Minggu, 02 April 2017

Langkah Mudah Bisnis Budidaya Ikan Bawal Cepat Panen

Bisnis Budidaya Ikan Bawal Cepat Panen
Jika kita perhatikan, cukup banyak sekali rumah makan mulai dari warung hingga restoran penyedia menu hidangan olahan ikan Bawal. Memang untuk ikan ini cukup banyak peminatnya karena rasa dagingnya memiliki tekstur lembut dan gurih. Ikan bawal atau dalam nama latin disebut Pomfred ini memiliki banyak jenis dan salah satu jenisnya yang disebut Brama bahkan dapat tumbuh hingga ukuran 1 m.

Dalam bisnis budidaya ikan Bawal di Indonesia memiliki potensi pasar sangat luas dengan permintaan yang juga cukup tinggi. Selain itu, usia panen ikan Bawal pun cukup singkat dibanding jenis ikan lainnya, serta pemeliharaannya cukup mudah karena ikan bawal termasuk jenis ikan yang mudah beradaptasi pada lingkungannya. Hal ini juga mempermudah peternak ikan bawal dalam menyediakan lahan budidaya.

Dalam beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ikan bawal yang dikembangbiakan dalam kolam mengalir akan lebih cepat tumbuh, namun bukan berarti ikan bawal tidak dapat berkembang pada kolam diam. Hanya saja jika Anda menggunakan kolam statis, cukup perhatikan jumlah ikan dalam luas per meter persegi.

Jika untuk kolam yang mengalir, memiliki perbandingan 10:1, yaitu 10 populasi ikan bawal dalam satu meter persegi. Sedang untuk kolam statis secara ideal hanya dapat menampung 8 ekor ikan bawal per meter kubik dengan tujuan, agar ikan bawal mendapat suply udara yang cukup. Untuk mengoptimalkan penggunaan kolam statis, kami sarankan agar menambahkan pompa udara.

Persiapan dalam usaha budidaya ikan Bawal:

1. Design Kolam Ikan

Jika Anda menggunakan kolam tanah, maka sebelum memulai budidaya ikan bawal, sebaiknya tanah pada kolam Anda keringkan dahulu dan sebarkan kapur dolomit sebanyak 25 kg/ 100 m2, hal ini bertujuan, untuk membunuh jamur dan bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan Bawal. Setelah tanah kering gemburkan kembali dan dapat Anda tambahkan pupuk kandang sebanyak 25 - 50 kg / 100 m2 serta pupuk TSP sebanyak 3 kg / 100 m2 lalu tambahkan air setinggi 2 - 3 cm dan biarkan terlebih dahulu selama 3 hari. Setelah itu tambahkan air kolam hingga 40 - 60 cm secara berangsur-angsur hingga ketinggian 80 - 120 cm. Tunggu hingga warna air kehijauan sebelum Anda masukan bibit ikan, biasanya selama 7 - 10 hari.

2. Pemberian Bibit Ikan Bawal

Dalam memilih benih ikan bawal diharapkan memilih benih dari penyedia yang telah terpercaya agar ikan bawal Anda nantinya dapat tumbuh dengan optimal dan sehat. Dalam menyebar benih ikan bawal perlu dilakukan sedikit penyesuaian agar benih ikan bawal tersebut tidak stress. Untuk penyesuaiannya adalah dengan memasukan bibit ikan yang masih dalam plastik ke dalam kolam dan tunggu hingga terlihat ada embun pada plastik, hal itu sebagai penanda bahwa suhu air dalam plastik telah seimbang dengan suhu kolam. Setelah itu buka plastik dan sukan air kolam secara sedikit demi sedikit ke dalam plastik lalu keluarkan bibit ikan ke dalam kolam secara perlahan-lahan.

3. Pakan

Ikan bawal merupakan binatang omnivora, namun saat masih muda mereka lebih dominan menjadi karnivora, sehingga dalam pemberian pakan dapat kita kombinasikan antara makanan organik dan makanan buatan / pelet (781-2 SP atau pf.1000-2). Untuk makanan organik dapat menggunakan daun singkong atau daun talas dan cukup anda sebarkan ke kolam bersamaan dengan pemberian pelet. Pakan diberikan 2x dalam sehari saat pagi dan sore, berikan pakan dengan perkiraan 3% - 5% berat keseluruhan ikan sehingga penggunaan pakan akan berangsur-angsur bertambah sesuai pertumbuhan ikan. Berikan pakan sedikit lebih banyak saat sore, karena periode pemberian makan hingga pagi hari akan berjeda lebih panjang.


Untuk perawatan berikutnya tidak ada perlakuan khusus, hanya perlu diperhatikan pertumbuhan ikan dengan luas kolam agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Anda juga bisa mencoba sistem Biofloc seperti yang dilakukan pada budidaya ikan lele dengan sistem biofloc.

Analisa Biaya dan Keuntungan Usaha Budidaya Ikan Bawal

Biaya awal mungkin akan sedikit lebih mahal untuk pembuatan kolam dan pemupukan tergantung pada seberapa luas lahan yang akan digunakan. Kita akan mencoba membuat simulasi perhitungan biaya budidaya Ikan bawal dengan luas kolam sekitar 10 x 10 x 2 m (200 m3). Dengan kepadatan populasi antara 10 ekor/m3 maka kolam dapat diisi dengan bibit sebanyak 2.000 ekor.

Jika menggunakan bibit berusia 4 bulan atau berukuran 4-5 cm (harga @ Rp. 250,-/ekor) Anda hanya memerlukan waktu 2 bulan hingga dapat dilakuan panen. Maka rincian biayanya sbb:
1. Bibit 2.000 ekor x Rp. 250,- = Rp. 500.000,-
2. Pakan Rp 5.000/kg x 540 kg/bulan = Rp. 2.700.000,- ; hingga masa panen 2 bulan total biaya pakan sebanyak Rp. 5.400.000,-.

Harga jual ikan bawal dipasaran sekitar Rp. 12.000,- / ekor, dengan panen sebanyak 2.000 ekor, anda dapat menghasilkan Rp. 24 Jt. Dikurangi biaya pakan & bibit sebesar Rp. 5.900.000,-, Anda mendapat keuntungan bersih sebesar Rp. 18.100.000,- hanya dalam 2 bulan. Tentu saja jika rekan i-Bisnis dapat menekan biaya pakan menggunakan sisa sayur-sayuran atau sisa daging cincang, akan mendapatkan untung yang lebih besar.

Selain budidaya ikan bawal, Anda juga dapat melihat keuntungan budidaya Lobster air tawar.




Disqus Comments