Minggu, 11 Februari 2018

7 Hal Untuk Diperhatikan Sebelum Mulai Berinvestasi

Mulai Investasi Untuk Orang Awam
Sebagian besar masyarakat masih cukup awam mengenai cara memulai investasi. Kebanyakan orang masih mengandalkan upah pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Investasi merupakan hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan Anda dimasa depan. Dengan semakin meningkatnya jumlah populasi, tingkat pertumbuhan karir seseorang di suatu perusahaan pun semakin melambat. Jika beberapa tahun sebelumnya perusahaan masih menjanjikan karir yang tepat bagi setiap karyawannya, kini perusahaan lebih dominan mengambil tenaga baru yang lebih sesuai bidang pendidikannya. Dalam sebuah perusahaan mungkin hanya membutuhkan 2-3 orang manajer untuk perusahaan, sedangkan jumlah karyawan dibawah manajer bisa puluhan hingga ratusan orang. Itupun jika perusahaan tidak langsung mengambil manajer dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Jadi apakah Anda masih mengharapkan peningkatan pendapatan dari karir?

Sedangkan, untuk kenaikan upah Anda tiap tahun hanya mengikuti besaran inflasi per tahun. Pada dasarnya inflasi terjadi jika harga kebutuhan pokok semakin mahal, itu berarti upah Anda sebenarnya tidak meningkat, hanya mengikuti harga kebutuhan pokok. Sedangkan dalam kehidupan, setiap orang akan mengalami peningkatan kebutuhan, jika dahulu upah Anda cukup untuk hidup sendiri, kemudian Anda harus menghidupi kebutuhan istri dan anak, mendaftarkan anak ke sekolah, dan membayar kebutuhan tak terduga lainnya. Hal ini yang sering membuat orang tua semakin frustasi terhadap kebutuhan finansial mereka. Disinilah manfaat memulai investasi mulai dirasa penting.

Anda mungkin bisa menabung dan menyisihkan sedikit sisa pengeluaran saat ini untuk mempersiapkan kebutuhan dimasa depan. Namun sekali lagi, tabungan Anda yang tidak dapat tumbuh semakin dikalahkan oleh pertumbuhan inflasi yang terjadi. Untuk mengatasinya, Anda perlu berinvestasi entah itu dalam bentuk bisnis yang dikelola, atau melalui bentuk investasi lainnya. Bagaimana memulai sebuah investasi yang tepat bagi masing-masing orang?


Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai investasi untuk pemula:

1. Kenali perbedaan Keinginan dan Aset

Sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya Anda mengetahui perbedaan antara keinginan dan aset. Aset merupakan hal yang memiliki nilai tambah dibanding harga belinya seiring waktu atau setiap digunakan. Apakah membeli mobil mewah merupakan Aset atau Keinginan? Jika Anda membeli mobil tersebut untuk keperluan sehari-hari maka hal itu lebih dianggap sebagai keinginan, namun mobil tersebut bisa menjadi sebuah aset jika Anda gunakan untuk rental, travel, dsb. Berinvestasi berarti Anda menyimpan Aset yang memiliki nilai tambah bukan sekedar kepemilikan.

2. Mengenal sumber dana investasi

Dalam hal ini, Anda lebih mengetahui dari mana Anda mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari. Dana untuk memulai investasi bisa Anda gunakan dari tabungan, gaji, bonus, atau hasil usaha sampingan yang Anda kerjakan. Dalam perolehan dana investasi, kami sangat tidak menganjurkan Anda untuk mendapatkannya dari hutang mengingat resiko berinvestasi yang bisa berubah setiap saat.

3. Mengatur pendapatan dan kebutuhan pokok

Seberapa besar kebutuhan pokok yang Anda keluarkan setiap bulannya dibanding pendapatan Anda? Pada umumnya, para ahli investasi merekomendasikan persentase dana investasi sebanyak 10-20% dari pendapatan. Bagaimana jika sisa pendapatan Anda kurang dari persentase tersebut? Sebaiknya Anda mulai mengkoreksi kembali kebutuhan Anda untuk lebih berhemat. Seperti mengurangi biaya tagihan listrik, telepon, dsb.

4. Besar anggaran investasi

Dengan mengetahui besaran dana yang dialokasikan untuk memulai investasi, maka Anda bisa memilah bentuk investasi sesuai anggaran. Jika tabungan dan anggaran Anda cukup untuk membeli sebuah properti, mungkin properti bisa menjadi salah satu pilihan investasi Anda. Jika Anda ingin berinvestasi emas, itu berarti besaran anggaran investasi Anda harus lebih besar dari harga emas per gram saat ini. Bagaimana jika lebih kecil dari itu? Sebenarnya masih cukup banyak bentuk investasi lain saat ini yang cukup terjangkau seperti investasi reksadana yang bisa dibeli mulai Rp.100.000,- , atau investasi online lain tanpa modal yang dapat Anda baca pada artikel Investasi Online Dengan Aset Digital.

5. Pengelola investasi

Hal ini cukup penting untuk sebelum mulai berinvestasi sebaiknya diperhatikan apakah Anda akan mengelola Aset tersebut sendiri atau dengan bantuan Manajer Investasi seperti pada Reksadana. Jika mengelola investasi secara pribadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lain untuk ongkos jasa, tetapi Anda perlu mempelajari bentuk investasi tersebut dengan mendalam agar tidak sampai terjadi kerugian. Sedangkan dengan memanfaatkan keahlian Manajer Investasi, Anda tidak perlu repot mempelajari investasi Anda secara mendalam, namun dalam hal ini Anda perlu mengenal dan memperhatikan kinerja Manajer Investasi sebelumnya untuk mempercayakan pengelolaan aset Anda.


6. Memilih investasi berdasar resiko dan hasil

Mulai berinvestasi dengan memilih investasi yang sesuai dengan profil resiko dan tujuan Anda. Tidak ada hal yang pasti dalam berinvestasi, karena hal ini menyangkut masa depan yang tidak ada satu orang pun bisa benar-benar memastikan apa yang terjadi di masa depan. Namun Anda dapat mengurangi resiko ini dengan mempelajari kejadian di masa lalu untuk mempertimbangkan apakah investasi tersebut layak dimiliki atau tidak. Dalam berinvestasi dikenal sebuah prinsip “higher risk, higher profit”, semakin besar keuntungan yang ingin Anda dapat maka semakin besar resiko yang perlu Anda kendalikan.

7. Cara mengelola investasi

Cara mengelola investasi setiap bentuk investasi akan berbeda-beda, namun ada beberapa tips yang cukup membantu Anda, antara lain:

- Diversifikasi

Hal pertama yang perlu kita pelajari dari para investor berpengalaman adalah jangan menaruh seluruh investasi Anda pada satu Aset yang sama. Meskipun aset tersebut cukup menjanjikan, tapi seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada hal yang pasti di masa depan. Dengan membagi investasi dalam beberapa aset atau dikenal dengan istilah diversifikasi, maka ketika salah satu aset Anda mengalami kerugian, masih bisa terkurangi dampaknya oleh aset yang lain.

- Timing

Pemilihan waktu yang tepat ketika membeli atau menjual aset Anda bisa memberikan dampak yang cukup besar. Jangan mudah panik ketika mendengar kabar buruk mengenai aset Anda, telusuri kebenaran dan dampaknya terlebih dahulu sebelum Anda mengambil keputusan. Percayalah pada pendirian Anda dibanding isu yang disebarkan orang lain.

Itulah tujuh hal yang perlu Anda ketahui sebelum mulai berinvestasi agar tujuan investasi Anda dapat tercapai sesuai harapan. Waktu terbaik untuk mulai berinvestasi sebaiknya dimulai saat ini, semakin cepat Anda memulai, semakin lama Anda menyimpan aset, semakin besar keuntungan yang bisa didapat. Selamat berinvestasi.
Disqus Comments