Selasa, 25 April 2017

6 Langkah Menyusun Perencanaan Anggaran Bisnis

Cara Merencanakan Anggaran Bisnis
Membuat rencana anggaran biaya dalam Bisnis merupakan hal yang wajib Anda lakukan ketika memulai atau pun saat menjalankan sebuah usaha. Anggaran bisnis merupakan salah satu strategi bisnis yang dapat membantu Anda memprediksi kelangsungan bisnis Anda dimasa depan. Meskipun bisnis bukan suatu hal yang pasti, namun sebuah perencanaan keuangan akan lebih menguatkan usaha Anda saat terjadi guncangan tak terduga. Tanpa adanya budgeting, usaha bisa saja menghabiskan pengeluaran lebih besar dari seharusnya sehingga keuntungan Anda menipis atau bahkan berpotensi bangkrut.

Metode budgeting pada setiap badan usaha berbeda-beda sesuai keperluan masing-masing, namun pada dasarnya, pembuatan anggaran adalah bentuk perencanaan untuk pembelian aset bisnis maupun biaya operasional dibandingkan dengan perkiraan pendapatan / target pendapatan dalam satu bulan. Rincian anggaran bisnis biasanya dicatat melalui Transaction Cash Flow (alur transaksi uang).

6 Langkah Tepat Membuat Anggaran Bisnis Tetap Positif

1. Mencari nilai standar industri

Mencari nilai standar industri disini adalah dengan membuat perbandingan dengan pengusaha lain pada jenis usaha yang sama. Setiap badan usaha memang memiliki taraf standar yang berbeda, oleh sebab itu Anda hanya perlu mencari yang sekiranya masih pada tingkat yang sama atau satu tingkat diatas bisnis Anda. Nilai standar yang perlu dicari disini antara lain terkait pengadaan aset, biaya produksi, hingga harga jual produk rata-rata. Dengan mengetahui pembanding tersebut diharapkan Anda dapat membuat gambaran lengkap mengenai apa saja yang Anda butuhkan dalam usaha yang Anda bangun, dan seberapa besar kemampuan Anda dalam mencukupi kebutuhan tersebut.

2. Membuat tabel dan bagan

Buatlah catatan dalam bentuk tabel dengan rincian dan angka yang tepat agar hasil yang didapat pun lebih akurat. Anggaran dibuat dalam rangka untuk mengatur jumlah pengeluaran dan pemasukan agar perusahaan memperoleh angka pertumbuhan yang positif. Untuk membuat tabel Anda dapat memanfaatkan aplikasi Ms. Excel agar dapat diolah dengan lebih rapi sehingga mudah dibaca.

3. Membuat faktor pengurang

Ketika angka pertumbuhan / profit Anda cukup tinggi dan cukup stabil dalam beberapa bulan, ada baiknya Anda mulai mencari Faktor Pengurang. Faktor Pengurang disini adalah adanya tambahan aset baru atau adanya peremajaan aset secara berkala. Aset dapat berupa tambahan alat produksi maupun jumlah karyawan. Sebagai catatan agar tetap memperhatikan kemampuan keuangan Anda sebelum menambahkan faktor pengurang.

4. Mengurangi biaya pengeluaran

Dalam merencanakan anggaran bisnis, rekan-rekan dituntut untuk mendapatkan profit secara stabil dengan target yang semakin meningkat secara berkala. Lalu bagaimana caranya meningkatkan profit tanpa harus mengorbankan harga jual produk atau menambah jumlah produksi? Salah satu solusinya adalah dengan berhemat, kurangi potensi pengeluaran tak terduga seperti perawatan berkala pada mesin agar mesin tetap prima selama produksi, atau dengan membuat sistem pengawasan baru yang lebih ketat agar setiap transaksi terlacak dan teratur dengan baik.

5. Meninjau perkembangan bisnis

Lakukan pemeriksaan anggaran secara berkala untuk menemukan potensi biaya tambahan atau biaya yang tidak diperlukan lagi. Dengan pemeriksaan anggaran secara berkala, Anda dapat memastikan bahwa target tetap tercapai, atau jika terdapat penghambat, Anda dapat segera mengetahui dan membuat solusi lebih cepat agar tidak berlarut-larut dan mengurangi anggaran bisnis Anda.

6. Berusaha mencari suplier terbaik

Meski saat ini Anda telah memiliki suplier yang sesuai dengan harapan Anda, tidak ada salahnya untuk terus mencari suplier lain yang mampu memberikan kualitas dan layanan yang lebih baik. Atau dalam proses mencari suplier lain dapat menginspirasi Anda mengenai nilai lebih yang barangkali tidak Anda sadari selama berbisnis dengan suplier langganan Anda.

Membuat perencanaan anggaran bisnis secara matang akan sangat membantu Anda dalam membuat beberapa keputusan finansial. Anda dapat mengetahui seberapa besar kebutuhan Anda, berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menutup angka negatif dalam pembukuan Anda, serta kapan saatnya Anda menambah aset untuk mengembangkan bisnis Anda secara bertahap.

Klik Subscribe dibagian atas web untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru i-Bisnis langsung melalui email Anda.
Disqus Comments