Rabu, 12 April 2017

Software Developer, Bisnis Terbaik Era Digital

Memulai Bisnis Software Developer
Keahlian seorang software developer sangat dibutuhkan dalam bisnis. Saat ini, siapa pun pasti menggunakan gadget dalam keseharian, mulai dari Komputer, Laptop, Handphone, Tablet, atau perangkat digital lainnya. Dalam era digital seperti ini, setiap orang membutuhkan adanya perangkat-perangkat untuk menunjang produktifitas mereka atau sekedar untuk bersenang-senang dengan games, photo editing, atau berbagi pesan dan pengalaman lewat social media. Bukan hanya itu, perusahaan-perusahaan besar pun semakin merambah ke dunia digital untuk mempermudah konsumen dalam mengakses layanan maupun produk yang ditawarkan.

Menjadi seorang software developer merupakan bisnis yang menjanjikan. Bahkan bagi beberapa hobist atau para pecinta programming, kegiatan dalam menciptakan aplikasi-aplikasi baru yang menantang bisa menjadi sebuah berkah tersendiri. Contoh nyata pendiri Facebook, Mark Zuckerberg awalnya hanya ingin bersenang-senang tidak pernah menyangka program yang ia buat bisa membuatnya menjadi salah satu pendiri perusahaan raksasa di dunia. Baiklah, Mark memang seorang jenius dan maniak dengan dunia komputasi, bagaimana dengan orang-orang awam dalam dunia programming?

Sekitar pertengahan tahun 2016, sebuah berita sempat menjadi viral menceritakan kisah seorang tukang panggul barang di pelabuhan yang akhirnya bisa merubah hidupnya dengan penghasilan jutaan rupiah dari membuat sebuah permainan berbasis Android yang ia daftarkan pada layanan Google Play. Ia bisa menjadi inspirasi bagi kita bahwa dengan kemauan kuat dan benar-benar serius mempelajari dunia programming bukanlah hal mustahil bagi siapapun. Memang membutuhkan proses yang cukup panjang, beberapa tips dibawah ini akan membantu kalian.

Tips belajar programming sebagai software developer :

1. Pilih spesialisasi bahasa pemrograman

Seperti yang kita ketahui bahwa cukup banyak sekali bahasa pemrograman yang ada seperti HTML, dan CSS untuk web atau C++, C#, Java, Vb, dsb untuk programming dalam suatu perangkat. Untuk pembelajaran awal i-Bisnis sarankan untuk mempelajari bahasa Java dan C# (dibaca 'Si Sharp') karena hampir semua bahasa pemrograman dapat diintegrasikan dengan Java, dan struktur bahasa C dapat mempermudah Anda dalam mempelajari bahasa pemrograman lainnya.

2. Belajar dari salah satu sumber spesialis

i-Bisnis menyarankan agar Anda mengikuti kelas tatap muka untuk mempermudah Anda dalam menanyakan apapun yang ingin Anda ketahui. Tetapi jika Anda tidak mempunyai waktu untuk itu atau dilingkungan Anda tidak ada seorangpun yang dapat membantu Anda, rekan-rekan i-bisnis masih dapat mempelajarinya secara otodidak melalui buku-buku atau situs penyedia layanan belajar programming. Metode dalam pembelajaran akan berbeda oleh setiap pengajar, oleh sebab itu untuk menghindari kebingungan dalam memulainya, coba pelajari salah satu metode atau sumber terlebih dahulu untuk Anda pahami struktur dasarnya lalu kembangkan dengan referensi dari sumber lainnya.

3. Nikmati proses belajar itu sendiri

Berusahalah untuk terus merasa tertantang untuk menyemangati diri sendiri dalam meningkatkan kemampuan Anda. Tanamkan dalam diri Anda bahwa yang Anda lakukan ini keren dan akan sangat bermanfaat dimasa mendatang.

4. Mulai proyek Anda dari yang paling sederhana

Bahasa programming paling sederhana disebut sebagai "Hello world". Ya, pemrograman hampir seperti melahirkan suatu sosok dalam dunia digital yang kita sebut sebagai program atau aplikasi. Mulailah dengan Hello World dan latih setiap bahasa baru yang Anda pelajari menjadi beberapa program agar Anda mudah mengingatnya dan meningkatkan kreatifitas Anda dalam mengelola program.

5. Bergabung dengan komunitas programmer

Cukup banyak komunitas programmer yang ada di media sosial seperti G+, Facebook, Kaskus, dsb. Jika Anda menguasai bahasa Inggris tentu akan lebih baik lagi karena Anda dapat sharing atau meminta bantuan pada ahli-ahli dari manca negara. Selain menginspirasi, hal ini akan meningkatkan kemampuan Anda dalam menganalisa bug / kesalahan program.


Cara seorang software developer mendapatkan penghasilan

1. Freelance

Meski melambangkan kebebasan, tetapi jangan salah, karena meskipun Anda menjadi seorang Freelancer, Anda tetap harus menyelesaikan tugas dalam waktu sesuai perjanjian pemberi tugas. Namun, Freelance merupakan pilihan yang sangat tepat bagi Anda yang ingin merasa tetap tertantang karena Anda akan mendapatkan tugas-tugas baru yang barangkali belum pernah Anda buat sebelumnya.

2. Menjual proyek sendiri

Jika Anda memiliki ide cukup cemerlang atau melihat sebuah kesempatan baik dan dapat Anda jadikan sebuah proyek untuk dijual pada pengguna mungkin sebaiknya Anda membuat proyek tersebut dan menjualnya sendiri, karena dengan menjual sendiri, Anda dapat menentukan sendiri harga yang tepat.

3. Menyediakan baris iklan pada program yang dibuat

Bagi developer aplikasi mobile mungkin hal ini bisa menjadi sebuah alternatif yaitu dengan menyediakan iklan baris pada aplikasi yang Anda buat. Tetapi hal ini mungkin akan sedikit mengganggu kenyamanan pengguna. Untuk menampilkan iklan pada aplikasi berbasis Android, Anda dapat mendaftarkan diri pada layanan Google bernama AdMob.

4. Menjual fitur premium

Anda mungkin bisa sedikit berbaik hati dengan menyediakan aplikasi gratis namun pengguna layanan Anda dapat membeli fitur-fitur premium melalui aplikasi yang Anda buat (in-app purchase). Hal ini terbukti cukup ampuh dalam menarik minat pengguna untuk berbelanja produk Anda.

Bergerak dalam bisnis software developer memang kadang sangat membuat frustasi ketika Anda mengalami permasalahan (bug) pada program yang Anda buat. Tetapi Itu adalah tantangan terbaik untuk menguji kreatifitas, logika, dan ketelitian Anda dalam menyelesaikan suatu masalah.

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru kami langsung ke email Anda.

Disqus Comments