Reseller Barang Impor Ternyata Mudah Dan Menguntungkan

Bisnis Impor Barang
Menjalankan bisnis sebagai reseller barang Impor bukan hal yang sulit dilakukan. Indonesia memang menjadi sasaran pasar yang paling diminati oleh berbagai investor dari seluruh dunia. Selain karena letak Indonesia cukup strategis yang menjadi penghubung antara benua Asia dan Australia, Indonesia sebagai sebuah negara yang sedang berkembang pun memiliki tingkat konsumtif cukup tinggi dikarenakan masih jarangnya industri untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Bagi Anda yang memiliki jiwa wirausaha, pasti akan melihat banyak sekali kebutuhan primer maupun sekunder penduduk yang masih belum terpenuhi dan ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi Anda untuk mengisi kekurangan tersebut.

Sebenarnya untuk menjual produk impor, Anda bisa memilih menjadi Dropshiper atau menjadi Reseller. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, untuk menjadi Dropshiper Anda hanya perlu meneruskan pengiriman dari produsen langsung ke pembeli sehingga yang menjadi kelemahan disini adalah, pembeli Anda akan dapat mengetahui asal produk dan berikutnya mereka kemungkinkan akan langsung membeli pada produsen tersebut daripada menggunakan jasa Anda.

Sedangkan jika Anda menjadi seorang Reseller barang, Anda harus membeli barang tersebut terlebih dahulu dan menjadikannya stok, baru Anda menjualnya kembali dengan keuntungan yang dapat Anda ambil sesuka Anda, Anda juga dapat merubah kemasan produk dan menjualnya dengan label toko Anda sendiri, dengan begitu toko Anda pun akan semakin dikenali dan pembeli tetap akan membeli ke toko Anda. Selain itu, kelebihan dari memiliki stok adalah Anda dapat mengurangi lamanya pengiriman barang, dan inilah yang menjadi nilai lebih toko anda dibanding toko lain yang menjadi dropshiper. Ingat mengenai 5 strategi jitu memenangkan persaingan bisnis yang kami tulis beberapa waktu lalu.

Untuk mendapatkan barang impor sebenarnya cukup mudah, jika Anda memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik, Anda bisa langsung menghubungi produsen untuk menawarkan kerjasama. Namun bagi Anda yang kurang baik dalam berbahasa Inggris, Anda dapat membeli barang melalui toko online untuk Anda jual kembali atau langsung anda kirimkan ke alamat pembeli jika Anda menjadi Dropshiper.

Tips dalam membeli barang impor ini akan sangat membantu Anda sebagai reseller:

1. Pastikan Sumber Produk Terpercaya

Dalam hal ini seperti i-Bisnis sarankan sebelumnya bahwa Anda sebaiknya menghubungi produsen secara langsung, atau gunakan situs jual-beli yang memang sudah terpercaya seperti AliExpress, Ebay, Amazon, dsb. Karena ini menyangkut hubungan internasional, pastikan produk Anda tidak menyalahi aturan dalam negri maupun aturan dari negara asal produk.

2. Perhatikan Biaya Pengiriman dan Pajak Impor

Biaya pengiriman produk masih menjadi masalah tersendiri bagi importir karena kadang tidak sebanding dengan nilai barang (biaya pengiriman lebih besar dari harga produk). Biaya pengiriman seringnya menjadi tanggungan pembeli, namun tidak jarang juga ada penjual yang menyediakan fasilitas gratis ongkos kirim seperti yang banyak Anda temukan dalam situs Aliexpress. Sedangkan untuk pajak impor dengan nilai barang dibawah $ 100 untuk peraturan saat ini akan dibebaskan dari pajak. Namun jika nilai barang melebihi $ 100, maka perhitungan pajak akan dihitung sebanyak Nilai Barang dikali Persentase Pajak untuk jenis barang tersebut. Untuk persentase pajak barang dapat Anda cari dalam situs milik Beacukai.

Sebagai contoh Jika Anda membeli barang A sebesar $ 150 dengan ongkos kirim $ 10 dan persentase pajak untuk produk tersebut sebesar 5% maka Anda dikenakan pajak senilai : ($ 150 + $ 10) x 5% = $ 8. Jika nilai tukar Rupiah saat itu sebesar Rp 13.000,-, maka Anda harus membayar pajak sebesar Rp. 104.000,-. Untuk pembayaran pajak dapat Anda lakukan dikantor pos saat Anda mengambil barang kiriman.

3. Perbandingan Biaya Impor Barang Sesuai Dengan Nilai Jualnya

Setelah Anda memahami mengenai perhitungan nilai barang, biaya kirim dan pajaknya, Anda harus membandingkan dengan nilai jual barang tersebut jika dijual di Indonesia. Karena tidak semua barang impor itu murah, oleh sebab itu sebelum Anda melakukan impor barang, coba Anda bandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh pesaing-pesaing Anda.

4. Maksimalkan Jumlah Barang

Hal ini bertujuan untuk mengurangi lama pengiriman atau kemungkinan barang hilang diperjalanan dan juga untuk mengurangi biaya pengiriman. Namun tetap perhatikan juga batasan nilai pajak dan biaya pengirimannya. Kurangi biaya impor sehemat mungkin agar nilai barang Anda tidak membengkak.

Meski keuntungan dari bisnis reseller barang impor cukup menarik, namun yang perlu Anda ketahui adalah dengan melakukan impor barang akan melemahkan perekonomian dalam negeri. Ilustrasi sederhananya adalah, ketika kita membeli barang dari luar negeri tentunya kita telah mengeluarkan Rupiah untuk ditukarkan dengan produk luar, dengan begitu peredaran Rupiah di dalam negeri akan semakin menipis dan menyebabkan terjadinya kelangkaan Rupiah dan inilah yang menjadi penyebab krisis. Untuk mengimbanginya adalah dengan melakukan ekspor untuk menarik mata uang asing ke negara ini. Tentu saja untuk impor dalam skala kecil, hal ini tidak akan memberi pengaruh besar bagi negara. Juga i-Bisnis sarankan agar melakukan impor produk mentah daripada produk jadi sehingga ketika diolah di dalam negeri akan memiliki nilai tambah.


1 komentar so far

Demi kenyamanan dan keamanan pengguna dan memastikan bahwa setiap komentar pembaca telah kami terima, maka setiap komentar akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap tidak melakukan spam link, atau memberi komentar yang tidak berhubungan dengan topik artikel.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon