Senin, 10 April 2017

Pengalaman Penjualan Pertama Dari Bisnis Reseller

Bagi sebagian orang, menjual sesuatu bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan bagi sebagian orang memiliki prinsip bahwa ia hanya akan membeli sesuatu dari hasil kerja kerasnya, dan tidak akan pernah menjual apapun dalam hidupnya. Tetapi tanpa disadari bahwa itu adalah prinsip yang kurang tepat. Karena saat Anda bekerja pada suatu instansi, sesungguhnya Anda telah menjual kemampuan Anda. Ya, kemampuan intelektual yang Anda investasikan dari sekolah dan mungkin hasil Anda bekerja dalam beberapa tahun telah mampu menutupi biaya sekolah Anda. Tetapi ada satu hal yang Anda lupakan yaitu waktu. Tanpa Anda sadari Anda telah menjual waktu Anda yang begitu berharga. Banyak orang yang menyesalinya ketika mereka tumbuh semakin tua sedangkan karir mereka stagnan.

Itulah yang penulis benar-benar rasakan ketika menjadi seorang karyawan. Kebutuhan semakin meningkat tidak sebanding dengan karir di perusahaan. Ingin kembali belajar untuk meningkatkan kemampuan, namun waktu sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ke dunia pendidikan resmi. Tetapi dengan semangat untuk terus belajar membuat penulis memilih belajar secara otodidak. Tetapi muncul sebuah permasalahan lagi, butuh peralatan untuk belajar (kebetulan penulis tertarik dengan dunia robotik) sementara alat-alat yang dibutuhkan cukup mahal. Lalu muncul lah ide untuk belajar sambil menjual.

Untuk peralatan dan bahan-bahan belajar saya cari sumber yang paling murah secara impor lewat salah satu toko online yang pernah i-Bisnis tulis dalam artikel mengenai menjadi reseller barang impor. Peralatan tersebut penulis beli lebih dari satu, tentu saja satu untuk digunakan belajar sendiri, dan sisanya untuk dijual kembali. Untuk metode penjualan barangnya pun menggunakan salah satu penyedia toko online. Jika Anda ingin mengetahuinya mungkin artikel cara membangun Online Shop ini akan berguna.

Awalnya memang cukup sulit karena penulis merupakan anggota baru dalam penyedia jasa tersebut, di hari-hari pertama, penulis cukup pesimis karena memang belum pernah memiliki pengalaman dalam menjual apapun. Tetapi ternyata tidak seburuk yang penulis bayangkan, pada minggu ketiga mulai ada calon pembeli menanyakan produk yang penulis tawarkan. Itu merupakan kesan yang luar biasa bagi penulis, dan dengan antusias menjawab setiap pertanyaan calon pembeli. Lalu transaksi pertama pun berhasil. Tanpa disangka, pembeli pun menyatakan puas terhadap produk dan layanan yang penulis berikan. Bahkan dalam beberapa minggu kemudian semakin banyak yang menanyakan produk yang penulis tawarkan hingga penulis kekurangan stok.

Penjualan pertama benar-benar mengubah segala pandangan penulis tentang bisnis, bahwa mitos yang beredar di masyarakat dan sering menghantui calon wirausahawan ternyata tidak benar. Diluar sana banyak yang menawarkan bisnis yang menjanjikan untuk Anda coba.

Semoga ini menjadi inspirasi bagi pembaca, bahwa berbisnis itu mudah, Anda hanya perlu mencobanya, buat penjualan pertama Anda dan Anda akan belajar pengelolaan bisnis sambil berjalan. Subscribe website ini agar Anda mendapatkan informasi mengenai peluang bisnis maupun tips dalam menunjang bisnis Anda.

Disqus Comments