Mencari peluang bisnis yang menjanjikan? Anda harus tahu ini!

Tags

Peluang Bisnis Yang Menjanjikan
Banyak orang mencari peluang bisnis yang menjanjikan. Bahkan kata kunci “peluang bisnis yang menjanjikan” menjadi salah satu top query (pencarian terbanyak) di mesin pencarian Google terkait bisnis. Hal ini yang menarik perhatian i-bisnis untuk mencari tahu lebih dalam apakah benar ada peluang bisnis yang benar-benar menjanjikan? Beberapa peluang usaha masih memungkinkan, tapi selebihnya PJP (pemberi Janji Palsu) mungkin iya...

Kita ambil contoh dari para wirausahawan yang sudah berhasil di Indonesia dan pasti kita semua kenal dengan beliau-beliau ini.

Bapak Chairul Tanjung, yang berasal dari keluarga perkampungan. Beliau pertama kali berwirausaha dengan dengan menjual fotokopian kepada teman-temannya untuk mencukupi kebutuhan kuliahnya di jurusan kedokteran Gigi. Setelah lulus, dibanding memilih profesi sebagai seorang dokter gigi, beliau bersama ketiga orang temannya mendirikan sebuah PT dibidang industri sepatu anak-anak dan cukup berhasil memperoleh pesanan besar dari Italia. Namun karena perbedaan visi bersama teman-temannya, beliau pun mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan lain dibidang keuangan, properti dan multimedia hingga saat ini. Apakah  untuk mendapatkan peluang bisnis yang menjanjikan harus berani menciptakan PT? Kita coba ambil contoh usahawan lain.


Bapak Bob Sadino. Sempat bangkrut dan menjadi kuli bangunan dengan upah rendah. Kemudian beliau mengikuti saran dari salah seorang kawan. Beliau memulai karir usahanya dengan memelihara ayam negeri menjual telur ayam negeri dari pintu ke pintu dan ternyata cukup berhasil hingga telur ayam lokal menjadi cukup populer di Indonesia lalu berlanjut dengan menjual daging ayam. Kesuksesannya berlanjut ketika beliau menjual sayuran hidroponik yang saat ini bisa kita temukan di super market besar di seluruh Indonesia. Apakah berternak ayam, menjual telur dan berdagang sayuran merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan? Atau mungkin peluang bisnis yang menjanjikan hanya berhasil bagi kaum pria? Coba kita lihat perjalanan wanita berikut.

Ibu Susi Pudjiastuti. Meski tidak menamatkan pendidikan di SMA, bahkan kini beliau berhasil menjadi seorang Menteri Kelautan dan Perikanan. Awal mula usahanya dimulai dengan menjadi pengepul ikan yang didapat dari para nelayan didaerah Pangandaran. Dengan ketekunannya, beliau bahkan berhasil menjadi eksportir produk Lobster unggulan ke wilayah Asia dan Amerika. Dikarenakan tuntutan agar produknya dapat terkirim dengan lebih cepat dalam menjangkau wilayah yang lebih jauh, beliau pun memutuskan untuk membeli sebuah pesawat terbang dan mendirikan Susi Air. Kembali lagi pada pertanyaan, apakah menjual peluang bisnis yang menjanjikan itu dengan menjual ikan?


Pelajaran dari kisah yang dapat kita ambil dari ketiga tokoh tersebut bahwa sebenarnya peluang bisnis yang menjanjikan itu ada disekitar kita dan hampir semua peluang bisnis itu cukup menjanjikan. Tidak harus dimulai dengan modal besar, pendidikan tinggi, atau dengan mengikuti saran-saran dari orang lain. Karena seberapa menjanjikannya suatu peluang bisnis bergantung pada bagaimana menjalankan bisnis tersebut.

Beberapa orang yang pernah mencoba berbagai saran bisnis akhirnya menyadari bahwa untuk memperoleh kesuksesan ternyata tidak semudah mendengarkan cerita orang lain. Mencari inspirasi bisnis dan memperbanyak literasi terkait bisnis dan manajemen itu perlu. Tapi jika Anda mencari peluang bisnis yang menjanjikan, maka selamanya Anda hanya akan memperoleh janji. 

Jangan takut untuk mencoba memulai bisnis apapun, awali dengan niat dalam diri Anda untuk mencari pengalaman dan belajar dari setiap kendala yang ada. Karena baik  dalam memulai atau menjalankan bisnis pasti akan muncul beberapa kendala yang menantang tekat dan kemampuan Anda untuk berkembang. Bukankah sejak kecil sebelum kita mampu berlari kita pasti pernah terjatuh.

Tindakan adalah kunci dasar untuk semua kesuksesan.” – Pablo Picasso

Demi kenyamanan dan keamanan pengguna dan memastikan bahwa setiap komentar pembaca telah kami terima, maka setiap komentar akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap tidak melakukan spam link, atau memberi komentar yang tidak berhubungan dengan topik artikel.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon