merupakan pemahaman yang salah mengenai pasar modal. Sesungguhnya pasar modal memiliki manfaat sangat besar, bukan hanya bagi perusahaan, namun juga bagi masyarakat dan negara.

Menurut pengertian dalam Bahasa Indonesia, Pasar Modal adalah kegiatan yang behubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, tempat perusahaan publik penerbit efek serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai dasar terbentuknya pasar modal dan manfaatnya, sebaiknya kita kembali ke abad ke-12 dimana lahirnya sejarah pasar modal dunia bermula.

Sejarah awal pasar modal dunia

Pada hakikatnya, sebuah pasar muncul karena adanya pertemuan para pedagang dengan pembeli yang saling melakukan transaksi jual-beli. Begitu pula dengan sejarah pasar modal.

Sejarah pasar modal di dunia masa kini diawali pada abad ke-12 di Perancis, saat para courretiers de change (perancang perubahan) yang memiliki kepentingan sebagai pengelola dan pengatur utang komunitas pertanian terhadap perbankan. Karena mereka memperjual-belikan hutang, maka dapat dikatakan bahwa mereka merupakan broker pertama di dunia.

Namun ada pendapat berbeda yang mengatakan sejarah pasar modal dimulai pada abad ke-13 di daerah Bruges, ibu kota dan kota terbesar di provinsi Flanders Barat di Wilayah Flemish di Belgia. Para pedagang komoditas berkumpul di rumah Van der Beurze (Seorang pemilik penginapan besar) yang kemudian perkumpulan tersebut disebut sebagai “Brugse Beurse”, sebuah perkumpulan yang masih informal.

Meskipun sebenarnya Van der Beurze memiliki sebuah gedung di Antwerp (sebuah kota di Belgia) dimana pertemuan-pertemuan itu diadakan. Van der Beurze memiliki Antwerpen yang merupakan tempat perdagangan utama pada era tersebut. Ide pertemuan ini kemudian semakin menyebar di sekitar Flanders dan negara-negara tetangga, lalu “Beurzen” segera dibuka di daerah Ghent dan Rotterdam.

‘Beurzen merupakan bahasa Belanda yang dipakai penduduk dari negara-negara di pesisir barat laut Eropa yang kemudian penyebutannya banyak diplesetkan menjadi Borsa, Bolsa, Borse dan Bursa, istilah yang dipakai dalam perdagangan di pasar modal hingga saat ini.’

Pada pertengahan abad ke-13, bankir dari Venesia mulai memperdagangkan sekuritas milik pemerintah. Pada tahun 1351, pemerintah Venesia dilarang menyebarkan desas-desus yang dilakukan untuk menurunkan harga dana pemerintah. Kegiatan ini juga mulai diikuti oleh bankir di Pisa, Verona, Genoa, dan Florence selama abad ke-14. Hal ini memungkinkan karena kota (saat itu masih disebut sebagai negara) tersebut karena sudah cukup mandiri tanpa dipengaruhi campur tangan pemerintah daerah setempat.

Perusahaan-perusahaan dari Italia menjadi perusahaan yang pertama kali menerbitkan saham di bursa yang kemudian diikuti oleh perusahaan di Inggris dan negara-negara pesisir barat laut Eropa.
Sedangkan sejarah pasar modal modern diawali antara abad ke-17 dan ke-18. Saat itu Belanda menjadi pelopor inovasi dasar-dasar sistem keuangan modern. Sementara kota-kota di Italia masih memproduksi obligasi pemerintah pertama yang dapat dipindah-alihkan, mereka tidak mengembangkan keperluan lain untuk diproduksi pasar modal yang telah matang, yaitu bursa saham.

Di awal tahun 1600an, VOC yang merupakan persekutuan dagang asal Belanda yang menguasai aktivitas perdagangan di Asia menjadi yang pertama memperdagangkan obligasi dan lembar saham pada masyarakat umum. Perdagangan saham perusahaan selanjutnya secara berkesinambungan dilakukan di Amsterdam Exchange. Kemudian dilanjutkan dengan munculnya turunan perdagangan berupa Opsi dan Repo.

Saat itu bentuk perdagangan saham masih berupa lembaran sertifikat kepemilikan saham. Namun saat ini bentuk perdagangan di pasar modal sudah beralih dalam bentuk digital yang disimpan di Rekening Dana Investor.

Sejarah pasar modal Indonesia

Sejarah pasar modal di Indonesia dimulai pada masa kolonial Belanda. Seperti yang disebutkan dalam sejarah pasar modal dunia, saat itu VOC merupakan penguasa perdagangan di Asia membuka pasar modal pertama di Indonesia pada tanggal 14 Desember 1912 di Batavia (saat ini menjadi Jakarta) untuk mencari modal dalam pembangunan perkebunan masal di Indonesia. Bursa efek tersebut bernama Vereniging voor de Effectenhandle (asosiasi perdagangan efek). Sayangnya, bursa efek tersebut harus ditutup di tahun 1914 hingga tahun 1918 sebagai akibat dari munculnya Perang Dunia I. 

Di tahun 1925 – 1942 bursa efek di Jakarta dibuka kembali ditambah dengan dibukanya bursa efek di Surabaya pada 11 Januari 1925 dan bursa efek di kota Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925.

Pecahnya Perang Dunia II memunculkan gejolak ekonomi yang cukup mengkhawatirkan kegiatan di pasar modal. Hal itu menyebabkan ditutupnya pasar modal Surabaya dan Semarang di tahun 1939. Kekhawatiran tersebut masih berlangsung dan semakin memburuk menyebabkan ditutupnya bursa efek di Jakarta selama 12 tahun dari tanggal 10 Mei 1940 hingga akhirnya tanggal 3 Juni 1952 pasar modal Jakarta dibuka kembali.

Masa transisi dari pemerintahan Belanda ke pemerintahan Indonesia masih memunculkan banyak masalah. Program nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing di tahun 1956 serta tingginya inflasi yang terjadi pada orde baru membuat khawatir investor di pasar modal sehingga bursa efek Indonesia harus ditutup.

Hingga pada tanggal 10 Agustus 1977 Presiden Soeharto kembali meresmikan Bursa Efek Jakarta dengan pengawasan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). PT Semen Cibinong menjadi emiten perusahaan swasta pertama yang tercatat melakukan go public setelah sebelumnya PT Danareksa sebagai perusahaan BUMN pertama yang lebih dahulu melakukan go public.

Pembukaan pasar modal saat itu tidak langsung memperoleh tanggapan positif. Bentuk undang-undang yang banyak membatasi ruang gerak bagi perusahaan membuat pasar modal menjadi lesu. Hingga pada tahun 1987 pemerintah melakukan deregulasi terkait peraturan perundang-undangan di pasar modal sehingga semakin mempermudah Emiten dan juga Investor.

Melalui keputusan Kementrian Keuangan No. 1055/KMK.013/1989, pemerintah semakin menggiatkan pasar modal di Indonesia dengan membuka peluang bagi investor asing dengan batas kepemilikan maksimum 49%. Pemerintah pun merubah Bursa Efek Jakarta sebagai perusahaan swasta sedangkan BAPEPAM yang sebelumnya sebagai penyelenggara bursa, maka kini hanya menjadi regulator perdagangan di pasar modal. Pemerintah juga membentuk lembaga-lembaga baru seperti Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), reksadana, dan manajer investasi.

Pada tahun 2007 akhirnya Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya digabungkan menjadi Bursa Efek Indonesia.

Manfaat pasar modal bagi Emiten dan Investor

Seperti yang diungkapkan oleh sejarah bahwa awal pasar modal menjadi tempat bertemunya Emiten yang membutuhkan modal dengan para Investor yang bersedia memberi modal dengan imbal hasil yang disepakati. Seiring waktu berjalan, surat-surat perjanjian tersebut akhirnya dapat dipindah-tangankan (diperjual-belikan) antar investor seperti yang saat ini terjadi di pasar modal sekunder. Namun manfaat pasar modal bukan hanya itu, para ahli mengungkapkan beberapa manfaat pasar modal sebagai berikut:
  • Sebagai sarana penambah modal bagi usaha

Perusahaan bisa memperoleh dana dengan cara menjual saham ke pasar modal yang akan ditawarkan ke masyarakat umum, perusahaan-perusahaan lain, lembaga, atau oleh pemerintah.
  • Sebagai sarana pemerataan pendapatan

Dividen akan dibagikan oleh perusahaan-perusahaan dalam jangka waktu tertentu kepada para investor. Dalam hal ini, penjualan saham melalui pasar modal dapat menjadi sarana pemerataan pendapatan dalam masyarakat umum.
  • Sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi

Modal yang terkumpul dari hasil pelepasan saham perusahaan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan.
  • Sebagai sarana penciptaan tenaga kerja

Dengan bertumbuhnya industri-industri, secara otomatis akan membuka lapangan kerja untuk mengimbangi kebutuhan produksi.
  • Sebagai sarana peningkatan pendapatan negara

Setiap transaksi yang terjadi dipasar modal akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Melalui pajak ini, pemerintah dapat meningkatkan pendapatan negara.
  • Sebagai indikator perekonomian negara

Begitu eratnya hubungan pasar modal dengan perekonomian negara sehingga pasar modal dapat dijadikan sebagai indikator perekonomian negara. Semakin meningkatnya aktivitas dan volume penjualan/pembelian di pasar modal memberi indikasi bahwa aktivitas bisnis berbagai perusahaan berjalan dengan baik yang dapat menunjang perekonomian. Begitu pula sebaliknya.

Secara khusus bagi emiten di pasar modal memperoleh manfaat, antara lain:

  1. Jumlah dana yang dapat dihimpun berjumlah besar
  2. Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai
  3. Tidak ada surat perjanjian khusus sehingga manajemen dapat lebih bebas dalam pengelolaan dana/perusahaan
  4. Penyelesaian masalah perusahaan tinggi sehingga dapat memperbaiki citra perusahaan
  5. Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi lebih kecil


Bagi investor, pasar modal memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai kapital gain
  2. Memperoleh dividen bagi mereka yang memiliki/memegang saham dan bunga yang mengambang bagi pemenang obligasi
  3. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen untuk mengurangi risiko


Setelah memahami manfaat dan sejarah asal mula pasar modal harapannya dapat mengubah pandangan masyarakat mengenai investasi di pasar modal baik berupa obligasi, saham, ETF, dan lainnya. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa memperbolehkan investasi di pasar modal, terutama dalam pasar modal syariah.


8/15/18

Investasi Saham vs Properti, Ternyata lebih baik memilih...

Investasi Saham vs Properti, Ternyata lebih baik memilih...

Pilih Investasi Saham vs Investasi Properti
Investasi pada Saham dan Properti memiliki keunggulan yaitu sama-sama dapat memberikan penghasilan pasif bagi pemiliknya. Oleh sebab itu, kedua bentuk investasi ini cukup banyak diminati oleh masyarakat. Namun sayangnya pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis investasi ini kurang dipahami secara menyeluruh. Sehingga kadang menjadi penghambat bagi masyarakat yang ingin memulai investasi.

Namun dari segi keuntungan materi dan resiko, keduanya sebenarnya sangat berbeda. Masing-masing memiliki karakter investasi unik yang justru bisa Anda manfaatkan untuk menutup kendala dalam berinvestasi. Baik, langsung saja kita bandingkan apa saja keunggulan dan resiko dari Investasi Saham dan Properti berikut ini.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.


Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Investasi Saham sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan modal kecil. Keuntungan yang bisa didapat pun bisa berlipat-lipat melebihi bentuk investasi lainnya. Sudah cukup banyak orang yang membuktikan keuntungan berinvestasi saham dan berhasil menjadi kaya dalam waktu cukup singkat. 

Namun juga perlu diingat bahwa resiko investasi saham sebanding dengan potensi keuntungannya, oleh sebab itu, jika Anda tertarik untuk berinvestasi saham, sebaiknya Anda mempelajari terlebih dahulu cara menilai fundamental perusahaan. Atau silahkan langsung membuat rekening saham dan mencobanya dengan modal secukupnya untuk meminimalisir resiko dan mencari pengalaman langsung. Anda bisa mempelajari saham secara sederhana dari artikel-artikel yang sudah i-bisnis terbitkan sebelumnya salah satunya yang paling mendasar adalah Belajar Cara Investasi Saham. Anda juga bisa memilih saham-saham unggulan yang rajin membagikan dividen diatas rata-rata dari index IDX High Dividen 20.

Sedangkan investasi properti sangat cocok bagi yang mengharapkan kenyamanan dalam berinvestasi karena memiliki resiko yang cukup kecil. Namun untuk dapat menghasilkan keuntungan besar dari investasi properti diperlukan kelihaian dalam menafsirkan tingkat pertumbuhan lingkungan, strategi untuk memperindah bangunan dan meningkatkan nilai jualnya.

Investasi properti juga cocok bagi Anda yang ingin mencari keuntungan secara berkelanjutan dengan menyewakannya. Sebelum Anda membeli properti, waspadalah pada maraknya kriminalitas yang berkedok jual beli properti. Pastikan properti yang ingin Anda miliki memiliki surat keterangan yang jelas dan sah.

Itulah perbandingan dalam investasi saham vs properti. Masing-masing memiliki keuntungan dan resikonya sendiri. Tinggal bagaimana Anda menyesuaikan dengan kemampuan dan profil resiko yang Anda miliki. Bahkan Anda bisa mengkombinasikannya dengan mulai menabung dengan modal kecil pada investasi saham, lalu menjualnya dimasa mendatang ketika investasi Anda mencukupi untuk membeli properti.


“Aku bukanlah produk dari keadaan sekitar,
namun aku adalah produk dari keputusanku tersendiri.” – Stephen Covey